Kasih sayang orang tua

Alara menyambut kedua orang tuanya dengan penuh kebahagiaan, ia memeluk keduanya bergantian guna menyalurkan kerinduan yang dirasakannya.

"Kangen banget sama Mama!!!!" ucap Alara pelan dengan masih memeluk Mama Dania.

"Oh jadi sama Papa 'nggak?" Sindir Papa Wahyu melirik putrinya yang masih betah memeluk istrinya.

Alara terkekeh, ia bergantian memeluk sang Papa tak kalah erat. "Alara juga kangen Papa, kangen kerusuhan Papa di dapur kalo Mama lagi masak." Timpal Alara membuat kedua orang tuanya itu terkekeh.

"Dasar anak gadis, bisa sekali ya meledek Papa nya." Gerutu Papa Wahyu namun urung membuatnya tertawa.

"Kamu sendiri, Reina mana?" tanya Mama Dania seraya melangkah masuk ke dalam rumahnya.

"Udah pulang dari pagi, Ma. Aku pikir kalian akan pulang pagi atau siang, ternyata kalian malah pulang sore." Jawab Alara menjelaskan.

"Ya sudah, Papa dan Mama istirahat dulu ya. Nanti makan malam Mama masakin makanan kesukaan kamu." Ucap Mama Dania.

"Memang makanan kesukaan Alara apa, batu dan kayu?" tanya Papa Wahyu bergurau.

"PAPA!!!" pekik Alara membuat sang Papa langsung lari ke kamarnya.

Mama Dania terkekeh melihat tingkah suami dan anaknya, sejak dulu memang ayah dan anak itu sering sekali bersenda gurau dan saling mengejek, namun itu justru menjadi pemanis dari keluarga mereka.

"Kamu juga istirahat sana. Mama ke kamar 'ya." Pamit Mama Dania pergi meninggalkan putrinya.

Sepeninggal kedua orang tuanya ke kamar, Alara juga akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan beristirahat. Hari ini cukup melelahkan baginya, ditambah lagi dengan kondisinya yang mual muntah serta pusing.

"Lagian kenapa sih gue mual-mual terus, kaya ibu hamil aja." Gumam Alara seraya menaiki satu persatu anak tangga.

Langkah Alara terhenti saat sadar akan ucapannya, ia terdiam dengan mata melotot dan mulut yang terbuka. Wanita hamil? Apakah dia?

Alara menundukkan kepalanya menatap ke perut, ia reflek memegangi perutnya. "N-nggak, nggak mungkin aku hamil. Kami hanya melakukannya sekali." Gumam Alara berusaha menyemangati dirinya.

Alara menutup mulutnya, ia segera berlari saat mual lagi-lagi menyerangnya. Ia masuk ke dalam kamar dan pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan cairan bening seperti biasanya.

Uwekkk …

Alara mencuci mulutnya, ia juga mencuci muka dan menyekanya dengan tisu. Ia tatap pantulan dirinya di cermin. Perlahan air mata Alara mulai turun, ia merasa takut jika dirinya benar-benar hamil anak dosennya sendiri, apa yang akan ia katakan kepada kedua orang tuanya nanti.

Alara menutup mulutnya sendiri guna menahan suara tangisnya, meski kamarnya kedap suara, namun tetap saja ia enggan mendengar suara tangisannya sendiri.

"Hiks … Ma, Pa. Maafin aku, aku gagal menjadi anak yang baik." Lirih Alara terduduk di closet.

Alara mengusap perutnya, ia bangkit dari duduknya lalu keluar dari kamar mandi. Alara berbaring di ranjang miliknya untuk mengistirahatkan dirinya yang sudah lelah dengan segala hal.

Malam harinya, seperti yang Mama Dania katakan bahwa ia akan memasak makanan kesukaan putri kesayangannya. Udang saus asam manis dan juga sop kimlo jamur kuping.

"Sayang, ayo dong dimakan. Kamu kan suka banget sama makanan ini," tutur Mama Dania.

