Part 5 - Wanita Malam

"Papa, mama. Dinda tidak mau!" teriak anak bu Ita saat beberapa pria tegap memeganginya.

"Tolong, lepaskan putriku!" isak Bu Ita akan menolong anaknya dari pria-pria sangat itu.

"Tolong, lepaskan dia! Aku akan membayar hutangku besok!" Ucap Pak Izal, suami Bu Ita.

Pak Izal memegangi kaki seorang wanita berambut pirang, yang melihatnya dengan tatapan jijik.

"Jauhkan tanganmu dari kakiku!" Ia menghardik sambil menghempas kakinya.

"Hei... besok, besok, besok! Hutangmu sudah menumpuk. Kau hanya bisa bilang besok besok besok!" Wanita yang terkenal dengan panggilan Mami Lisa tersebut menoyor kepala Pak Izal.

"Kau tidak bisa membayar hutangmu, jadi biarkan putrimu yang membayarnya." Tawa Mami Lisa.

"Tidak!!! aku tidak mau!!!" teriak Dinda histeris, ia tidak mau jadi pembayar hutang papanya yang seorang tukang judi.

"Tolong, jangan bawa putriku! bawa aku saja, aku bisa melakukan apapun!" Bu Ita mengiba. Sebagai ibu, ia tidak mau putri kandungnya menjadi wanita malam hanya untuk melunasi hutang suaminya yang tidak berguna.

"Jangan, bawa aku saja! Aku yang berhutang bukan mereka. Aku yang akan menanggungnya!" Pak Izal juga tidak mau istri dan putrinya yang menanggung semua.

Mata mereka pun tertuju pada seseorang yang baru masuk rumah. Wajah Una tampak bingung melihat keramaian di rumah itu.

"Dia! bawa dia saja!" Tunjuk Bu Ita cepat.

Wajah Una tampak bingung kenapa ia ditunjuk begitu. Sementara Mami Lisa melihat Una dari atas hingga atas lagi.

'Harganya ini pasti tinggi. Boleh juga.'

Mami Lisa pun mengisyaratkan pada anak buahnya.

"Lepaskan aku! Pak, buk, apa yang terjadi? kenapa mereka memegangiku?" tanya Una tidak mengerti.

"Kami sudah menyelamatkanmu dan kau harus membalas budi. Jadi pergilah dengannya. Menurut lah apapun yang dikatakannya!" ucap Bu Ita. Ia akan mengorbankan Una saja, wanita yang hidup sebatang kara. Jika Una menghilang, tidak ada juga yang mencarinya.

"Aku sudah bekerja untuk kalian bahkan gajiku juga kalian ambil. Aku tidak mau ikut mereka!" Una mencoba melepaskan diri, tapi pegangan pria-pria itu lebih kuat.

"Lepaskan aku!!!" Teriak Una.

"Jika kau mau aku melepaskanmu, bayar sekarang hutangnya!!!" Bentak Mama Lisa menunjuk Pak Izal.

"Kenapa kalian membawaku? yang berhutang pak Izal bukan aku!" Air mata Una sudah jatuh membasahi pipinya.

"Bawa dia!!!" Pinta Mami Lisa.

"Pak, buk!!! tolong, lepaskan aku!!!" Una mengiba minta dikasihani, tapi bu Ita tidak menghiraukan malah memeluki putrinya yang begitu ketakutan.

Pak Izal dan Bu Ita tidak memperdulikan Una yang menangis minta diselamatkan. Sekarang yang penting putri kandungnya sudah selamat.

Mami Lisa membawa Una ke Club malam miliknya. Una bergidik ngeri berada di sana. Wanita-wanita di tempat itu memakai pakaian kurang bahan dan bermanja pada pria-pria hidung belang berwajah mesum.

"Kau istirahat malam ini. Besok malam aku akan menawarkanmu. Dan kau harus melayani mereka sampai puas!"

"Buk, a-aku bisa bekerja tapi jangan suruh aku melayani mereka."

"Kerja apa?" Cibir wanita berlipstik merah cerah itu.

"A-aku bisa menyapu dan membersihkan seluruh tempat ini. Anda tidak perlu membayar gajiku."

"Cih, mau sampai kapan uangku kembali!"

