Dari kejadian kemarin, Kiara memahami satu hal. Xavier tidak menyukai Diska, tapi Diska berambisi untuk mendapatkan Xavier. Kiara pikir, ia harus bisa memanfaatkan situasi ini untuk membalaskan sakit hatinya pada Diska sekaligus Xavier.
Kiara mulai menyusun strategi. Ia menghubungi resepsionis agar meneleponnya saat melihat Diska datang. Tujuannya supaya dia bisa membuat Xavier sibuk dan mengabaikan Diska, sehingga Diska bisa merasakan sakitnya diabaikan, seperti yang dulu Kiara rasakan.
Jam makan siang hampir tiba, resepsionis menghubungi Kiara bahwa Diska kembali datang. Kiara langsung mengambil berkas yang sedari tadi sedang ia kerjakan. Kiara mengetuk pintu ruangan Xavier dan meminta izin masuk.
"Permisi, Pak." Kiara berdiri di depan meja Xavier.
"Ya, Kia. Ada apa?" Xavier melepas kacamatanya dan menatap Kiara yang semakin hari semakin terlihat cantik di mata Xavier.
"Ini, Pak. Saya lihat di sini ada kesalahan laporan." Kia menunjuk deretan angka yang membuat Xavier memakai kacamatanya.
Dengan serius Xavier memperhatikan angka itu. Memang ada yang aneh, tapi sebelum Xavier bertanya, pintu ruangannya kembali terbuka.
"Hai Beb. Lunch yuk!" ajak Diska yang membuat Xavier mengambil napas berat.
"Em. Pak, laporan ini mau kita bahas di meeting dengan investor nanti setelah makan siang." Kiara mengingatkan, jika waktu mereka menyelesaikan berkas itu tinggal sedikit lagi.
"Kamu benar, kita harus kerjakan sekarang. Kamu makan siang di sini sama saya, bisa?" tanya Xavier yang justru mengabaikan Diska secara terang-terangan.
Diska merasa dongkol dengan sikap Xavier. Tangannya mengepal karena marah telah diabaikan. Diska menatap sebal pada Kia yang kini berdiri di samping kursi Xavier.
Kiara mengangguk sebagai tanda ia menyetujui permintaan Xavier untuk makan siang bersama. Lalu, Xavier mulai membuka sebuah file dan Kiara memperhatikan layar komputer Xavier.
Kiara sedikit membungkuk saat mendengarkan penjelasan Xavier. Konsentrasi Xavier tiba-tiba hilang saat mencium aroma tubuh Kiara yang wangi. Pandangan matanya tidak lagi fokus pada berkasnya, ia malah terperangah dengan lekukan leher Kiara yang elegan. Dapat Xavier lihat tulang selangka Kiara yang sek.si karena kemejanya yang tidak dikancing sampai atas.
Kiara merasa bingung karena tidak lagi mendengar suara Xavier. Ia menoleh pada bosnya itu dan sejurus kemudian pandangan mata mereka bertemu. Kiara yang terus dipandangi Xavier pun merasa malu dan buru-buru membuang muka. Sialnya, gerakannya yang terlalu cepat membuat jepit rambutnya tiba-tiba terlepas sehingga rambut Kiara berjatuhan dan membelai halus wajah Xavier.
"Astaga, rambutnya bagus dan lembut," batin Xavier.
"Maaf, Pak." Kiara tersenyum. Untuk pertama kalinya ia terlihat malu-malu di depan Xavier, padahal biasanya ia terlihat datar seperti robot. Ia buru-buru merapikan rambutnya, tapi saat ia sadar, ia kehilangan jepit rambutnya.
Benda berwarna hitam dengan manik-manik yang melekat sebagai hiasan itu terjatuh tepat di pangkuan Xavier. Kiara menunduk mencari jepit rambutnya, ia cengo saat melihat benda itu berada di pangkuan Xavier.
