KKBL Bab 2

Kiara terbangun di ruang UKS yang sepi. Rasa sakit yang hampir membuatnya muntah karena mual menyambut kesadarannya. Telinganya terasa berdenging sesekali. Namun, dengan sedikit menguap, suara berdenging itu pun hilang, tapi rasa sakitnya tetap tertinggal hingga membuat Kiara mengerutkan kening. Ketika ia masih menyesuaikan diri sambil berpegangan pada ujung kasur, guru UKS datang menghampirinya.

"Kiara, kamu sudah bangun?" tanya guru tersebut.

"Iya Bu." Kiara duduk di hadapan gurunya.

"Sebaiknya kita periksa ke rumah sakit karena tadi telinga kamu berdarah. Takutnya gendang telinga kamu terluka," ucap guru tersebut.

Kiara diam sejenak, lalu ia menjawab, "Tidak perlu, Bu. Saya baik-baik saja, buktinya saya masih bisa mendengar jelas. Saya mau pulang saja kalau boleh." Kiara menolak usulan gurunya. Meski rasanya sangat sakit, tapi ia tidak mau menambah masalah yang mungkin akan timbul jika ia pergi ke rumah sakit.

Guru itu melihat bekas luka tamparan di wajah Kiara. Ia tahu siapa pelakunya karena dari desas desus yang beredar di kalangan guru, beberapa waktu terakhir Diska memang sedang mengincar Kiara. Akan tetapi, tidak ada yang bisa guru-guru itu lakukan karena mereka tahu, siapa orang tua Diska. Guru itu hanya bisa menelan rasa bersalahnya sendiri tanpa berani bertanya pada Kiara.

"Kamu yakin tidak perlu ke rumah sakit?" tanya guru UKS sekali lagi.

"Tidak, Bu. Terima kasih sudah menolong saya," ucap Kiara dengan sopan. 

"Terima kasihnya sama temen kamu. Dia tadi yang bawa kamu ke sini."

Kiara mengerutkan alisnya. Ternyata masih ada yang kasihan dengannya. "Siapa, Bu?"

"Aduh, ibu lupa namanya. Coba nanti tanya teman sekelas kamu, mereka pasti kenal."

Kiara hanya mengangguk dan tersenyum. Ia tidak mau mencari tahu sekarang, mungkin saja orang itu teman Diska yang tidak mau membuatnya mati di sekolah dan membuatnya terkena masalah.

"Kiara, ibu sudah siapkan es batu untuk mengompres luka kamu, pasti sakit sekali ya?" tanya guru itu sembari menyodorkan es batu dan kain dalam wadah kepada Kiara.

"Tidak apa-apa Bu."

Guru UKS membantu Kiara mengompres luka memarnya. Rasa bersalahnya semakin menjadi, seandainya Diska bukan anak orang kaya, pasti guru itu tidak akan tinggal diam.

"Kamu bisa pulang sendiri?" tanya Guru UKS setelah Kiara selesai mengompres lukanya.

Kiara mengangguk. "Bisa, Bu. Rumah saya tidak jauh."

"Baiklah, hati-hati dan langsung pulang ya." Guru itu mengusap kepala Kiara, kasihan melihat gadis muda sepertinya harus mengalami kejadian yang mengerikan itu.

***

Kiara naik bus kota dari sekolah ke rumah. Ia duduk sendirian karena teman-temannya belum pulang. Dalam kesendiriannya itu, Kiara memikirkan banyak hal. Otaknya mulai menyusun kata-kata jika orang tuanya bertanya. Akan tetapi, setelah ia pikir-pikir ulang, bukankah lebih baik orang tuanya tidak tahu?

Kalau aku bercerita pada Ayah dan Ibu kalau aku diperlakukan seperti ini, pasti Ayah dan Ibu akan sangat marah. Bisa saja Ayah datang ke sekolah dan malah mempermalukan diri kami. Keluarga Diska terlalu kaya untuk dilawan. Tidak, aku tidak mau membuat orang tuaku dipermalukan nantinya. Ayah, Ibu, maafkan aku.

