Semenjak kejadian Diska yang menamparnya, Kiara mulai menjaga jarak dari Xavier. Ia kembali seperti awal saat pertama kali bekerja dengan Xavier. Hanya menjawab 'ya' untuk semua yang atasannya itu perintahkan. Bersikap sangat profesional seperti sebelumnya, kaku dan terkesan dingin.
Raut wajah datar, tanpa senyum pun kembali menghiasi wajah cantiknya. Xavier sampai dibuat pusing olehnya. Kiara benar-benar mengabaikannya, meski ia sudah meminta maaf atas apa yang diperbuat oleh Diska.
Xavier memutar otaknya, berpikir bagaimana cara agar dirinya dimaafkan oleh Kiara dan gadis itu juga bisa kembali tersenyum seperti beberapa waktu yang lalu.
Xavier menemui Kiara yang sedang fokus bekerja. Ia menarik kursi untuk duduk tepat di hadapan gadis itu.
"Kia, kamu mau temani saya makan siang?" tanya Xavier yang sedang berusaha menarik simpati Kiara lagi.
“Maaf, Pak. Saya bawa bekal dari rumah.” Kiara mengeluarkan kotak bekal miliknya yang membuat Xavier kehilangan kesempatan untuk makan siang bersama Kiara.
Kening Xavier pun langsung berkerut dan ia refleks menatap dengki kotak makan tersebut. Namun, pada akhirnya, ia hanya bisa menghela napas. Jelas sekali sampai terdengar di telinga Kiara. “Gitu, ya.” Xavier manggut-manggut. “Oke kalau gitu.”
Kiara kembali fokus dengan pekerjaannya. Ia tidak merasa bersalah sama sekali, meski ia sudah membuat Xavier kecewa, karena itu memang tujuannya.
Di sisi lain, Xavier telah kembali ke ruangannya dengan perasaan kesal. Ia meninju udara berkali-kali untuk melampiaskan kekesalannya itu.
***
Saat jam istirahat, seorang OB masuk ke ruangan Xavier untuk mengantarkan makan siang. Kiara menatap heran karena Xavier langsung menyuruh OB, padahal biasanya dia yang diperintahkan untuk mengatur makan siangnya.
Saat OB itu sudah berada di dalam ruangan Xavier. Tiba-tiba Xavier berteriak sampai terdengar keluar dan membuat Kiara melonjak di kursinya. Kepalanya refleks berbalik ke arah pintu ruangan kerja Xavier..
"Kamu bisa kerja nggak? Masa gitu aja nggak ngerti?!" teriak Xavier memarahi OB tersebut. "Tanya Kia sana!"
Kiara yang disebut namanya pun tersedak. Cepat-cepat ia menyelesaikan makannya karena Xavier sedang marah besar saat ini.
Setelah OB itu keluar dengan membawa kembali makanannya. Xavier memanggil Kiara. Bekal gadis itu bahkan belum habis, dan terpaksa ia menuruti perintah bosnya.
Kiara masuk ke ruangan Xavier. Laki-laki itu sedang menahan amarah. Terlihat sekali dari tatapannya dan juga ritme napasnya.
"Ada apa, Pak?" tanya Kiara dengan tenang.
"Temani saya makan siang. Saya lapar." Xavier langsung berdiri dan tidak mau mendengar protes dari Kiara.
Kiara pun terpaksa menuruti perintah Xavier, meski ia baru saja makan siang.
*
*
*
Jam pulang kantor sudah tiba, tapi belum ada tanda-tanda Xavier akan keluar dari ruangannya. Kiara yang sudah bersiap pun harus menelan rasa kesalnya karena ini berarti lembur. Meski Kiara bisa mengacuhkannya, mau bagaimanapun, Xavier tetaplah atasannya. Jadi, dia hanya bisa nurut kalau berhubungan dengan kerjaan.
Benar saja, tidak lama telepon di meja Kiara berdering dan Kiara langsung menjawabnya.
"Saya lembur, kamu juga harus," ucap Xavier tanpa basa-basi.
Kiara hanya bisa menghela napas berat saat mendengar perintah Xavier itu.
Dasar ba.bi sialan. Semua sudah selesai dikerjakan, memangnya mau lemburin apa lagi?
Kiara hanya bisa mengumpat dalam hatinya, lalu mengabarkan para karyawan lain di grup chat bahwa hari ini bos menyuruh lembur. Setelah selesai mengetik, Kiara dengan geram mengerjakan berkas-berkas yang sebenarnya bisa dikerjakan besok.
Lembur yang mendadak dan tanpa alasan yang jelas itu pun membuat sebagian karyawan mulai bergosip. Semenjak kejadian Diska yang menampar Kiara dan Xavier terlihat jelas mengkhawatirkan sekretarisnya itu, mereka sengaja membuat grup chat baru yang tidak melibatkan Kiara di dalamnya.
Skandal Si Bos
Bu Sela : Sepertinya Pak Xavier marah sama Nona Kia.
Pak Adam: Benar. Padahal kita sampai sore masih santai, mau lemburin apa lagi, Ya Tuhan? 😭😭
Nona Risa: Jgn komplain gaes demi keselamatan masing2! Tadi siang aja ada OB yang kena semprot gara-gara makanan. Padahal kan, biasanya nggak pernah gitu.
Dinda: Serius?? Oalah metong uda kita, terjebak di sarang cinta. Gempa bumi kita ikut bergoyang.
Bu Sela: Beneran terjebak, Bund! Tdi hbis marahin OB langsung ajak Mba Kia keluar, pdhal Mba Kia habis makan bekalnya. 🤦.
