Itunya gede

Dan hari itu juga Aldo ikut pulang bersama Vega dengan menaiki mobil Vega, tampak Ruli dan Boni merasa terkejut saat Aldo naik ke mobil Vega.

"Eh itu bukannya si Aldo ya, kok dia mau naik ke mobil bu Vega? mereka mau kemana?" seru Ruli yang tak percaya.

"Kita samperin yuk" seru Boni

Akhirnya kedua teman mereka menghampiri Aldo yang tengah berada di dalam mobil Vega.

"Aldo, lu mau kemana? eh ada bu Vega!" tanya Ruli sembari menyapa Vega yang berada di kemudi mobil, dan Vega tersenyum.

"Eh kalian ...sorry, gue ada keperluan dikit sama bu Vega, jadi gue nggak bisa pulang bareng elu pada" jawab Aldo santai.

"Hah jadi elu pulang bareng sama bu Vega?" tanya keduanya yang tampak terkejut.

"Iya...bu Vega minta tolong ama gue untuk mbenerin motor temannya" ucap Aldo beralasan, tampak kedua teman Aldo menggaruk kepalanya.

"Perasaan tadi Aldo sama bu Vega lagi nggak akur, kok tiba-tiba mereka baikan gitu aja" bisik Boni kepada Ruli, dan tak sengaja Aldo mendengarkannya.

"Kita baikan sementara, entar kita bakal perang lagi" sahut Aldo yang diiringi tatapan Vega yang tajam.

"Perang?" balas mereka berdua dengan membulatkan matanya, Vega tampak memijit pelipisnya, menghadapi muridnya yang satu ini, butuh kesabaran yang ekstra.

"Sudah ayo kita pergi, Ruli, Boni, kami pergi dulu" pamit Vega kepada kedua teman Aldo.

Kemudian Vega melajukan mobilnya keluar dari halaman sekolah, terlihat Aldo duduk di belakang mobil Vega sembari bersiul kecil dan sesekali bernyanyi dengan percaya diri, seolah-olah tidak ada orang yang mendengarnya.

Vega melajukan mobilnya di luar kawasan sekitar tempat tinggalnya, Vega menempatkan motor sport nya di sebuah rumah milik seorang pamannya.

Aldo tampak terkejut dengan kawasan yang cukup sepi itu, hanya beberapa kendaraan yang melintasi daerah itu, kenapa Vega berani sekali datang ke tempat yang cukup sepi ini, seperti sebuah daerah di pedalaman yang terpencil. Aldo baru ingat tentu saja Vega berani pergi ketempat seperti ini, mengingat gurunya itu pandai sekali bela diri, jadi dia mampu menghadapi kejahatan dengan sendirian.

"Masih jauh bu?" tanya Aldo

"Nggak, sebentar lagi juga sampai" jawab Vega

Untuk membuat dirinya santai, Aldo melanjutkan siulan dan nyanyiannya tadi, Aldo semakin keras dan semakin percaya diri dengan suaranya sendiri.

"Aha..yeah...aha ..yeah" Aldo tampak menikmati merdu suaranya. (terlalu PD nih bocah 😁)

Vega yang cukup terganggu dengan suara Aldo yang terdengar cempreng itu, terlihat menutup telinganya, Aldo yang menyadari Vega tengah menutup telinganya, lantas ia bertanya pada guru barunya itu.

"Bu Vega kenapa?" tanya Aldo sembari menatap wajah Vega dari spion.

"Bisa nggak sih kamu diam, kamu sudah membuat kepala saya pusing tahu nggak?" jawab Vega kesal.

"Yeyy bu Vega ajah, kupingnya nggak bisa mendengarkan suara merdu sang pelantun tembang cinta, coba deh dengerin lagi" ucap Aldo yang mulai membuka mulutnya kembali dan tiba-tiba aksinya dihentikan oleh sang guru.

"Eh...stop stop, kamu mau aku nggak bisa konsentrasi menyetir, kalau nabrak gimana?" sungut Vega

"Sini biar saya yang nyetir, lagian kesannya bu Vega kayak sopir Aldo saja" ucap Aldo yang membuat Vega menghentikan mobilnya.

