"Ah...Iya Mama, Mama nggak papa kok, ya sudah Mama ke kamar dulu, kamu cepat tidur, ini sudah malam Mama tidak mau kamu tambah sakit...hm" pamit Nancy untuk pergi, karena Ia tak bisa menahan kesedihannya. Nancy beranjak pergi meninggalkan kamar Aldo, sedangkan Aldo masih tertegun dengan sikap Mamanya yang tiba-tiba bersedih.
"Mama kenapa sih" gumamnya sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Sementara itu acara pertunangan Vega pun sudah berakhir, sebelum Arsen pulang bersama keluarganya, Arsen berbicara kepada Vega, calon istrinya.
"Besok lusa aku akan pergi ke Batam, aku harus menangani proyekku yang disana, pasti aku sangat merindukanmu, tapi kamu tidak usah khawatir, kepergian ku hanya beberapa minggu, dan setelah itu kita akan bersatu untuk selamanya" ucap Arsen sembari menggenggam tangan Vega.
"Iya...aku pasti akan menunggumu" Jawab Vega tersenyum.
"Oh iya, sesuai kataku tadi, besok kita akan menjenguk Aldo, aku jemput kamu sepulang sekolah, bagaimana?" tanya Arsen, mendengar hal itu tiba-tiba wajah Vega berubah menjadi sangat senang, dan Ia pun semangat untuk datang menjenguk Aldo.
"Iya...pasti, aku pasti menunggumu" Jawab Vega bahagia.
********
Akhirnya malam itu Arsen beserta keluarganya pulang dengan senyum kebahagiaan, Vega melihat wajah kebahagiaan pada ayah dan ibunya, begitupun Baron yang tampak bahagia melihat putranya akan menikah.
Suasana rumah Vega kini mulai sepi, tampak beberapa pelayan membersihkan sisa-sisa acara pertunangan mereka, Vega mulai masuk kedalam kamarnya, Ia membuka pintu kamar dan segera Ia masuk ke kamar mandi.
Dan setelah beberapa saat, Vega keluar dari kamar mandi dan menuju ke tempat tidurnya, tanpa sengaja Vega melihat ponselnya yang tergeletak di atas nakas.
Vega mengambil ponselnya itu dan segera membukanya, alangkah terkejutnya saat ia mendapati nomor Aldo yang telah melakukan panggilan beberapa kali. Terlihat senyum tipis yang mengembang dibibir cantiknya saat Ia tahu, bahwa Aldo sempat menghubungi nya.
"Aldo? ada apa Ia meneleponku?"
Kemudian Vega melihat sebuah pesan whatsapp dari Aldo, dengan cepat Vega membuka pesan yang membuatnya penasaran itu.
"Bu Vega, Aldo ucapin selamat kepada Bu Vega dan Mas Arsen, semoga pertunangan kalian lancar sampai hari tiba waktunya bu Vega akan menikah, Aldo minta maaf tidak bisa menghadiri acara pertunangan Bu Vega, namun Aldo tetap mendoakan yang terbaik untuk bu Vega, semoga bu Vega bahagia"
Vega tersenyum saat membaca pesan Aldo, setidaknya Aldo tidak melupakannya, meskipun Aldo masih dalam kondisi sakit, kemudian Vega berinisiatif untuk membalas pesan Aldo.
"Terima kasih Aldo, ibu sangat senang kamu baik-baik saja, bagaimana kondisimu sekarang? aku dengar dari Ocha, bahwa kamu habis jatuh dari motor, dan kapan kamu bisa masuk sekolah lagi? pasti ibu merindukan siswa ibu yang paling unik ini?" balas Vega.
"Send"
"Klunting" Bunyi notifikasi dari ponsel Aldo, Aldo yang masih belum bisa tidur, melihat ponselnya yang tiba-tiba menyala. Matanya membulat sempurna dan bibirnya melengkungkan bulan sabit yang tengah tersenyum indah.
"Bu Vega!"
Dengan cepat Aldo membuka balasan pesan dari Vega. Kemudian Aldo tampak senyum-senyum sendiri saat membaca balasan pesan dari Vega. Lantas ia pun membalasnya juga.
Sementara Vega juga menunggu balasan pesan dari Aldo, sembari berbaring dan menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidurnya.
"Saya baik-baik saja bu, sekarang saya sudah berada di rumah, mungkin dalam waktu dekat saya sudah bisa masuk sekolah, kenapa? Ibu kangen ya sama saya (emot senyum)" Tampak Aldo menulis chat itu dengan tersenyum.
