Sesuatu telah terjadi

Alara duduk sambil menatap ke sekitar, entah mengapa tiba-tiba dirinya merasa begitu haus dan butuh minuman. Tak lama seorang bartender datang memberikan segelas jus jeruk kepadanya.

"Silahkan, Nona. Ini dari Nona Echa." Ucap Bartender itu.

Alara tampak ragu meminum jus di depannya ini, sejujurnya ia takut jika meminum sesuatu di tempat begini. Namun karena tenggorokannya sudah terasa kering, akhirnya Alara meraih jus itu lalu menenggaknya hingga setengah gelas.

Lenguhan terdengar dari mulut Alara setelah memuaskan dahaganya, ia kembali menenggak jus hingga tandas di dalam gelas tersebut.

"Bentar bentar, kok pala gue jadi pusing gini ya." Gumam Alara memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.

Alara menggelengkan kepalanya beberapa kali, ia mengerjapkan matanya yang mulai kabur lalu menoleh guna mencari keberadaan Echa.

Alara memegangi kepalanya, ia bangkit dari duduknya dan berniat untuk menghampiri Echa, namun baru beberapa langkah tiba-tiba saja ia menabrak seseorang hingga tas miliknya terjatuh dengan beberapa barang yang berserakan.

"Oh, m-maaf." Lirih Alara terbata karena pusing semakin menerjangnya.

"Iya, tidak apa-apa." Sahut seorang pria dengan suara yang begitu menggoda.

Alara kembali berdiri meski linglung, ia berusaha menatap siapa sosok di depannya, namun baru saja ia menatap tiba-tiba sebuah benda kenyal menempel tepat di belahan bibirnya.

Alara memejamkan mata, entah hilang kemana akal sehatnya hingga membiarkan seorang pria tak dikenal menciumnya. Alara semakin merapatkan matanya saat tangan pria itu merengkuh pinggang dan mengusap punggungnya seduktif.

"Bersenang-senang dengan saya?" bisik pria itu dengan parau.

Alara menggigit bibir, akal sehat nya sudah benar-benar hilang hingga kepalanya dengan mudah mengangguk. 

Pria itu tersenyum simpul mendapat respon baik dari Alara, dengan langkah gontai ia bawa Alara ke salah satu bilik kamar yang memang tersedia disana.

Sementara Echa yang melihat Alara dibawa oleh pria asing hanya bisa tersenyum senang, inilah yang ia inginkan yaitu menghancurkan hidup Alara.

"Mati lo, Ra." Gumam Echa tersenyum senang lalu kembali menari-nari dengan bahagia.

Sementara itu Alara dibaringkan diatas ranjang, dengan samar-samar ia melihat pria di atasnya tengah membuka seluruh baju yang dikenakannya. Melihat itu Alara ikut membuka seluruh pakaiannya dengan sangat mudah.

"Tubuhmu indah sekali, Nona." Bisik si pria dengan sensual.

Alara meremat kedua bahu kekar sang pria, ia menarik pria itu hingga bibir keduanya kembali menyatu.

Dengan bibir yang saling bertautan, tangan si pria beberapa kali menyentuh titik sensitif Alara hingga mengundang suara yang semakin mematik rasa panas dalam diri masing-masing.

Karena sama-sama dibawah pengaruh alkohol, Alara dan pria itu melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Kegiatan panas yang boleh dilakukan saat sah menjadi pasangan justru mereka lakukan dengan keadaan tidak sadar.

Suara lenguhan penuh nikmat tak henti keluar dari bibir si pria yang tampak menikmati permainan malam ini sementara di bawahnya ada wanita yang meringis menahan sakit dan nikmat karena baru pertama kali melakukannya.

"Ahhh …" suara itu beradu dari bibir dua insan berbeda jenis yang akhirnya mendapatkan apa yang mereka kejar sejak tadi.

Si pria berbaring di sebelah Alara yang tampak kelelahan setelah beberapa kali melakukannya, ditariknya tubuh Alara ke dalam pelukannya lalu keduanya tidur akibat kelelahan dengan kegiatan panas yang baru mereka lakukan.

***

Alara perlahan membuka matanya saat merasakan sesuatu yang hangat menimpa pinggang dan perutnya, ia menggeliat lalu memposisikan tubuhnya duduk sambil mengucek matanya sendiri.

Alara tampak panik saat menyadari bahwa ia berada di tempat yang tidak dikenalinya, saat merasakan sebuah pergerakan, Alara lantas menoleh dengan hati-hati.

Jantung Alara seakan berhenti berdetak saat menyadari penampilannya, tubuh polos tanpa sehelai benang dan ada pria tak berpakaian yang satu ranjang dengannya.

Air mata Alara meluruh begitu saja, ia perlahan turun dari ranjang dengan selimut yang membelit tubuh polosnya. Alara terduduk di lantai sambil memeluk lututnya.

"Mama … Papa … aku kotor, hiks …" lirih Alara menatap dirinya sendiri yang kacau.

Alara menutup mulutnya, ia tak mau jika sampai membangunkan pria yang masih pulas dalam tidurnya. Dengan langkah gontai ia memunguti semua pakaiannya yang berserakan lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

Dibawah guyuran air dingin, Alara terdiam dengan air mata yang masih belum usai. Hatinya sakit, perasaannya hancur, kekhwatiran mendera tumbuhnya dan orangtuanya, bagaimana jika kedua orangtuanya mengetahui ini semua.

"Nggak … ini semua pasti hanya mimpi, aku tidak mungkin melakukannya!!!" lirih Alara memukul wajahnya sendiri.

