Kiara dan Xavier saat ini sudah di Bali untuk urusan pekerjaan. Mereka bertemu kontraktor bangunan dan meninjau langsung lokasi untuk membahas perencanaan renovasi. Saat mereka selesai melakukan pekerjaan, Xavier mengajak Kiara mengunjungi pantai Pandawa. Pantai yang disukai Kiara.
Kiara memandang hamparan air laut yang luas. Menatap keindahan cakrawala yang membuatnya bersyukur akan keagungan Sang Pencipta. Gadis itu duduk di ayunan tepi pantai yang entah kenapa sore ini masih terlihat sepi. Di sampingnya, ada Xavier yang sedang memainkan ponselnya, membaca satu per satu pesan yang dikirimkan Diska sejak tadi pagi. Ada belasan panggilan tak terjawab yang berasal dari Diska juga.
Xavier menghela napas berat, lalu ia mengantongi lagi ponselnya. Sebenarnya tadi ia baru saja menerima telepon dari adiknya yang memesan oleh-oleh.
"Kamu punya pacar, Kia?" tanya Xavier tiba-tiba.
Kiara menoleh dan menatap Xavier yang duduk di ayunan sebelahnya. Angin sepoi menerbangkan rambut Kiara yang sengaja digerai dan dihias bando merah bermotif stroberi. Suara ombak yang menyapu pantai itu sama sekali tidak mengganggu pandangan mata keduanya.
"Kamu punya pacar?" ulang Xavier yang kembali menanyakan hal pribadinya.
"Belum," jawab Kiara singkat.
Hanya ada satu alasan mengapa seorang pria menanyakan hal semacam ini.
Xavier terperangah saat melihat wajah Kiara yang terkena sorot matahari, terlihat semakin cantik saat ia tersenyum.
"Oh. Sama dong. Padahal aku pikir kamu sudah punya pacar," ucap Xavier yang kini tersenyum dan menunduk.
Dalam pikiran Xavier, ia membutuhkan Kiara agar bisa terbebas dari gangguan Diska. Xavier ingin Kiara membantu rencananya.
"Bapak juga jomblo? Saya pikir Bu Diska –"
"Dia bukan siapa-siapa. Tapi dia selalu mengganggu saya, dan membuat saya risih," potong Xavier.
Kiara tertawa dalam hati. Sudah kuduga, kamu pasti hanya ingin memanfaatkanku.
***
Kiara dan Xavier baru saja pulang dari makan malam berdua di tepi pantai yang romantis. Saat hampir sampai di depan kamar, ponsel Xavier berdering. Kiara sampai menoleh karena Xavier tidak menjawabnya.
Tatapan mata Kiara membuat Xavier salah tingkah. Seolah-olah ia sedang bertanya, kenapa tidak dijawab?
Xavier lalu menyerahkan ponselnya pada Kiara. "Tolong bilang saya lagi pergi. Terserah kamu mau bilang ke mana. Saya mau mandi, titip ponsel saya ya."
"Tapi, Pak–"
Xavier langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Kiara yang termenung menatap layar ponsel Xavier.
Setelah Xavier masuk, Kiara tersenyum dingin. Ternyata tebakannya benar, Xavier juga memanfaatkan Kiara untuk menyingkirkan Diska. Dengan begitu, Kiara tidak perlu merasa bersalah karena mereka memang saling memanfaatkan.
Aku harus memanfaatkan momen ini dengan baik. Kiara tersenyum sinis, lalu ia menjawab panggilan Diska dan masuk ke kamarnya sendiri. "Ya halo."
"Kok perempuan. Kamu siapa? Kok bisa jawab telfonnya Xavier." Diska langsung memberondong Kiara dengan banyak pertanyaan. Sedari tadi Xavier mengabaikan pesan dan panggilannya. Lalu, tiba-tiba teleponnya dijawab perempuan, tentu saja Diska menjadi kesal saat ini.
"Maaf Bu Diska. Ini Kia, sekretarisnya Pak Xavier. Sekarang beliau lagi keluar makan malam, dan ponselnya tertinggal," jawab Kiara dengan santai. Ia sengaja berbohong supaya Diska semakin sakit hati.
"Kok bisa ditinggal? Makan malam sama siapa? Di mana?" Diska terus bertanya, seolah tengah menginterogasi Kiara.
"Pak Xavier tadi bersama teman wanitanya. Tapi, maaf saya tidak kenal. Apa ada pesan yang bisa saya sampaikan?" tanya Kiara dengan senyum mengerikan. Ia sangat senang karena bisa membuat Diska kesal.
"Kamu tahu wanita itu penampilannya gimana?" Diska sudah termakan kebohongan Kiara. Hatinya terbakar, harapannya mendapatkan Xavier bisa gagal kalau begini ceritanya.
"Dia cantik, ramah, dan kelihatannya mereka sangat akrab," jawab Kiara yang terus menambahkan kayu dalam bara api, membuat hati Diska semakin terbakar.
"Sia.lan! Kapan kalian pulang?" tanya Diska dengan nada tinggi. Ia sedang sangat kesal saat ini.
"Seharusnya besok sore, Bu Diska."
Panggilan langsung diputus secara sepihak oleh Diska. Kiara tertawa puas menatap ponsel Xavier.
"Ini belum seberapa, Diska. Aku akan membalasmu lebih dari ini," ucap Kiara yang bermonolog di depan ponsel Xavier. Satu ujung bibirnya tertarik membuat seringai yang mengerikan.
🦄🦄🦄
Jempol sama komennya amanin gaes, aku crazy up 😉😉
🍭🍭🍭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Erni Kusumawati
lanjutkan Kiara...
2024-10-20
0
Minni Minni
Baguuuuuuuus kiara
2024-08-09
3
Adriana Wiriadinata
mantaaap
2024-06-18
1