Tuan Muda Alfian

Vega menyadari tatapan Aldo kepadanya adalah tatapan yang berbeda, entah kenapa Vega membalas tatapan bola mata itu dengan begitu dalam, seperti ada kesejukan saat Vega memandang mata Aldo yang indah.

Aldo pun demikian, Aldo merasakan sosok wanita dalam mimpi nya terlihat nyata dalam bola mata Vega yang berbinar.

"Dia...gadis itu, ini tidak mungkin, kenapa gadis dalam mimpi itu ada dalam bayangan mata bu Vega, atau jangan-jangan bu Vega adalah gadis itu" gumam Aldo meyakinkan dirinya.

"Ada apa ini, kenapa aku begitu suka melihat bola mata Aldo, ah...tidak mungkin... dia adalah siswaku...Vega...sadar kamu " gumam Vega sembari melepaskan pandangannya dari mata Aldo.

"Emm...baiklah Aldo, jika kamu sudah selesai, aku akan mengantarmu pulang" ucap Vega gugup.

Begitupun juga dengan Aldo, ia menjadi salah tingkah, ia tak berani menatap wajah Vega, Aldo begitu malu karena sudah berani menatap mesra guru nya sendiri.

Setelah Aldo menyelesaikan tugasnya, akhirnya ia beranjak dan mencoba menstarter motor itu. Vega melihat Aldo begitu mahir dalam bidang otomotif, tapi kenapa ia justru tidak menyukai pelajaran Fisika, karena pada dasarnya pelajaran Fisika sangat berhubungan erat dengan dunia otomotif.

"Sudah bagus bu, semua sudah Aldo kencengin, dari setelan rem, kopling, dan semuanya sudah oke, tinggal di coba aja" ucap Aldo kepada Vega yang sedari tadi memperhatikannya.

Vega mendekati motor itu, seolah-olah ia ingin mencoba motor itu, Vega juga penasaran dengan hasilnya, mengingat Vega cukup lama meninggalkan hobinya itu, sejak ia lulus SMA dan melanjutkan studinya di perguruan tinggi, Vega mulai meninggalkan hobi nya yang menantang adrenalin itu, ia lebih fokus kepada kuliah nya.

Hingga akhirnya Vega bertemu dengan Arsen dalam sebuah seminar, Arsen adalah pengusaha yang di daulat sebagai narasumber dalam sebuah acara, dimana Vega juga ikut hadir sebagai peserta seminar. Arsen menyukai Vega sejak pertama kali bertemu, begitupun juga Vega, dan mereka meresmikan pacaran setelah dua bulan kemudian, dan sekarang mereka berdua akan masuk kedalam jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu pertunangan.

*******

Vega terpaksa harus memendam keinginannya untuk mencoba motor kesayangan nya, karena mustahil untuknya menaiki motor sport jika dirinya tengah memakai rok sepan. Ia hanya bisa memandangi motor sports nya dengan tersenyum.

"Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa bertualang lagi di jalan raya" gumamnya sembari mengelus motor hitamnya.

Tiba-tiba saja Aldo mendekati Vega yang tengah berdiri di samping motor kesayangan nya.

"Bu Vega pingin punya motor ini ya...kelihatan deh bu Vega seneng banget lihat motor ini, sayang ini punya teman bu Vega...lagian Bu Vega nggak bakalan bisa menaiki nih motor, pasti deh bu Vega bakal jatuh" ledek Aldo sambil menyilangkan kedua tangannya dan melirik Vega penuh sindiran.

"Emang seperti itu ya? kalau aku bisa gimana?" seru Vega menantang.

"Kalau bu Vega bisa menaiki nih motor, Aldo janji sama bu Vega, Aldo akan menurut kepada ibu, Aldo akan selalu mengikuti pelajaran Fisika ibu, gimana? berani nggak?" jawab Aldo enteng. Vega menghela nafasnya, dan ia beranjak menghampiri Aldo.

