Vega terpaksa mengikat rambutnya kembali, karena tidak mungkin baginya mengajar dengan keadaan rambut terurai, kemudian ia mulai membuka materi pelajaran yang akan ia sampaikan kepada murid-muridnya.
"Baik, anak-anak kalian buka halaman 10 tentang bab hukum gravitasi atau gaya tarik-menarik" seru Vega kepada murid-muridnya.
Tampak seluruh siswa membuka bukunya, kecuali Aldo yang duduk malas dengan tangan satu menyangga rahang tegasnya, sesekali ia menguap, menandakan bahwa dirinya kurang tidur semalaman.
Vega memeriksa seluruh siswanya, apakah mereka sudah membuka halaman buku yang ia perintahkan, terlihat Aldo yang mulai memejamkan mata, dengan tangan yang masih menyangga wajah tampannya, Vega mulai memperhatikan sang murid yang tengah tertidur.
"Sssttt Aldo, woi...bangun ***, Bu Vega lihatin lu tuh" bisik Ruli teman sebangku Aldo, sembari menyikut badan Aldo.
"Hm...apa sih, ngantuk tau" ucap Aldo yang tidak memperdulikan Vega sebagai gurunya.
Ruli tampak senyum-senyum saat Vega mulai berjalan menuju bangku mereka.
"Anjayy... ngapain sih Bu Vega pake kesini segala, deg-degan nih woi" gumam Ruli dengan wajah yang memerah.
Namun Aldo masih terpejam dan tidak memperdulikan kedatangan Vega saat itu, terlihat semua murid melihat bagaimana aksi Aldo saat Vega menghampirinya.
"Waduh si Aldo, cari masalah lagi tuh anak"
"Nggak kapok dia dijambak Bu Vega"
"Kira-kira apa yang akan dilakukan Bu Vega pada Aldo ya?"
"Bakal di Smackdown tuh si Aldo sama Bu Vega"
"Bu Vega bukan cewek biasa aing"
"Benar-benar, kali ini Aldo bakal kena batunya"
teman-teman Aldo sibuk membicarakan tentang Aldo dan Bu Vega.
Hingga akhirnya Vega telah sampai di bangku Aldo, ia melihat Aldo yang tengah memejamkan matanya, entah Aldo tidur beneran atau cuma sekedar pura-pura, namun Vega sudah memiliki cara untuk membuat sang murid agar tidak mengantuk lagi.
Dengan cepat Vega menjegal tangan Aldo yang menyangga wajah tampannya, sehingga wajah itu jatuh terbentur pada meja Aldo.
"Aww....sshh" pekik Aldo sembari mengelus pipinya yang tergencet meja sekolah Aldo, kemudian Aldo segera membuka matanya dan melihat siapa orang yang berani melakukan itu kepadanya.
Aldo melihat Vega yang tengah berdiri disampingnya, kemudian ia segera berdiri dan menatap wajah Vega sembari mengumpat kesal.
"Sakit tau nggak sih Bu, lihat apa yang sudah ibu lakukan pada wajah tampanku, Bu Vega sudah menyakitiku" ucap Aldo yang membuat sebagian teman-temannya tertawa melihat kekonyolan Aldo.
"Disini bukan tempat tidur, kalau mau tidur keluar saja dari kelas ini" seru Vega tegas sembari menunjuk kearah pintu kelas.
Dengan tatapan nakalnya, Aldo berdiri disamping Vega yang tengah memperhatikannya.
"Kalau saya tidak mau, Bu Vega mau apa?" ucap Aldo cengar-cengir, Vega menghela nafas panjang.
"Kamu berdiri didepan kelas, kamu tulis pelajaran saya di papan, sampai waktunya jam saya selesai" ucap Vega sembari berlalu meninggalkan Aldo yang masih berdiri ditempatnya.
Dengan cepat Aldo mengikuti perintah Vega, sehingga tiba-tiba saja Aldo berada tepat di belakang Vega, Vega sangat terkejut saat ia hendak menoleh ke belakang, membuat Vega tak sengaja menabrak dada Aldo yang bidang.
"Astagaa...Aldoooo..." pekik Vega sembari memegang kepalanya yang pening.
Aldo tampak tersenyum puas saat melihat ekspresi Vega yang terlihat gugup, Vega langsung duduk di kursinya, lantas dengan segera menyuruh Aldo menulis materi pelajaran yang diberikan Vega dipapan tulis.
"Kamu tulis ini dipapan" ujar Vega sembari memberikan sebuah buku kepada Aldo.
"Ya ampun Bu Vega, memangnya saya asisten Bu Vega, nulis ginian ajah malas, gimana mau maju muridnya, tulis sendiri lah" jawab Aldo yang membuat Vega seolah mendidih kepalanya.
