Keesokan harinya
Hari ini Javier Abraham dan istrinya tengah sibuk mempersiapkan acara pertunangan putri pertama mereka, Vega Aprilia yang akan dipersunting oleh pengusaha kaya yang merupakan putra Baron Agustinus, seorang pengusaha tambang yang cukup terkenal Arsenio Bastian.
Persiapan sudah 90 persen, Javier dan istrinya benar-benar serius mempersiapkan hari bahagia untuk putri mereka, namun hari yang sebagian besar di tunggu-tunggu oleh setiap pasangan kekasih ini, justru berbeda dengan Vega, yang hari ini kelihatan berbeda, Ia tampak gusar dan seolah memikirkan sesuatu.
Vega menatap dirinya di depan cermin, entah perasaan apa yang mengganggunya akhir-akhir ini, dirinya diliputi rasa ingin bertemu dengan Aldo yang masih berada di rumah sakit.
Sang ibu Sonia Wilhelmina, yang melihat putrinya tengah duduk sembari menatap pantulan wajah dirinya sendiri, seolah melihat ada kesedihan dalam wajah Vega. Sonia menghampiri putrinya.
"Kamu kenapa nak? ada yang kamu pikirkan?" tanya Sonia lembut. Vega terkejut melihat kedatangan ibunya yang tiba-tiba.
"Mama...tidak ma, tidak ada" jawab nya mengelak.
"Hari ini adalah hari pertunangan kalian berdua, Mama berharap sebelum hari pernikahan, kamu mempersiapkan dirimu dengan baik untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan Arsen sayang, Mama yakin Arsen pasti akan membahagiakanmu" terang Sonia, dan Vega hanya membalas dengan senyuman.
"Sekarang, bersiap -siaplah, Arsen dan keluarganya akan segera tiba sekitar jam 7 malam" seru Sonia sembari tersenyum kepada putri pertama nya itu.
"Mama tinggal sebentar, mengecek apa semuanya sudah siap" sambung Sonia.
"Iya Ma..." jawab Vega singkat.
Vega menghela nafasnya dalam-dalam, kemudian dirinya mulai bersiap -siap untuk hari pertunangannya dengan Arsen. Setelah beberapa menit Vega keluar dari ruang ganti. Entah kenapa Vega menjadi ragu untuk hari pertunangan yang akan segera ia laksanakan. Ia melihat ponselnya berdering, dilihatnya sang kekasih, Arsen tengah menghubunginya. Vega mengangkat video call dari Arsen.
"Hai...sayang, Vega...aku sudah tidak sabar lagi menunggu waktu itu tiba, malam ini ikatan cinta kita akan diperkuat dengan pertunangan kita, semua orang akan mengetahui status kita yang akan segera menikah" wajah Arsen terlihat begitu bahagia saat memandang wajah Vega.
"Hmm...iya Aku juga" jawab Vega tersenyum
"Vega...katakan padaku, apa kamu masih mencintaiku?" pertanyaan itu tiba-tiba Arsen tujukan untuk calon istrinya tersebut.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Vega dengan tatapan mata serius.
"Hanya ingin tanya saja, barangkali kamu sudah tidak mencintai ku lagi" celetuk Arsen yang membuat Vega salah tingkah.
"Deg"
Vega gugup saat Arsen mencoba menanyakan itu kepadanya. tiba-tiba saja Arsen tertawa dan itu membuat Vega tercengang.
"Kenapa kamu tertawa? ada yang lucu kah?" tanya Vega sembari mengerutkan keningnya
"Lihatlah ekspresi wajahmu, kamu terlihat sangat tegang sayang, aku tahu kamu pasti masih mencintaiku, benar bukan?" tanya Arsen sekali lagi.
"Emm...I...iya benar" jawab Vega terpaksa. Arsen bahagia mendengar itu dari mulut Vega sendiri, meski tak dipungkiri ada raut wajah yang berbeda dari kekasihnya itu.
"Hm...ya sudah aku siap-siap dulu" ucap Vega mengakhiri pembicaraannya, namun Arsen justru tiba-tiba saja menanyakan tentang Aldo kepada Vega.
"Tunggu dulu, apa muridmu si Aldo jadi datang ke acara kita?" tanya Arsen. Vega merasa terkejut kenapa tiba-tiba Arsen menanyakan Aldo.
"Di...dia tidak akan datang" jawab Vega gugup
"Apa? benarkah? tapi kenapa?" tanya Arsen serius
"Aldo kecelakaan dan sekarang dia masih di rawat di rumah sakit" ucap Vega sedih.
