Vega hanya bisa menghela nafas panjang, tampak Aldo keluar dari kelas karena ia benar-benar bosan dengan pelajaran Fisika, Vega menatap muridnya yang benar-benar membuatnya harus meredamkan emosi.
Sementara Aldo terlihat nakal dengan melambaikan tangannya kepada Vega, sebelum ia benar-benar pergi menghilang dari pandangan Vega.
Vega membalikkan badannya, kemudian ia mengambil kembali bukunya dan menerangkan kembali materi pelajaran kepada semua siswa kelas 12 b.
Aldo pergi ke lapangan basket sebelum waktunya istirahat, ia bermain sendiri di lapangan itu, mengingat semua temannya masih didalam kelas, namun sejenak ia mengingat kembali kejadian di dalam kelasnya tadi, ia senyum-senyum sendiri mengingat saat dirinya tengah menggoda Bu Vega, guru barunya.
"Itu guru cukup kuat juga melawan gue, tapi liat aja, gue nggak bakal biarin dia betah di kelas" kata Aldo sembari memasukkan bola kedalam keranjang.
Tiba-tiba
"Prok...prok...prok"
Terdengar seseorang bertepuk tangan kepada Aldo, tampak seorang gadis yang tengah berdiri dibelakangnya, Ocha anak kelas 12 a, Aldo menoleh kearah Ocha sembari berjalan dengan memantulkan basket itu ke lantai.
"Ngapain elu disini?" tanya Aldo
"Tadi nggak sengaja gue lihat lu keluar dari kelas, dan gue perhatikan kayaknya elu kesel gitu, setelah gue ikutin ternyata elu sedang berada disini" ucap Ocha.
"Iya...gue males aja di kelas, ada guru baru, lagian ngapain juga elu ngintilin gue, kayak nggak punya kerjaan aja" seru Aldo tanpa dosa.
"Gue khawatir aja sama elu, emang nggak boleh" seru Ocha sambil memgerucutkan bibirnya.
Aldo hanya cuek tidak perduli dengan apa yang dikatakan Ocha, justru ia bermain basket lagi.
Ocha adalah gadis manis yang menaruh hati kepada Aldo, namun Aldo hanya sekedar senang-senang saja, meskipun terkadang Aldo juga mengajaknya jalan dan ikut racing, karena Ocha sendiri juga punya hobi racing.
"Aldo, malam ini kamu jadi nggak ikut racing?" tanya Ocha sedikit teriak sembari memperhatikan Aldo yang tengah sibuk bermain basket.
"Nggak, motor gue disita sama nyokap" jawab Aldo dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Yah...sayang deh, padahal malam ini ada anak baru yang ingin menunjukkan performa nya" ujar Ocha yang membuat Aldo menghentikan permainannya.
"Apa kamu bilang, ada anak baru dilintasan racing?" tanya Aldo sembari menghampiri Ocha.
"Hm...kenapa Ruli dan Boni nggak bilang sama gue" seru Aldo sembari menyipitkan matanya.
"Ya mana mungkin mereka tahu, gue aja baru dengar hari ini" ungkap Ocha.
"Gue harus tahu siapa dia, malam ini gue harus keluar, apapun caranya gue harus datang" gumam Aldo.
********
Sementara di sebuah pertemuan antara dua pengusaha, tampak mereka membicarakan tentang pertunangan antara anak-anak mereka.
"Baiklah, kapan pertunangan itu akan segera kita umumkan " seru Javier
"Lebih cepat lebih baik, agar hubungan keluarga segera terjalin" ucap Baron menyetujui.
"Bagaimana kalau besok malam kita adakan acara pertunangan untuk Arsenio dan Vega, aku lihat hubungan mereka sudah sangat dekat, tidak bagus membiarkan mereka lama -lama berpacaran" tutur Javier dengan senang.
"Itu ide yang bagus, aku setuju" sahut Baron
Tiba-tiba datang seorang pemuda menghampiri mereka berdua yang tengah membicarakan tentang rencana pertunangan Arsenio dan Vega.
"Selamat siang om Javier" sapa Arsen kepada Javier ayah Vega.
"Nah ini dia yang kita bicarakan, bagaimana kabarmu Arsen? tampaknya kamu sekarang semakin sukses saja" seru Javier sambil menepuk pundak Arsen.
Arsen tersenyum simpul mendengar pujian dari calon mertuanya itu.
