Keesokan harinya, seperti biasa Nancy menyiapkan sarapan pagi sebelum dirinya pergi ke kantor, namun kali ini Aldo masih belum bisa masuk ke sekolah, karena kondisi luka di kepalanya masih belum sembuh betul.
Nancy membawakan sarapan untuk putra tercintanya itu, Ia membuka pintu kamar Aldo, jika biasanya Nancy setiap pagi sering drama dengan Aldo gara-gara bangun kesiangan, kali ini Nancy memanjakan Aldo, mengingat kondisi Aldo yang belum pulih total.
"Aldo...ayo bangun, sarapan dulu, ini Mama bawain kamu sarapan!" Seru Nancy sambil membuka tirai jendela kamar Aldo.
Tampak seberkas cahaya matahari menusuk mata Aldo yang masih terpejam, membuatnya menggerakkan kepalanya menjauh dari arah sinar matahari datang.
"Emmm...Mama, masih ngantuk nih Ma" jawabnya sambil menutupkan selimut ke wajahnya.
"Aldo, sekarang Mama bisa toleransi sama kamu, karena kamu masih sakit, tapi ingat jika besok kamu sudah masuk sekolah, Mama nggak ada waktu untuk berdrama pagi dengan kamu lagi, ayo biasakan bangun pagi, sekarang kamu sarapan dulu, setelah itu minum obatnya" ucap Nancy sembari membuka selimut yang menutupi wajah tampan Aldo.
Aldo terpaksa menuruti perkataan Nancy, dengan mata yang masih terpejam, Aldo duduk di atas tempat tidurnya.
Nancy menggelengkan kepalanya saat melihat Aldo yang duduk dengan mata yang masih terpejam.
"Dasar Aldo...hmm" ucap Nancy sambil memutar bola mata nya, tiba-tiba Nancy mempunyai ide untuk mengerjai putranya, Ia pura-pura memanggil nama Vega, agar Aldo segera membuka matanya.
"Oh....ada Bu Vega, silahkan masuk bu!" Seru Nancy membohongi Aldo. Dan tentu saja apa yang dikatakan Nancy, membuat Aldo terkesiap setengah mati.
"Hah...bu Vega? mana...mana...mana Bu Vega, aku harus mandi dulu, aku tidak mau bu Vega melihatku seperti ini" ucap Aldo kelabakan dan langsung saja Ia berlari masuk ke kamar mandi.
Nancy yang melihat tingkah putranya terlihat tertawa, ternyata anak kesayangannya itu benar-benar telah jatuh cinta.
"Astaga....Aldo...Aldo!" Seru Nancy sambil menunggu Aldo keluar dari kamar mandi.
*******
Di kamar mandi.
Aldo tampak membersihkan tubuhnya dengan memakai sabun dan keramas dengan shampo yang wangi, berharap saat Ia keluar dari kamar mandi nanti, dirinya sudah terlihat bersih dan wangi.
Namun disaat dirinya tengah sibuk menyabuni mukanya, tiba-tiba dirinya teringat bahwa Vega akan datang ke rumahnya seusai pulang sekolah nanti, sementara ini masih pagi.
"Loh, bukannya bu Vega datang kesini nanti siang? lah ini masih pagi...trus Mama...jangan-jangan Mama ngerjain gue lagi, intip ah!"
Aldo kemudian membuka pintu kamar mandi pelan-pelan, sementara mukanya masih penuh dengan sabun.
"Cekleekkkk"
Pintu kamar mandi itu mulai terbuka, perlahan wajah Aldo yang penuh busa sabun itu muncul dibalik pintu kamar mandi. Nancy yang melihat wajah Aldo yang menyembul keluar, tiba-tiba saja dirinya spontan mengambil bantal dan Ia lemparkan ke wajah Aldo...dan tepat mengenai sasaran. 😁
"Apa itu....setaaannn" pekik Nancy sambil melayangkan bantal tepat ke wajah Aldo yang tertutup busa sabun, meninggalkan dua buah matanya yang tampak berkedip-kedip.
"Bugggghhhh"
"Braaakkkkk"
Terdengar suara pintu yang tertutup akibat hantaman bantal yang mengenai wajah Aldo, dan Aldo langsung menutup pintu kamar mandinya lagi.
"Busyeeett dah...muka gue anjayy...siapa tuh yang berani melempar wajah gue, amsyongg deh ah....pasti Mama nih, ini pasti kerjaan Mama nih!" ucapnya sambil komat kamit, kemudian Aldo membasuh wajahnya yang berantakan karena hantaman dari bantal yang dilemparkan Nancy ke wajahnya.
Sementara di luar kamar mandi, tampak Nancy mencoba mengatur nafasnya, hampir saja Ia mati berdiri karena ulah Aldo yang membuatnya sangat terkejut.
