Part 10 - Akting

Bian membawa Una ke sebuah Mall. Membelikan wanita itu berbagai pakaian, perawatan tubuh sampai make upnya.

"Sebanyak itu, apa uang Tuan tidak habis?" tanya Una melihat belanjaan mereka dibawa oleh para ajudan.

"Apa kamu takut uangku habis?"

Una mengangguk cepat. "Kalau uang Tuan habis, uang di atm-ku ini tidak akan cukup membayarnya." Wanita itu menunjukkan kartu ATMnya.

"Hei, uangku itu sangat banyak. Tidak akan habis meski aku membeli 100 Mall beserta isinya!" Bian tertawa sombong, lalu mengeluarkan dompet dan memberikan Una sebuah kartu.

"Ini pakailah untuk membeli apapun yang kamu mau!"

"Benarkah?" Una menerima dan melihat kartu itu. Terlihat berbeda dari kartu atm yang diberikan Ziva.

"Apa dengan kartu ini, aku juga bisa membeli 100 Mall beserta isinya?"

Bian menatap Una tidak senang. "Apa kamu mau memerasku?"

"Aku tidak berniat memeras anda,Tuan. Aku hanya bertanya saja. Tapi melihat ekspresi anda sekarang, sepertinya uang anda tidak sebanyak yang kupikirkan." Una lalu melangkahkan kakinya kembali setelah mengatakan hal yang membuat wajah Bian memerah, mungkin saja pria itu merasa tersinggung.

Ponsel Bian pun berdering. Pria itu segera menjawabnya.

"Ya, dia sudah di sini?" Bian memutuskan sambungan teleponnya.

"Kalian boleh pergi. Bawa semua barang-barang ini ke apartemen saya!"

"Baik, Tuan!" Kompak ucap para ajudan berbadan tegap dan berwajah sangar. Mereka lalu berlalu pergi.

"Hei!"

"Ya." Una berbalik menoleh.

"Kita mulai sekarang. Dia ada di sini!"

"Apa?" Una masih tidak mengerti.

Bian merangkul leher Una dan menyuruh wanita itu agar rileks. Tapi Una terlalu tegang.

"Jika kamu tidak bisa bersikap senatural mungkin, aku akan mengembalikanmu ke Club Malam itu!" Ancam Bian.

Una mengangguk dan berusaha rileks. Ia pun berusaha untuk bersikap senatural mungkin.

"Kamu mau ke mana lagi?" tanya Bian dengan suara lembut dan pandangan yang menyejukkan mata. Ia juga menyelipkan rambut Una di telinga, dengan satu tangannya menggenggam erat tangan Una.

Perlakuan Bian membuat Una jadi berdebar. Ini pertama kali ia begitu dekat dengan seorang pria. Dulu hanya bicara sebentar dengan pria saja, bu Ita sudah memarahinya.

Bian menatap Una, mengisyaratkan agar wanita itu membalas ucapan dan perlakuannya. Dari jauh Luna masih memperhatikan mereka.

"Itu, masih ada yang belum aku beli, sayang." Ucap Una manja, telunjuknya ia gerakan di dada pria tampan itu.

'Apa yang ku lakukan??' ronta Una menyadari perilakunya.

Berbeda dengan Una yang mulai santai, Bian malah mengalihkan wajahnya. Wajah Una saat berkata manja seperti itu membuat pikirannya jadi bercabang.

"Kamu mau beli apa lagi, sayang?"

"Itu," Una tampak berpikir. Ia akan membeli sesuatu yang sangat penting bagi seorang wanita.

"Itu," sulit bagi Una untuk mengatakannya.

"Itu apa?" Bian masih tidak mengerti juga

"Ya itu! Itu,"

Bian mengerutkan dahi. Bingung apa sebenarnya yang mau dibeli Una.

"Apa itu? aku akan menemanimu."

"Tidak usah, aku bisa pergi sendiri."

"Sudah, ayo!" Bian pun merangkul Una lalu kembali melangkah. Dan Wanita yang mengendap-endap itu juga mengikuti mereka.

"Aku mau beli kacamata, sayang." Ucap Una akhirnya, berharap Bian bisa mengerti maksudnya.

"Ya sudah, ayo kita ke toko kacamata." Bian pun tampak bersemangat.

"A-apa?"