"Ini semua tidak lepas dari bimbingan papa Om, Papa yang selalu mendampingi Arsen dalam membangun karir saya, tanpa papa mungkin saya tidak bisa seperti sekarang" ujar Arsen bangga.
"Iya...iya...Om tahu itu, papamu adalah pengusaha hebat, kamu beruntung memiliki papa seperti dia, dan tentunya Om juga beruntung memiliki calon menantu sepertimu" ungkap Javier senang.
Arsen tersenyum mendengar ucapan Javier, Arsen dan Vega sudah berpacaran selama satu tahun, mereka saling kenal dalam suatu pertemuan, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran.
Arsen adalah pengusaha muda yang terbilang sukses, selain pintar dan cerdas, Arsen juga sangat tampan, banyak gadis yang sudah menaruh hati kepada Arsen, namun cinta Arsen hanya untuk Vega, gadis itu telah mampu membuat hati Arsen luluh.
*****
Di sekolah
Terdengar ponsel Ocha berdering.
"Kakak"
"Iya kak"
"Ocha kamu dimana? kakak cari dikelasmu, kamu tidak ada"
"Oh aku sedang di lapangan basket"
"Kamu kemari sebentar, kakak ada perlu"
"Iya kak, aku segera datang"
Ocha lantas menutup ponselnya, tampak Aldo tengah memperhatikannya, ia melihat Ocha buru-buru pergi meninggalkan nya.
"Elu mau kemana Cha? buru-buru amat" tanya Aldo sembari meminum sebotol air mineral.
"Gue pergi dulu, ada urusan sebentar, daahh" seru Ocha sembari berlalu meninggalkan Aldo yang masih duduk di sebuah bangku.
Waktu itu jam istirahat sudah dimulai, tampak semua siswa berhamburan keluar kelas, terlihat Ocha yang sedang buru-buru mencari kakaknya, namun ditengah perjalanan Ocha melihat beberapa temannya membawa kue-kue enak yang membuat Ocha tidak tahan untuk mencicipinya.
"Ocha, sini deh...kamu nggak mau kue-kue ini, aku bikin sendiri loh, Coba deh, kemarin ada kelas masak, jadi aku praktekin sekalian dirumah" ucap salah satu teman Ocha.
Ocha adalah gadis yang penggemar kue, sehingga ketika ada teman-temannya membawa kue, ia tak tahan untuk mencicipinya.
"Waaahhh...kayaknya enak-enak nih, aku mau coba dong" seru Ocha senang.
Akhirnya Ocha lupa untuk datang menemui kakaknya.
****
"Ya ampun nih anak kemana sih? lama banget" seru Vega sembari melihat jam tangannya.
Karena Vega menunggu terlalu lama, akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya di lapangan basket.
Vega berjalan di sepanjang koridor, namun ia tak jua melihat Ocha, hingga akhirnya ia berjalan menuju lapangan basket, terlihat banyak siswa didalam lapangan itu.
"Mungkin Ocha masih ada disana!" gumam Vega sembari masuk ke dalam lapangan basket.
Vega mulai masuk kedalam lapangan, namun tiba-tiba ia disambut dengan sebuah bola yang memantul ke arahnya.
Tampak para siswi di tempat itu meneriaki Vega yang tengah berdiri.
"Bu Vega, awasss"
Dengan reflek Vega menghindari arah bola itu melayang ke arahnya, dan dengan gerakan cepat Vega menendang bola itu hingga bola itu masuk tepat kedalam keranjang.
Dan tentu saja itu membuat beberapa siswa tak berkedip, apalagi rok Vega yang tersingkap, membuat kaki Vega yang jenjang terlihat sangat sempurna, meskipun ia memakai celana rangkap, tetap saja itu membuat seluruh siswa terperangah, tak terkecuali Aldo.
"Waaahhh...Bu Vega hebat"
"Ternyata bu Vega jago juga ya"
"Selain cantik, bu Vega ternyata bisa salto anjayy"
Para siswa tengah membicarakan kemampuan tersembunyi Vega.
Tampak Aldo menatap Vega dalam-dalam
"Baru kali ni aku lihat cewek seperti dia" gumam Aldo
BERSAMBUNG
🌷🌷🌷🌷🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Sita Sit
ocha adiknya Vega ya
2024-10-25
0
Rapa Rasha
lanjut
2023-10-22
0
Rapa Rasha
awas jatuh cinta aldo
2023-01-10
0