Aldo tampak masih tertegun dengan kedatangan rival barunya kali ini, Ia mengenali motor itu tapi Ia belum tahu siapa pengendara motor sport warna hitam itu.
"Hmm...apa jangan-jangan pengendara motor itu, Geri...seperti yang bu Vega bilang waktu itu" pikir Aldo mulai menebak. Ocha tampak memperhatikan sikap Aldo saat mengetahui pngendara motor sport warna hitam itu.
"Woi...Aldo, kenapa lu bengong? apa yang elu pikirin," tanya Ocha penasaran. Sementara pengendara misterius itu, berhenti tepat di samping Aldo.
"Ocha, dia disana rupanya bersama Aldo, kakak tidak akan biarkan kamu mengikuti kegiatan berbahaya ini, lebih baik kakak yang menjadi gantimu" gumam Vega sembari menatap adiknya lewat helm yang masih tertutup.
"Eh...gue cuma merasa kenal deh sama motor itu, itu motor teman bu Vega yang gue perbaiki tadi siang" seru Aldo lirih dan merasa dirinya yakin bahwa motor itu milik teman Vega.
"Hah...masa sih, elu yakin? berarti bu Vega kenal dong sama si pengendara ini, betul nggak gaes?" sahut Ruli.
"Pasti kenal" jawab Aldo yakin.
"Kamu kenal Cha, secara kan bu Vega kakak elu, pasti elu tahu dong siapa teman bu Vega itu?" tanya Bibi yang tiba -tiba.
"Jujur ya, kalau soal ini gue benar-benar nggak tahu, gue pikir teman kak Vega nggak main racing, eh ternyata itu teman kak Vega" ucap Ocha terkejut.
Tiba-tiba salah seorang teman Aldo sekaligus wasit pertandingan, mengumumkan bahwa Aldo akan ditantang oleh seorang pendatang baru yang ia sebut dirinya Black Rider.
"Aldo ayo tunjukkan siapa dirimu" seru Ruli menyemangati.
Aldo mulai memasang helmnya, dan kini motornya bersanding dengan pengendara yang berjulukan Black Rider itu. Sementara sang wasit sudah berada diantara mereka berdua.
Aldo memblayer gas motornya penuh semangat, sesekali ia menoleh kearah pengendara misterius itu.
"Gue harus menang, kita lihat seberapa jauh kemampuanmu untuk melawanku, hm berani-beraninya elu nantangin gue, blom tahu elu siapa gue" Aldo begitu yakin bahwa dirinya pasti akan memenangkan pertandingan kali ini.
"Oke...siap...goooo...." Dengan cepat motor keduanya melesat dengan cepat dijalan raya, batas finishnya adalah jalan yang sudah mereka beri tanda sesudah tikungan, sekitar satu kilo meter.
Dengan cepat Aldo menaikkan kecepatan hampir 90 km per jam, sementara Vega ia masih stabil dengan kecepatan 80 km per jam, tentu saja Vega sedikit mundur dari motor Aldo, namun Aldo tidak menyadari adanya tikungan tajam di depannya, Aldo tiba-tiba mengerem motornya yang terlalu cepat melaju, sehingga dengan mudah Vega menyalip motor Aldo.
Aldo yang merasa telah didahului oleh motor hitam itu, dengan cepat ia tancap gasnya sehingga dirinya tidak bisa mengimbangi kecepatan motornya yang sangat tinggi, sementara Vega sudah mendahului nya sekitar 50 meter.
Tiba-tiba saja terdengar suara keras
"Braakkk"
Sontak Vega berhenti dan menoleh kearah sumber suara.
"Aldo...." Vega sangat terkejut ternyata suara itu berasal dari motor Aldo yang terjatuh, dengan segera Vega menghampiri Aldo yang tengah tergeletak di jalan raya.
Motor Vega berhenti, dan Ia terpaksa melepas helmnya, terlihatlah wajah cantiknya keluar dari persembunyiannya. Vega mengangkat kepala Aldo yang tampak berdarah di pelipis kirinya.
"Astaga Aldo...Aldo ...bangun Aldo, sadarlah...ya Tuhan aku harus segera membawa Aldo ke rumah sakit" ucap Vega yang cemas melihat kondisi Aldo yang tak sadarkan diri.
Jarak lintasan yang cukup jauh membuat teman-teman Aldo tidak mengetahui tentang apa yang terjadi pada Aldo saat ini.
Vega terpaksa menyetop sebuah mobil, ia berdiri di tengah jalan sembari merentangkan kedua tangannya, agar ada mobil yang mau berhenti untuk membawa Aldo ke rumah sakit.
Dan usaha Vega tidak sia-sia, sebuah mobil berhenti dan segera mengangkat Aldo ke dalam mobil, sementara Vega mengikuti mobil yang membawa Aldo dengan motor sport nya.
