Vega merapikan bajunya yang tersingkap itu, ia melihat kearah siswa yang tampak terperangah melihat aksi Vega yang menegangkan.
"Apa yang kalian lihat" seru Vega menatap tajam kearah murid -muridnya.
"Pemandangan yang indah bu!" sahut Aldo yang diiringi bola basket yang melayang ke kepalanya oleh seorang temannya.
Terasa kepala Aldo berputar-putar seperti banyak burung yang mengelilingi kepalanya, matanya berputar -putar dan tiba-tiba saja ia terjatuh.
"Brughh"
"Aldo" seru Vega sembari menghampiri Aldo yang tengah tergeletak ditengah lapangan.
"Cepat-cepat bantu dia" seru Vega kepada beberapa siswa yang berada disana, namun apa yang diperintahkan Vega justru tidak di hiraukan oleh mereka.
"Loh kok malah diem, ayo angkat" seru Vega sembari berjongkok memegang kepala Aldo, Justru Aldo merasa senang saat Vega memegang kepala Aldo, tampak ia menikmati kepalanya dielus oleh Vega.
"Nih pasti si Aldo pura-pura tuh"
"Kayak nggak tahu si Aldo saja"
"Hm...suka banget dia ngerjain orang, eh sekarang bu Vega noh"
Teman-teman Aldo saling berbisik, mereka sudah hafal betul dengan keusilan Aldo, Vega belum mengetahui kebiasaan Aldo sehingga membuat Vega sedikit kesal, karena teman-teman Aldo justru diam saja tidak mau menolongnya.
"Kalian ini gimana sih, teman nya pingsan malah diem aja, ayo bantuin" seru Vega sambil memaksa.
"I...iya bu" jawab mereka terpaksa
"Ayo ayo angkat" seru mereka sedikit terpaksa.
Sedangkan Aldo membuka sedikit matanya, tampak ia berhasil mengerjai Vega dan teman-temannya.
Beberapa teman mereka mulai mengangkat tubuh Aldo, tampak Aldo menyunggingkan senyumnya, sementara Vega masih khawatir dengan keadaan Aldo, ia mengikutinya dari belakang.
Ditengah perjalanan tampak Aldo mengintip dengan membuka satu matanya.
"Ya ampun nih anak berat banget, banyak kali dosanya" ucap seorang temannya yang turut mengangkat tubuh Aldo.
Beberapa temannya terkekeh, dan salah seorang teman yang membawa Aldo, melihat bahwa Aldo membuka matanya sebelah, kemudian ia memberitahukan kepada teman satunya, akhirnya mereka sepakat untuk melepaskan Aldo bersamaan.
Dan ...
"Bruggghhh"
"Awwww...sakit anjirr" pekik Aldo sambil memegang pinggang nya yang sakit.
Dan sontak apa yang terjadi pada Aldo membuat Vega membelalakkan matanya.
"Aldo...! ternyata kamu nggak pingsan!" seru Vega terkejut.
"Ha...ha...ha..." semua teman-teman Aldo menertawakannya.
Vega menghampiri Aldo yang berdiri sambil memegang pinggang nya.
"Kamu sudah berani membohongi saya, dengan pura-pura pingsan" seru Vega dengan tatapan tajamnya.
Aldo hanya mengulum senyumnya, dan sesekali menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah tampannya.
Kemudian terlihat seseorang sedang memanggil Vega.
"Kak Vega! ternyata kakak disini" seru Ocha yang datang menghampiri Vega dan Aldo.
Dan kedatangan Ocha membuat Aldo sangat terkejut. Vega menoleh dan menghampiri Vega yang tengah memanggilnya.
"Kakak? jadi Bu Vega adalah kakakmu Cha?" tanya Aldo dengan wajah serius nya.
"Iya...emangnya kenapa?" balas Ocha
"Kak Vega baru mengajar hari ini, oh iya aku lupa bilang sama kamu, kalau guru Fisika yang baru kita tuh kakak aku sendiri, kak Vega" seru Ocha bangga.
"Oh..." jawab Aldo sembari membuang pandangannya ke segala arah.
"Loh bukannya kalian sudah kenal, perasaan tadi kakak mengajar di kelas Aldo?" tanya Ocha sembari merangkul Vega.
"Iya, tapi murid yang rajin ini pergi meninggalkan kelas kakak" ucap Vega sambil menaikkan alisnya.
"Yeay...si Aldo emang nggak suka pelajaran Fisika kak, dari dulu kek gitu, sudah banyak guru Fisika yang menyerah sama dia" ucap Ocha dan itu membuat Aldo menaikkan alisnya dan menyilangkan kedua tangannya.
"Oh ya, benarkah...kalau begitu kakak akan membuat murid nakal ini menjadi cinta dengan pelajaran Fisika" seru Vega sembari menatap bola mata Aldo dalam-dalam.
"Waduh, bu Vega lihatnya kok gitu sih, bikin deg-degan ajah nih guru" gerutu Aldo yang salah tingkah.
