Chapter 05. Kegelisahan (Revisi)

Masih tahap revisi guys.

Berikan dukungan like, komentar, dan votenya ya.

Salam dari kak Nana.

Selamat membaca.

***

Salon Markicop.

“Permisi mbak. Apakah pernah melihat dua anak kecil yang datang ke sini ?" tanya Lily kepada salah satu karyawan, dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca.

“Sepertinya tadi ada kak. Tapi mereka langsung pergi lagi. Padahal tadi saya sudah menyuruh mereka untuk menunggu sebentar," jelasnya singkat.

“Kira-kira tadi perginya ke arah mana ya?" Belle menimpali dengan cepat.

“Ke arah sana kak," ucap karyawan itu sembari menunjuk.

Anastasya dan Belle yang mendengarkan penjelasan dari karyawan, lantas berjalan cepat ke arah yang ditunjuk. Nickolas dan Samuel mengekori dari belakang.

Mereka mengedarkan pandangannya, mencari sosok yang dicari. Namun, keberadaan kedua bocah kecil tersebut, tidak dapat ditemukan. Mereka segera memutuskan untuk mencarinya dengan berpencar.

Anastasya bersama Nickolas dan Samuel, di lantai dua dan tiga. Belle di lantai empat dan lima. Sementara Lily mendatangi area security yang berada di lantai satu, dia berusaha mendapatkan petunjuk.

“Permisi, pak.”

“Iya. Ada apa ya mbak?”

“Apakah bapak pernah melihat dua orang anak kecil." Lily menunjukkan beberapa foto Kendrick dan Darla yang berada digaleri ponselnya. Security itu pun melihat dengan seksama foto yang diperlihatkan kepadanya.

“Maaf mbak. Bapak belum pernah melihat anak-anak yang berada di foto ini. Begini saja akan bapak cek CCTV untuk memastikan."

“Baik, pak. Terimakasih!”

“Iya, sama-sama. Kira-kira sudah berapa lama mereka tidak bersama mbak?”

“Sekitar 30 menit yang lalu, pak."

"Terakhir bertemu di mana mbak?"

" Di salon Markicop pak"

“Baiklah, sebentar mbak. Saya cek ke ruangan CCTV dulu."

Lily menganggukkan kepala, dia segera duduk di bangku khusus yang tersedia di area tersebut.

.

.

.

.

“Nak, coba kau telepon kakakmu. Apakah sudah ketemu?” tanya Anastasya yang berpapasan dengan Belle di lantai 3.

Anastasya terlihat sangat gelisah. Entahlah dia sangat tidak suka situasi saat ini.

"Iya Mom." Belle juga terlihat gusar, dia pun menuruti perkataan ibunya.

.

.

Drrtttt

Handphone Lily berbunyi.

[Hallo.]

[Kak apakah sudah ketemu?]

[Belum, Belle Security sedang mengecek CCTV. Kita doakan saja mereka baik-baik saja. Mungkin mereka berada di salah satu toko.]

[Baiklah, kak. Kami akan tetap mencari. Infokan pada kami jika ada petunjuk kak.]

[Baik, Belle.]

Tuttttt...

“Bagaimana nak?"

“Belum ketemu Mom," ucap Belle dengan raut wajah lesu sembari menghela napas. Dia tak bisa lama berpisah dengan anak semata wayangnya itu.

"Ya sudah, yuk kita bersama-sama mencari mereka lagi." Anastasya mengusap punggung putri bungsunya itu.

"Baiklah, Mom." Tampak matanya sudah mulai berkaca-kaca.

"Kau cengeng sekali nak!" Hibur Anastasya, walaupun sebenarnya dia juga ingin menangis.

"Ih Mom!" gerutu Belle melipat kedua tangannya didada.

Sementara itu, Nickolas dan Samuel yang melihat interaksi dua orang berbeda generasi itu, hanya bisa terdiam tanpa menyela sama sekali. Entah apa yang sedang dipikirkan mereka.

.

.

.

.

30 menit yang lalu

Dua bocah kecil sedang bergandengan tangan memasuki salon Markicop.

“Kak, Ken. Mommy kemana? Kok ngak ada ya." Cicit Darla sembari menilisik sosok yang dia cari.

“Sebentar Darla!"

“Permisi kakak," sapa Kendrick kepada salah satu pegawai.