Aldo terkejut kenapa guru barunya itu menghentikan mobilnya di sepanjang jalan yang terlihat itu.

"Waduh...kenapa berhenti bu, bu Vega jangan macam-macam ya sama saya, saya masih polos bu" ujar Aldo sembari menoleh ke kanan dan ke kiri, mengingat keadaan jalan yang tampak sepi.

"Siapa juga yang macam-macam sama kamu, katanya mau nyetir, bisa kan kamu?" seru Vega yang membuat Aldo tersenyum senang.

"Boleh nih? ya bisa dong, siapa dulu...Aldo!" jawab Aldo senang.

"Iya, tapi ingat jangan kenceng-kenceng nyetirnya, entar mobilnya nabrak, kamu mau ganti rugi?...gara-gara dengar kamu nyanyi kepalaku sangat pusing, cepat turun dan setir mobilnya" jawab Vega sambil menggeser tempat duduknya di sebelah kiri kemudi mobil.

Aldo sungguh senang, ini kesempatan untuknya untuk mengasah kemampuannya dalam berkendara, Nancy melarang Aldo menyetir mobil, dengan alasan Aldo masih sekolah, Nancy khawatir kemampuan Aldo menyetir mobil nanti akan disalah gunakan, Nancy takut jika putranya akan ikut balap mobil liar, mengingat Aldo gemar racing.

Aldo kemudian turun dari pintu belakang, dan kemudian ia masuk ke pintu kemudi.

"Hhh...bu Vega tidak usah khawatir, Aldo akan berhati-hati" seru Aldo meyakinkan

Kemudian Aldo mulai melajukan mobil Vega, awalnya Aldo melaju dengan kecepatan normal, namun lama-lama Aldo melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga membuat Vega sedikit tegang.

"Aldo jangan cepat-cepat" seru Vega yang refleks memegang tangan Aldo yang memegang handle perseneling mobil.

Aldo melihat tangan lembut Vega yang menyentuh tangan Aldo, Vega dengan cepat melepaskan tangannya dari sana, dan ia terlihat salah tingkah.

"Maaf, aku tidak sengaja" seru Vega sembari menundukkan wajahnya. Aldo berusaha bersikap cuek, seolah-olah ia tidak perduli dengan apa yang dilakukan Vega.

"Bu Vega nggak perlu minta maaf, ini salah saya sudah terlalu cepat menekan gas nya" ujar Aldo dengan tampang cueknya padahal....

"Woooo....gila, Perasaan apa ini anjirr, kok gue deg-degan banget sih woy..." gumam Aldo tidak percaya.

Vega tampak menyelipkan rambutnya yang terjatuh di wajah putihnya, sesekali ia melihat ponselnya dan mencoba membalas pesan kepada seseorang. Terlihat Vega senyum-senyum sendiri seolah ia tengah berbicara pada seseorang.

Aldo melirik ke arah Vega, entah kenapa ia merasa ingin tahu tentang seseorang yang menelepon Vega tadi. ( dasar murid kepo😁)

"Tadi siapa yang menelepon bu Vega? apa itu tunangan ibu?" tanya Aldo penasaran.

"Buat apa kamu ingin tahu?" jawab Vega singkat.

"Ya...nggak papa dong, saya cuma pingin tahu ajah" jawab Aldo cengengesan.

Vega menatap Aldo sambil menghela nafasnya.

"Anak kecil tidak perlu tahu urusan orang dewasa" ucapan Vega membuat Aldo mendadak mengerem di sebuah tikungan.

"Ciiiiitttttt" Suara rem mobil yang tiba-tiba berhenti. (hayo jangan diprotes 😁)

Sontak membuat tubuh Vega jatuh ke samping dan mendesak tubuh Aldo, dengan reflek Aldo menahan tubuh mungil Vega dan membawanya ke dalam pelukannya.

"Awwww"

Keduanya saling bertatapan, terlihat bola mata itu saling berbicara, bahwa aku mengagumimu, perasaan yang muncul begitu saja, dengan seorang wanita yang jauh diatas umurnya.