Diska benar-benar jahat. Aku benci dia. Ini juga salah Xavier. Kalau saja dia mau membantuku, pasti Diska tidak akan sejahat itu. Padahal, Xavier sangat tahu bahwa aku adalah teman masa kecilnya, kenapa dia selalu berpura-pura seolah tidak mengenalku. Dia sangat berubah. Sejahat itukah Xavier? Aku benci Xavier, aku benci Diska. Aku benci mereka semua.

Kiara turun dari bus saat kendaraan besar dan panjang itu berhenti. Kiara kembali berjalan, menyusuri gang dengan hiasan bendera plastik bekas tujuh belasan. Sebisa mungkin, ia berusaha menutupi lukanya dengan jaket. Ia tidak mau membuat orang tuanya cemas jika melihat lukanya.

Sesampainya di rumah, ibu Kiara sudah menyambut kedatangan putri tercinta. "Tumben sudah pulang, Ra?" Ibu melihat jam yang menggantung di dinding ruang tengah. Pikir ibu, ini belum saatnya jam pulang, apa Kiara sedang ada masalah? Kiara yang merupakan anak tunggal selalu menjadi kesayangan dalam kesederhanaan orang tuanya.

"Iya, Bu. Gurunya rapat," jawab Kiara. "Bu, aku tadi udah makan, besok ada ulangan dadakan. Aku mau belajar dulu." Kiara menyalami ibunya lalu hendak meninggalkan ibu.

Ibu memegang bahu Kiara untuk menahannya. Gadis itu meringis kesakitan, tapi ia tetap berusaha menahannya di depan ibu.

"Wajah kamu kenapa, Nak?" tanya ibu khawatir.

"Oh, ini." Kiara memegang pipi dan ujung bibirnya yang masih terasa sakit. "Aku tadi nggak sengaja tersandung terus kena bangku, Bu. Tapi aku nggak apa-apa kok, beneran."

"Kamu yakin kamu baik-baik saja, Nak?" tanya ibu khawatir.

"Aku baik-baik saja kok, Bu. Aku capek mau istirahat sebentar terus belajar. Tolong jangan ganggu ya, Bu," jawab Kiara. Ia tersenyum, lalu melangkah meninggalkan ibunya.

Ibu merasa ada yang aneh dari sikap putrinya, tapi ibu tidak mau berburuk sangka. Mungkin saja, saat ini Kiara sedang kelelahan dan memang butuh waktu sendiri untuk istirahat.

Sesampainya di kamar, Kiara mengurung diri. Ia duduk bersandar di pintu dan menatap langit-langit kamarnya. Kiara hanya diam, tatapan matanya kosong, tapi buliran bening terus keluar dari sudut matanya. Tanpa isakan atau ekspresi apa pun. Air matanya sudah sangat menjelaskan perasaannya saat ini.

Kiara menatap pergelangan tangannya. Ia lalu mengacak-acak meja belajarnya, mencari cutter yang entah terselip di mana. Setelah membuat berantakan kamarnya dengan buku yang berserakan, Kiara akhirnya menemukan benda tajam itu.

Ia mendorong knop alat itu supaya pisau tajamnya keluar, lalu ia menempelkannya pada pergelangan tangan. Perlahan dan sambil memejamkan mata, ia menyayat tangannya sendiri. Seketika bayangan kedua orang tuanya datang menghampirinya. Betapa mereka sangat menyayangi putri mereka.

Dulu, sebelum berurusan dengan Diska, kehidupan Kiara sangat bahagia. Ia memiliki orang tua yang sangat menyayanginya. Dulu ia punya teman, walau tidak seberapa, tapi semenjak mengenal Diska semuanya berubah. Diska telah mengambil semua kebahagiaan Kiara.

Maafkan aku, Ayah, Ibu. Mungkin ini yang terbaik buatku.

Cutter itu terus menggores pergelangan tangan Kiara. Darah mulai keluar menembus kulitnya, rasa perih yang timbul nyatanya tidak bisa menghentikan tekadnya. Sampai akhirnya, bayangan masa kecilnya kembali muncul.

"Kiara, anak ayah paling cantik sedunia. Harta ayah satu-satunya." Ayah menggendong Kiara kecil dan menerbangkannya sambil berputar. Kiara kecil tertawa lepas.