"Kamu benar, ibu tidak bisa menaiki motor ini, hmm sepertinya ibu tidak berbakat untuk menaiki motor sport" jawab Vega pura-pura polos.

"Ya...jelaslah ibu nggak bakalan bisa menaiki nya, hah itu mustahil...kalaupun bisa nih ya ...Aldo bakal berlutut di depan ibu di hadapan anak-anak, itu janji Aldo...tapi ya nggak mungkinlah, bu Vega pasti tidak bisa...hm" ledek Aldo sambil menggendong tas ranselnya.

Vega tersenyum tipis, ia tidak mau membuat Aldo curiga, bahwa dirinya akan kembali ke jalan raya malam nanti, namun ia datang bukan untuk hobinya, tapi untuk mengawasi adiknya, Ocha.

Sementara itu Paman Nuris dan Bibi Salamah tengah duduk di ruang tengah sembari melihat Aldo dan Vega yang tengah sibuk dengan motor sport warna hitam itu.

"Pak..Pak ..coba lihat pemuda itu, seperti nya ibu pernah lihat dia, tapi di mana ya, ibu lupa...seolah-olah ibu pernah kenal dengan murid non Vega itu" ucap Bibi Salamah

"Ahhh...mungkin perasaan ibu saja" balas paman Nuris.

"Ah mungkin juga, pemuda itu mengingat kan ibu pada tuan muda Alvian, mungkin sekarang dia udah sebesar dia, dan pastinya dia juga tampan seperti murid non Vega itu" seru bibi Salamah saat mengingat tentang seseorang.

"Sudahlah bu, semua sudah menjadi masa lalu, tuan dan nyonya besar memutuskan untuk berpisah, kita tidak bisa berbuat apa-apa, itu sudah keputusan mereka" balas paman Nuris menenangkan istrinya.

"Tapi terkadang ibu kangen pak sama tuan muda, ibu yang menjaga mereka saat tuan besar dan nyonya besar bekerja, bagaimana kah keadaan mereka sekarang?" seru bibi Salamah sedih.

Paman Nuris mencoba menenangkan istrinya dengan mengusap lembut pundak bibi Salamah.

"Yang pastinya mereka sudah besar, cuma sayang pasti mereka tidak bisa bersama, ibu tahu sendiri tuan besar dan nyonya besar membawa masing-masing satu anak, kita doakan saja semoga mereka bisa berkumpul kembali" ucap paman Nuris.

"Iya pak, bapak benar...andai saja tuan besar tidak emosi, mungkin saja perceraian itu bisa dihindari, kasihan nyonya, dia terlihat sangat menderita" ungkap bibi Salamah.

Disaat Paman Nuris dan Bibi Salamah sedang bercengkrama, tiba-tiba Vega dan Aldo datang dan berpamitan kepada keduanya.

"Paman Nuris, Bibi Salamah, kami pamit pulang" ucap Vega yang diiringi Aldo di belakangnya. Paman Nuris dan Bibi Salamah tersenyum pada keduanya.

"Loh udah selesai non? apa motornya sudah dicoba?" tanya Paman Nuris.

"Su...sudah paman" jawab Vega gugup.

"Bohong paman, bu Vega bohong, orang bu Vega nggak bisa naik motor" sahut Aldo

Paman Nuris dan Bibi Salamah saling menatap, terlihat Vega sedang mengisyaratkan kepada mereka agar paman Nuris dan Bibi Salamah tidak bicara yang sebenarnya.

"Ohh...iya benar, non Vega memang tidak bisa menaiki motor" sambung paman Nuris dengan senyum paksa.

"Terimakasih paman, Bibi...kami permisi pulang, em bilang sama Geri, motornya sudah bisa digunakan" ucap Vega pura-pura.

"Geri? bukannya dia sedang ...." sahut paman Nuris yang tidak mengerti apa-apa, sementara bibi Salamah menarik lengan baju paman Nuris

"Kita iya in aja pak" bisik bibi Salamah kepada paman Nuris.