Alara yang sedang melamun tentu tidak menyadari ucapan sang Mama, ia masih diam sambil memainkan sendok dan garpu.

Papa Wahyu dan Mama Dania tentu merasa aneh melihat putrinya yang diam, tidak seperti biasanya Alara diam, biasanya gadis itu justru paling antusias jika makan malam.

"Alara." Panggil Papa Wahyu memegang bahu putrinya.

Alara tersadar, ia menatap sang Papa lalu beralih kepada sang Mama. "Ya ampun, maaf Ma, Pa. Aku melamun." Ucap Alara mengerjapkan matanya berkali-kali.

"Kenapa sih, ada masalah?" tanya Mama Dania seraya menyendok nasi ke piring putrinya.

"Sedikit, Ma. Masalah skripsi." Jawab Alara berbohong, pasalnya bukan hanya itu masalah yang dihadapi.

"Jangan terlalu memforsir diri, Alara. Memang lulus itu harapan kami, tapi jika kamu merasa kurang mampu apalagi sampai mengganggu kesehatan, maka jangan terlalu terburu-buru." Tutur Papa Wahyu yang begitu menyayangi putrinya.

Alara terdiam menatap kedua orang tuanya, ia merasa semakin berdosa melihat bagaimana Mama dan Papa nya begitu menyayanginya.

"Hiks … Ma, Pa. Makasih ya udah sayang sama aku." Lirih Alara sambil terisak.

Mama Dania terkejut melihat putrinya menangis, begitu pula dengan Papa Wahyu, keduanya mendekati Alara lalu memeluknya.

"Ssssstttt … kenapa kamu nangis, Sayang. Ada masalah, ceritakan lah pada kami." Pinta Mama Dania dengan lembut.

"Iya, Alara. Ada apa, katakan saja, Nak." Tambah Papa Wahyu mengusap rambut panjang putrinya.

Alara rasanya ingin sekali  bercerita, namun hatinya tidak setangguh itu, ia tidak akan sanggup melihat bagaimana reaksi kedua orang tuanya nanti jika mengetahui kebenaran dirinya yang telah kotor.

Alara menyeka air matanya, ia menggeleng lalu tersenyum. "Aku nggak ada masalah apa-apa, Ma. Cuma aku terharu punya orang tua yang sangat menyayangiku dengan begitu besar." Jelas Alara.

Mama Dania dan Papa Wahyu lega mendengar penjelasan putrinya, mereka sudah sangat khawatir ada masalah besar yang menimpa putri mereka. 

"Tentu saja kami sayang kamu, Nak. Kamu anak kami, kebanggaan kami yang kelak akan menjadi tempat kami pulang." Timpal Mama Dania dengan hangat.

Rasa bersalah kian bertambah saat mendengar ucapan sang Mama, ia kembali memeluk Mama Dania dengan erat dan berusaha menahan air mata yang sudah hendak keluar lagi.

NEXT BAB TEGANG WE, HATI-HATI 😂😂

To be continued

Terpopuler

Comments

Eny Hidayati

Eny Hidayati

rasa tertekan dalam diri alara...