"Ayah akan sekolahkan kamu di tempat yang bagus. Ayah akan lebih giat cari uang, kamu harus mendapatkan yang terbaik untuk masa depanmu. Kiara anak kesayangan ayah. Harta terbesar yang ayah punya."

Bayangan tentang masa kecilnya membuat Kiara semakin menangis. Tubuhnya lemas dan cutter itu pun terjatuh. Isakan tangisnya terdengar pilu dan menyayat, rasa sesak di dada mulai timbul.

Bodoh! Bodoh! Bodoh. Kiara memukul dadanya yang terasa sakit. Kenapa hidup sesulit ini? Bahkan mati pun sangat sulit.

Bayangan Diska yang tertawa, membuat hatinya terasa panas. Kalau ia mati sekarang, Diska tidak akan mendapatkan balasan atas perbuatan jahatnya. Lagi-lagi dia hanya bisa menahan diri. Kiara tertawa kecut. Menertawakan dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa pun.

Jika saja dia bisa mengubah takdirnya, mungkin Kiara bisa membalas perbuatan Diska suatu hari nanti.

🦄🦄🦄

Terpopuler

Comments

3sna

3sna

brrt sjrng udh gk syng gitu,gimn gimn,,,

2024-11-09

0

Nia Nara

Nia Nara

Paling gak suka orang yg ngarep seharusnya xavier nolongin aku. Neng, kalau xavier nolongin kamu itu karena dia baik hati bukan karena kewajiban. Jadi kalau dia gak mau nolongin kamu itu juga bukan salah xavier. Yang SEHARUSNYA MENOLONG adalah DIRIMU SENDIRI, KIARA !!!

2024-09-08

3

𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf

𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf

cari sekolah yang biasa ajahhhh

2024-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 KKBL Bab 1
2 KKBL Bab 2
3 KKBL Bab 3
4 KKBL Bab 4
5 KKBL Bab 5
6 KKBL Bab 6
7 KKBL Bab 7
8 KKBL Bab 8
9 KKBL Bab 9
10 KKBL Bab 10
11 KKBL Bab 11
12 KKBL Bab 12
13 KKBL Bab 13
14 KKBL Bab 14
15 KKBL Bab 15
16 KKBL Bab 16
17 KKBL Bab 17
18 KKBL Bab 18
19 KKBL Bab 19
20 KKBL Bab 20
21 KKBL Bab 21
22 KKBL Bab 22
23 KKBL Bab 23
24 KKBL Bab 24
25 KKBL Bab 25
26 KKBL Bab 26
27 KKBL Bab 27
28 KKBL Bab 28
29 KKBL Bab 29
30 KKBL Bab 30
31 KKBL Bab 31
32 KKBL Bab 32
33 KKBL Bab 33
34 KKBL Bab 34
35 KKBL Bab 35
36 KKBL Bab 36
37 KKBL Bab 37
38 KKBL Bab 38
39 KKBL Bab 39
40 KKBL Bab 40
41 KKBL Bab 41
42 KKBL Bab 42
43 KKBL Bab 43
44 KKBL Bab 44
45 KKBL Bab 45
46 KKBL Bab 46
47 KKBL Bab 47
48 KKBL Bab 48
49 KKBL Bab 49
50 KKBL Bab 50
51 KKBL Bab 51
52 KKBL Bab 52
53 KKBL Bab 53
54 KKBL Bab 54
55 KKBL Bab 55
56 KKBL Bab 56
57 KKBL Bab 57
58 KKBL Bab 58
59 The Baby'S Mafia By DHEVIS JUWITA
60 KKBL Bab 59
61 KKBL Bab 60
62 TERJERAT SKANDAL by Itta Haruka07
63 KKBL Bab 61
64 KKBL Bab 62
65 KKBL Bab 63
66 KKBL Bab 64
67 KKBL Bab 65
68 KKBL Bab 66
69 KKBL Bab 67
70 KKBL Bab 68
71 KKBL Bab 69
72 KKBL Bab 70
73 KKBL Bab 71
74 KKBL Bab 72
75 KKBL Bab 73
76 KKBL Bab 74
77 KKBL Bab 75
78 KKBL Bab 76
79 KKBL Bab 77
80 KKBL Bab 78
81 KKBL Bab 79
82 KKBL Bab 80
83 KKBL Bab 81
84 KKBL Bab 82
85 KKBL Bab 83
86 KKBL Bab 84
87 Info Pemenang Give Away
88 Ceraikan Aku By Itta Haruka07
89 Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat By Itta Haruka07
90 Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
91 Menjerat Sang Pengawal by Itta Haruka07
92 Asmara Terlarang By Itta Haruka07
93 New Novel : Rahasia Istri Culun By Itta Haruka07
94 Dihamili Kembaran Suami By Itta Haruka07
95 Bonus
96 Bad Boy and His Secret Wife By Itta Haruka07
97 Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran! by Itta Haruka07
98 Leon dan Rindu : Terpaksa Kembali by Itta Haruka07
Episodes

