Setelah Bonar dan rekan-rekannya meninggalkan hanggar gangster Zero Nine, wanita Lemurian yang melayani mereka segera mengedipkan mata pada Hobgoblin yang menjadi petugas keamanan di Hanggar.
Hobgoblin tersebut menganggukkan kepala dan segera menuju markas Gangster Zero Nine untuk melaporkan ada ternak yang memasuki kawasan tanah terlarang.
...***...
Hinata sangat risih melihat pandangan berbagai mahkluk asing yang tertuju pada mereka seperti ingin menerkam mereka saja. Dia berpikir mereka mungkin sangat sulit keluar dari tanah terlarang ini, semua akan tergantung pada Bonar; benarkah dia memiliki kekuatan Rataka Yang Agung seperti bualannya ketika berada di dalam Skiif.
“Sepertinya bukan hanya Lemurian saja yang menyukai daging kita, ya? Bahkan Alien-Alien itu juga sampai meneteskan air liurnya saking ingin memakan Manusia he-he-he ....” Bonar malah tertawa dan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun seperti yang dirasakan oleh Hinata dan Alex saat ini.
“Jangan bertindak gegabah, nanti kita tidak mendapatkan Manusia yang kamu inginkan itu!” sela Lerenia tak ingin Bonar berbuat onar di tanah terlarang.
Bonar hanya bisa menghela nafas panjang sembari memperhatikan beberapa Lemurian yang berbaur bersama Alien-Alien yang menonton mereka lewat seperti artis saja. Namun, Bonar tahu dari tatapan para Lemurian itu, mereka sebenarnya sedang mengawasi dirinya dan kemungkinan besar mereka adalah anggota Gangster Zero Nine.
“Aku yang akan menyapa mereka, kalian diam saja!” kata Lerenia—kini mereka telah sampai di depan rumah 099, jalan Pelacuran Succubus.
Lerenia kemudian mengetuk pintu dan pintu pun terbuka serta Pria berkepala Singa dengan tubuh berotot menatap Lerenia, Bonar, Hinata dan Alex. Alisnya terangkat sebelah—karena ini pertama kalinya ia melihat ada Manusia yang berkeliaran di tanah terlarang.
“Apakah kalian ingin menyewa Pelacur?” selidiknya.
Lerenia menggelengkan kepala dan berkata, “Manusia!”
Ekspresi wajah Pria berkepala Singa itu menjadi masam dan segera menutup pintu rumah. Namun, Alex membuka kacamata hitamnya dan menembakkan Laser Api pada gagang pintu yang membuat Pria berkepala Singa mundur beberapa langkah.
“Kalian berani berbuat rusuh di tanah terlarang ini? Apa kalian tidak takut menjadi musuh Gangster Zero Nine?” gertak Pria berkepala Singa itu sembari menekan tombol merah di dinding dekatnya—yang kemudian terdengar suara alarm pertanda bahaya sedang terjadi di rumah 099.
Lerenia menghela nafas panjang, apa yang ia takutkan ternyata terjadi juga dan Bonar hanya senyum-senyum saja atas kelakuan Alex tanpa berusaha melerainya.
“Jangan khawatir heroinku... mereka sudah mengawasi kita sejak tadi, percuma saja kita berpura-pura baik di sini—mendingan kita menggunakan cara lama saja,” kata Bonar menggunakan Mantera Sihir Terminator—sehingga lengannya bertransformasi menjadi tangan besi.
Pria berkepala Singa itu mengerutkan keningnya dan segera menarik Pistol yang ia selipkan di saku celananya. Namun, Pistol itu tiba-tiba meleleh karena Bonar menggunakan Mantera Sihir Wangun—yang bisa mengubah beberapa objek tertentu.
Dia sangat terkejut dan segera memasang kuda-kuda beladiri. Sebagai Ras Beast, dia memiliki fisik yang kuat—akan tetapi Ras Beast tetap takluk pada Lemurian yang memiliki senjata teknologi tinggi dan Sihir aneh juga.
“Sebagai sesama Ras yang ditindas oleh Bangsa Lemurian... aku akan memaafkanmu. Namun, kamu harus menunjukkan padaku di mana Manusia itu berada? Kalau tidak kamu akan menderita, Bung!”
Bonar tidak langsung menyerang Pria berkepala Singa itu karena ia berpikir mungkin ia bisa mengajak mereka melawan Bangsa Lemurian bersama-sama.
Namun, Pria berkepala Singa menggelengkan kepala dan berkata, “Lebih baik kamu membunuhku karena semua Ras Beast yang selamat dari genosida Bangsa Lemurian kini telah menjadi Budak dan Ras Beast yang telah menjadi Budak akan menuruti perintah tuannya walaupun harus mempertaruhkan nyawa mereka!”