"Kecelakaan? ya Tuhan, kasihan sekali..oke setelah acara pertunangan kita selesai, besok kita datang ke rumah sakit, kita jenguk Aldo bersama-sama" seru Arsen yang membuat Vega senang.
"I...iya pasti" jawab Vega tersenyum.
********
Di rumah sakit.
Terlihat Ruli dan Boni datang menjenguk sahabatnya Aldo sepulang sekolah, Ruli melihat ada yang aneh dengan Aldo.
"Elu kenapa bro, kayak sedih gitu?" tanya Ruli tiba-tiba.
"Hah...enggak, memangnya gue kenapa, gue nggak kenapa-napa" jawab Aldo terpaksa menyembunyikan kesedihannya.
"Eh tahu nggak sih, hari ini kalau elu masuk sekolah, pasti bakal seneng banget" seru Ruli
"Emangnya kenapa?" tanya Aldo penasaran.
"Bu Vega nggak masuk hari ini" jawab Boni.
"Jadi kita tuh jamkos cukup lama, iya nggak! tapi nggak enak juga sih kalau nggak ada bu Vega, guru paling bening yang bikin kita meleleh anjirr" timpal Ruli.
Aldo memutar bola matanya, wajahnya benar-benar berubah saat ia mengatakan bahwa Vega tidak masuk sekolah, karena hari ini ia akan bertunangan.
"Bu Vega tunangan hari ini" ucap Aldo
"Apa? tunangan? aduuhhhh hancur dong harapan kita untuk mendekati bu Vega, waaahh elu yang sabar Do, bu Vega belum berjodoh sama kamu" celetuk Boni yang membuat Aldo terkejut.
"Loh ...kok gue, maksud lu apa?" jawab Aldo
"Ya...dari kemarin kan elu yang punya kesempatan untuk mendekati bu Vega, sampai diajak bu Vega segala lu, iya kan" celetuk Boni yang membuat Aldo mengerti.
"Haaah...elu pikir gue bakal suka sama bu Vega, nggaklah, jangan macam-macam lu, gue kepret lu" jawab Aldo
"Iya...iya...sorry canda" jawab Boni
Tiba-tiba Nancy datang menghampiri Aldo dan dua temannya.
"Eh ada Ruli dan Boni" sapa Nancy
"Tante, selamat siang tan!" seru Ruli dan Boni.
"Siang juga, loh kalian kok sudah pulang, ini masih jam 11 loh" seru Nancy
"Iya tante, kita pulang lebih awal, soalnya guru-guru pada rapat, lagipula guru Fisika kami nggak masuk, jadi kami pulang duluan" jawab Ruli.
"Guru Fisika baru kalian? yang kemarin sempat mengajak Aldo itu bukan?" tanya Nancy meyakinkan.
"Iya bener tante" jawab keduanya.
"Ohh...memangnya Kenapa dia tidak masuk?" tanya Nancy
"Kata Aldo, bu Vega mau tunangan hari ini" jawab Ruli.
"Tunangan? kamu tahu Do kalau guru Fisika kamu tuh tunangan?" tanya Nancy penasaran.
Sekali lagi Aldo harus menjawab pertanyaan yang jujur ia sangat tidak menyukainya.
"Iya" jawabnya singkat.
Nancy melihat wajah anaknya yang berubah saat mereka membicarakan tentang pertunangan guru Fisika nya itu.
"Terus kenapa tuh muka kayak ditekuk gitu?" tanya Nancy, sebagai seorang ibu, jelas Nancy tahu perubahan mood pada anaknya, sangat jelas sekali jika Aldo tidak menyukai berita pertunangan guru Fisika nya itu.
"Apa sih Ma, orang nggak kenapa-napa kok, emang kenapa kalau bu Vega tunangan, ya biarin ajalah itu hak dia, suka-suka dia" jawab Aldo yang diiringi senyum kecil dari dua temannya.
"Cie...cemburu ni ye" jawab Ruli dan Boni bersamaan, membuat Aldo mengepalkan kedua tangannya pada dua orang temannya itu.
"Eh apa lu, awas lu kalau gue udah sembuh, gue hajar lu pada" ucap Aldo kesal.
"Sudah sudah, Aldo...kamu bisa tenang tidak, tadi mama habis dari ruangan dokter, nanti sore kamu bisa pulang" seru Nancy yang membuat Aldo senang.
"Benar nih ma?" Aldo terlihat senang bisa pulang kembali ke rumahnya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Sita Sit
Arsen udah ngerasa kayaknya
2024-10-26
0
Rapa Rasha
apa arsen ngerasa ya
2023-10-26
0
Rapa Rasha
kpn kak Aldo ketemu Ama abangnya
2023-01-10
0