"Oh ...Geri, iya non nanti pasti paman bilangin sama Geri kalau motornya sudah selesai" seru paman Nuris.

"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu paman" seri Vega sembari mencium tangan keduanya.

Sementara itu Aldo juga ikut mencium tangan keduanya.

"Saya pulang dulu bibi, paman, saya senang sekali bisa berjumpa dengan kalian berdua, oh iya bibi, terimakasih es cendol nya, benar-benar segar" seru Aldo sembari mencium tangan bibi Salamah.

Tiba-tiba saja bibi Salamah merasa teringat akan seseorang dari masa lalunya.

"Tuan muda Alfian" ucapnya lirih

BERSAMBUNG

❤❤❤❤❤

...Jangan lupa sajennya ya 😁...

Terpopuler

Comments

Rapa Rasha

Rapa Rasha

lanjut

2023-10-26

0

Dede Dahlia

Dede Dahlia

mungkinkah Aldo itu Alfian & Arsen kakaknya Aldo 🤔

2023-05-27

0

Rapa Rasha

Rapa Rasha

apa paman dan bibi itu mantan art orang tua Aldo ya

2023-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bangun kesiangan
2 Dasar Somplak
3 Menaklukkan
4 Hukum gravitasi
5 Rencana pertunangan
6 Pura-pura pingsan
7 Itunya gede
8 Es Cendol
9 Tuan Muda Alfian
10 Bertemu Arsen
11 Dibayar Arsen
12 Murid durhaka
13 Kecelakaan
14 Cewek jadi-jadian
15 Apa kamu masih mencintaiku?
16 Ucapan Selamat
17 Pengakuan Aldo
18 Visual
19 Aldo sayang bu Vega
20 Di hantam bantal
21 Layang-layang
22 Kue Bolu
23 Album foto
24 Kakak Aldo
25 Masuk sekolah
26 Bertepuk sebelah tangan
27 Lomba Fisika
28 Les privat
29 Les privat 2
30 Video Aldo dan Vega
31 Sebelum janur kuning melengkung
32 Aldo makin sayang
33 Bertemu Baron
34 Arsen anakku
35 Bimbang
36 Saatnya Aldo tahu
37 Adik Mas Arsen
38 Pesan terakhir
39 Satu permintaan
40 Menggantikan Arsen
41 Sah
42 Gol
43 Pernikahan rahasia
44 Tompel
45 Cicak-cicak di dinding
46 Masuk sekolah
47 Siswi baru
48 Video dari Ruli
49 Tukar nomor HP
50 Maafkan aku
51 Tancap gas
52 Rahasia besar
53 Kolaborasi goyangan
54 Terlambat Sekolah
55 Tercyduk
56 Pingsan
57 Ruli dan Riris
58 Gue Suaminya
59 Vitamin Ajeb-ajeb
60 Kembali padamu
61 Pulang sekolah
62 Mampir
63 Rumah baru
64 Kecil-kecil cabe rawit
65 Pindahan rumah
66 Aku minta lagi
67 Gue akan melamarmu
68 Kekecewaan Riris
69 Aldo mabok
70 ujian sekolah
71 contekan
72 Hamil
73 Ini anak kamu Aldo
74 Susu yang itu
75 Gigolo
76 Siuman
77 Maafkan aku Do
78 Sidang
79 Fitnah
80 Lupakan semuanya
81 Diego rela
82 Tahu bulat
83 Kedatangan Nancy dan Baron
84 Aku mengalahkamu
85 Ciwi ciwi
86 Wisuda
87 Aku gigit kamu
88 Aku malu Mas
89 Lubang buaya
90 Catur
91 Ingin punya anak banyak
92 Arsen Ocha Sah
93 Kedatangan Bibi Salamah
94 Pijitan Arsen
95 Aku suka ini
96 Buku gambar A4
97 Penulis novel
98 Taspen
99 Libur dulu
100 nonton drakor
