Vega tiba di rumahnya, hatinya masih belum tenang, dia masih terpikirkan oleh keadaan Aldo, Vega merasa sangat bersalah, Ia masih sangat khawatir.
"Ya...Tuhan, kenapa semua jadi begini? maafin Ibu Aldo, semoga kamu baik-baik saja" sesal Vega.
Entah kenapa sejak saat itu Vega tak bisa tenang, dirinya selalu memikirkan tentang muridnya itu, sementara Vega masih menunggu Ocha pulang, Ocha pasti sudah tahu jika Aldo kecelakaan, mengingat Vega yang memberitahukan tentang kecelakaan Aldo kepada wasit mereka.
Vega menatap jam sembari menunggu kedatangan adiknya.
"Ocha, kenapa dia belum pulang juga, lebih baik aku hubungi dia saja"
Sementara di Rumah sakit, terlihat Aldo masih lemah, Nancy selalu mendampingi putranya.
"Aldo...katakan sama Mama, kenapa ini bisa terjadi? kenapa kamu nggak nurut sama mama, mama sudah bilang bukan, jangan keluar rumah, jangan ikut racing lagi, kalau kayak gini, mama juga yang sedih" ucap Nancy sedih.
"Iya...maafin Aldo Ma, Aldo udah nggak nurut sama Mama" sesal Aldo.
"Oh iya Do, gimana kejadiannya kok elu bisa terjatuh dari motor?" tanya Ruli penasaran.
Kemudian Aldo menjelaskan kejadian yang sudah membuatnya jatuh dari motornya. Sementara Ruli terlihat begitu serius mendengarkan Aldo.
"Sekarang kemana pengendara itu, apa dia pergi gitu aja setelah menghubungi wasit? trus siapa wanita yang sudah membawamu kemari? atau jangan-jangan pengendara motor itu seorang cewek? dia yang sudah membawa elu ke rumah sakit?" Seru Ruli menebak.
"Seorang cewek, ah nggak mungkin" jawab Aldo tak percaya.
"Lah terus cewek mana yang sudah nganterin elu malam-malam dalam keadaan seperti ini, apalagi daerah lintasan itu cukup jauh dari rumah warga, ya pastinya orang lalu lalang juga jarang, apalagi jam segini!" cetus Ruli meyakinkan.
"Ruli benar juga, tapi...kata Bu Vega, yang punya motor itu Geri...ahh masa Geri itu cewek? itukan nama cowok, hooo...atau jangan-jangan Geri itu cewek jadi-jadian...hiii ngeri juga anjirr" gumam Aldo sembari menunjukkan ekspresi kecut, membuat Ruli dan Nancy bertanya-tanya.
"Woi...elu kenapa? meringis gitu?" tanya Ruli.
"Nggak, gue ngerasa cewek itu bukan cewek biasa, itu pasti cewek jadi-jadian" seru Aldo yang membuat Ruli tertawa.
"Hah...apa maksud elu cewek jadi-jadian, dasar...udah sakit masih aja somplak lu?" ucap Ruli diikuti tawanya.
"Aldo...kata suster wanita itu masih muda, cantik...dan bukan wanita jadi-jadian seperti katamu, cuma sayang suster belum sempat bertanya siapa namanya, tapi kata suster wanita itu memakai jaket kulit dan jeans biru, trus rambutnya panjang, dan memakai sepatu boot, seperti anak racing juga" ungkap Nancy setelah bertanya kepada suster secara detailnya tentang wanita yang sudah menolong putranya.
"Anak racing? tuh kan bener dugaanku, pengendara motor itu pasti seorang cewek" ucap Ruli membenarkan.
"Masa sih?" Aldo masih berfikir itu tidak mungkin, seorang cewek mengalahkan dirinya dalam balap motor?.
Tiba-tiba saja Ocha masuk kedalam ruangan dan melihat bagaimana keadaan Aldo.
"Aldo...gimana keadaan elu? sumpah gue khawatir banget, elu nggak papa kan? tanya Ocha yang sangat mengkhawatirkan keadaan Aldo.
"Tenang aja, gue nggak apa-apa" jawab Aldo santai. Ocha senang mendengar keadaan Aldo baik-baik saja.
"Ocha...ini sudah malam, apa kamu tidak pulang nak, nanti orang tuamu nyariin kamu loh" seru Nancy.
"Eh...tidak apa-apa tante, di rumah cuma ada kakak Ocha saja" jawab Ocha.
"Iya...meskipun begitu, kakakmu pasti mengkhawatirkanmu" seru Nancy
"Iya...Cha, mendingan kamu pulang ajah, ini udah tengah malam loh, entar bu Vega khawatir sama elu, gue udah nggak papa kok, udah ada mama disini" seru Aldo
Tiba-tiba saja ponsel Ocha berdering.
