Keputusan Alara

Alara menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir, ia tidak berani menatap kedua orang tuanya yang saat ini tampak kecewa setelah mendengar ucapan Alderio beberapa saat lalu. Bahkan Mama Dania terlihat begitu terpukul mendengar apa yang telah menimpa putri kesayangannya.

"Saya akan bertanggung jawab dengan menikahi Alara, Tuan, Nyonya." Ucap Alderio dengan sangat yakin.

Alara semakin menunduk mendengar ucapan Alderio yang begitu yakin, tidak ada kegugupan apalagi rasa panik dalam diri pria itu.

"Bagus, karena kemungkinan saja anak saya sudah hamil." Timpal Papa Wahyu dengan nafas masih memburu.

"Alara, jadi mual dan muntah kamu beberapa hari ini karena kamu hamil?" tanya Mama Dania dengan suara terisak.

Alara menggelengkan kepalanya pelan, ia belum tahu apakah dirinya hamil atau tidak.

"Tidak tahu." Jawab Alara lirih.

Alderio menatap Alara dengan tatapan terkejut, ia merasa aneh pada Alara yang sangat berbeda dengan wanita kebanyakan. Seharusnya saat mengalami mual dan muntah layaknya ibu hamil, Alara itu berlari dan memakainya untuk meminta pertanggung jawaban, namun apa yang gadis itu lakukan, malah menghindar darinya selama berhari-hari.

"Mama, Papa. Hiks … maafin aku, semua ini terjadi diluar kesadaran ku." Lirih Alara berlutut di hadapan kedua orang tuanya.

Mama Dania menutup mulutnya, ia tak bisa melihat anaknya sampai bersimpuh begini. Ia pegang kedua bahu putrinya, lalu ia ajak duduk di sebelahnya.

"Jelaskan bagaimana bisa kalian sampai melakukan hubungan itu?" pinta Mama Dania dengan lembut.

Alara terisak, ia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Ia lirik Alderio yang tampak diam sambil menatapnya.

"Semua ini karena Echa, dia yang udah bikin aku hilang kendali atas diriku, Ma." Ucap Alara lalu menjelaskan lengkapnya kepada kedua orang tuanya dan Alderio.

Alara menangis sekerasnya, ia memeluk sang Mama yang tampak semakin terpukul dengan penjelasannya. Mama Dania tentu kecewa dan sedikit terkejut bahwa sahabat anaknya yang selama ini ia kenal baik, ternyata bersikap demikian.

"Nasi sudah menjadi bubur, kalian sudah melakukan hubungan tersebut dan harus segera menikah!" ucap Papa Wahyu dengan tegas.

"Pak Al, besok ajak kedua orangtuamu datang kesini untuk membicarakan pernikahannya." Tambah Papa Wahyu kepada Alderio.

"Baik, Tuan. Besok saya akan membawa kedua orang tua saya untuk datang kesini dan membawa lamaran nya." Sahut Alderio tersenyum lebar.

Lain halnya dengan Alderio yang bahagia karena berhasil mendapatkan Alara, gadis itu justru merasa sedih karena akan menikahi pria yang tidak dicintainya, sebagai seorang gadis yang punya banyak mimpi, tentu Alara juga berkeinginan menikahi pria yang ia cintai, namun ternyata takdir tak merestui keinginan seorang Alara.

"Alara, kini semuanya tidak bisa diperbaiki selain dengan pernikahan. Kamu harus menikah dengan pak Alderio 'ya." Tutur Mama Dania mengusap rambut panjang putrinya.

Alara tak menjawab, ia semakin membenamkan wajahnya di dada sang Mama sambil terus menangis. Alderio sebenarnya ikut sedih, namun ia tidak bisa berbuat banyak saat ini, setalah mereka menikah, maka ia bersumpah akan membalaskan air mata dan rasa sakit wanita yang dicintainya.