"Baiklah kak, apa yang ingin kakak bicarakan? kenapa mencariku?" tanya Ocha
"Nggak, kakak cuma mau tanya, kamu kan hoby racing, ada yang bisa benerin setelan mesin motor nggak? motor spotr punya teman kakak mau buat racing nanti malam, cuma ada sedikit kendala, mungkin saja ada temanmu yang bisa bantuin?" tanya Vega kepada Ocha.
"Dia nih yang bisa!" Tiba-tiba saja Ocha menunjuk wajah Aldo sehingga ia sangat terkejut.
"Eehh apaan sih, nunjuk-nunjuk orang sembarangan" ucap Aldo sambil mengerutkan dahinya.
"Dia...bocah somplak ini, emang dia bisa? kakak nggak yakin!" seru Vega sambil menyilangkan tangannya.
"Hm bu Vega jangan meragukan kemampuan saya, hanya untuk menaklukkan mesin motor saja, keciiilll...yang lebih susah tuh menaklukkan hati ibu" bisik Aldo yang membuat Vega membulatkan matanya.
Aldo terkekeh melihat ekspresi Vega.
"Si Aldo jago banget kak dalam mengotak atik mesin motor sport buat racing, secara dia anak racing juga, setiap malam kita ngumpul dialun-alun buat balapan, seru pokoknya, dan si Aldo ini sering banget jadi juara, kakak jangan bilang -bilang ya sama papa kalau aku ikut racing, bisa-bisa di omelin nanti" seru Ocha sambil merayu Vega.
"Hm..." jawab Vega singkat.
"Okey alun-alun, aku akan kesana" gumam Vega.
Flashback.
"Vega kamu awasi adikmu malam ini, dari kemarin dia selalu pulang malam, katanya dia ikut club apa gitu, papa takut terjadi sesuatu pada adikmu, kamu tahu adikmu suka sekali racing, jadi papa mohon kamu bisa mengawasinya, papa sangat khawatir sekali" seru Javier kepada putri pertamanya itu.
"Iya pa, papa tidak perlu khawatir, Vega akan mengawasi Ocha" jawab Vega.
Malam ini Vega akan mengikuti setiap adiknya pergi, bahkan pergi racing sekalipun,Vega akan mengikuti kegiatan racing itu, hanya untuk sekedar mengawasi adiknya.
Selain bela diri, Vega juga piawai dalam mengendarai motor sport, sehingga selain untuk mengasah bakatnya, Vega datang pada racing itu juga untuk mengawasi adiknya, namun motor sport yang digunakan Vega sedikit mengalami kendala, bisa saja ia membawanya ke bengkel, namun ia takut jika rahasianya terbongkar, karena Ocha mengenali semua pemilik bengkel di daerah mereka. Vega sengaja mengganti body motor sportnya agar Ocha tidak mengenalinya.
"Baiklah, kakak akan minta bantuannya" seru Vega yang terpaksa mengikuti saran Ocha.
"Bu Vega ingin bantuan saya?" seru Aldo mencoba menggoda Vega lagi.
Vega menghela nafasnya.
"Iya..." jawab Vega singkat.
"Tapi ada syaratnya" seru Aldo dengan senyum nakalnya.
"Apa?" tanya Vega
"Bu Vega akan tetap membiarkan saya rame dan gaduh di kelas, di saat pelajaran Fisika berlangsung, bisa kan? entar teman bu Vega tak bantuin nggak usah bayar, gratis tis...gimana Bu Vega setuju?" seru Aldo menawarkan
Vega berfikir sejenak.
"Baiklah, kapan kamu bisa?" tanya Vega
"Terserah ibu, nanti pulang sekolah juga bisa" jawab Aldo santai.
"Ok"
Tiba-tiba saja ponsel Vega berdering.
"Arsen"
"Iya ada apa?"
"Bersiap -siaplah, besok malam kita akan bertunangan"
"Apa? bertunangan? secepat ini?"
"Iya ...kedua orang tua kita sudah membicarakannya, ngomong-bgomong hari ini kamu ada waktu nggak? aku ingin mengajakmu membeli cincin pertunangan kita"
"Maaf, aku tidak bisa, ada hal yang harus aku selesaikan, kamu pergi saja sendiri, aku percaya kok pilihanmu pasti bagus" ucap Vega.
Tampak Aldo mendengarkan percakapan Vega dengan seseorang lewat ponselnya.
"Bertunangan, siapa yang bertunangan? bu Vega? kok aku nggak rela sih bu Vega bertunangan, mudah-mudahan saja mereka putus, alamak jahat banget doa gue!" gumam Aldo sembari menggelengkan kepalanya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Rapa Rasha
semangat
2023-10-22
0
Rapa Rasha
lanjutkan kak seru
2023-01-10
0
Tathy Taba
aldo doanya bagus amat 🤣🤣🤣
2022-10-11
0