Bonar terkejut mendengarnya, “Bah... apa kalian tidak memiliki otak untuk berpikir? Mau-mau saja jadi anjing peliharaan Bangsa Lemurian!”
“Ras Beast selalu memegang janji mereka hingga mati, maka percuma saja bernegosiasi dengannya!” sela Lerenia.
Bonar sangat menyayangkan pilihan yang dibuat oleh Pria berkepala Singa ini dan segera melayangkan tinju besinya ke arah wajah Pria berkepala Singa. Namun, dia memiringkan kepala menghindari tinju Bonar, akan tetapi Bonar yang merupakan Wibu garis keras itu langsung memikirkan beberapa adegan pertarungan anime yang ia tonton dan segera melayangkan lututnya ke arah perut Pria berkepala Singa.
Dia mundur beberapa langkah, insting bertarungnya sangat tajam—mungkin di masa lalu ia adalah petarung yang sangat handal.
“Oh, kamu hebat juga!” Bonar tersenyum cerah dan segera memasang kuda-kuda Silat serta melangkah selangkah demi selangkah sembari memperhatikan apa ada celah untuk menaklukkan Pria berkepala Singa.
“Dia Manusia yang hebat! Gaya bertarungnya juga penuh perhitungan dan sulit mencari celah,” gumam Pria berkepala Singa mundur mengikuti gerakan kaki Bonar.
“Bos gunakan Sihirmu lah, aku gregetan ingin membunuhnya!” seru Alex yang telah mengenakan kaca mata hitamnya lagi, tetapi ia merasa kesal melihat Bonar yang tidak menggunakan Sihirnya yang lain.
Hinata tiba-tiba merasakan kekuatan Evolusinya telah kembali, sepertinya masa berlaku Vaksin Zero telah habis. Dia kemudian membentuk sebuah Katana—senjata tradisional Jepang berbentuk Pedang panjang menggunakan Sihirnya.
Alex dan Lerenia terkejut melihatnya karena Hinata tampak kuat sekali, walaupun tubuhnya tampak mungil. Namun, ada semacam energi kuat yang menyelimuti tubuhnya.
Hinata tiba-tiba menghilang dari pandangan keduanya dan muncul di depan Pria berkepala Singa yang segera mundur tepat ketika Katana milik Hinata mengayun ke arahnya.
“Insting yang sangat hebat, dia berhasil menghindari tebasan Hinata!” Bonar bertepuk tangan dan melakukan teleportasi pendek—muncul di depan Hinata.
“Kamu ngapain Bos? Kenapa megang-megangku sembarangan sih?” keluh Hinata karena Bonar malah menyentuh lengannya dan Katana-nya juga.
“Kenapa gadis semungil kamu bisa memiliki kekuatan Over Power? Kamu seperti Zorro di anime One Piece saja!” Mata Bonar berbinar-binar senang mengetahui kalau Hinata berevolusi menjadi Pendekar Pedang.
Hinata mengerutkan keningnya dan Pria berkepala Singa memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari sana, tetapi kakinya tiba-tiba dililit oleh tanaman merambat.
Seringai tipis terpancar dari sudut bibir Bonar dan berkata, “Hinata... Onii-chan akan menyerahkan Singa itu padamu!”
Bonar menjentikkan jarinya menghilangkan tanaman merambat yang melilit kaki Pria berkepala Singa dan menggunakan Mantera Sihir Controller menutup jalan kabur Pria berkepala Singa sekaligus membuat bala bantuan tidak bisa menolongnya.
Pria berkepala Singa berkeringat dingin dan memasang kuda-kuda beladiri menunggu serangan Hinata.
“Inazuma No Suteppu!”
Hinata tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka, dia menggunakan tehnik langkah unik yang membuatnya bisa berpindah dalam sekejap dan ini mirip dengan Mantera Sihir Jump atau teleportasi pendek milik Bonar.
Pria berkepala Singa tiba-tiba merasakan Hinata telah muncul di punggungnya dengan Niat Membunuh.
Ras Beast memiliki kemampuan unik dapat merasakan beberapa perasaan musuhnya, seperti Hinata yang ingin membunuhnya dan Bonar yang sebenarnya hanya ingin melumpuhkannya saja bukan ingin membunuhnya.
Detak jantungnya berpacu tak karuan dan dia segera menggunakan lengan kanannya menangkis tebasan Katana Hinata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Apuila Jowo
alex = kakaknya ciclops xmen
2022-09-18
1
mas kus
lanjutkan... semangat ....
2022-08-29
0
Bebas merdeka
sippp
2022-07-10
1