"Tuan, Nyonya. Boleh saya bicara berdua saja dengan Alara?" tanya Alderio meminta izin.

Mama Dania menatap putrinya yang menggeleng tanda tak mau bicara pada Alderio, namun ia berusaha menjelaskan kepada Alara bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Alara akhirnya setuju. Kini dirinya berada di halaman belakang rumahnya bersama Alderio. Keduanya masih sama-sama diam, terutama Alara yang bahkan tidak melirik Al sama sekali.

"Alara, saya tahu kamu sangat membenci saya atas kejadian malam itu, namun perlu kamu tahu bahwa saya juga lepas kendali atas diri saya sendiri." Ucap Alderio membuka pembicaraan.

"Malam itu saya kabur dari rumah karena orang tua saya mau menjodohkan saya dengan anak temannya. Saya menolak karena tidak mencintai gadis itu, pelarian saya adalah klub, disana saya minum bahkan sampai kehilangan kesadaran untuk sekedar melepas beban pikiran di kepala saya. Namun ternyata, saya malah bertemu denganmu yang juga mabuk sehingga kita sama-sama tidak sadar melakukan hubungan itu." Lanjut Alderio panjang lebar.

Alderio merubah posisinya menghadap Alara, ia memegang kedua bahu gadis itu agar ikut menghadapnya.

Tangan Alderio turun menggenggam tangan Alara, ia menatap dalam manik mempesona milik gadis yang telah berhasil merebut hatinya sejak pertama mereka bertemu.

"Alara, menikahlah dengan saya. Saya berjanji akan membahagiakan kamu, dan juga akan mencintai kamu dengan sepenuh hati saya." Ucap Alderio dengan tulus.

Alara membalas tatapan Alderio yang begitu tulus padanya, tidak ada kebohongan apalagi dusta di mata pria itu. Alara menunduk lalu mengangukkan kepalanya pelan.

"Saya mau menikah dengan anda, Pak. Tapi saya mohon jangan pernah memaksa saya untuk mencintai anda dalam waktu dekat." Sahut Alara tak berani menatap Alderio.

Alderio tersenyum senang mendengar jawaban Alara, ia menangkup wajah cantik Alara lalu kembali ditatapnya dengan dalam.

"Saya janji, saya tidak akan pernah memaksa kamu dalam hal apapun." Tukas Alderio lembut.

Alderio tersenyum hangat, ia menarik tubuh Alara ke dalam pelukannya. Dapat ia rasakan tubuh Alara menegang menerima perlakuannya, namun ia tak peduli. Lagi pula mereka hanya berpelukan, Alderio cukup tahu diri untuk berbuat lebih.

WADUHHH, OTW SAHH NIH🥰 SIAP-SIAP KONDANGAN EYY😂

To be continued

Terpopuler

Comments

Sri Mulyani

Sri Mulyani

makan enak kita nich

2025-02-07

0

Eny Hidayati

Eny Hidayati

memang hanya itu jalan keluarnya ... mau tidak mau alara harus menerima...