Setelah beberapa menit, mobil itu tiba di sebuah rumah sakit terdekat, Vega turun dari motornya dan segera membawa Aldo masuk ke ruang UGD, terlihat petugas kesehatan datang dan langsung menangani Aldo dengan segera mengingat Aldo banyak sekali mengeluarkan darah.
Vega panik, ia segera menghubungi wasit pertandingan untuk memberi tahukan tentang keadaan Aldo yang sekarang sedang berada di rumah sakit, Vega tidak mungkin menghubungi Ocha, penyamaran nya bisa terbongkar jika Vega menelepon Ocha.
"Apa? Aldo kecelakaan?" kata sang wasit yang sontak membuat teman-teman Aldo sangat terkejut.
"Apa yang terjadi dengan Aldo?" tanya Ocha yang sangat khawatir dengan keadaan Aldo.
"Aldo terjatuh dari motor, sekarang dia sedang berada di rumah sakit" jawab wasit itu gugup.
"Kita ke rumah sakit sekarang" ajak Ruli
Akhirnya Ruli dan kawan-kawan pergi ke rumah sakit saat itu juga. sebelum itu ia menghubungi Nancy untuk memberitahukan tentang kejadian yang menimpa Aldo.
******
Setelah beberapa saat dokter memeriksa kondisi Aldo, Vega mencoba melihat keadaan Aldo dari balik jendela, entah kenapa dia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa muridnya itu.
"Dokter bagaimana dengan keadaannya, apa dia baik-baik saja?" tanya Vega kepada Dokter yang baru saja keluar dari kamar dimana Aldo dirawat.
"Keadaan nya sudah stabil, Mas Aldo hanya mengalami cidera di kepala nya, mungkin sebentar lagi dia akan siuman, apakah anda keluarganya?" tanya dokter.
"Emm....bukan , saya temannya" balas Vega.
"Tolong sampaikan kepada keluarga nya mengenai keadaan pasien, kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter sembari berlalu meninggalkan Vega.
"Maafkan ibu Aldo, kalau saja aku tidak mendahuluimu waktu itu mungkin kamu tidak akan mengalami hal seperti ini" sesal Vega.
Tiba-tiba saja Vega mendengar suara teman-teman Aldo yang mulai berdatangan.
"Aku harus pergi, sebelum mereka mengetahui keberadaan ku"
Kemudian Vega pergi lewat arah berbeda, sehingga teman-teman Aldo tidak mengetahui kehadiran Vega disana.
Sementara itu teman-teman Aldo mulai sampai di kamar perawatan Aldo, terlihat Nancy yang datang dengan buru-buru.
"Tante Nancy" seru Ruli
"Ruli, dimana Aldo, bagaimana keadaan nya, apa dia baik-baik saja?" Nancy sangat khawatir akan keadaan putra nya.
"Aldo ada di kamar itu Tante!" seru Ruli sembari mendampingi Nancy masuk kedalam ruang perawatan Aldo.
Nancy dan Ruli masuk kedalam kamar Aldo, sementara teman-temannya yang lain masih menunggu diluar, mereka menunggu giliran untuk masuk kedalam kamar Aldo
"Aldo... astaga apa yang terjadi padamu sayang" ucap Nancy sedih, melihat keadaan Aldo yang terbaring lemah dengan luka di pelipis nya.
Tiba-tiba saja mata Aldo terbuka, perlahan Aldo melihat wajah Nancy yang sedang menangis di sampingnya.
"Mama ..." seru Aldo dengan suara beratnya.
"Aldo...kamu sudah sadar nak" jawab Nancy senang.
"Aldo...elu sudah sadar" seru Ruli ikut senang.
"Gue dimana? kenapa gue bisa berada disini?" seru Aldo yang terkejut tiba-tiba dirinya sudah berada di kamar rumah sakit.
Tiba-tiba seorang perawat stdatang mengecek kondisi Aldo.
"Permisi, saya mau melihat kondisi pasien" seru perawat itu
"Silahkan suster" balas Nancy
Setelah suster memeriksa kondisi Aldo, terlihat kesehatan Aldo berangsur membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi
"Keadaan pasien sudah baik, untung saja pasien segera dibawa ke rumah sakit, sehingga pendarahannya bisa cepat dihentikan" seru suster itu menerangkan.
"Kalau boleh tahu, siapa yang sudah membawa anak saya ke rumah sakit suster?" tanya Nancy penasaran, karena ia telah berhutang Budi kepada siapapun yang sudah mengantarkan Aldo ke rumah sakit.
"Seorang wanita, masih muda dan cantik, seperti nya dia teman dari pasien" jawab suster itu yang membuat Nancy dan Ruli tertegun.
"Seorang wanita?" gumam Ruli bertanya-tanya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Ayo tunjukkan dukungan mu😊...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Rapa Rasha
terus kan
2023-10-26
0
Rapa Rasha
Bu Vega yg membawa Aldo gaes
2023-01-10
0
Tathy Taba
mereka jadi penasaran siapa wanita yang mmbantu aldo
2022-10-12
0