“Oh, ya ada apa adik manis?" tanya karyawan berambut pendek.

“Kak, ada lihat dua orang wanita yang berkunjung ke sini ngak? Salah satunya mempunyai mata berwarna biru kak."

“Hmmm." Karyawan salon tampak mengingat beberapa pengunjung yang datang kesini. Terlintas salah satu customer di benaknya.

“Oh ada tadi adik manis. Kenapa?” tanyanya lagi.

“Wanita yang memiliki mata berwarna biru itu, adalah Mommy ku kak. Di mana ya mereka sekarang?"

“Aduh, kakak kurang tahu. Kalian menunggu saja sebentar di sini ya. Siapa tahu mereka balik ke sini."

“Baiklah, terimakasih informasinya kak," tutur Kendrick cepat.

"Telimaacih infolmacinyaaa kakak." Darla menimpali.

"Sama - sama adik manis."

“Kak Ken kita kelual sajaa dulu yuk. Dala pengen pipis sebentalll. Nanti kita balik cini lagiii ya," pinta Darla sembari menarik-narik baju Kendrick.

“Ya, sudah. Ayo!" ajak Kendrick sambil menuntun Darla.

Beberapa karyawan dan pengunjung Salon, sedari tadi memperhatikan gerak-gerik kedua bocah itu. Mereka kagum dengan kesopanan anak-anak tersebut. Terlebih lagi dengan paras mereka yang terlihat menggemaskan.

.

.

.

Tibanya di toilet khusus wanita.

“Dala, mau pipis. Kak Ken ngak boyeh masuk ke cini," ucap Darla saat sudah sampai di ambang pintu.

“Iya, iyaa. Kak Ken tunggu di luar ya. Jangan lama-lama." Kendrick menganggukkan kepala sedikit.

“Okey.. sebentalll kok." Darla segera berlari kecil.

Selang kurang lebih 1 menit, Darla sudah selesai dengan aktivitasnya. Dia pun keluar dari dalam toilet.

“Cudah celecai kak Ken.” Darla mengusap rambutnya dengan cepat karena berantakan, ketika dia membuka dress kecilnya itu.

“Baguslah. Ayo kita kembali ke salon.” Kendrick segera menggandeng tangannya.

“Okey!” seru Darla dengan cepat.

Mereka pun keluar dari area toilet. Namun baru beberapa langkah, terdengar suara tangisan dari ruangan yang bersebelahan dengan toilet.

“Hiikss,hiksss, hikss....Mommy!" Suara tangisan, terdengar menggema dari dalam ruangan.

Darla menghentikan langkah kaki mungilnya dan mendekatkan tubuhnya kepada Kendrick. Dia mengira itu adalah hantu, pikirnya.

“Kak Ken, Dengallll gak. Ada hantu nangis kak." Bisik Darla di daun telinga Kendrick.

Kendrick yang mendengar celotehan Darla hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mana ada hantu di siang bolong, terlebih lagi didalam Mall.

Kendrick segera tersadar, bahwa memang terdengar suara tangisan dari dalam ruangan. Dia tentu saja merasa heran. Kendrick pun mengajak Darla untuk mengecek ruangan tersebut.

“Hikss,hikss,hiksss Ibu… Tolong buka pintunya hiksss,hiksss." Suara pintu yang di pukul terdengar begitu nyaring.

“Kak Ken, angan di buka. Dalaa takutttttt." Darla menunjukkan wajah puppy eyesnya, meminta pada Kendrick untuk tidak usah membukakan pintu. Dia yakin sekali, jika itu adalah hantu yang tak sengaja ditontonnya, di televisi.

“Tenang saja. Ada kak Ken. Jangan takut." Kendrick mengusap perlahan kepala Darla berusaha menenangkannya.

"Tapi kak!" protes Darla dengan menepis tangan Kendrick yang ingin menggapai gagang pintu. Dia takut saja jika hantu tersebut akan merasuki tubuhnya dan Kendrick, seperti di film horor.

"Darla!" ucap Kendrick dengan penuh penekanan. Dia sangat penasaran dengan sesuatu yang berada dibalik pintu.

"Tidak ada hantu!" ucapnya lagi.

"Nanti Dala kabul ajalah kalau kak Ken keculupan." Darla memanyunkan bibir karena Kendrick tak menuruti perintahnya.