"Send"
Vega mendapat chat balasan dari Aldo, wajahnya berseri dan dengan cepat Vega membuka pesan itu. Vega membacanya dan sesekali Ia tertawa kecil saat membaca balasan chat dari Aldo, kemudian Ia mengetik balasan untuk Aldo.
"Dasar kamu memang murid ibu yang paling somplak, baiklah ibu senang kamu bisa masuk sekolah lagi, besok Ibu akan datang ke rumahmu bersama Arsen, aku ingin melihat kondisimu secara langsung, sekarang istirahatlah, lagipula ini sudah malam, tapi kamu masih belum tidur juga(emot senyum)" jawab Vega
"Send"
Aldo menerima balasan chatnya, dengan segera Ia membaca dan membalasnya.
"Aldo tidak bisa tidur bu"
"Kenapa?"
"Gadis yang Aldo suka ternyata mencintai orang lain" Vega sedikit sedih saat Aldo bicara tentang cewek yang Ia suka.
"Benarkah? katanya kamu nggak bakal suka dengan cewek sebelum kamu lulus sekolah, loh kok sekarang nggak bisa tidur gara-gara cewek, dasar Aldo (emot tertawa)"
"Nggak tahu bu, tiba-tiba saja Aldo merasa beda saat Aldo bersamanya, ada kenyamanan dan bahagia saat Aldo memandang bola matanya, mungkin Aldo mulai suka pada gadis itu?"
"Oh iya? kalau begitu yang sabar, mungkin saja gadis itu belum mengetahui jika kamu menyukainya"
"Lebih baik dia tidak tahu Bu, biarkan seperti ini, dia sudah bahagia bersama laki-laki yang dicintainya, apalah daya Aldo, Aldo tidak mau merenggut kebahagiaan mereka berdua, biarlah Aldo menjadi pemuja rahasia, asal melihat dia tersenyum, Aldo sudah bahagia"
"Aldo...siapa sebenarnya gadis yang kamu suka? kenapa aku sangat ingin mengetahuinya"
Gumam Vega.
Setelah mereka saling berbalas pesan, akhirnya mereka menyudahi percakapannya.
"Baiklah Aldo, sekarang istirahatlah, ibu juga akan istirahat, besok ibu harus mengajar kembali"
"Iya Bu, akhirnya Aldo bisa tidur dengan nyenyak, karena ibu sudah mau menghibur saya, terimakasih banyak bu...selamat malam, semoga ibu bermimpi indah malam ini (emot senyum)"
"Selamat malam"
Vega terus memandangi layar ponselnya, Ia masih menscrool percakapannya dengan Aldo tadi, Ia terlihat senyum-senyum sendiri saat membaca chat-chat dari Aldo.
"Ya Tuhan, ada apa dengan diriku, kenapa aku bahagia sekali saat Aldo mengirim pesan untukku, dan kenapa aku seperti tidak suka jika Aldo menyukai gadis lain, aku harus tahu siapa gadis itu sebenarnya, ohhhh...aku benar-benar tidak mengerti" gumam Vega sembari membenamkan dirinya pada selimut yang hangat.
Sementara Aldo terlihat bahagia setelah berbalas pesan dengan Vega, akhirnya Aldo bisa memejamkan matanya setelah Vega berbicara dengannya.
"Bu Vega, maafkan Aldo, jika Aldo sudah berani menyukai bu Vega, namun Aldo tidak bisa mengendalikan perasaan ini, semoga bu Vega bisa memahami perasaan Aldo, Aldo sayang sama bu Vega" gumam Aldo sembari memejamkan matanya.
Sementara itu di sebuah kamar, terlihat Nancy sedang menatap sebuah foto keluarga, sepasang suami istri beserta dua anak lelaki mereka yang tampan-tampan.
Nancy memeluk foto itu, masih sangat membekas diingatan, kenangan belasan tahun yang lalu, saat dirinya tengah berbahagia dengan keluarga kecil mereka, namun tiba-tiba kejadian yang tak terlupakan membuat hubungan keluarga itu menjadi retak, sebuah kesalahpahaman yang terjadi diantara Nancy dan suaminya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Rapa Rasha
apa mungkin keraka bisa berkumpul bersama
2023-10-27
0
Rapa Rasha
ini masih ada rahasia yg blm terungkap lanjut
2023-01-10
0
Dedeh Dian
salah paham ya Thor..kok ga bisa diselesaikan baik baik..
apa ada fihak ketiga...
2022-10-09
0