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Bian melipat tangan di dada. Ia mendengus sebal. Matanya melihat wanita cantik itu tampak memilih kacamata.

Pria itu tadi mengira Una akan membeli kacamata biasa. Ternyata salah, kacamata ini yang dimaksud. Kaca mata gantung.

"Bian, kamu ngapain di sini?" tanya Luna menahan tangisnya. Ia sudah tidak bisa hanya berdiam dan mengendap-endap melihat Bian dengan seorang wanita.

"Wanitaku sedang membeli pakaian dalam. Karena setiap malam disentuh, pakaian dalamnya sudah tidak muat lagi." Ucap Bian santai tanpa beban. Padahal dalam hati ia juga merutuki dirinya yang bisa berkata seperti itu.

"Apa?" Luna terbengong mendengar ucapan Bian yang seperti itu. Terlalu gamblang.

Begitu juga Una yang tidak jauh berada dari mereka, jadi terpaksa tersenyum pada pegawai toko. Sungguh memalukan, bisanya Bian mengatakan hal itu. Orang pasti sudah berpikiran yang tidak-tidak.

"Kamu mau kenalan dengan wanitaku?" tanya Bian. "Sayang!" panggilnya kemudian.

Una pun menoleh melihat Bian bersama seorang wanita yang cantik dan berkelas.

"Sayang," panggil Bian kembali. Pria itu memberi Una isyarat. Seperti menyuruhnya berakting.

"Iya, sayang." Una pun menghampiri. "Siapa dia, sayang?" tanya Una memberikan senyum pada Luna.

Luna menatap sinis Una dari atas sampai atas lagi. Wanita di hadapannya ini berpakaian cukup ketat, memperlihatkan bodynya yang cukup ideal.

"Dia tetanggaku Luna. Yang sering aku ceritakan."

"Oh... apa kabar aku, Una. Salam kenal." Ucap Una sopan.

Luna diam saja melihat Una yang sok akrab dengannya. Tidak mau membalas perkenalkannya. Rasanya ia ingin saja mencekik wanita yang dekat dengan Bian.

"Sayang... aku bingung nih, aku cocok pakai yang merah apa yang biru ya?" tanya Una menunjukkan 2 hanger kacamata gantung di tangannya.

Bian mencoba untuk menahan tawa, wanita ini sempat-sempatnya menunjukkan hal seperti itu padanya. Sangat totalitas sekali aktingnya dan ia tidak boleh melewatkannya.

"Hmm," Bian nampak berpikir. "Aku belum pernah lihat kamu pakai yang biru sih. Tapi untuk apa pakai ini, sayang. Ganggu lho! Aku harus buka-buka lagi!"

Una melotot mendengar ucapan Bian, ditambah lagi pria itu sengaja menunjukkan wajah mesumnya.

Luna pun pergi meninggalkan mereka sambil meneteskan air mata. Bian benar-benar sangat keterlaluan. Ia harus mengatakan semua pada orang tua Bian.

Tak lama terdengar suara tertawa lepas di dalam sebuah mobil di parkiran. Suara tertawa itu adalah suara Bian. Pria itu sangat puas melihat ekspresi Luna. Pasti Luna akan langsung ilfil padanya dan ia bisa hidup bebas.

"Tuan, anda baik-baik saja?" tanya Una hati-hati. Ia merasa Bian sangat aneh.

"Akting kamu bagus." Bian mengelus kepala Una. "Pasti Luna akan meninggalkanku." Ucapnya yakin sekali.

Una mengalihkan pandangannya ke samping kiri. Perlakuan Bian membuatnya sedikit berdebar. Ia cepat-cepat menepis pikirannya. Hubungan mereka hanya sebatas kontrak.

Sementara di sebuah rumah. Luna menangis histeris di kamarnya. Menghancurkan kamarnya. Semua barang berhamburan.

"Ayah, bunda. Kalian di mana? kak Luna ngamuk!" Adit, adik Luna yang masih duduk di kelas 3 SMA menelepon orang tua mereka.

"Sudah puas?" tanya Adit setelah melihat Luna yang duduk meringkuk di atas tempat tidur. Kini kakaknya sudah tenang dan tidak mengamuk lagi.

"Gara-gara Bang Bian lagi ya?" tanya Adit yang sangat paham. Luna akan menggila jika Bian mendekati seorang wanita.