Kendrick menghembuskan napas dengan kasar, dia tak meladeni ucapan Darla yang cukup aneh menurutnya.

"Pokoknya Dalaa udah ingetin ya!" Darla melipat kedua tangannya sembari kaki sebelah kanannya menghentak dengan pelan dilantai.

Kendrick yang sudah jengah dengan tingkah sepupunya itu pun mengedikkan bahunya. Tangan kanannya segera menyentuh gagang pintu. Dia memutar gagang dengan begitu cepat.

Tiba-tiba terdengar suara yang sangat nyaring.

BUGH!

"Awh!" pekik Darla seketika.

.

.

.

.

.

.

...Waduh kenapa tuh? Oh no?!...

Terpopuler

Comments

Senajudifa

Senajudifa

aku bacax nyicil y

2022-05-21

1

Ranran Miura

Ranran Miura

Ya ampun,, keculupan gk tuh 🤣

2022-05-14

0

Ranran Miura

Ranran Miura

Saya gagal paham dengan kalimat ini, Kak.

2022-05-14

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01. Sangkar Masa Lalu
2 Chapter 02. Mulut Tanpa Filter (Revisi)
3 Chapter 03. Hempaskan Masa Lalu (Revisi)
4 Chapter 04. Mencari Tulang Iga (Revisi)
5 Chapter 05. Kegelisahan (Revisi)
6 Chapter 06. Anak Hilang (Revisi)
7 Chapter 07. Tulang Iga (Revisi)
8 Chapter 08. Pertemuan (Revisi)
9 Chapter 09. Ayah Lalunna (Revisi)
10 Chapter 10. Leon Andersean (Revisi)
11 Chapter 11. Pindah (Revisi)
12 Chapter 12. Tetangga Aneh (Revisi)
13 Chapter 13. Mencurigakan
14 Chapter 14. Bertemu Masa Lalu (1)
15 Chapter 15. Mommy untuk Lunna
16 Chapter 16. Salah Sangka
17 Chapter 17. Lunna Penasaran
18 Chapter 18. Hotel Grand Canyon
19 Chapter 19. Rival
20 Chapter 20. Awalan
21 Chapter 21. Lambe Ooh Aah On Fire
22 Chapter 22. Bertemu lagi
23 Chapter 23. Cupid Love
24 Chapter 24. Bunga lagi!
25 Chapter 25. Bertemu Masa Lalu (2)
26 Chapter 26. November Rain
27 Chapter 27. Degup Jantung
28 Chapter 28. Mati Lampu
29 Chapter 29. Sekrup Lepas
30 Chapter 30. Dalang
31 Chapter 31. Pelakor
32 Chapter 32. Petunjuk
33 Chapter 33. Musuh
34 Chapter 34. Permainan di Mulai
35 Chapter 35. Pesta
36 Chapter 36. Ulah Kalian!
37 Chapter 37. Kilas Balik
38 Chapter 38. Bermain Kasar
39 Chapter 39. Taring Keluar
40 Chapter 40. di Balik Layar (1)
41 Chapter 41. Daddy!
42 Chapter 42. Darah Lebih Kental Daripada Air (tidak semua)
43 Chapter 43. Psyco
44 Chapter 44. Nyanyian Suara Hati
45 Chapter 45. Calon Anak
46 Chapter 46. di Balik Layar (2)
47 Chapter 47. di Balik Layar (3)
48 Chapter 48. Penemuan Mayat
49 Chapter 49. Today's News
50 Chapter 50. Nada-Nada Cinta
51 Chapter 51. Bye Bye [Two-M]
52 Chapter 52. Hakim Cinta
53 Chapter 53. Akting
54 Chapter 54. Where Have You Been (L)
55 Chapter 55. Surprised
56 Chapter 56. Identity of Two Women
57 Chapter 57. Keresahan Leon
58 Chapter 58. Wedding Day
59 Chapter 59. Simfoni Hitam
60 Chapter 60. Sesak!
61 Chapter 61. Tiga Pukulan Telak
62 Chapter 62. Ladang Ranjau
63 Chapter 63. Mom, I'm Coming!
64 Chapter 64. Other Side
65 Chapter 65. Di mana Mereka?
66 Chapter 66. Los Angeles
67 Chapter 67. Adventure
68 Chapter 68. Visual
69 Chapter 69. Parade
