Kiara berdiri menatap luar jendela. Hujan deras sedang mengguyur di luaran sana. Angin besar menerpa pepohonan membuat air mata Kiara mulai berjatuhan. Ia merindukan orang tuanya saat ini. Dia berjauhan dengan orang tuanya karena siapa? Demi apa? Kiara membenci alasannya itu.
Karena pintu sedikit terbuka, Bibi Mita masuk masuk membawakan teh hangat dan tempe goreng yang masih hangat untuk Kiara. Melihat tatapan mata Kiara, Bibi Mita bisa merasakan perasaan sedih yang menghinggapi hati Kiara saat ini. Perlahan Bibi Mita mendekat menawarkan teh itu pada Kiara.
Kiara mengambil gelas teh itu dan berpura-pura tersenyum. "Terima kasih, Bi."
Bibi Mita ikut tersenyum lalu menaruh piring gorengan di meja tak jauh dari posisi mereka kini. Tiba-tiba Bibi Mita melepaskan kunciran kuda Kiara juga kacamatanya.
"Bibi apa yang Bibi lakukan? Aku tidak bisa melihat jelas." Kiara berusaha merebut kacamatanya dari tangan Bibi Mita.
"Apa sama sekali tidak terlihat? Bibi tahu berapa minus kacamata kamu. Coba lihat ke cermin, Kiara!" Bibi mengambil cermin rias yang ada di meja dekat piring gorengan yang tadi Bibi letakkan.
Kiara yang sudah trauma tidak mau melihat dirinya sendiri di cermin. Penampilannya sekarang pasti sangat buruk. Wajah yang sembab, rambut yang berantakan, dia pasti semakin menjijikkan.
"Nggak perlu bercermin juga aku tau kalau aku jelek, Bi." Kiara memalingkan wajahnya dengan merengut, kesal pada dirinya sendiri.
"Jelek fisik itu bisa ditutupi," ucap Bibi dengan yakin.
Kiara mengerutkan alis. Bibi Mita tersenyum lalu mengambil sesuatu di kamarnya. Saat kembali, Bibi Mita membawa peralatan riasnya. Lalu Bibi Mita mulai merias wajah Kiara. Sapuan make-up itu nyatanya bisa mengubah penampilan Kiara jadi lebih bersinar.
"Lihatlah kalau kamu nggak percaya!" Bibi memposisikan cermin tepat di depan wajah Kiara.
Kiara terkejut dengan wajah yang cantik di cermin itu. Ia memegang kedua pipinya dan berkata, "Ya. Ini sangat cantik. Kalau wajahku seperti ini mungkin aku nggak akan dihina, ya kan Bi?" Kiara tersenyum miris memandangi wajahnya sendiri yang mengagumkan.
"Wajah bisa dipoles, Kiara. Rambut yang kusut bisa disisir dan ditata, badan bisa berubah dengan pola makan dan olahraga teratur. Tapi–"
Belum selesai Bibi Mita menjelaskan, Kiara sudah memotong ucapannya. "Aku mau asalkan aku nggak harus mendengar kata-kata hinaan dan tidak perlu merasa sakit hati setiap hari. Aku akan memoles diriku sebanyak apa pun itu."
"Kiara, semua bisa diubah, tapi yang menentukan kamu cantik atau nggak itu hanya kamu sendiri."
Bibi menyentuh rambut Kiara yang panjang. Tiba-tiba Kiara ingat saat Diska menjambak rambutnya sampai ke lapangan. Rasa jijik tiba-tiba menghampiri pikirannya.
"Bagaimana kalau rambutmu kita potong?" tanya Bibi Mita sambil menggenggam rambut Kiara.
Kiara ragu, rambut panjangnya sudah lama menemani hari-hari Kiara. Akan tetapi, ia juga tidak ingin mengingat memori buruk setiap kali melihat rambutnya.
"Baiklah, Bi. Aku mau mengubah semua penampilanku." Kiara memantapkan hatinya.