Vega mulai sadar bahwa ia tak sengaja membawa dirinya kedalam pelukan muridnya yang unik itu. Dengan cepat Vega melepaskan tangan Aldo yang melingkar di tubuhnya.

"Sudah kubilang, jangan cepat-cepat, ginikan jadinya" kesal Vega

"Habisnya, bu Vega bilang saya anak kecil, jadinya ya gitu, reflek bu" ucap Aldo beralibi.

"Bagiku kamu memang anak kecil, kamu masih usia sekolah, nggak perlu tahu urusan orang dewasa, paham" ucap Vega kesal.

"Enak ajah dibilang anak kecil, biar anak kecil tapi itunya gedhe bu!"

Ucapan Aldo membuat Vega membulatkan matanya.

"Apa?" tanya Vega dengan tangan bertolak pinggang.

"Mak...msksud saya nyalinya yang gedhe bu, hadeehh bu Vega pikirannya kotor euy" jawab Aldo tanpa dosa, dan itu membuat Vega menepuk jidatnya menghadapi siswanya yang somplak ini.

BERSAMBUNG

🌻🌻🌻🌻🌻

...Dukung terus ya like komen hadiah dan vote kalian othor tunggu...

Terpopuler

Comments

Rapa Rasha

Rapa Rasha

Aldo Aldo bikin pusing Bu Vega aja

2023-10-26

0

😭😭😭😭😭😭😭😭😭

2023-05-14

0

Rapa Rasha

Rapa Rasha

duh kak bener bener ya di Aldo itu lanjut

2023-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bangun kesiangan
2 Dasar Somplak
3 Menaklukkan
4 Hukum gravitasi
5 Rencana pertunangan
6 Pura-pura pingsan
7 Itunya gede
8 Es Cendol
9 Tuan Muda Alfian
10 Bertemu Arsen
11 Dibayar Arsen
12 Murid durhaka
13 Kecelakaan
14 Cewek jadi-jadian
15 Apa kamu masih mencintaiku?
16 Ucapan Selamat
17 Pengakuan Aldo
18 Visual
19 Aldo sayang bu Vega
20 Di hantam bantal
21 Layang-layang
22 Kue Bolu
23 Album foto
24 Kakak Aldo
25 Masuk sekolah
26 Bertepuk sebelah tangan
27 Lomba Fisika
28 Les privat
29 Les privat 2
30 Video Aldo dan Vega
31 Sebelum janur kuning melengkung
32 Aldo makin sayang
33 Bertemu Baron
34 Arsen anakku
35 Bimbang
36 Saatnya Aldo tahu
37 Adik Mas Arsen
38 Pesan terakhir
39 Satu permintaan
40 Menggantikan Arsen
41 Sah
42 Gol
43 Pernikahan rahasia
44 Tompel
45 Cicak-cicak di dinding
46 Masuk sekolah
47 Siswi baru
48 Video dari Ruli
49 Tukar nomor HP
50 Maafkan aku
51 Tancap gas
52 Rahasia besar
53 Kolaborasi goyangan
54 Terlambat Sekolah
55 Tercyduk
56 Pingsan
57 Ruli dan Riris
58 Gue Suaminya
59 Vitamin Ajeb-ajeb
60 Kembali padamu
61 Pulang sekolah
62 Mampir
63 Rumah baru
64 Kecil-kecil cabe rawit
65 Pindahan rumah
66 Aku minta lagi
67 Gue akan melamarmu
68 Kekecewaan Riris
69 Aldo mabok
70 ujian sekolah
71 contekan
72 Hamil
73 Ini anak kamu Aldo
74 Susu yang itu
75 Gigolo
76 Siuman
77 Maafkan aku Do
78 Sidang
79 Fitnah
80 Lupakan semuanya
81 Diego rela
82 Tahu bulat
83 Kedatangan Nancy dan Baron
84 Aku mengalahkamu
85 Ciwi ciwi
86 Wisuda
87 Aku gigit kamu
88 Aku malu Mas
89 Lubang buaya
90 Catur
91 Ingin punya anak banyak
92 Arsen Ocha Sah
93 Kedatangan Bibi Salamah
94 Pijitan Arsen
