Sudah menjadi kebiasaan bagi Xavier yang setiap sore akan menyuruh Kiara membuatkan kopi untuknya. Dulu ia merasa aneh dengan tingkah Kiara yang selalu berekspresi datar padanya, tapi sekarang ia seperti ketagihan jika sehari saja tidak menggoda Kiara.
"Permisi, Pak ini kopinya!" Kiara meletakkan kopi di meja seperti biasa. Ia menunggu perintah selanjutnya, jika tidak ada, maka ia akan meminta izin untuk kembali bekerja.
"Hemm," jawab Xavier sembari melirik ekspresi Kiara yang tetap berdiri di depan mejanya, sebelum ia suruh pergi. "Oh iya, saya mau kamu atur jadwal dengan Pak David karena –"
"Hei beb." Tiba-tiba Diska yang pernah membuli Kiara itu masuk ke ruangan Xavier, tanpa konfirmasi apa pun sebelumnya.
Kiara menatap Diska yang memakai rok super seksi dengan kemeja tipis yang dua kancing atasnya terbuka. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Ingatan masa lalu di sekolah membuatnya hampir kehilangan napas. Tidak! Ia harus kuat, jangan sampai Diska mengenalinya. Dengan cepat Kiara menghapus keringat dingin yang tiba-tiba keluar di dahinya.
"Diska, ngapain kamu ke sini?" tanya Xavier yang juga terkejut dengan kedatangan Diska. Sudah lama mereka tidak bertemu karena Diska dan mamanya sedang berlibur ke Paris, Perancis.
"Kangen," jawab Diska sambil tertawa kecil. Ia tidak menyadari ada Kiara yang berdiri di hadapan Xavier, bahkan kini sudah menjadi sekretaris pribadinya.
Kiara butuh menenangkan diri, ia terlalu kaget dengan kedatangan Diska yang tiba-tiba.
"Maaf, Pak. Apa saya harus keluar?" tanya Kiara pada Xavier. Tangannya berpegangan pada ujung meja, berusaha berdiri tegak meski ia bernapas dalam satu ruangan bersama orang-orang yang dibencinya.
"Tidak perlu Kia. Kita sedang kerja, dan dia ke sini tidak ada hubungannya dengan perusahaan," jawab Xavier. Sebenarnya ia merasa risih dengan kehadiran Diska, tapi mau mengusir juga rasanya ia akan terlihat tidak sopan di mata Kiara.
"Beb, dia siapa?" tanya Diska yang memilih duduk di kursi depan Xavier. Ekor matanya mengamati dengan jelas sosok Kiara yang sangat asing. Satu bulan tidak bertemu Xavier kenapa sudah ada orang asing di sekitar laki-laki yang ia sebut calon suami.
Diska sama sekali tidak mengenali Kiara, karena yang berdiri di hadapannya sekarang adalah gadis cantik berkulit putih bersih. Tubuhnya harum, dengan polesan make up tipis dan rambut disanggul sempurna, mirip dengan penampilan pramugari di pesawat.
"Dia sekretaris saya, sebaiknya kamu pulang Diska. Saya lagi kerja, jangan ganggu saya."
Diska memanyunkan bibirnya, ia menunduk dan memelas. Diska sangat tahu kelemahan Xavier adalah ibunya. "Aku tadi ke rumah nganter oleh-oleh buat Tante Kimmy. Tante bilang aku makin kurus, satu bulan nggak ketemu kamu kan aku kangen dan kepikiran terus. Makanya, tadi Tante Kimmy nyuruh aku ke sini aja biar ngurangin kangen aku ke kamu," kata Diska dengan nada dibuat-buat.
Mendengar itu, Kiara sudah ingin kabur saja, tapi ia tidak mungkin pergi sebelum bosnya mengizinkan.
Xavier merasa risih karena Diska selalu memanggilnya 'Beb' padahal mereka tidak memiliki hubungan spesial, apalagi di hadapan orang baru seperti Kia.
"Diska, kita tidak punya hubungan apapun. Jadi, saya harap kamu bisa menjaga sikap, terutama cara kamu memanggilku." Suara Xavier terdengar tegas dan ada nada marah yang mengiringinya.
"Nggak mau. Aku suka manggil Beb, walaupun seribu kali kamu ngelarang aku. Aku akan tetap panggil Beb." Diska juga tak mau mengalah, baginya itu termasuk usaha supaya orang mengira Xavier sebagai miliknya.
"Kamu pikir ini rumah kamu! Kalau kamu tidak bisa menjaga sikap dan hanya mengganggu, lebih baik kamu pulang karena saya tidak ada waktu meladeni kamu." Xavier sudah sangat malas menanggapi Diska.
"Aku di sini aja, nggak akan ganggu kamu kok. Aku janji." Diska mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya, membentuk huruf V yang ditempelkan di pipinya.
"Oke! Kia kita ke ruangan kamu aja!" Xavier malah mengajak Kiara untuk keluar. Ia berdiri, membalik tubuh Kiara yang sedari tadi hanya diam, lalu mendorong Kiara agar mereka berdua bisa keluar dari ruangannya.
Diska merasa jengkel karena lagi-lagi Xavier mengabaikannya. Mulutnya komat-kamit mengumpat kesal. Namun, Diska yang pintar selalu memiliki banyak alasan untuk bisa mendekati Xavier.
🦄🦄🦄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf
Diska mok cara berpakaian kayak jabay 😃😃😃😃😃
2024-08-19
2
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
beginilh perempuan yg urat malu uda putus.. maw tolak mcm mna pun tetap berkeras mengejar sbb harga diri sudah hilang🤭🤭
2024-07-09
4
Lily Miu
ih malu2in g punya harga diri
2024-04-21
1