Pria berkepala Singa terhempas beberapa langkah dan tangannya yang menangkis tebasan Katana Hinata terasa sangat sakit—walaupun ia tidak terluka karena fisiknya yang keras.
“Inilah kehebatan Ras Beast... kekuatan fisik mereka sangat keras sekali dan tidak terluka walaupun Katana Hinata mengandung Sihir!” seru Lerenia.
Bonar tak menyangka ada alien seperti itu, tapi sayang sekali mereka tidak mengalami Evolusi seperti Manusia. Kalau mereka berevolusi juga maka Ras Beast akan menjadi yang terkuat di alam semesta karena memiliki kombinasi Sihir dan kekuatan fisik yang kuat.
Hinata yang mengenakan pakaian SMA segera memasang kuda-kuda, ia tampak seperti Samurai sungguhan—mungkin ia adalah keturunan Samurai hebat makanya kekuatan evolusinya adalah mengubah Sihir menjadi Katana.
Pria berkepala Singa merasa bila ia bertahan saja maka gadis manusia di hadapannya akan membunuhnya, tetapi sebenarnya ia tak mau melawan mereka bila mereka mau meninggalkan rumah 099 ini dan tidak menanyakan ternak yang dimiliki majikannya.
Dia menatap Bonar yang memiliki lebih dari satu jenis Sihir dan percaya dialah yang paling berbahaya diantara mereka—walaupun tampangnya tampak biasa-biasa saja, belum lagi ia selalu tersenyum padahal mereka berada di sarang harimau yang tak lama lagi akan berlomba-lomba menerkam mereka.
...***...
“Apa yang terjadi? Kenapa Alarm berbunyi?” tanya Lemurian cantik yang sedang asyik main judi dan terganggu oleh suara berisik dari alarm tersebut.
“Sepertinya ada tamu yang berani berbuat onar di rumahmu ha-ha-ha ....” Lawan main judi Lemurian cantik itu tertawa terkekeh-kekeh.
“Itu salahmu Palpale, bukankah Gangster Zero Nine menjamin tak ada yang berbuat onar di tanah terlarang makanya kami rela membayar upeti mahal-mahal pada kelompok berandalanmu itu!” sahut Iris—Pemilik rumah 099 ini.
Palpale tetap tertawa dan berkata, “Mungkin Succubus milikmu tak pandai lagi memuaskan pelanggan—sehingga pelanggan itu sangat kecewa!”
Namun, tiba-tiba notifikasi Layar Virtual muncul di depan Palpale dan ia langsung meng-klik notifikasi itu.
Seulas senyum cerah terpancar dari sudut bibirnya karena tak menyangka ada ternak tanpa tuan memasuki tanah terlarang dan setelah diselidiki oleh bawahannya; ternak-ternak itu ternyata telah berevolusi dan beberapa kali menyinggung pihak Kepolisian dan Militer Bangsa Lemurian.
“Anak buahku mengatakan yang sedang mengacau di bawah itu adalah ternak liar yang cukup agresif!” seru Palpale—sangat berminat memilikinya karena ternak terakhir yang ia miliki telah disantapnya sedangkan Iris malah memperkerjakan mereka lebih dulu dan akan menyantapnya saat sedang ingin memakan mereka saja.
Iris tahu apa yang dipikirkan oleh Palpale dan ia segera mengirim pesan melalui Layar Virtual ke bawahannya agar menangkap para Manusia itu lebih dulu—sebelum para Gangster Zero Nine bereaksi terhadap mereka.
Iris yang memiliki tubuh seksi dengan body gitar Spanyol segera beranjak dari meja judi meninggalkan lawan mainnya. Dia memiliki kemampuan unik yang mampu merasakan Sihir disekitarnya dan beberapa saat yang lalu ia merasakan Empat macam Sihir dari lantai bawah, belum lagi disertai bangunan rumahnya yang roboh. Dia yakin Manusia yang datang ini memiliki Sihir kuat, makanya ia harus turun tangan membantu budak-budaknya yang tidak memiliki Sihir—karena mereka hanyalah Ras Beast.
“Apa kamu takut bawahanku merebut ternak itu, Iris?” Palpale bercanda padanya padahal saat ini Iris sedang kalah berjudi dan biasanya ia tak akan pergi dari meja judi sebelum semua uangnya habis. Ini tidak seperti Iris yang biasanya saja dan Palpale curiga ada yang tidak beres dengan ternak-ternak itu.