"Bukan aku yang berhutang pada Ibu, kenapa harus aku yang membayarnya?"

"Jaga dia. Jangan sampai ia kabur!" Mami Lisa tidak mau lagi berdebat. Banyak urusannya.

Ajudan mengangguk dan memasukkan Una ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar. Ia akan berjaga di depan pintu kamar agar wanita itu tidak bisa kabur.

"Hei, buka pintunya!!!" Una menggedor-gedor pintu kamar. Ajudan itu tidak bergeming, duduk santai di depan kamarnya.

Lelah setelah berteriak. Una memilih membaringkan tubuhnya di atas kasur. Air mata membasahi wajah cantik itu.

'Ayah, bunda. Kenapa hidupku seperti ini? bisakah kalian menolongku? aku sangat takut.' Una menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dada ini terasa begitu sesak sekarang.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Di pagi yang cerah, suara deringan panggilan masuk bergema di sebuah kamar hotel. Terlihat seorang pria menenggelamkan kepalanya dengan bantal.

Panggilan itu terus berdering dengan terpaksa ia bangun dan melihat siapa penelepon yang sudah mengganggunya sepagi ini.

"Dia lagi!" Pria itu melemparkan kembali ponsel ke bantal melihat nama penelepon JANGAN DIANGKAT.

Ia memilih berbaring kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Tak lama ponselnya hening. Tidak ada panggilan masuk. Pria itu bernafas lega. Wajahnya seketika berubah saat ponselnya berdering lagi.

Dengan malas melihat penelepon. Ternyata IBU SURI yang menelepon. Harus segera diangkat, ia bisa dikutuk jadi batu.

"BIAN!!!"

Suara menggelegar dari seberang sana. Pria itu sampai menjauhkan ponsel dari telinganya.

"Ya, Ma."

"Kenapa kamu tidak angkat telepon Luna?"

"Malas, Ma."

"Kamu!!! cepat kamu angkat telpon dia! Kasihan dia kecarian kamu!"

"Tapi, Ma-"

"Tidak ada tapi-tapi. Ingat kita berhutang budi pada keluarga mereka-"

"Baik yang mulia." Bian dengan cepat memutuskan sambungan telepon. Ia pusing dengan wanita yang bernama Luna.

Bian Arkana, pria tampan dengan tubuh proporsional itu adalah CEO perusahaan ARKANA GROUP. Perusahaan warisan keluarganya. Di usianya yang sudah menginjak 30 tahun, pria tampan itu belum menikah. Bukan karena tidak laku, melainkan karena diganggu.

Setiap ia mencoba dekat dengan wanita. Luna, anak teman papanya dan juga tetangga sebelah rumah selalu menghancurkan PDKTnya. Wanita bernama Luna itu dari zaman ingusan begitu sangat tergila-gila padanya.

Keluarga mereka berniat menjodohkan, tapi Bian selalu menolak. Papa dan mama selalu memaksanya karena mereka terhutang budi pada keluarga Luna. Dulu Ayahnya Luna yang membantu papanya saat terpuruk.

Untung saja ia adalah seorang pria yang harus mengucapkan kata saya terima nikahnya terlebih dahulu. Jika ia wanita, mungkin ia sudah menikah dengan sangat terpaksa.

"Hmm." Bian terpaksa mengangkat telepon Luna.

"Bian, kenapa kamu tidak angkat teleponku?" tanya wanita dari seberang sana.

"Ada apa?" Tanya Bian dengan suara datar.

"Kamu di mana?"

"Di hotel. Kamu menganggu kesenanganku dengan wanitaku."

Luna malah tertawa mendengar ucapan Bian. "Bian-Bian, aku paham kamu. Kamu tidak akan berani berbuat seperti itu!"

Benar yang dikatakan Luna, Bian tidak berani seperti itu. Di hotel ini ia sendirian dan tidak ada wanita.

"Aku sedang bersama wanita simpananku." Bian berbohong meyakinkan Luna lagi.

"Sudahlah. Kapan kamu pulang? kamu harus datang saat aku wisuda nanti."

"Baiklah, aku akan membawa wanita simpananku." Ucap Bian kesal seraya memutus panggilan teleponnya.