95 Aku suka ini
96 Buku gambar A4
97 Penulis novel
98 Taspen
99 Libur dulu
100 nonton drakor
101 Nancy terbangun
102 Slow motion
103 Sate gosong
104 Asiikk
105 Casanova insyaf
106 Cintanya yang gede
107 Aldo Junior
108 Bonchap 1 Pejantan tangguh
109 Bonchap 2 : Kamu nakal sekali
110 Bonchap 3 tugas penting
111 Bonchap 4 Mandi bersama
112 Bonchap 5 Baby I'm coming
113 Bonchap 6 Stretch Mark
114 Bonchap 7 Belum satu menit
115 Bonchap 8 Manjat
116 Bonchap 9 Lemes kayak sarung
117 Novel baru
118 Promo novel baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bangun kesiangan
2
Dasar Somplak
3
Menaklukkan
4
Hukum gravitasi
5
Rencana pertunangan
6
Pura-pura pingsan
7
Itunya gede
8
Es Cendol
9
Tuan Muda Alfian
10
Bertemu Arsen
11
Dibayar Arsen
12
Murid durhaka
13
Kecelakaan
14
Cewek jadi-jadian
15
Apa kamu masih mencintaiku?
16
Ucapan Selamat
17
Pengakuan Aldo
18
Visual
19
Aldo sayang bu Vega
20
Di hantam bantal
21
Layang-layang
22
Kue Bolu
23
Album foto
24
Kakak Aldo
25
Masuk sekolah
26
Bertepuk sebelah tangan
27
Lomba Fisika
28
Les privat
29
Les privat 2
30
Video Aldo dan Vega
31
Sebelum janur kuning melengkung
32
Aldo makin sayang
33
Bertemu Baron
34
Arsen anakku
35
Bimbang
36
Saatnya Aldo tahu
37
Adik Mas Arsen
38
Pesan terakhir
39
Satu permintaan
40
Menggantikan Arsen
41
Sah
42
Gol
43
Pernikahan rahasia
44
Tompel
45
Cicak-cicak di dinding
46
Masuk sekolah
47
Siswi baru
48
Video dari Ruli
49
Tukar nomor HP
50
Maafkan aku
51
Tancap gas
52
Rahasia besar
53
Kolaborasi goyangan
54
Terlambat Sekolah
55
Tercyduk
56
Pingsan
57
Ruli dan Riris
58
Gue Suaminya
59
Vitamin Ajeb-ajeb
60
Kembali padamu
61
Pulang sekolah
62
Mampir
63
Rumah baru
64
Kecil-kecil cabe rawit
65
Pindahan rumah
66
Aku minta lagi
67
Gue akan melamarmu
68
Kekecewaan Riris
69
Aldo mabok
70
ujian sekolah
71
contekan
72
Hamil
73
Ini anak kamu Aldo
74
Susu yang itu
75
Gigolo
76
Siuman
77
Maafkan aku Do
78
Sidang
79
Fitnah
80
Lupakan semuanya
81
Diego rela
82
Tahu bulat
83
Kedatangan Nancy dan Baron
84
Aku mengalahkamu
85
Ciwi ciwi
86
Wisuda
87
Aku gigit kamu
88
Aku malu Mas
89
Lubang buaya
90
Catur
91
Ingin punya anak banyak
92
Arsen Ocha Sah
93
Kedatangan Bibi Salamah
94
Pijitan Arsen
95
Aku suka ini
96
Buku gambar A4
97
Penulis novel
98
Taspen
99
Libur dulu
100
nonton drakor
101
Nancy terbangun
102
Slow motion
103
Sate gosong
104
Asiikk
105
Casanova insyaf
106
Cintanya yang gede
107
Aldo Junior
108
Bonchap 1 Pejantan tangguh
109
Bonchap 2 : Kamu nakal sekali
110
Bonchap 3 tugas penting
111
Bonchap 4 Mandi bersama
112
Bonchap 5 Baby I'm coming
113
Bonchap 6 Stretch Mark
114
Bonchap 7 Belum satu menit
115
Bonchap 8 Manjat
116
Bonchap 9 Lemes kayak sarung
117
Novel baru
118
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!