"Hiiii...dasar Aldo, bikin jantungan saja, awas kamu ya!" umpat Nancy kesal.
Setelah beberapa menit, akhirnya Aldo keluar dari kamar mandi, Aldo sudah rapi dengan memakai celana pendek dan kaos oblong, sambil membawa handuk untuk mengeringkan rambutnya.
Tiba-tiba saja Nancy sudah berdiri di depan Aldo dengan bertolak pinggang. Dan itu membuat Aldo terperanjat sampai Ia mengelus dadanya.
"Hiihh...Mama, ngagetin Aldo saja" seru Aldo dengan nafas yang naik turun.
"Kamu yang ngagetin Mama, hampir saja Mama mati berdiri tahu nggak, lihat mukamu nongol tiba-tiba di balik pintu, putih kayak setan alas" umpat Nancy kesal.
"Mama juga sih, kirain bu Vega datang beneran, ternyata Mama cuma bohongin Aldo saja, jadi ya Aldo penasaran, Aldo mencoba mengintip eh nggak tahunya wajah ganteng Aldo kena lemparan bantal" seru Aldo sambil duduk di atas tempat tidurnya.
"Kalau nggak gitu, kamu tuh susah untuk di suruh bangun pagi, memangnya kalau bu Vega datang beneran, kamu berani ngintip dengan muka seperti itu!" balas Nancy sambil memberikan sarapan yang sudah ia sediakan untuk Aldo.
"Ayo makan" Nancy mencoba menyuapi Aldo.
"Nggak usah Ma, biar Aldo makan sendiri, Aldo bukan anak kecil lagi" seru Aldo sembari mengambil piring yang dibawa Nancy.
"Heemm...gitu ya, berarti anak Mama sekarang udah dewasa dong ya, kalau begitu Mama berangkat dulu ke kantor, setelah makan, minum obatnya sudah Mama siapin diatas nakas" seru Nancy sembari beranjak meninggalkan Aldo.
Tiba-tiba saja Aldo berkata dan membuat langkah Nancy berhenti.
"Oh iya Ma, nanti siang bu Vega dan Mas Arsen bakal menjenguk Aldo" Ucapan Aldo membuat Nancy membalikkan badannya.
"Apa? mereka mau datang kesini?" tanya Nancy terkejut.
"Iya...bu Vega sendiri yang bilang ke Aldo" jawab Aldo sambil memasukkan makanannya ke dalam mulut.
"Arsen...ah mungkin saja itu Arsen yang lain, di dunia ini nama Arsen banyak yang menyandangnya, bisa jadi itu bukan Arsen anakku....Nancy Kamu harus positif thinking, tunangan gurunya Aldo pasti bukan Arsen anakmu" gumam Nancy meyakinkan dirinya.
"Ya sudah Mama tinggal dulu, nanti sore mama akan bawa kamu ke dokter, untuk memeriksa kondisi kesehatanmu!" Seru Nancy.
"Iya Ma" jawab Aldo.
"Bik, selama saya pergi tolong jaga Aldo, mungkin saya pulang agak siang, karena hari ini kantor tidak terlalu sibuk, jadi nanti sore saya bisa mengantarkan Aldo untuk kontrol ke dokter" ucap Nancy kepada asisten rumah tangganya.
"Baik bu, saya akan melakukan perintah ibu dengan baik" jawab wanita paruh baya itu.
Dan akhirnya Nancy berangkat ke kantor.
*******
Siang itu terlihat Vega pulang bersama seorang pria tampan, tampak teman-teman Aldo pada melongo.
"Waduh gaess...bu Vega sama siapa tuh"
"Yah...kita kalah dong sama tuh cowok, tuh cowok udah keren, ganteng, tajir lagi"
"Betul tuh, kita nih cuma apa, bocah ingusan, nggak ganteng nggak tajir pula hahaha"
Ghibahan teman-teman Aldo diiringi tawa mereka kepada Arsen yang datang menjemput Vega di sekolah.
"Kita berangkat sekarang!" Seru Arsen sambil melajukan mobilnya ke jalan raya.
"Hmm" jawab Vega singkat.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
...Kira-kira Arsen ketemu nggak ya dengan Nancy? kira-kira apa reaksi Arsen saat melihat Nancy untuk pertama kali? so nantikan terus update selanjutnya. ...
...Jangan lupa, dukungan kalian selalu author tunggu😘😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Rapa Rasha
terus
2023-10-28
0
😭😭😭😭😭😭😭
2023-05-14
1
Rapa Rasha
kak kalau arsen ketemu mama nancy bisa kenalin gk ya kalau itu mamanya
2023-01-10
0