Akhirnya, Bibi Mita merapikan rambut Kiara dan mulai memotongnya. Kiara memejamkan mata. Hujan yang turun semakin deras, suara petir bersahutan membawa Kiara mengingat segala yang telah terjadi. Perlakuan buruk, rasa sakit, hinaan dan semua hal buruk itu, Kiara berharap semuanya menghilang seiring dengan jatuhnya tiap helai rambut itu. Kiara membuang kesialan yang menimpanya itu, dan menggantinya dengan kehidupan yang lebih baik.
***
Kiara sudah kembali bersekolah, tentunya di tempat yang baru. Ia mulai memiliki banyak teman, keadaan yang berbeda 180 derajat dengan keadaannya beberapa waktu lalu. Di sekolah baru, tidak ada yang mengucilkannya. Semua menerima kehadiran Kiara, apalagi Kiara merupakan siswa yang cerdas.
Semakin hari, rasa percaya diri itu semakin tumbuh. Kiara tidak lagi terpuruk dengan keadaannya. Ia bergaul dengan baik bahkan sudah merencanakan akan kuliah bersama teman-temannya.
Bibi Mita tersenyum saat melihat Kiara yang baru pulang sekolah sedang tersenyum, sepertinya gadis itu sangat bahagia hari ini.
"Wah, ada yang lagi bahagia nih," ucap Bibi Mita saat Kiara mencium punggung tangannya.
Kiara tersenyum, lalu duduk di samping Bibinya. "Aku udah dapat kampus yang pas, Bi. Teman-temanku ternyata banyak yang akan kuliah di sana juga. Dan berita baiknya, Ayah sama Ibu izinin aku kuliah di sini," kata Kiara dengan semangat.
Bibi Mita mengusap pelan kepala Kiara. "Bagus dong, jadi kamu bisa temani Bibi pas nggak ada kerjaan gini," kata Bibi Mita. Wanita itu merasa lega karena Kiara berhasil bangkit dari keterpurukannya. Ia bersyukur karena trauma Kiara sudah semakin hilang.
"Tentunya." Kiara memeluk Bibi Mita sebelum akhirnya berpamitan untuk masuk ke kamarnya.
Kiara selalu menuruti semua yang Bibi Mita ucapkan. Ia sekarang sudah rajin mencuci muka dengan air hangat, melakukan perawatan kulit dengan scrub. Ia juga makan makanan sehat dan tidak jajan sembarangan. Kiara juga tidak pernah lagi belajar sampai larut malam, ia akan tidur sesuai jadwal.
***
Setahun berlalu sejak ia keluar dari sekolah lamanya, penampilan Kiara sudah semakin baik. Ia sudah menjadi mahasiswa sekarang. Saat orang tuanya meminta ia untuk pulang, Kiara menyempatkan diri untuk melihat teman-teman lamanya.
Kiara mendatangi kampus tempat Diska dan Xavier serta beberapa teman lamanya berkuliah. Dari kejauhan, Kiara bisa melihat jelas Diska dan Xavier yang terlihat bahagia. Mereka bercanda, bersenda gurau, seakan tak pernah merasa bersalah dengan apa yang telah menimpa Kiara.
Kenapa mereka sangat bahagia? Sedangkan aku harus terpuruk dalam trauma. Aku tidak akan membiarkan mereka terus tertawa. Aku akan membalas perbuatan mereka, terutama Diska.
Tangan Kiara mulai mengepal. Ia sangat marah melihat pelaku yang membuatnya trauma itu baik-baik saja. Padahal Kiara harus berjuang menyembuhkan traumanya. Kiara harus berpisah dari orang tuanya untuk mengobati luka yang telah mereka torehkan.
🦄🦄🦄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Inyoman Raka
dengan apa membalas dendam sama orang kaya klara
2024-09-01
2
𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf
lawan lah kii klo kau merasa bnar
2024-08-19
0
Minni Minni
Balaaaaaaassssssaaas kyara biar kapok cecunguk macam tuh
2024-08-09
3