Updated 98 Episodes

1
KKBL Bab 1
2
KKBL Bab 2
3
KKBL Bab 3
4
KKBL Bab 4
5
KKBL Bab 5
6
KKBL Bab 6
7
KKBL Bab 7
8
KKBL Bab 8
9
KKBL Bab 9
10
KKBL Bab 10
11
KKBL Bab 11
12
KKBL Bab 12
13
KKBL Bab 13
14
KKBL Bab 14
15
KKBL Bab 15
16
KKBL Bab 16
17
KKBL Bab 17
18
KKBL Bab 18
19
KKBL Bab 19
20
KKBL Bab 20
21
KKBL Bab 21
22
KKBL Bab 22
23
KKBL Bab 23
24
KKBL Bab 24
25
KKBL Bab 25
26
KKBL Bab 26
27
KKBL Bab 27
28
KKBL Bab 28
29
KKBL Bab 29
30
KKBL Bab 30
31
KKBL Bab 31
32
KKBL Bab 32
33
KKBL Bab 33
34
KKBL Bab 34
35
KKBL Bab 35
36
KKBL Bab 36
37
KKBL Bab 37
38
KKBL Bab 38
39
KKBL Bab 39
40
KKBL Bab 40
41
KKBL Bab 41
42
KKBL Bab 42
43
KKBL Bab 43
44
KKBL Bab 44
45
KKBL Bab 45
46
KKBL Bab 46
47
KKBL Bab 47
48
KKBL Bab 48
49
KKBL Bab 49
50
KKBL Bab 50
51
KKBL Bab 51
52
KKBL Bab 52
53
KKBL Bab 53
54
KKBL Bab 54
55
KKBL Bab 55
56
KKBL Bab 56
57
KKBL Bab 57
58
KKBL Bab 58
59
The Baby'S Mafia By DHEVIS JUWITA
60
KKBL Bab 59
61
KKBL Bab 60
62
TERJERAT SKANDAL by Itta Haruka07
63
KKBL Bab 61
64
KKBL Bab 62
65
KKBL Bab 63
66
KKBL Bab 64
67
KKBL Bab 65
68
KKBL Bab 66
69
KKBL Bab 67
70
KKBL Bab 68
71
KKBL Bab 69
72
KKBL Bab 70
73
KKBL Bab 71
74
KKBL Bab 72
75
KKBL Bab 73
76
KKBL Bab 74
77
KKBL Bab 75
78
KKBL Bab 76
79
KKBL Bab 77
80
KKBL Bab 78
81
KKBL Bab 79
82
KKBL Bab 80
83
KKBL Bab 81
84
KKBL Bab 82
85
KKBL Bab 83
86
KKBL Bab 84
87
Info Pemenang Give Away
88
Ceraikan Aku By Itta Haruka07
89
Istri Kontrak Pelampiasan Hasrat By Itta Haruka07
90
Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
91
Menjerat Sang Pengawal by Itta Haruka07
92
Asmara Terlarang By Itta Haruka07
93
New Novel : Rahasia Istri Culun By Itta Haruka07
94
Dihamili Kembaran Suami By Itta Haruka07
95
Bonus
96
Bad Boy and His Secret Wife By Itta Haruka07
97
Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran! by Itta Haruka07
98
Leon dan Rindu : Terpaksa Kembali by Itta Haruka07

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!