Aldo berkata dekat sekali di telinga Vega, sehingga membuat Vega menoleh terkejut, tiba-tiba saja sang murid begajulan sedang berada didekatnya.
Dengan elegan nya Vega menjauh dari Aldo yang tampak senyum-senyum kepadanya.
"Duduk kamu!" perintah Vega kepada Aldo
"Loh katanya tadi mencari saya, nih saya sudah datang, bu guru mau apakan saya?" ucap Aldo santai sembari memainkan kuku jarinya.
Vega mendekati murid nya yang istimewa itu, dengan sabar Vega menyuruh Aldo untuk duduk di bangkunya, namun ternyata sang murid justru menantang Vega.
"Kalau Bu guru bisa memegang atas rambut saya, saya akan mematuhi perintah ibu, kalau Bu guru tidak bisa, maka Bu guru harus keluar dari ruangan ini!" seru Aldo mengancam.
Tak dipungkiri Aldo memiliki tinggi badan 190 cm, cukup tinggi untuk siswa seusianya yang masih 18 tahun, tak jarang Aldo juga mengikuti pertandingan basket antar sekolah, selain tingkahnya yang konyol, ketampanan dan kepopuleran nya menjadi daya pikat tersendiri bagi cewek-cewek di sekolahnya.
Dan tentu saja mungkin bagi sebagian orang melihat perbandingan tinggi badan Aldo dan Vega sangatlah jauh, Vega bukanlah tipe perempuan yang memiliki tinggi badan semampai, namun masih dibilang ideal untuk wanita seusianya.
Vega memutar bola matanya, sesekali ia merapikan poninya yang terjuntai di wajah cantiknya, dengan masih menatap wajah Aldo, Vega mulai mendekati muridnya yang somplak itu
"Oke..." ucap Vega santai
Aldo mulai menyeringai
"Siap-siap saja untuk keluar dari kelas ini Bu Guru" gumam Aldo.
Sementara Vega tengah bersiap menyentuh puncak kepala Aldo, disisi lain para siswa tampak berbisik.
"Waduh gawat nih, si Aldo pasti nggak ngebiarin Bu Vega melakukan itu"
"Eh Bu Vega pasti nggak bisa menjangkau puncak kepala Aldo, dia tuh tinggi banget"
"Kamu benar, aku nggak yakin Bu Vega bisa"
"Nggak ada yang bisa melawan Aldo"
Terlihat para siswa tengah membicarakan mereka berdua.
Kemudian Vega mencoba menjinjit agar tangannya bisa menggapai puncak kepala Aldo, namun sayang Aldo justru menegapkan badannya, sehingga tinggi badan Aldo semakin terlihat seperti Monas.😁
Vega tidak bisa meraihnya, dan Aldo sangat senang melihat kegagalan Vega.
"Bagaimana Bu guru, sangat sulit kan?" ucap Aldo sembari membungkuk.
Dan lagi-lagi Vega mencoba meraih puncak kepala Aldo saat ia menunduk, namun sia-sia saja, Vega masih tidak bisa menggapai nya, karena Aldo langsung menghindari kepalanya dari tangan Vega.
Aldo tampak tersenyum puas, dan dia menunjukkan kepada teman-temannya bahwa dia akan membuat Vega tidak betah untuk tinggal di kelas mereka.
"Kalian lihat, Bu Vega tidak bisa melakukan apapun kepada ku, kalian akan lihat Aldo akan membuat Bu Vega menyesal" ucapnya sembari menghadap keseluruh temannya.
Vega masih bersikap santai, saat Aldo terus mencoba memancing emosinya, sudah beberapa kali cara untuk Vega meraih puncak kepala Aldo, namun tetap saja tidak berhasil, sehingga membuat Vega terpaksa harus mengeluarkan bakat terpendamnya.
Aldo mulai mendekati Vega yang tampak berdiri di depan kelas.
"Saya beri kesempatan sekali lagi, jika Bu guru gagal, maka Bu guru harus siap-siap pergi dari kelas kami" seru Aldo
Vega menatap tajam kearah Aldo, dengan cepat Vega menekuk belakang lutut Aldo, hingga ia duduk bersimpuh, dan kedua tangan Aldo di tarik Vega kebelakang, sehingga membuat Aldo sulit untuk bergerak, Vega telah mengunci pergerakan tubuh Aldo, dan dengan gerakan cepat Vega memegang puncak kepala Aldo dan meraih segenggam rambutnya, lalu ia tarik keatas, sehingga membuat Aldo tampak mendongak kesakitan.
"Awww...ampun Bu guru, sakiiiittt....." ucap Aldo kesakitan.