Iris tak menjawab perkataan Palpale dan segera menghilang dari sana. Iris memiliki Sihir yang membuatnya tak terlihat—sehingga sangat sulit menemukan keberadaannya kecuali ia sendiri yang menunjukkan dirinya.
“Apakah kita masih melanjutkan permainan ini?” Lemurian bertubuh gemuk bertanya pada Palpale.
“Kalian lanjutkan saja,” sahut Palpale. “Aku akan ke lantai bawah juga!” Dia penasaran apa yang membuat Iris begitu tergesa-gesa meninggalkan lantai atas ini.
...***...
Pria berkepala Singa lagi-lagi dipaksa bertahan oleh Hinata padahal ia telah mencoba mencakar Hinata serta meninjunya. Namun, Hinata dengan kemampuannya berpindah tempat secara cepat dapat mengelakkan semua serangan Pria berkepala Singa dan malah dia sendiri yang dihempaskan oleh serangan kejutan dari Hinata.
Penghalang yang dibuat Bonar agar tidak ada yang datang membantu Pria berkepala Singa tiba-tiba rubuh, akan tetapi tidak ada siapapun di sana—kecuali sepuluh meter dari penghalang ada Belasan Ras Beast yang berdiri menatap ke arah mereka, dan para Ras Beast itu tidak melangkah ke depan seperti ada yang menginstruksikan mereka untuk tetap di tempat.
Bonar kemudian merasakan langkah kaki dan curigai ada musuh yang memiliki Sihir yang bisa membuat penggunanya menghilang.
“Hinata... mundur!” seru Bonar sembari menggunakan Mantera Sihir Seth dan butiran-butiran pasir serta debu disekitar mereka berterbangan.
Hinata dan yang lainnya kebingungan... apa yang sedang dilakukan oleh Bonar, begitu juga dengan Pria berkepala Singa—yang heran kenapa Hinata malah mundur padahal ia sedang unggul dalam pertarungan mereka.
Butiran Pasir menyentuh tubuh Iris yang membuat Bonar menyeringai nakal dan tanaman merambat tiba-tiba muncul yang langsung melilit tempat kosong yang berjarak satu meter dari Hinata.
“Akh!”
Terdengar suara wanita dari tempat kosong yang dililit oleh tanaman merambat tersebut, sehingga Hinata dan yang lainnya terkejut mendengarnya, kecuali Pria berkepala Singa yang langsung tahu bahwa itu adalah tuannya.
“Cepat tolong Nyonya Iris!” teriak Pria berkepala Singa—sehingga Beast lainnya segera menerjang ke arah Bonar.
“Biarkan aku yang menghalau mereka Bos!”
Hinata dan Alex berkata bersamaan dan Laser Api serta tebasan Katana melesat ke arah para Beast yang mencoba menyerang Bonar.
Lerenia tak mau ikut-ikutan menyerang seperti Hinata dan Alex, ia justru berdiri di belakang Bonar dan melipat kedua tangannya di dada seperti dia saja Bos-nya.
“Semua berhenti menyerang! atau wanita ini akan menderita he-he-he ....” Bonar tertawa nakal khas tokoh antagonis dalam film sinetron.
Pria berkepala Singa mengangkat tangannya agar rekan-rekannya tidak menyerbu ke arah Bonar dan kawan-kawannya. Dia mengerutkan keningnya dan sangat panik—karena nyawa Iris kini dalam genggaman Manusia yang dianggap sebagai kasta terendah di alam semesta tersebut, sebab mereka disamakan dengan ternak dan menjadi makanan mewah bagi kalangan Lemurian.
Iris sudah tak tahan lagi dicekik oleh tanaman merambat yang tidak mau putus walaupun ia berusaha mematahkannya, dan yang paling membuat tercengang adalah bagaimana Bonar tahu ia sedang berjalan ke arah Hinata—padahal awalnya ia ingin menjadikan Hinata menjadi sandera agar Bonar dan yang lainnya menyerahkan diri padanya.
Rencana yang telah disusun matang itu malah digagalkan oleh Pria yang penampilannya tidak menyakinkan karena Bonar hanya senyum-senyum saja, malah awalnya ia mewaspadai Alex lah yang paling kuat mengingat postur tubuhnya yang tinggi serta memiliki tubuh berotot seperti binaragawan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mas kus
lanjutkan, ceritanya makin seru
2022-08-29
3
Bebas merdeka
siapppp
2022-07-10
3
Bebas merdeka
saaaaapppptaa
2022-07-10
3