Pak Adam: Nah, mungkin karena itu! Tebakanku, Nona Kia nolak awalnya karena uda bawa bekal. Bayangin, lagi mau modus nyari kesempatan, malah kandas huhuhu…gimana ga senewon?
Kevin: AAAAA….😵💫 Jadi gimana dong! Aku ngantuk banget nih. Diriku mau bersetu.buh dengan bantal.
Dinda: Huss! Kata2mu bgus dkit napa? Saya innocent, jd jgn dinodai. Ga cuma kmu lagian, aku juga ada janji sama Ayang mau nonton.
Kevin: Katanya innocent, tp kok ngerti, Bund?
Bu Sela: Udah2! Stop! Dinda, km coba @ Nona Kia plisss. Biar kita bisa pulang.
Dinda: Waduh Bu Sela. Knp hanya hakikah yg d tunjuk? Mending kita keroyokan 💪.
Kevin: Dasar barbar! Tapi, aku setuju dengan idemu. Hihihihi…suara terbanyak pasti menang..
Bu Sela: Yahh…mojokin Nona Kia. Tapi, demi pulang, maapkeun kita, Nona Kia. Yuk,mention rame² ya di grup asli!
Benar saja, mereka pun mulai beramai-ramai mengirim pesan di grup kantor dengan menyebut nama Kia.
Karyawan YM
Dinda: @Kiia Mlam mba, tapi kita lemburin apa ya? Anak saya lagi demam, bisa tolong di sampaikan ke Pak Xavier dan minta kebijakannya?.
Kevin: Saya juga Nona @Kiia ada janji mau ke rumah saudara, dia ulang tahun soalnya.
Bu Sela: @Kiia saya juga ada janji mau makan malam di rumah ortu saya. Tolong bujuk Pak Xavier ya.
Kiara melihat pesan di grup yang mereka kirim itu. Ia menghela napas sebal.
Dinda itu kan belum menikah, alesan aja anaknya demam. Memangnya anak yang mana yang lagi demam?
Beberapa karyawan mulai ikut-ikutan menyebut nama Kiara dan membuatnya semakin terpojok hingga akhirnya terpaksa menemui Xavier. Dia pun juga tidak enak karena jelas kalau semua lembur mendadak karena dia buat frustasi Xavier. Boleh dendam tapi, jangan nyusahin orang yang tidak bersalah.
Kiara masuk ke ruangan Xavier setelah diizinkan. Laki-laki itu berpura-pura sibuk saat Kiara berjalan ke arahnya.
"Maaf, Pak. Kita mau mengerjakan apa ya? Saya dan beberapa karyawan sudah menyelesaikan pekerjaan, sekarang kami menunggu perintah Bapak selanjutnya," ucap Kiara dengan gaya dan nada profesional.
Xavier menatap Kiara. Tidak ada senyum atau kesan ramah yang ditampilkan dari ekspresi sekretarisnya itu. Xavier semakin kesal dan akhirnya berkata, "Yang lain boleh pulang. Kamu tetap di sini sama saya."
Seketika Kiara mendengus kesal. "Baik, Pak," jawab Kiara yang kemudian berpamitan keluar.
Kemudian, Kiara mengumumkan di grup bahwa karyawan lain boleh pulang. Tentu saja mereka segera bersiap pulang setelah mengucapkan terima kasih pada Kiara.
Kiara yang tertinggal sendirian di kantor bersama bosnya pun kembali menjadi bahan gosip.
Skandal Si Bos
Kevin: Nona Kia kok tidak pulang ya.
Dinda: Ya sudah jelaslah, si bos mau berduaan sama Nona Kia.
Bu Sela: Mungkin mereka mau anu. 🤭
Kevin: Anu apa Bu @Sela M?
Bu Sela: Ah, sudahlah kamu tidak perlu tau.
***
Selama satu jam setelah karyawan lain pulang, Kiara masih tertahan tanpa melakukan hal penting apa pun. Sementara itu, Xavier hanya diam menatap layar komputernya. Entah apa yang sedang laki-laki itu kerjakan. Kiara hanya mengamati, sampai teleponnya berdering.
Xavier menyuruhnya membuatkan kopi. Kiara pun menurut dan membuatkan kopi untuk Xavier, lalu mengantarnya ke ruangan Xavier.
"Permisi, Pak." Kiara masuk ke ruangan Xavier dengan membawa secangkir kopi.
"Ya, taruh situ!" Xavier melirik Kiara yang terlihat lelah. Gadis itu sempat menguap saat meletakkan kopi Xavier di meja, tepat di hadapan Xavier. Sebenarnya, ia kasihan pada Kiara, tapi ia juga ingin mengerjai Kiara yang sudah membuatnya frustasi akhir-akhir ini dan hanya dengan cara ini, ia baru bisa berduaan dengan gadis tidak berperasaan ini.
"Saya permisi, Pak." Kiara hendak berbalik, tapi Xavier menahan tangannya. Hingga akhirnya Kiara refleks berbalik dan malah menyenggol kopi panas itu dan tumpah mengenai tubuh Xavier hingga kemejanya kotor.
🦄🦄🦄
Kembang kopi, jempol, komen banyakin ya..
🍭🍭🍭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
anonim
Xavi....Xavi....aneh juga si boss ini
2024-10-27
0
Erni Kusumawati
modus Xavier🤣🤣🤣🥲
2024-10-21
0
Rose Reea
wkwkwkkwkw
2024-08-29
1