2024-02-13

2

Yeti Karniati

Yeti Karniati

cepetnya ,, seminggu sudah mual mual kah

2024-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sesuatu telah terjadi
3 Wanita gila
4 Ejekan dan hinaan
5 Bertemu dia
6 Mengingatnya
7 Ditolong Pak Al
8 Menikahlah dengan saya
9 Alara marah
10 Tamparan Alara
11 Kasih sayang orang tua
12 Kedatangan Alderio
13 Keputusan Alara
14 Melamar Alara
15 Kabar mengejutkan
16 Saya suka bibir kamu
17 Amarah Alderio
18 Akhirnya sah
19 Malam dan pagi panas
20 Panggilan baru
21 Belanja bulanan
22 Alderio marah?
23 Alara mellow
24 Asam lambung???
25 Pasangan manis
26 Alara pingsan
27 Kabar bahagia
28 Kedatangan adik Al
29 Telepon dari Renata
30 Menemui Renata
31 Ungkapan cinta Alara
32 Jodoh yang tertukar?
33 Ngidam rujak
34 Cerita Alderio
35 Pengakuan
36 Hari yang manis
37 Mama Ara galak
38 Liburan keluarga
39 Kekesalan Renata
40 Senjata makan tuan
41 Tuduhan Renata
42 Syok berat
43 Memutuskan hubungan
44 Penjelasan Alderio
45 Keterkejutan Renata
46 Bertemu Mama Mira
47 Pertanyaan Mama Mira
48 Pekerjaan baru Alderio
49 Terbongkar
50 Mika kecelakaan
51 Mika tiada
52 Histeris
53 Harus bayar mahal!
54 Permintaan Bima
55 Jalan-jalan
56 Kontraksi
57 Kesendirian
58 Pesta dansa
59 Menyelamatkan Bima
60 Reina Cedera
61 Perhatian Bima
62 Rasa bersalah
63 Alderio pekerja keras
64 Mau mertua?
65 Alara melahirkan
66 Welcome baby Arion
67 Vibes suami istri
68 Menyukainya
69 Kedatangan Mama Reina
70 Bima kepikiran
71 Memantapkan hati
72 Penolakan tegas Reina
73 Salah sasaran
74 Kejutan yang manis
75 Bima Vs Reina
76 Bayi gorila
77 Hari paling dinanti
78 Siap nggak siap
79 Marah tapi mau
80 Rutinitas istri
81 Kebobolan?
82 Keyakinan bersama (End)
83 Ekstra part end
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Prolog
2
Sesuatu telah terjadi
3
Wanita gila
4
Ejekan dan hinaan
5
Bertemu dia
6
Mengingatnya
7
Ditolong Pak Al
8
Menikahlah dengan saya
9
Alara marah
10
Tamparan Alara
11
Kasih sayang orang tua
12
Kedatangan Alderio
13
Keputusan Alara
14
Melamar Alara
15
Kabar mengejutkan
16
Saya suka bibir kamu
17
Amarah Alderio
18
Akhirnya sah
19
Malam dan pagi panas
20
Panggilan baru
21
Belanja bulanan
22
Alderio marah?
23
Alara mellow
24
Asam lambung???
25
Pasangan manis
26
Alara pingsan
27
Kabar bahagia
28
Kedatangan adik Al
29
Telepon dari Renata
30
Menemui Renata
31
Ungkapan cinta Alara
32
Jodoh yang tertukar?
33
Ngidam rujak
34
Cerita Alderio
35
Pengakuan
36
Hari yang manis
37
Mama Ara galak
38
Liburan keluarga
39
Kekesalan Renata
40
Senjata makan tuan
41
Tuduhan Renata
42
Syok berat
43
Memutuskan hubungan
44
Penjelasan Alderio
45
Keterkejutan Renata
46
Bertemu Mama Mira
47
Pertanyaan Mama Mira
48
Pekerjaan baru Alderio
49
Terbongkar
50
Mika kecelakaan
51
Mika tiada
52
Histeris
53
Harus bayar mahal!
54
Permintaan Bima
55
Jalan-jalan
56
Kontraksi
57
Kesendirian
58
Pesta dansa
59
Menyelamatkan Bima
60
Reina Cedera
61
Perhatian Bima
62
Rasa bersalah
63
Alderio pekerja keras
64
Mau mertua?
65
Alara melahirkan
66
Welcome baby Arion
67
Vibes suami istri
68
Menyukainya
69
Kedatangan Mama Reina
70
Bima kepikiran
71
Memantapkan hati
72
Penolakan tegas Reina
73
Salah sasaran
74
Kejutan yang manis
75
Bima Vs Reina
76
Bayi gorila
77
Hari paling dinanti
78
Siap nggak siap
79
Marah tapi mau
80
Rutinitas istri
81
Kebobolan?
82
Keyakinan bersama (End)
83
Ekstra part end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!