"Sudah lah kak Lun, cari pria lain yang bisa mencintai kakak. Jangan memaksa, cinta yang dipaksakan itu hanya akan ada sakit hati saja." Adit menasehati sang kakak.

"Diam kau anak kecil!" Luna melempar bantal ke arah Adit.

Adit menangkap bantal itu. "Biarkan bang Bian bahagia dengan pilihannya, kak." Adit masih mencoba agar Luna mengikhlaskan dan melepaskan Bian. Membiarkan Bian hidup bahagia dengan pilihannya.

"Bagaimana Bian bisa bahagia hidup dengan wanita malam?" Luna sudah mencari info tentang wanita itu.

"Wow, wanita malam?"

.

.

.

Terpopuler

Comments

Ayhu Ramadhan

Ayhu Ramadhan

bian Una lucu Thor🤣🤣

2022-06-18

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Terpaksa Pergi
2 Part 2 - Kabur
3 Part 3 - Hilang
4 Part 4 - Kehidupan Una
5 Part 5 - Wanita Malam
6 Part 6 - Pelanggan
7 Part 7 - Kabur Bersama
8 Part 8 - Wanita Frustasi
9 Part 9 - Surat Perjanjian
10 Part 10 - Akting
11 Part 11 - Balas Budi
12 Part 12 - Berpikir Keras
13 Part 13 - Una
14 Part 14 - Bertemu Ziva
15 Part 15 - Meminta Bantuan
16 Part 16 - Aku Tertekan
17 Part 17 - Cincin
18 Part 18 - Sah
19 Part 19 - Mama
20 Part 20 - Pria Penguntit
21 Part 21 - Kasihan Sekali
22 Part 22 - Menginap
23 Part 23 - Test Pack
24 Part 24 - Cantik
25 Part 25 - Drama Pagi
26 Part 26 - Tampan Sekali
27 Part 27 - Janda?
28 Part 28 - Mas Dino
29 Part 29 - Mimpi
30 Part 30 - Jogging
31 Part 31 - Mas Bian
32 Part 32 - Bunda?
33 Part 33 - Tertekan
34 Part 34 - Begini Rasanya
35 Part 35 - Nama Yang Sama
36 Part 36 - Shoping
37 Part 37 - Aku Mau
38 Part 38 - Begitu Manis
39 Part 39 - Akan Menjebak
40 Part 40 - Kemari
41 Part 41 - Bianku
42 Part 42 - Saling Menjambak
43 Part 43 - Una Sayang
44 Part 44 - Tingkah Luna
45 Part 45 - Aku Tidak Ingat
46 Part 46 - Beristri Dua
47 Part 47 - Aku Mencintaimu
48 Part 48 - Begitu Lama
49 Part 49 - Bertemu Dino
50 Part 50 - Apa Kamu Merindukanku?
51 Part 51 - Harus Dibicarakan
52 Part 52 - Jadi Adik Saja
53 Part 53 - Ke Rumah Bunda
54 Part 54 - Mencari Tahu
55 Part 55 - Berpikir Begitu
56 Part 56 - Demam
57 Part 57 - Tidak ada informasi
58 Part 58 - Dia Anakku
59 Part 59 - Ke Pantai
60 Part 60 - Sepertinya Aku Salah
61 Part 61 - Una Anakku
62 Part 62 - Putri Kecil
63 Part 63- Maafkan Bunda
64 Part 64 - Kisah Lalu
65 Part 65 - Kisah Lalu 2
66 Part 66 - Kisah Lalu 3
67 Part 67 - Kisah Lalu 4
68 Part 68 - Haus Kasih Sayang
69 Part 69 - Punya Kakak?
70 Part 70 - Keluarga Baru
71 Part 71 - Menyesal
72 Part 72 - Ke Kantor
73 Part 73 - Bian Yang Dulu
74 Part 74 - Polisi
75 Part 75 - Keluar Sel
76 Part 76 - Mengamuk
77 Part 77 - Malam Ini
78 Part 78 - Mencari Perhatian
79 Part 79 - Ceraikan Bian
80 Part 80 - Menggoda
81 Part 81 - Merindukannya
82 Part 82 - Tamat Riwayatmu