70 Chapter 70. Dua Bocah Tengil
71 Chapter 71. Gangsta Paradise
72 Chapter 72. My Woman
73 Chapter 73. Pasutri Gaje dan Tiga Kurcaci
74 Chapter 74. Benang Merah
75 Chapter 75. Montero
76 Chapter 76. Ratu Singa
77 Chapter 77. Infrared
78 Chapter 78. Explosive
79 Chapter 79. Gara-Gara Jengkol
80 Chapter 80. Duda Mesum
81 Chapter 81. Pablo Ketar Ketir
82 Chapter 82. King and Queen
83 Chapter 83. Bad Blood
84 Chapter 84. Saint Clara
85 Chapter 85. Duel - Lily vs Arnold
86 Chapter 86. Jebakan
87 Chapter 87. City on Lockdown
88 Chapter 88. Partner in Crime
89 Chapter 89. Mine
90 Chapter 90. Suicide Squad
91 Chapter 91. Gedung Faust
92 Chapter 92. Pablo Picik
93 Chapter 93. Action
94 Chapter 94. Mama Mertua Beraksi
95 Chapter 95. Montero vs Swedish
96 Chapter 96. Arena Pertempuran
97 Chapter 97. Showtime
98 Chapter 98. Di mana? Ke mana?
99 Chapter 99. Salah Sasaran
100 Chapter 100. Wonder Woman
101 Chapter 101. Dewa Zeus - Dewa Hades
102 Chapter 102. DogFight (Duel Udara)
103 Chapter 103. Pablo Kalah
104 Chapter 104. Terdampar di Pulau Antah Berantah
105 Chapter 105. Survival
106 Chapter 106. Malam Bertabur Bintang
107 Chapter 107. Maximus vs Marimar
108 Chapter 108. Penduduk Setempat
109 Chapter 109. Aksi Penyelamatan
110 Chapter 110. I Was Made For Loving You
111 Chapter 111. Kalah Start
112 Chapter 112. Aloha - Surga Dunia
113 Chapter 113. Leon is a Lion
114 Chapter 114. Pillow Talk
115 Chapter 115. Harleys in Hawai
116 Chapter 116. Pelangi untuk ku
117 Chapter 117. Marco Hilang
118 Chapter 118. Akhir Kisah - Gelora Cinta
119 Chapter 119. Author menyapa + Pemenang Giveway!!
120 Bonus Chapter - Welcome to The World
121 Novel Baru - Romeo dan Wanita Malam
122 NOVEL BARU! DI JAMIN SERU
123 Pengumuman Novel Baru
124 Pengumuman penting!
125 Cinta Satu Malam Mama Muda
126 Anak Kembar Tuan Dingin
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Chapter 01. Sangkar Masa Lalu
2
Chapter 02. Mulut Tanpa Filter (Revisi)
3
Chapter 03. Hempaskan Masa Lalu (Revisi)
4
Chapter 04. Mencari Tulang Iga (Revisi)
5
Chapter 05. Kegelisahan (Revisi)
6
Chapter 06. Anak Hilang (Revisi)
7
Chapter 07. Tulang Iga (Revisi)
8
Chapter 08. Pertemuan (Revisi)
9
Chapter 09. Ayah Lalunna (Revisi)
10
Chapter 10. Leon Andersean (Revisi)
11
Chapter 11. Pindah (Revisi)
12
Chapter 12. Tetangga Aneh (Revisi)
13
Chapter 13. Mencurigakan
14
Chapter 14. Bertemu Masa Lalu (1)
15
Chapter 15. Mommy untuk Lunna
16
Chapter 16. Salah Sangka
17
Chapter 17. Lunna Penasaran
18
Chapter 18. Hotel Grand Canyon
19
Chapter 19. Rival
20
Chapter 20. Awalan
21
Chapter 21. Lambe Ooh Aah On Fire
22
Chapter 22. Bertemu lagi
23
Chapter 23. Cupid Love
24
Chapter 24. Bunga lagi!
25
Chapter 25. Bertemu Masa Lalu (2)
26
Chapter 26. November Rain
27
Chapter 27. Degup Jantung
28
Chapter 28. Mati Lampu
29
Chapter 29. Sekrup Lepas
30
Chapter 30. Dalang
31
Chapter 31. Pelakor
32
Chapter 32. Petunjuk
33
Chapter 33. Musuh
34
