Mendengar pengakuan Xavier tentang perasaannya, Kiara tidak memberi reaksi apa pun. Ia masih sangat shock karena ternyata Xavier bisa bertindak sejauh itu.
Saat merasa pelukan Xavier melemah, Kiara mendorong dengan keras tubuh Xavier, tidak peduli dengan tubuh bosnya yang masih terluka karena kopi panas itu. Kiara berlari keluar, saat ini yang ada dalam otaknya adalah melarikan diri dari Xavier. Serigala itu tetap mengerikan walau terlihat jinak.
Melihat Kiara berlari keluar, Xavier pun panik dan bergerak cepat mengambil kunci mobil dan tak lupa kemeja kerjanya yang terkena tumpahan kopi. Dia kecewa pada dirinya sendiri karena sudah melakukan hal sejauh itu pada Kiara. Namun, di sisi lain, ia juga sangat meyakini bahwa semua karena dia memang menyukai Kiara, dan yang tadi ia lakukan hanya ingin mengekspresikan perasaannya itu. Xavier pikir, itu bukanlah sesuatu yang salah.
Dengan setengah berlari, Xavier mengancingkan satu per satu kemejanya. Ia turun dengan lift khusus, lalu masuk ke mobilnya. Beruntung, saat ia keluar area gedung, Xavier melihat Kiara yang berjalan menuju pintu keluar. Ia berhenti di samping Kiara, dan menurunkan kaca mobil untuk bisa berbicara dengan Kiara.
"Kia masuk! Saya antar kamu pulang!" perintah Xavier.
"Tidak perlu. Saya bisa pulang sendiri!" jawab Kiara ketus, lalu kembali berjalan pulang.
Xavier kembali mengejar, kali ini ia turun dari mobil dan menahan tangan Kiara. Pandangan mata mereka bertemu, Kiara dengan tatapan sinisnya melihat ke dalam mata Xavier yang menyiratkan garis-garis kekhawatiran. Dengan sorotan lampu mobil, dua manusia itu membeku untuk beberapa saat.
Pria dengan pakaian yang terkena noda kopi itu tidak mengancing sempurna kemejanya. Sehingga, dapat Kiara lihat dengan jelas dada bagian atas yang tadi disentuhnya saat mengobati luka Xavier.
"Saya bilang masuk! Saya atasan kamu jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai rumah dengan selamat. Ini sudah malam, juga karena saya minta kamu untuk lembur. Sekarang masuk!"
Suara tegas dan terdengar dingin itu membuat Kiara kesal tetapi akhirnya menurut. Ia masuk ke mobil diikuti Xavier yang juga kembali menghadap setir mobilnya.
"Sebagai atasan harus memastikan saya sampai rumah dengan selamat, tapi tidak bisa memastikan saya tidak dilecehkan ya?" gumam Kiara yang bisa didengar jelas oleh Xavier.
Xavier kelu seketika saat mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir Kiara. Susah payah ia menelan ludahnya sendiri. Xavier mulai menjalankan mobilnya. Otak cerdasnya mulai menyusun kalimat-kalimat yang tepat untuk menjelaskan pada Kiara. Terlihat sekali gadis itu sangat marah saat ini.
Xavier menghela napas berat, kemudian berkata, "Maaf, aku tadi kebawa suasana. Tapi, aku beneran suka kamu dan aku rasa aku mulai mencintai kamu, Kia."
Kiara tidak memberikan respon. Mulutnya terkunci rapat, bahkan ia membuang muka. Melihat deretan pertokoan dan memperhatikan lampu jalan lebih baik daripada menanggapi ocehan Xavier. Ia juga kesal pada dirinya sendiri yang hampir saja kecolongan.
Melihat Kiara terdiam, Xavier merasa frustrasi dan akhirnya ikut diam. Sesekali ia hanya memandangi Kia dari samping. Sampai mobil berhenti pun, mereka masih dalam keheningan.
Kiara membuka pintu mobil, tanpa menoleh pada Xavier ia berkata, "Terima kasih, Pak Xavier." Kiara keluar dari mobil tanpa menunggu jawaban Xavier. Ia masuk ke rumah kos yang ia tinggali sejak bekerja dengan Xavier.
Saat Kiara sudah masuk, Xavier memukul setir mobilnya dengan kesal. Ia menyandarkan kepalanya di setir itu dan membiarkan malam sunyi membalut dirinya yang terbakar amarah dan naf.su yang tak tersalurkan. Isi kepalanya hanya terngiang-ngiang wajah Kiara yang menatapnya dingin.
Di sisi lain, Kiara sudah masuk kamarnya. Ia tersenyum setelah menutup pintu. Ia merasa senang karena pada akhirnya Xavier akhirnya masuk ke dalam perangkapnya dan mengakui perasaan cintanya. Akan tetapi, itu belum cukup membuatnya puas. Yang Kiara mau, Xavier benar-benar tergila-gila padanya bukan hanya karena naf.su.
Kiara pikir ia harus pintar-pintar jual mahal karena jika memberikan hatinya dengan mudah, maka ia tidak akan dihargai. Lagipula, laki-laki menyukai tantangan dan Kiara akan memberikan tantangan itu pada Xavier. Ia harus membuat Xavier frustasi, menginginkan sesuatu tapi tidak bisa mendapatkannya.
Kiara masuk ke kamar mandi dan melihat bayangan dirinya di dalam kaca. Ia melihat bibirnya yang sedikit terluka karena gigitan Xavier.
Aku harus lebih waspada. Aku terlalu fokus balas dendam sampai lupa Xavier itu laki-laki dan ia lebih kuat. Xavier memang sudah jatuh cinta sesuai prediksiku, tapi ciuman ini tidak pernah ada dalam rencana sebelumnya. Aku tidak menyangka reaksi Xavier akan secepat ini.
🦄🦄🦄
Ada yang nungguin nggak? kembang kopi dulu dong, biar semangat nih 🌹🌹☕☕
🍭🍭🍭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Irma Muthia Wijaya
berharap kiara punya perasaan suka sama savier
2024-12-22
0
Pia Palinrungi
apakah nanti xavier sm kiara jadian thor...??
2023-07-18
5
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
kayaknya kiara akan kemakan oleh permainannya sendiri. dan bucin dah.
2023-06-21
0