Semua siswa yang melihat tampak melototkan matanya, mereka tidak percaya sang ibu guru ternyata memilik bakat untuk membela diri.
Disaat yang bersamaan tiba-tiba sanggul Vega terlepas dari ikatannya, sehingga membuat rambut panjang itu menjuntai ke wajah Aldo yang berada di bawah cengkeraman Vega.
"Hm... wangi" tampak Aldo memejamkan matanya saat aroma harum dari rambut Vega menyapu lembut wajah tampan Aldo.
Dengan cepat Vega melepaskan tangannya dari rambut Aldo yang sudah ia acak-acak.
"huuufftt...aduuhh cewek-cewek tapi kalau jambak sakit juga anjayy" gumam Aldo sambil mengusap-usap kepalanya yang pusing karena jambakan dari tangan Vega.
Vega berdiri dan mencoba menyibakkan rambutnya yang terurai sempurna, tampaklah rambut hitam legam yang menghiasi wajah cantiknya, terlihat semakin memukau penampilan seorang Bu Vega saat itu, sehingga membuat siswa cowok tak mengedipkan matanya sama sekali.
"Waahhh... benar-benar seorang bidadari"
"Cantik EUY...mau dong jadi pacarnya"
"Gila....cantik parah"
"Kalau begini, biar nggak lulus sekolah nggak masalah, yang penting Bu Vega selalu ada"
"Ini nih yang bikin pelajaran Fisika jadi menyenangkan, bening gurunya"
Tampak suara-suara siswa cowok tengah membicarakan Vega, dan tentu saja Aldo yang masih duduk bersimpuh sembari mengusap kepalanya mendengar ucapan teman-temannya.
Dengan cepat Aldo berdiri dan bicara kepada seluruh teman-temannya, tanpa melihat Vega yang tampak merapikan rambut panjangnya.
"Woy ... kalian tuh ngomong apa? jangan tergoda sama Bu Vega, hanya karena Bu Vega sudah bisa menyentuh rambutku, lantas kalian sudah memuji-mujinya, bilang dia cantik lah, dia itulah, dia ...." belum selesai Aldo menyelesaikan kata-katanya, matanya dibuat sakit saat melihat Vega yang tengah merapikan rambut panjangnya yang indah.
Aldo terperangah, betapa pemandangan yang ada didepan matanya sekarang, benar-benar membuatnya mengucek mata, ia tidak percaya jika guru Fisikanya itu memiliki kekuatan yang bersifat magnetik untuk membuat seorang Aldo tertarik kepadanya.
Vega menyadari bahwa Aldo tengah memperhatikannya, perlahan Vega mendekati muridnya yang tampak sedang mengusap matanya yang tidak kelilipan itu.
"Sekarang duduklah, tunggu apa lagi!" perintah Vega, karena sesuai kesepakatan, Aldo akan menuruti permintaan Vega, jika ia berhasil menyentuh puncak kepala Aldo, dan akhirnya Vega berhasil menaklukkan kesombongan sang murid.
Aldo tampak masih terdiam di tempatnya, sedangkan Vega beranjak untuk mengambil buku pelajaran.
"Tunggu Bu!" seru Aldo
Vega menoleh, lantas Aldo menghampiri Vega yang masih berdiri ditempatnya.
"Saya rasa, saya membutuhkan lensa cembung!" ucap Aldo yang membuat Vega mengerutkan dahinya.
"Untuk apa?" tanya Vega.
"Untuk melihat Bu guru lebih dekat lagi" jawab Aldo tersenyum
Ucapan sang murid membuat Vega memutar bola matanya, Vega tidak menghiraukan perkataan Aldo, ia justru segera mengambil buku pelajaran, sudah saatnya ia memberikan materi kepada siswanya.
Kemudian Aldo pun menuruti permintaan Vega, ia lantas duduk kembali di bangkunya sembari melototkan matanya kepada teman-temannya yang sedang memperhatikannya.
"Apa lihat-lihat, gue kepret lu!" seru Aldo kepada seorang temannya sembari menunjukkan genggamannya, dan temannya itu tidak berani lagi menatap wajah Aldo.
Vega yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Nih anak, harus di kasih pelajaran ekstra" gumamnya
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
...KIRA-KIRA PELAJARAN EKSTRA APA YANG DIBERIKAN OLEH BU VEGA? MUNGKINKAH PELAJARAN EKSTRA KURIKULER??😁😁...
...TUNJUKKAN DUKUNGANMU YA BEB😉...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Sita Sit
pelajaran extra cinta ya Bu guri/Facepalm/
2024-10-25
0
Rapa Rasha
apa ya 🤔🤔 kira2
2023-10-21
0
Dede Dahlia
si Aldo bener² bengek 🤣🤣🤣
2023-05-26
0