Ejekan dan hinaan

Alara pergi ke bagian administrasi akademik untuk meminta penggantian dosen pembimbing yang baru. Saat sedang menunggu, entah mengapa ia merasa beberapa mata mahasiswa yang lewat menatapnya dengan sedikit sinis.

"Na, lo ngerasa di perhatiin nggak sih?" bisik Alara ditelinga Reina.

"Pastilah, lagian semua ini gue yakin karena Echa ngomong yang nggak-nggak." Jawab Reina membalas tatapan orang-orang yang lewat.

Alara hanya bisa menghela nafas, jujur saja sebenarnya hatinya sedang resah, ia takut Echa mengatakan tentang apa yang terjadi padanya terlebih lagi kedua orangtuanya, ia takut akan mempermalukan keluarganya.

"Alara Sinta Pramudito?" suara itu membuat Alara menoleh ke asal suara.

Alara menerima secarik kertas yang berisi identitas dosen pembimbingnya yang baru, ia membacanya sesaat lalu segera mengucapkan terima kasih.

"Kamu sudah ditunggu sejak kemarin, lebih baik temui dosen nya hari ini dan mulai melakukan revisi besok." Ujar dosen bagian akademik itu menjelaskan.

"Makasih banyak, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Alara kemudian pergi bersama Echa.

Alara dan Reina segera pergi, mereka berniat untuk ke kantin untuk sekedar membeli air minum untuk Reina karena minum sebelumnya sudah tandas di ke wajah Echa tadi.

Sesampainya di kantin, Alara kembali menjadi pusat perhatian orang-orang disana, bahkan ada yang mencibir terang-terangan.

"Muka aja polos, padahal mainnya ke club." Sindir seorang wanita sambil melirik Alara sinis.

"Yakin banget gue dia udah biasa uh ah, cih!" sahut teman wanita itu tak kalah sinis.

Reina mendekati meja kedua orang itu lalu menggebrak nya dengan keras sampai kedua orang itu terkejut.

"Tau apa lo berdua hah?! Jangan asal ngomong!!" bentak Reina dengan penuh emosi.

"Tau apa? Ya jelas kita semua tahu, satu angkatan bahkan tahu kelakuan busuk dia." Celetuk mahasiswa yang lainnya.

"Malu banget pasti orang tuanya karena punya anak kaya dia ini."

Ejekan dan hinaan terus diterima oleh Alara, gadis itu hanya bisa diam dengan kepala menunduk, tak berani menatap sekitar. Hatinya sangat sakit mendengar penghinaan terhadap dirinya, tiap kalimat yang keluar berhasil menyudutkan nya meski semua ucapan mereka tak sepenuhnya benar.

"Dasar gadis murahan!" 

"Cukup! Udah cukup kalian menghina gue, kalian nggak tahu yang sebenarnya dan malah seenaknya bicara begitu hah!!" Teriak Alara dengan suara yang sedikit sesak.

Alara menggigit bibirnya kemudian segera pergi dari sana, ia berlari tak tahu arah meninggalkan kantin. Air matanya terus keluar, hati nya terasa begitu sakit dan kepalanya sedikit pusing.

"Hiks … kenapa Echa tega banget sama gue, gue salah apa sama dia." Lirih Alara terduduk di kursi taman kampus yang sepi siang itu.

"Salah lo? Salah lo itu karena deket sama Bastian." Suara tajam itu berhasil membuat Alara terdiam.

Alara menghapus air matanya, ia membalik badan dan melihat Echa masih dengan penampilan yang sedikit berantakan akibat tumpahan air dari Reina tadi.

"Bastian? Gue sama Bastian nggak ada hubungan apa, lo suka sama Bastian?" tanya Alara.

"Heuh, itulah kesalahan lo. Lo nggak pernah sadar bahwa gue suka sama Bastian, tapi lo dengan seenaknya deket sama dia tanpa peduli perasaan gue!!!" jawab Echa berteriak sedikit keras.

"Cha, gue nggak ada hubungan apa-apa sama Bastian, kalau gue tahu lo suka sama dia nggak akan gue deket-deket dan seharusnya lo langsung bilang aja, Cha, bukan kaya gini!" Pungkas Alara kembali menangis.

"Telat, semuanya udah terjadi dan gue yakin setelah ini Bastian nggak akan sudi ketemu lo. Gue doain semoga lo cepet hamil!" bisik Echa dengan pelan namun penuh ancaman dan tajam.

Alara terkejut mendengar ucapan Echa yang begitu jahat, apakah gadis di depannya ini adalah sahabatnya yang dulu begitu dekat dengannya, namun kenapa sifatnya sangat jauh berbeda dan ini semua hanya karena seorang pria.

"Cha, hanya karena laki-laki lo buat masa depan gue hancur, bahkan lo hancurin persahabatan kita." Ucap Alara pelan.

"Ya, bahkan gue bisa buat hidup lo makin hancur karena nggak tahu siapa ayah bayi seandainya lo hamil. Lo bakal dipermalukan Ra, dan gue bahagia." Timpal Echa kemudian meninggalkan Alara seorang diri.

Setelah cukup lama, Alara berjalan lunglai ke dalam fakultasnya, ia sudah menghapus air matanya dan merapikan penampilannya agar sedikit lebih baik sebelum menemui dosen pembimbing nya yang baru. Ia sudah sangat terlambat untuk menemui dosen nya.

Alara sampai di depan ruangan dosennya, ia mengetuk pintunya beberapa kali sebelumnya akhirnya masuk, namun ternyata tidak ada siapapun disana.