"Kakak"
"Halo kak"
"Ocha...kamu dimana sekarang dek? kenapa belum pulang? kakak khawatir sama kamu?"
"Iya kak sebentar lagi Ocha pulang, ini Ocha sedang di rumah sakit"
"Apa di rumah sakit? siapa yang sakit?"
"Aldo kak, Aldo terjatuh dari motornya"
"Apa..Aldo? trus gimana keadaannya?" tanya Vega serius.
"Aldo baik-baik saja, sekarang dia udah siuman" balas Ocha.
"Syukurlah, mudah-mudahan Aldo cepat sehat, baiklah sekarang kamu pulang ya...kakak tunggu"
"Baik kak"
Dan akhirnya Vega bisa bernafas dengan lega mendengar kabar Aldo baik-baik saja, Ia duduk di sebuah sofa sembari menunggu Ocha pulang.
Sementara itu Ocha menutup ponselnya, tiba-tiba saja Aldo bertanya kepada Ocha.
"Siapa Cha? bu Vega ya?" tanya Aldo sedikit senang.
"Iya...kakak nyariin gue, ya gue bilang lagi dirumah sakit nunggu elu, kakak bilang semoga elu cepat sehat" ucap Ocha. Entah kenapa ucapan Ocha membuat Aldo senang.
"Ya udah...gue pulang dulu, Tante ...Ocha pulang dulu, besok Ocha kemari lagi" pamit Ocha.
"Hati -hati nak"
"Iya terimakasih tante"
Dan akhirnya Ocha pulang ke rumah dengan mengendarai motornya.
Sementara di rumah, Vega tampak senyum-senyum sendiri mengingat kejadian siang tadi bersama Aldo, entah kenapa Vega merasa nyaman saat bersama Aldo, meskipun Aldo murid yang kocak dan sedikit somplak, tapi Vega sangat menyukai kekocakannya.
"Kenapa aku jadi memikirkan Aldo, astagaa...nggak nggak" seru Vega yang tidak percaya.
"Ya Tuhan kenapa dengan perasaanku, kenapa aku jadi kepikiran Aldo terus? aku sangat khawatir sekali, meskipun Ocha sudah bilng kalau dia baik-baik saja, tapi tetap saja aku ingin melihat Aldo secara langsung"
Vega terjebak dengan perasaan nya, Dia begitu cemas dan begitu khawatir akan keadaan muridnya yang unik itu.
Tak berselang lama, Ocha pun tiba di rumahnya.
"Ocha" seru Vega.
Ocha masuk ke dalam rumah, disambut oleh sang kakak yang sudah menunggu.
"Kakak, maafkan aku udah terlambat pulang, Ocha pergi ke rumah sakit dulu" seru Ocha.
Vega mendekati adiknya.
"Iya nggak apa-apa, oh ya Aldo gimana?" tanya Vega penasaran.
"Aldo udah baikan, cuma ada luka di kepalanya, jadi dia harus istirahat dulu 3 hari ini" ungkap Ocha.
"Ohh..." jawab Vega singkat.
******
Keesokan harinya
Aldo masih terbaring di tempat tidurnya, entah kenapa dia masih memikirkan siapa pengendara cewek itu? dia harus mengetahuinya, dia harus bertanya kepada Vega, menurutnya Vega pasti tahu.
"Bu Vega ...iya...bu Vega pasti tahu, itukan motor temannya, mending gue telepon ajah...eh tunggu dulu, nggak- nggak...hari ini bu Vega akan segera tunangan, nggak mungkin gue menghubunginya, dia pasti sedang bahagia...kok gue nggak rela sih bu Vega tunangan, ya meskipun mas Arsen orangnya baik, tetap saja gue nggak suka" ucap Aldo lirih.
Aldo menatap langit-langit, bayangannya jauh menerawang, Ia membayangkan bagaimana jika Vega menikah dengan Arsen.
"Asli...gue Nggak rela banget bu Vega tunangan dan menikah dengan mas Arsen....astagaa atau jangan-jangan gue udah jatuh cinta sama bu Vega???" gumam Aldo tak percaya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
...DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE, KOMEN, BERI HADIAH DAN VOTE KALIAN......
...Terimakasih 🙏...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Sita Sit
Aldo Arsen kakak adik ya ,,karna ortu nya yg egois ,anaknya jd korban broken home,kasian Arsen gak dpt kasih sayang ibunya,Aldo gak dpt kasih sayang bapknya
2024-10-26
0
Rapa Rasha
lanjut
2023-10-26
0
Rapa Rasha
makin seru kak penasaran
2023-01-10
0