83 Part 83 - Bukan Anak Kandung
84 Part 84 - Amnesia
85 Part 85 - Rasa Malu
86 Part 86 - Terlalu Baik
87 Part 87 - Wawan
88 Part 88 - Kakak
89 Part 89 - Jangan Pergi
90 Part 90 - Kejarlah Dia
91 Part 91 - Satu Titik Dua Koma
92 Part 92 - Mak Comblang
93 Part 93 - Akhir Bahagia
94 PROMO
95 PROMO
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Part 1 - Terpaksa Pergi
2
Part 2 - Kabur
3
Part 3 - Hilang
4
Part 4 - Kehidupan Una
5
Part 5 - Wanita Malam
6
Part 6 - Pelanggan
7
Part 7 - Kabur Bersama
8
Part 8 - Wanita Frustasi
9
Part 9 - Surat Perjanjian
10
Part 10 - Akting
11
Part 11 - Balas Budi
12
Part 12 - Berpikir Keras
13
Part 13 - Una
14
Part 14 - Bertemu Ziva
15
Part 15 - Meminta Bantuan
16
Part 16 - Aku Tertekan
17
Part 17 - Cincin
18
Part 18 - Sah
19
Part 19 - Mama
20
Part 20 - Pria Penguntit
21
Part 21 - Kasihan Sekali
22
Part 22 - Menginap
23
Part 23 - Test Pack
24
Part 24 - Cantik
25
Part 25 - Drama Pagi
26
Part 26 - Tampan Sekali
27
Part 27 - Janda?
28
Part 28 - Mas Dino
29
Part 29 - Mimpi
30
Part 30 - Jogging
31
Part 31 - Mas Bian
32
Part 32 - Bunda?
33
Part 33 - Tertekan
34
Part 34 - Begini Rasanya
35
Part 35 - Nama Yang Sama
36
Part 36 - Shoping
37
Part 37 - Aku Mau
38
Part 38 - Begitu Manis
39
Part 39 - Akan Menjebak
40
Part 40 - Kemari
41
Part 41 - Bianku
42
Part 42 - Saling Menjambak
43
Part 43 - Una Sayang
44
Part 44 - Tingkah Luna
45
Part 45 - Aku Tidak Ingat
46
Part 46 - Beristri Dua
47
Part 47 - Aku Mencintaimu
48
Part 48 - Begitu Lama
49
Part 49 - Bertemu Dino
50
Part 50 - Apa Kamu Merindukanku?
51
Part 51 - Harus Dibicarakan
52
Part 52 - Jadi Adik Saja
53
Part 53 - Ke Rumah Bunda
54
Part 54 - Mencari Tahu
55
Part 55 - Berpikir Begitu
56
Part 56 - Demam
57
Part 57 - Tidak ada informasi
58
Part 58 - Dia Anakku
59
Part 59 - Ke Pantai
60
Part 60 - Sepertinya Aku Salah
61
Part 61 - Una Anakku
62
Part 62 - Putri Kecil
63
Part 63- Maafkan Bunda
64
Part 64 - Kisah Lalu
65
Part 65 - Kisah Lalu 2
66
Part 66 - Kisah Lalu 3
67
Part 67 - Kisah Lalu 4
68
Part 68 - Haus Kasih Sayang
69
Part 69 - Punya Kakak?
70
Part 70 - Keluarga Baru
71
Part 71 - Menyesal
72
Part 72 - Ke Kantor
73
Part 73 - Bian Yang Dulu
74
Part 74 - Polisi
75
Part 75 - Keluar Sel
76
Part 76 - Mengamuk
77
Part 77 - Malam Ini
78
Part 78 - Mencari Perhatian
79
Part 79 - Ceraikan Bian
80
Part 80 - Menggoda
81
Part 81 - Merindukannya
82
Part 82 - Tamat Riwayatmu
83
Part 83 - Bukan Anak Kandung
84
Part 84 - Amnesia
85
Part 85 - Rasa Malu
86
Part 86 - Terlalu Baik
87
Part 87 - Wawan
88
Part 88 - Kakak
89
Part 89 - Jangan Pergi
90
Part 90 - Kejarlah Dia
91
Part 91 - Satu Titik Dua Koma
92
Part 92 - Mak Comblang
93
Part 93 - Akhir Bahagia
94
PROMO
95
PROMO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!