"Lho kok nggak ada orang, apa jangan-jangan karena gue kelamaan dosen nya udah pulang." Gumam Alara kemudian segera keluar dari ruangan dosennya itu.

Alara memutuskan untuk pulang ke rumah, lagi pula ia tak ada kepentingan lagi, bahkan ia juga tidak tahu dimana Reina sekarang.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🥰

To be continued

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

ko sipat ny melebihi setan ya 🤨

2024-06-07

2

Anonymous

Anonymous

dasar manusia ular GK tau diri jadi sahabat 🙄

2024-06-07

0

Anonymous

Anonymous

kan Bastian yg ngejar² alara ko Mala alara yg jadi sasaran ny 🤨

2024-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sesuatu telah terjadi
3 Wanita gila
4 Ejekan dan hinaan
5 Bertemu dia
6 Mengingatnya
7 Ditolong Pak Al
8 Menikahlah dengan saya
9 Alara marah
10 Tamparan Alara
11 Kasih sayang orang tua
12 Kedatangan Alderio
13 Keputusan Alara
14 Melamar Alara
15 Kabar mengejutkan
16 Saya suka bibir kamu
17 Amarah Alderio
18 Akhirnya sah
19 Malam dan pagi panas
20 Panggilan baru
21 Belanja bulanan
22 Alderio marah?
23 Alara mellow
24 Asam lambung???
25 Pasangan manis
26 Alara pingsan
27 Kabar bahagia
28 Kedatangan adik Al
29 Telepon dari Renata
30 Menemui Renata
31 Ungkapan cinta Alara
32 Jodoh yang tertukar?
33 Ngidam rujak
34 Cerita Alderio
35 Pengakuan
36 Hari yang manis
37 Mama Ara galak
38 Liburan keluarga
39 Kekesalan Renata
40 Senjata makan tuan
41 Tuduhan Renata
42 Syok berat
43 Memutuskan hubungan
44 Penjelasan Alderio
45 Keterkejutan Renata
46 Bertemu Mama Mira
47 Pertanyaan Mama Mira
48 Pekerjaan baru Alderio
49 Terbongkar
50 Mika kecelakaan
51 Mika tiada
52 Histeris
53 Harus bayar mahal!
54 Permintaan Bima
55 Jalan-jalan
56 Kontraksi
57 Kesendirian
58 Pesta dansa
59 Menyelamatkan Bima
60 Reina Cedera
61 Perhatian Bima
62 Rasa bersalah
63 Alderio pekerja keras
64 Mau mertua?
65 Alara melahirkan
66 Welcome baby Arion
67 Vibes suami istri
68 Menyukainya
69 Kedatangan Mama Reina
70 Bima kepikiran
71 Memantapkan hati
72 Penolakan tegas Reina
73 Salah sasaran
74 Kejutan yang manis
75 Bima Vs Reina
76 Bayi gorila
77 Hari paling dinanti
78 Siap nggak siap
79 Marah tapi mau
80 Rutinitas istri
81 Kebobolan?
82 Keyakinan bersama (End)
83 Ekstra part end
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Prolog
2
Sesuatu telah terjadi
3
Wanita gila
4
Ejekan dan hinaan
5
Bertemu dia
6
Mengingatnya
7
Ditolong Pak Al
8
Menikahlah dengan saya
9
Alara marah
10
Tamparan Alara
11
Kasih sayang orang tua
12
Kedatangan Alderio
13
Keputusan Alara
14
Melamar Alara
15
Kabar mengejutkan
16
Saya suka bibir kamu
17
Amarah Alderio
18
Akhirnya sah
19
Malam dan pagi panas
20
Panggilan baru
21
Belanja bulanan
22
Alderio marah?
23
Alara mellow
24
Asam lambung???
25
Pasangan manis
26
Alara pingsan
27
Kabar bahagia
28
Kedatangan adik Al
29
Telepon dari Renata
30
Menemui Renata
31
Ungkapan cinta Alara
32
Jodoh yang tertukar?
33
Ngidam rujak
34
Cerita Alderio
35
Pengakuan
36
Hari yang manis
37
Mama Ara galak
38
Liburan keluarga
39
Kekesalan Renata
40
Senjata makan tuan
41
Tuduhan Renata
42
Syok berat
43
Memutuskan hubungan
44
Penjelasan Alderio
45
Keterkejutan Renata
46
Bertemu Mama Mira
47
Pertanyaan Mama Mira
48
Pekerjaan baru Alderio
49
Terbongkar
50
Mika kecelakaan
51
Mika tiada
52
Histeris
53
Harus bayar mahal!
54
Permintaan Bima
55
Jalan-jalan
56
Kontraksi
57
Kesendirian
58
Pesta dansa
59
Menyelamatkan Bima
60
Reina Cedera
61
Perhatian Bima
62
Rasa bersalah
63
Alderio pekerja keras
64
Mau mertua?
65
Alara melahirkan
66
Welcome baby Arion
67
Vibes suami istri
68
Menyukainya
69
Kedatangan Mama Reina
70
Bima kepikiran
71
Memantapkan hati
72
Penolakan tegas Reina
73
Salah sasaran
74
Kejutan yang manis
75
Bima Vs Reina
76
Bayi gorila
77
Hari paling dinanti
78
Siap nggak siap
79
Marah tapi mau
80
Rutinitas istri
81
Kebobolan?
82
Keyakinan bersama (End)
83
Ekstra part end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!