101 Nancy terbangun
102 Slow motion
103 Sate gosong
104 Asiikk
105 Casanova insyaf
106 Cintanya yang gede
107 Aldo Junior
108 Bonchap 1 Pejantan tangguh
109 Bonchap 2 : Kamu nakal sekali
110 Bonchap 3 tugas penting
111 Bonchap 4 Mandi bersama
112 Bonchap 5 Baby I'm coming
113 Bonchap 6 Stretch Mark
114 Bonchap 7 Belum satu menit
115 Bonchap 8 Manjat
116 Bonchap 9 Lemes kayak sarung
117 Novel baru
118 Promo novel baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bangun kesiangan
2
Dasar Somplak
3
Menaklukkan
4
Hukum gravitasi
5
Rencana pertunangan
6
Pura-pura pingsan
7
Itunya gede
8
Es Cendol
9
Tuan Muda Alfian
10
Bertemu Arsen
11
Dibayar Arsen
12
Murid durhaka
13
Kecelakaan
14
Cewek jadi-jadian
15
Apa kamu masih mencintaiku?
16
Ucapan Selamat
17
Pengakuan Aldo
18
Visual
19
Aldo sayang bu Vega
20
Di hantam bantal
21
Layang-layang
22
Kue Bolu
23
Album foto
24
Kakak Aldo
25
Masuk sekolah
26
Bertepuk sebelah tangan
27
Lomba Fisika
28
Les privat
29
Les privat 2
30
Video Aldo dan Vega
31
Sebelum janur kuning melengkung
32
Aldo makin sayang
33
Bertemu Baron
34
Arsen anakku
35
Bimbang
36
Saatnya Aldo tahu
37
Adik Mas Arsen
38
Pesan terakhir
39
Satu permintaan
40
Menggantikan Arsen
41
Sah
42
Gol
43
Pernikahan rahasia
44
Tompel
45
Cicak-cicak di dinding
46
Masuk sekolah
47
Siswi baru
48
Video dari Ruli
49
Tukar nomor HP
50
Maafkan aku
51
Tancap gas
52
Rahasia besar
53
Kolaborasi goyangan
54
Terlambat Sekolah
55
Tercyduk
56
Pingsan
57
Ruli dan Riris
58
Gue Suaminya
59
Vitamin Ajeb-ajeb
60
Kembali padamu
61
Pulang sekolah
62
Mampir
63
Rumah baru
64
Kecil-kecil cabe rawit
65
Pindahan rumah
66
Aku minta lagi
67
Gue akan melamarmu
68
Kekecewaan Riris
69
Aldo mabok
70
ujian sekolah
71
contekan
72
Hamil
73
Ini anak kamu Aldo
74
Susu yang itu
75
Gigolo
76
Siuman
77
Maafkan aku Do
78
Sidang
79
Fitnah
80
Lupakan semuanya
81
Diego rela
82
Tahu bulat
83
Kedatangan Nancy dan Baron
84
Aku mengalahkamu
85
Ciwi ciwi
86
Wisuda
87
Aku gigit kamu
88
Aku malu Mas
89
Lubang buaya
90
Catur
91
Ingin punya anak banyak
92
Arsen Ocha Sah
93
Kedatangan Bibi Salamah
94
Pijitan Arsen
95
Aku suka ini
96
Buku gambar A4
97
Penulis novel
98
Taspen
99
Libur dulu
100
nonton drakor
101
Nancy terbangun
102
Slow motion
103
Sate gosong
104
Asiikk
105
Casanova insyaf
106
Cintanya yang gede
107
Aldo Junior
108
Bonchap 1 Pejantan tangguh
109
Bonchap 2 : Kamu nakal sekali
110
Bonchap 3 tugas penting
111
Bonchap 4 Mandi bersama
112
Bonchap 5 Baby I'm coming
113
Bonchap 6 Stretch Mark
114
Bonchap 7 Belum satu menit
115
Bonchap 8 Manjat
116
Bonchap 9 Lemes kayak sarung
117
Novel baru
118
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!