"Vega...tenang... tenangkan dirimu, dia hanya murid somplak yang butuh bimbingan mu" gumam Vega dengan nafas yang naik turun, mencoba meredam emosinya menghadapi murid teristimewa itu.
"Vega, jangan ikuti emosimu, kamu harus slow, biarkan dia bahagia dalam caranya sendiri, tunjukkan padanya bahwa kamu tidak mudah menyerah"
Vega kemudian bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan menuju papan tulis tanpa menghiraukan Aldo yang sedang berdiri disampingnya, Aldo menyipitkan matanya, melihat Vega yang tampak tidak menggubris ucapannya.
Vega kemudian menulis beberapa materinya di papan tulis, tentang bab hukum gravitasi atau gaya tarik-menarik, Aldo memperhatikan terus apa yang sedang Vega lakukan, meskipun Aldo tidak menyukai pelajaran Fisika, setidaknya ia pernah membaca tentang hukum gravitasi atau gaya tarik-menarik.
"Baik anak-anak, siapa yang tahu tentang hukum gravitasi?" tanya Vega kepada murid-muridnya.
"Ada yang tahu?" tanya Vega sekali lagi
Namun tak ada jawaban dari murid-muridnya, tiba-tiba suara Aldo mengejutkan Vega.
"Saya tahu!" ucap Aldo sembari menatap wajah Vega dalam-dalam.
"Astaga nih anak, jangan-jangan dia mau cari masalah lagi" gumam Vega sambil menaruh bukunya diatas meja.
"Oke...apa yang kamu tahu tentang hukum gravitasi?" tanya Vega sembari menyilangkan kedua tangannya.
Aldo berjalan menghampiri Vega, semua teman-teman Aldo tampak tegang saat Aldo mulai mendekati Vega.
"Si Aldo ngapain tuh"
"Kita lihat nih siapa yang menang, Bu Vega apa Aldo!"
"Seru seru seru"
"Aku milih bu Vega ajah, adem lihat mukanya"
"Iya betul, Aldo selalu bikin kacau"
"Sssttt jangan keras-keras, entar kedengaran"
"Bisa-bisa jadi rempeyek lu"
beberapa siswa membicarakan Aldo, tampak Aldo mendengarkan perbincangan mereka, Aldo menatap wajah teman yang sudah meledeknya tadi, dengan tatapan sinisnya Aldo menunjuk salah seorang temannya sembari berjalan menghampiri Vega.
"Awas lu entar" seru Aldo mengancam
Vega melihat tingkah Aldo yang membuat salah seorang temannya ketakutan.
"Aldo" seru Vega
Aldo langsung menoleh kearah Vega yang sedang menatapnya tajam.
"Bu Vega, Anda seperti benda yang memiliki massa, yang selalu memiliki medan gravitasi disekelilingnya, seperti halnya saya, yang juga memiliki medan gravitasi yang selalu ingin datang menghadap Bu Vega, karena kita sama-sama memiliki gaya yang saling tarik-menarik, itulah yang disebut hukum gravitasi, apa itu benar Bu guru?" ucap Aldo sembari menatap dalam-dalam wajah Vega.
"Em..."
Vega tidak bisa melanjutkan kata-katanya, muridnya yang satu ini sudah membuatnya sedikit pusing, Vega lebih memilih kembali ke kursinya, namun lagi-lagi Aldo mencoba menghentikan langkah Vega dengan menarik tangan Vega.
"Mau kemana Bu guru? Anda belum menjawab pertanyaan saya?" seru Aldo menyeringai.
Vega membalikkan badannya, dengan cepat ia melepaskan tangannya dari genggaman Aldo.
"Kamu benar-benar murid kurang ajar sekali, berani sekali kamu menarik tangan gurumu, tidak sopan" sungut Vega dengan membulatkan matanya.
"Oh ya...Bu guru baru tahu ya, kalau saya tidak pernah sopan dengan guru Fisika, Bu guru lebih cantik bila rambutnya dibiarkan tergerai, aku suka" ucapnya sembari menarik ikatan rambut Vega, dan pergi begitu saja meninggalkan Vega yang tampak terpaku di depan kelas.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...HADUH SI ALDO BIKIN BU GURU BAPER EUY...
...🤭🤭🤭🤭...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Dyah Oktina
haduh....aldo... pinging jewer telingamu... gemes... kurang ajar sm guru
2023-11-12
0
Rapa Rasha
Aldo emang ya
2023-10-22
0
Dede Dahlia
Aldo somplak bener²bikin puyeng.aing" darting lama²tuh bu vega.
2023-05-26
0