"Nggak!!!!" teriak Alara sebelum akhirnya kembali jatuh terduduk di lantai kamar mandi yang terasa dingin.

Alara mengenakan pakaiannya, ia segera keluar dari kamar mandi lalu mengambil tas miliknya yang ada di sudut kamar. Alara enggan melihat wajah pria yang telah membuatnya seperti ini, ia menyeka air matanya kemudian segera pergi, ia berdoa semoga tidak akan pernah bertemu lagi dengan pria yang menjadi pasangannya semalam.

"Hiks … Mama … aku sudah tidak suci lagi, Ma!!" lirih Alara seraya berusaha berlari meski seluruh tubuhnya terasa sakit.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🥰

To be continued

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

.

2024-07-11

0

Anonymous

Anonymous

dasar ular jadi kawan ko jahat /Grievance/

2024-06-07

1

Eny Hidayati

Eny Hidayati

mengerikan...

2024-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sesuatu telah terjadi
3 Wanita gila
4 Ejekan dan hinaan
5 Bertemu dia
6 Mengingatnya
7 Ditolong Pak Al
8 Menikahlah dengan saya
9 Alara marah
10 Tamparan Alara
11 Kasih sayang orang tua
12 Kedatangan Alderio
13 Keputusan Alara
14 Melamar Alara
15 Kabar mengejutkan
16 Saya suka bibir kamu
17 Amarah Alderio
18 Akhirnya sah
19 Malam dan pagi panas
20 Panggilan baru
21 Belanja bulanan
22 Alderio marah?
23 Alara mellow
24 Asam lambung???
25 Pasangan manis
26 Alara pingsan
27 Kabar bahagia
28 Kedatangan adik Al
29 Telepon dari Renata
30 Menemui Renata
31 Ungkapan cinta Alara
32 Jodoh yang tertukar?
33 Ngidam rujak
34 Cerita Alderio
35 Pengakuan
36 Hari yang manis
37 Mama Ara galak
38 Liburan keluarga
39 Kekesalan Renata
40 Senjata makan tuan
41 Tuduhan Renata
42 Syok berat
43 Memutuskan hubungan
44 Penjelasan Alderio
45 Keterkejutan Renata
46 Bertemu Mama Mira
47 Pertanyaan Mama Mira
48 Pekerjaan baru Alderio
49 Terbongkar
50 Mika kecelakaan
51 Mika tiada
52 Histeris
53 Harus bayar mahal!
54 Permintaan Bima
55 Jalan-jalan
56 Kontraksi
57 Kesendirian
58 Pesta dansa
59 Menyelamatkan Bima
60 Reina Cedera
61 Perhatian Bima
62 Rasa bersalah
63 Alderio pekerja keras
64 Mau mertua?
65 Alara melahirkan
66 Welcome baby Arion
67 Vibes suami istri
68 Menyukainya
69 Kedatangan Mama Reina
70 Bima kepikiran
71 Memantapkan hati
72 Penolakan tegas Reina
73 Salah sasaran
74 Kejutan yang manis
75 Bima Vs Reina
76 Bayi gorila
77 Hari paling dinanti
78 Siap nggak siap
79 Marah tapi mau
80 Rutinitas istri
81 Kebobolan?
82 Keyakinan bersama (End)
83 Ekstra part end
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Prolog
2
Sesuatu telah terjadi
3
Wanita gila
4
Ejekan dan hinaan
5
Bertemu dia
6
Mengingatnya
7
Ditolong Pak Al
8
Menikahlah dengan saya
9
Alara marah
10
Tamparan Alara
11
Kasih sayang orang tua
12
Kedatangan Alderio
13
Keputusan Alara
14
Melamar Alara
15
Kabar mengejutkan
16
Saya suka bibir kamu
17
Amarah Alderio
18
Akhirnya sah
19
Malam dan pagi panas
20
Panggilan baru
21
Belanja bulanan
22
Alderio marah?
23
Alara mellow
24
Asam lambung???
25
Pasangan manis
26
Alara pingsan
27
Kabar bahagia
28
Kedatangan adik Al
29
Telepon dari Renata
30
Menemui Renata
31
Ungkapan cinta Alara
32
Jodoh yang tertukar?
33
Ngidam rujak
34
Cerita Alderio
35
Pengakuan
36
Hari yang manis
37
Mama Ara galak
38
Liburan keluarga
39
Kekesalan Renata
40
Senjata makan tuan
41
Tuduhan Renata
42
Syok berat
43
Memutuskan hubungan
44
Penjelasan Alderio
45
Keterkejutan Renata
46
Bertemu Mama Mira
47
Pertanyaan Mama Mira
48
Pekerjaan baru Alderio
49
Terbongkar
50
Mika kecelakaan
51
Mika tiada
52
Histeris
53
Harus bayar mahal!
54
Permintaan Bima
55
Jalan-jalan
56
Kontraksi
57
Kesendirian
58
Pesta dansa
59
Menyelamatkan Bima
60
Reina Cedera
61
Perhatian Bima
62
Rasa bersalah
63
Alderio pekerja keras
64
Mau mertua?
65
Alara melahirkan
66
Welcome baby Arion
67
Vibes suami istri
68
Menyukainya
69
Kedatangan Mama Reina
70
Bima kepikiran
71
Memantapkan hati
72
Penolakan tegas Reina
73
Salah sasaran
74
Kejutan yang manis
75
Bima Vs Reina
76
Bayi gorila
77
Hari paling dinanti
78
Siap nggak siap
79
Marah tapi mau
80
Rutinitas istri
81
Kebobolan?
82
Keyakinan bersama (End)
83
Ekstra part end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!