Setiap Luna menelepon, Bian selalu beralasan sedang bersama wanita simpanannya. Sengaja seperti itu agar Luna menjauhinya dan menganggap ia adalah pria cassanova. Tapi sayangnya wanita keras kepala itu tidak pernah percaya. Luna sangat tahu bagaimana didikan keluarga Arkana, yang tidak memperbolehkan hamil di luar nikah.

Bian menghela nafas sambil berpikir. Ia pun mengambil ponselnya.

"Wan, carikan saya seorang wanita-" Pria itu menelan salivanya dengan susah. Selama ini ia tidak pernah berhubungan dengan wanita malam.

Tapi Bian sudah merencanakan sesuatu agar Luna segera menjauh darinya.

"Carikan wanita malam yang muda dan cantik. Bawa ia ke kamar saya jam 10 malam."

.

.

.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

komplit banget sih penderitaan si Una nih Thor

2024-06-30

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Terpaksa Pergi
2 Part 2 - Kabur
3 Part 3 - Hilang
4 Part 4 - Kehidupan Una
5 Part 5 - Wanita Malam
6 Part 6 - Pelanggan
7 Part 7 - Kabur Bersama
8 Part 8 - Wanita Frustasi
9 Part 9 - Surat Perjanjian
10 Part 10 - Akting
11 Part 11 - Balas Budi
12 Part 12 - Berpikir Keras
13 Part 13 - Una
14 Part 14 - Bertemu Ziva
15 Part 15 - Meminta Bantuan
16 Part 16 - Aku Tertekan
17 Part 17 - Cincin
18 Part 18 - Sah
19 Part 19 - Mama
20 Part 20 - Pria Penguntit
21 Part 21 - Kasihan Sekali
22 Part 22 - Menginap
23 Part 23 - Test Pack
24 Part 24 - Cantik
25 Part 25 - Drama Pagi
26 Part 26 - Tampan Sekali
27 Part 27 - Janda?
28 Part 28 - Mas Dino
29 Part 29 - Mimpi
30 Part 30 - Jogging
31 Part 31 - Mas Bian
32 Part 32 - Bunda?
33 Part 33 - Tertekan
34 Part 34 - Begini Rasanya
35 Part 35 - Nama Yang Sama
36 Part 36 - Shoping
37 Part 37 - Aku Mau
38 Part 38 - Begitu Manis
39 Part 39 - Akan Menjebak
40 Part 40 - Kemari
41 Part 41 - Bianku
42 Part 42 - Saling Menjambak
43 Part 43 - Una Sayang
44 Part 44 - Tingkah Luna
45 Part 45 - Aku Tidak Ingat
46 Part 46 - Beristri Dua
47 Part 47 - Aku Mencintaimu
48 Part 48 - Begitu Lama
49 Part 49 - Bertemu Dino
50 Part 50 - Apa Kamu Merindukanku?
51 Part 51 - Harus Dibicarakan
52 Part 52 - Jadi Adik Saja
53 Part 53 - Ke Rumah Bunda
54 Part 54 - Mencari Tahu
55 Part 55 - Berpikir Begitu
56 Part 56 - Demam
57 Part 57 - Tidak ada informasi
58 Part 58 - Dia Anakku
59 Part 59 - Ke Pantai
60 Part 60 - Sepertinya Aku Salah
61 Part 61 - Una Anakku
62 Part 62 - Putri Kecil
63 Part 63- Maafkan Bunda
64 Part 64 - Kisah Lalu
65 Part 65 - Kisah Lalu 2
66 Part 66 - Kisah Lalu 3
67 Part 67 - Kisah Lalu 4
68 Part 68 - Haus Kasih Sayang
69 Part 69 - Punya Kakak?
70 Part 70 - Keluarga Baru
71 Part 71 - Menyesal
72 Part 72 - Ke Kantor
73 Part 73 - Bian Yang Dulu
74 Part 74 - Polisi
75 Part 75 - Keluar Sel
76 Part 76 - Mengamuk
77 Part 77 - Malam Ini
78 Part 78 - Mencari Perhatian
79 Part 79 - Ceraikan Bian