Chapter 34. Permainan di Mulai
35
Chapter 35. Pesta
36
Chapter 36. Ulah Kalian!
37
Chapter 37. Kilas Balik
38
Chapter 38. Bermain Kasar
39
Chapter 39. Taring Keluar
40
Chapter 40. di Balik Layar (1)
41
Chapter 41. Daddy!
42
Chapter 42. Darah Lebih Kental Daripada Air (tidak semua)
43
Chapter 43. Psyco
44
Chapter 44. Nyanyian Suara Hati
45
Chapter 45. Calon Anak
46
Chapter 46. di Balik Layar (2)
47
Chapter 47. di Balik Layar (3)
48
Chapter 48. Penemuan Mayat
49
Chapter 49. Today's News
50
Chapter 50. Nada-Nada Cinta
51
Chapter 51. Bye Bye [Two-M]
52
Chapter 52. Hakim Cinta
53
Chapter 53. Akting
54
Chapter 54. Where Have You Been (L)
55
Chapter 55. Surprised
56
Chapter 56. Identity of Two Women
57
Chapter 57. Keresahan Leon
58
Chapter 58. Wedding Day
59
Chapter 59. Simfoni Hitam
60
Chapter 60. Sesak!
61
Chapter 61. Tiga Pukulan Telak
62
Chapter 62. Ladang Ranjau
63
Chapter 63. Mom, I'm Coming!
64
Chapter 64. Other Side
65
Chapter 65. Di mana Mereka?
66
Chapter 66. Los Angeles
67
Chapter 67. Adventure
68
Chapter 68. Visual
69
Chapter 69. Parade
70
Chapter 70. Dua Bocah Tengil
71
Chapter 71. Gangsta Paradise
72
Chapter 72. My Woman
73
Chapter 73. Pasutri Gaje dan Tiga Kurcaci
74
Chapter 74. Benang Merah
75
Chapter 75. Montero
76
Chapter 76. Ratu Singa
77
Chapter 77. Infrared
78
Chapter 78. Explosive
79
Chapter 79. Gara-Gara Jengkol
80
Chapter 80. Duda Mesum
81
Chapter 81. Pablo Ketar Ketir
82
Chapter 82. King and Queen
83
Chapter 83. Bad Blood
84
Chapter 84. Saint Clara
85
Chapter 85. Duel - Lily vs Arnold
86
Chapter 86. Jebakan
87
Chapter 87. City on Lockdown
88
Chapter 88. Partner in Crime
89
Chapter 89. Mine
90
Chapter 90. Suicide Squad
91
Chapter 91. Gedung Faust
92
Chapter 92. Pablo Picik
93
Chapter 93. Action
94
Chapter 94. Mama Mertua Beraksi
95
Chapter 95. Montero vs Swedish
96
Chapter 96. Arena Pertempuran
97
Chapter 97. Showtime
98
Chapter 98. Di mana? Ke mana?
99
Chapter 99. Salah Sasaran
100
Chapter 100. Wonder Woman
101
Chapter 101. Dewa Zeus - Dewa Hades
102
Chapter 102. DogFight (Duel Udara)
103
Chapter 103. Pablo Kalah
104
Chapter 104. Terdampar di Pulau Antah Berantah
105
Chapter 105. Survival
106
Chapter 106. Malam Bertabur Bintang
107
Chapter 107. Maximus vs Marimar
108
Chapter 108. Penduduk Setempat
109
Chapter 109. Aksi Penyelamatan
110
Chapter 110. I Was Made For Loving You
111
Chapter 111. Kalah Start
112
Chapter 112. Aloha - Surga Dunia
113
Chapter 113. Leon is a Lion
114
Chapter 114. Pillow Talk
115
Chapter 115. Harleys in Hawai
116
Chapter 116. Pelangi untuk ku
117
Chapter 117. Marco Hilang
118
Chapter 118. Akhir Kisah - Gelora Cinta
119
Chapter 119. Author menyapa + Pemenang Giveway!!
120
Bonus Chapter - Welcome to The World
121
Novel Baru - Romeo dan Wanita Malam
122
NOVEL BARU! DI JAMIN SERU
123
Pengumuman Novel Baru
124
Pengumuman penting!
125
Cinta Satu Malam Mama Muda
126
Anak Kembar Tuan Dingin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!