Part 16

Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo

Mung digoleki pas atimu perih

Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo

Mung dibutuhno pas atimu loro

Sebait lagu koplo itu rasanya sangat menggambarkan situasi dan kondisi Haris saat ini. Di toko mabeul miliknya yang kini tengah sepi pengunjung, Haris memutar sebuah saluran radio dan kebetulan penyiarnya mendapatkan request untuk memainkan lagu yang bertajuk mundur alon-alon.

Oh iya, sedikit info tentang pekerjaan Haris. Haris itu pengusaha muda, papanya yang mewariskan toko mabeul padanya sejak kedua orang tua Haris bercerai atas kesepakatan bersama.

Toko mabeul Haris menjual kayu ukiran asli Jepara, bahkan tidak jarang konsumen pun berasal dari mancanegara karena kualitas mabeul di toko Haris ini sangat patut untuk diacungi jempol. Mungkin karena keturunan sang papa sangat kuat mengalir pada diri Haris, Haris juga memiliki bakat untuk membuat furniture dengan tangannya. Ya, meskipun nggak semahir papanya, tetapi kalau diasah lagi Haris bisa menjadi seorang seniman hebat di bidang pembuatan furniture kayu.

Haris melamun, lemas, letih, lesu lunglai, mungkin Haris anime, eh salah, maksudnya anemia.

Sejak pagi Haris tidak nafsu melakukan pekerjaan, tetapi kalau makan Alhamdulillah sudah dua kali. Cowok itu diam duduk di ruangannya, menunggu sampai waktu toko tutup. Sesekali Haris juga ikut bernyanyi, nyaris badannya ikut joget karena DNA-nya ikutan ambyar karena musik koplo.

Bayangin, Airin hamil anak Surya. Mengingat itu membuat Surya merupakan patah hati untuk kesekian kali. Mungkin cinta Haris sudah ada pada taraf Adidas, alias garis tiga, udah paling bahaya di antara garis-garis lainnya, nggak bisa dihapus, dibengkokin, diilangin atau bahkan dilembutin. Cinta Haris ke Airin sudah punya trademark tersendiri, persis kayak Adidas.

"Selamat datang di Ris'n furniture, di mana kualitas kayunya sekeras ketampanan pemiliknya." Pelayan toko Haris menyambut pengunjung yang datang di penghujung sore.

Tampaknya pengunjung toko merupakan suami istri. Haris yang mendengar ucapan pegawainya pun segera keluar dari ruangan untuk ikut menyambut pelanggan. Alhamdulillah, ada yang mau beli.

Haris tersenyum menyambut tamunya, tetapi senyumnya pudar ketika tahu bahwa sang pengunjung adalah Airin... ditambah Surya, ditambah Jasmin yang entah kenapa bisa nyempil di sana.

Jasmin langsung berjalan duluan, menghampiri Haris sembari memijat pelipisnya yang kelihatannya masih baik-baik saja.

"Lu ngapain ke sini?" kata Haris berbisik.

Jasmin merangkul lengan Haris dan memasang tampang dikuat-kuatin. "Puyeng gue, sepanjang jalan kemari gue dengar mas Surya ngerayu kak Airin terus, dimanjain terus, kan gue pengen."

"Ck, ini si Surya lu ajakin kemari?"

"Hehe ... iya, biar gue nggak menderita sendirian, kan kita suami istri, harus berbagi dikala susah maupun senang."

"Yee, lu malah ngebagi susahnya mulu. Kapan senangnya?"

"Hehe ... maafin," kata Jasmin sok imut, tetapi tak mempan.

Haris pun akhirnya menghadap Airin dan Surya, Jasmin mengekori di belakang bak anak kecil yang tak mau ketinggalan info penting.

"Wahh, galerinya makin keren Ris, terakhir aku ke sini kamu baru produksi kursi sama lemari 'kan? Sekarang udah ada tempat tidur, pagar, sampe dinner set." Airin tampaknya takjub dengan toko mabeul Haris sekarang. Surya juga melakukan hal yang sama, pandangan suami istri itu tersita pada banyak benda artistik yang ada di sana.

"Heem, perlu deh kayaknya kita beli salah satu benda di sini."

"Harus dong." Sambut Airin pada ucapan suaminya.

Haris hanya memutar bola matanya malas, tetapi mau gimana lagi sih, mau ngajak Surya baku hantam karena udah hamilin Airin? Haris cuma sandal swallow, nggak ada hak! Makanya, Haris pendam sendirian dari pagi.

Terpopuler

Comments

Halimah Sakdiah

Halimah Sakdiah

kata2 nya lucu...
sandal swalow gak ada haknya

2022-09-14

1

Zia Fahira

Zia Fahira

sampai kapan begini terus minha

2022-04-17

0

dek

dek

lanjut thorr.. semngat..
kira2 jasmin sama haris bakal ada rasa gk yaa, diantara merekaa

2022-04-16

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15 : Flashback
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18 : Flashback
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35 : Anak Mantan
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Episode 42 : Masa lalu tak selalu Indah
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57 : Pesona Haris
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61 : Pernikahan pura-pura
62 Part 62 : Hey Arnold
63 Part 63 : Ungkapan
64 Part 64 : Ke Belanda
65 Part 65 : Papi mertua
66 Part 66: Nafkah batin
67 Part 67 : Di pagi hari
68 Part 68 : LDR
69 Part 69 : Anak cowok atau cewek
70 Part 70 : Rumah baru
71 PART 71 : Mantan
72 PART 72 : Reuni
73 PART 73 : Dua garis
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80 : Reuni 2
81 Part 81 : Reuni 3
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89 : Flashback
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15 : Flashback
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18 : Flashback
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35 : Anak Mantan
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Episode 42 : Masa lalu tak selalu Indah
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57 : Pesona Haris
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61 : Pernikahan pura-pura
62
Part 62 : Hey Arnold
63
Part 63 : Ungkapan
64
Part 64 : Ke Belanda
65
Part 65 : Papi mertua
66
Part 66: Nafkah batin
67
Part 67 : Di pagi hari
68
Part 68 : LDR
69
Part 69 : Anak cowok atau cewek
70
Part 70 : Rumah baru
71
PART 71 : Mantan
72
PART 72 : Reuni
73
PART 73 : Dua garis
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80 : Reuni 2
81
Part 81 : Reuni 3
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89 : Flashback
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!