2024-02-13

1

Yeti Karniati

Yeti Karniati

sediiih

2024-01-20

0

Wiek Soen

Wiek Soen

tuh alara

2023-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sesuatu telah terjadi
3 Wanita gila
4 Ejekan dan hinaan
5 Bertemu dia
6 Mengingatnya
7 Ditolong Pak Al
8 Menikahlah dengan saya
9 Alara marah
10 Tamparan Alara
11 Kasih sayang orang tua
12 Kedatangan Alderio
13 Keputusan Alara
14 Melamar Alara
15 Kabar mengejutkan
16 Saya suka bibir kamu
17 Amarah Alderio
18 Akhirnya sah
19 Malam dan pagi panas
20 Panggilan baru
21 Belanja bulanan
22 Alderio marah?
23 Alara mellow
24 Asam lambung???
25 Pasangan manis
26 Alara pingsan
27 Kabar bahagia
28 Kedatangan adik Al
29 Telepon dari Renata
30 Menemui Renata
31 Ungkapan cinta Alara
32 Jodoh yang tertukar?
33 Ngidam rujak
34 Cerita Alderio
35 Pengakuan
36 Hari yang manis
37 Mama Ara galak
38 Liburan keluarga
39 Kekesalan Renata
40 Senjata makan tuan
41 Tuduhan Renata
42 Syok berat
43 Memutuskan hubungan
44 Penjelasan Alderio
45 Keterkejutan Renata
46 Bertemu Mama Mira
47 Pertanyaan Mama Mira
48 Pekerjaan baru Alderio
49 Terbongkar
50 Mika kecelakaan
51 Mika tiada
52 Histeris
53 Harus bayar mahal!
54 Permintaan Bima
55 Jalan-jalan
56 Kontraksi
57 Kesendirian
58 Pesta dansa
59 Menyelamatkan Bima
60 Reina Cedera
61 Perhatian Bima
62 Rasa bersalah
63 Alderio pekerja keras
64 Mau mertua?
65 Alara melahirkan
66 Welcome baby Arion
67 Vibes suami istri
68 Menyukainya
69 Kedatangan Mama Reina
70 Bima kepikiran
71 Memantapkan hati
72 Penolakan tegas Reina
73 Salah sasaran
74 Kejutan yang manis
75 Bima Vs Reina
76 Bayi gorila
77 Hari paling dinanti
78 Siap nggak siap
79 Marah tapi mau
80 Rutinitas istri
81 Kebobolan?
82 Keyakinan bersama (End)
83 Ekstra part end
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Prolog
2
Sesuatu telah terjadi
3
Wanita gila
4
Ejekan dan hinaan
5
Bertemu dia
6
Mengingatnya
7
Ditolong Pak Al
8
Menikahlah dengan saya
9
Alara marah
10
Tamparan Alara
11
Kasih sayang orang tua
12
Kedatangan Alderio
13
Keputusan Alara
14
Melamar Alara
15
Kabar mengejutkan
16
Saya suka bibir kamu
17
Amarah Alderio
18
Akhirnya sah
19
Malam dan pagi panas
20
Panggilan baru
21
Belanja bulanan
22
Alderio marah?
23
Alara mellow
24
Asam lambung???
25
Pasangan manis
26
Alara pingsan
27
Kabar bahagia
28
Kedatangan adik Al
29
Telepon dari Renata
30
Menemui Renata
31
Ungkapan cinta Alara
32
Jodoh yang tertukar?
33
Ngidam rujak
34
Cerita Alderio
35
Pengakuan
36
Hari yang manis
37
Mama Ara galak
38
Liburan keluarga
39
Kekesalan Renata
40
Senjata makan tuan
41
Tuduhan Renata
42
Syok berat
43
Memutuskan hubungan
44
Penjelasan Alderio
45
Keterkejutan Renata
46
Bertemu Mama Mira
47
Pertanyaan Mama Mira
48
Pekerjaan baru Alderio
49
Terbongkar
50
Mika kecelakaan
51
Mika tiada
52
Histeris
53
Harus bayar mahal!
54
Permintaan Bima
55
Jalan-jalan
56
Kontraksi
57
Kesendirian
58
Pesta dansa
59
Menyelamatkan Bima
60
Reina Cedera
61
Perhatian Bima
62
Rasa bersalah
63
Alderio pekerja keras
64
Mau mertua?
65
Alara melahirkan
66
Welcome baby Arion
67
Vibes suami istri
68
Menyukainya
69
Kedatangan Mama Reina
70
Bima kepikiran
71
Memantapkan hati
72
Penolakan tegas Reina
73
Salah sasaran
74
Kejutan yang manis
75
Bima Vs Reina
76
Bayi gorila
77
Hari paling dinanti
78
Siap nggak siap
79
Marah tapi mau
80
Rutinitas istri
81
Kebobolan?
82
Keyakinan bersama (End)
83
Ekstra part end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!