80 Part 80 - Menggoda
81 Part 81 - Merindukannya
82 Part 82 - Tamat Riwayatmu
83 Part 83 - Bukan Anak Kandung
84 Part 84 - Amnesia
85 Part 85 - Rasa Malu
86 Part 86 - Terlalu Baik
87 Part 87 - Wawan
88 Part 88 - Kakak
89 Part 89 - Jangan Pergi
90 Part 90 - Kejarlah Dia
91 Part 91 - Satu Titik Dua Koma
92 Part 92 - Mak Comblang
93 Part 93 - Akhir Bahagia
94 PROMO
95 PROMO
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Part 1 - Terpaksa Pergi
2
Part 2 - Kabur
3
Part 3 - Hilang
4
Part 4 - Kehidupan Una
5
Part 5 - Wanita Malam
6
Part 6 - Pelanggan
7
Part 7 - Kabur Bersama
8
Part 8 - Wanita Frustasi
9
Part 9 - Surat Perjanjian
10
Part 10 - Akting
11
Part 11 - Balas Budi
12
Part 12 - Berpikir Keras
13
Part 13 - Una
14
Part 14 - Bertemu Ziva
15
Part 15 - Meminta Bantuan
16
Part 16 - Aku Tertekan
17
Part 17 - Cincin
18
Part 18 - Sah
19
Part 19 - Mama
20
Part 20 - Pria Penguntit
21
Part 21 - Kasihan Sekali
22
Part 22 - Menginap
23
Part 23 - Test Pack
24
Part 24 - Cantik
25
Part 25 - Drama Pagi
26
Part 26 - Tampan Sekali
27
Part 27 - Janda?
28
Part 28 - Mas Dino
29
Part 29 - Mimpi
30
Part 30 - Jogging
31
Part 31 - Mas Bian
32
Part 32 - Bunda?
33
Part 33 - Tertekan
34
Part 34 - Begini Rasanya
35
Part 35 - Nama Yang Sama
36
Part 36 - Shoping
37
Part 37 - Aku Mau
38
Part 38 - Begitu Manis
39
Part 39 - Akan Menjebak
40
Part 40 - Kemari
41
Part 41 - Bianku
42
Part 42 - Saling Menjambak
43
Part 43 - Una Sayang
44
Part 44 - Tingkah Luna
45
Part 45 - Aku Tidak Ingat
46
Part 46 - Beristri Dua
47
Part 47 - Aku Mencintaimu
48
Part 48 - Begitu Lama
49
Part 49 - Bertemu Dino
50
Part 50 - Apa Kamu Merindukanku?
51
Part 51 - Harus Dibicarakan
52
Part 52 - Jadi Adik Saja
53
Part 53 - Ke Rumah Bunda
54
Part 54 - Mencari Tahu
55
Part 55 - Berpikir Begitu
56
Part 56 - Demam
57
Part 57 - Tidak ada informasi
58
Part 58 - Dia Anakku
59
Part 59 - Ke Pantai
60
Part 60 - Sepertinya Aku Salah
61
Part 61 - Una Anakku
62
Part 62 - Putri Kecil
63
Part 63- Maafkan Bunda
64
Part 64 - Kisah Lalu
65
Part 65 - Kisah Lalu 2
66
Part 66 - Kisah Lalu 3
67
Part 67 - Kisah Lalu 4
68
Part 68 - Haus Kasih Sayang
69
Part 69 - Punya Kakak?
70
Part 70 - Keluarga Baru
71
Part 71 - Menyesal
72
Part 72 - Ke Kantor
73
Part 73 - Bian Yang Dulu
74
Part 74 - Polisi
75
Part 75 - Keluar Sel
76
Part 76 - Mengamuk
77
Part 77 - Malam Ini
78
Part 78 - Mencari Perhatian
79
Part 79 - Ceraikan Bian
80
Part 80 - Menggoda
81
Part 81 - Merindukannya
82
Part 82 - Tamat Riwayatmu
83
Part 83 - Bukan Anak Kandung
84
Part 84 - Amnesia
85
Part 85 - Rasa Malu
86
Part 86 - Terlalu Baik
87
Part 87 - Wawan
88
Part 88 - Kakak
89
Part 89 - Jangan Pergi
90
Part 90 - Kejarlah Dia
91
Part 91 - Satu Titik Dua Koma
92
Part 92 - Mak Comblang
93
Part 93 - Akhir Bahagia
94
PROMO
95
PROMO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!