Xavier tertawa melihat ekspresi Kiara yang kaget dan bingung. Ia malah menyimpan jepit itu dan berkata, "Jangan diikat, rambut kamu lebih bagus saat tergerai!" ucap Xavier yang sengaja membuat hati Diska panas, supaya gadis itu tahu bahwa kehadirannya di tempat ini sangat tidak diharapkan.
Kiara tersenyum manis, senyum yang lagi-lagi membuat Xavier tersentuh hatinya. Sekretarisnya itu kalau tersenyum bisa membuatnya lupa daratan.
Diska melihat itu dan merasakan kecewa karena diabaikan dan khawatir usahanya selama ini akan sia-sia. Apalagi tatapan Xavier pada sekretarisnya itu membuat Diska ingin sekali mencekik Kiara saat ini juga. Namun, ia tidak mungkin melakukan kekerasan di hadapan Xavier. Bisa-bisa Xavier semakin jauh dari jangkauannya dan usahanya selama ini akan sia-sia. Jadi, Diska mencoba menarik perhatian Xavier.
"Beb," sapa Diska dengan sedikit membungkukkan badan saat menarik kursi di depan Xavier hingga belahan dadanya bisa terlihat jelas oleh Xavier.
"Saya pesankan makan siang dulu untuk Bapak," ucap Kiara. Ia bergerak pelan hendak ke ruangannya, tapi dengan cepat tangan Xavier menahannya.
"Nggak usah, biar saya yang pesan. Kita langsung bahas masalahnya aja ya, waktu kita nggak banyak," ucap Xavier sambil tersenyum untuk meyakinkan Kiara. Hingga akhirnya, Kiara mengangguk setuju. "Dis, kamu pulang saja, saya sibuk banget. Kalau kamu mau bicara penting dan tetap mau menunggu, duduk aja di sofa sana!" Xavier menunjuk sofa di seberang mejanya.
Raut wajah Diska seketika langsung berubah merah padam menahan malu dan amarah. Ia bangun dari kursi lalu menatap Kiara dengan tatapan membunuh. Namun, Kiara membalasnya dengan senyum sembari mengangguk, seakan sedang menyapa Diska. Senyum Kiara nyatanya malah membuat hati Diska terbakar. Dengan mata menyala mengobarkan api kebencian, ia berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya, menciptakan suara khas dari heelsnya.
Kiara tersenyum kecut setelah berhasil mengusir Diska dan membuatnya merasakan sakitnya diabaikan.
***
Kiara dan Xavier baru saja selesai meeting dengan investor. Rencananya, mereka akan ke Bali untuk membahas renovasi resort milik keluarga Mahendra yang kini dikelola Xavier.
"Kia, kamu pernah ke Bali?" tanya Xavier saat mereka kembali dari ruang meeting.
"Em, pernah, Pak. Tapi, waktu itu hanya liburan SMA."
"Oh ya, SMA saya malah ke Jogja. Kamu suka Bali pantai yang mana?" tanya Xavier yang membuat langkah Kiara terhenti.
Mungkin kalau aku tidak pindah sekolah, aku pasti tidak akan ke Bali, dan mungkin akan berlibur ke Jogja sepertimu.
"Saya, suka pantai pandawa, Pak." Kiara menunduk. Misinya kali ini adalah untuk membuat Xavier terpikat dan jatuh hati padanya. Pergi ke Bali bersama adalah kesempatan yang bagus untuk menjalankan misinya itu.
🦄🦄🦄
Like, Komen, Hadiah, dan Vote jangan lupa gaess 🍭🍭🍭
🦄🦄🦄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf
aihhh no komentar, 😃😃😃takut di hujat nitijen 😃😃😃😃
2024-08-19
2
lily
aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cintaaa kepadakuuu ,,,, ngomong sambil bernada
2024-08-06
0
Dessy Lisberita
jngan sampai lo juga ikut jatuh cinta kiara kaya ga ad laki lain aja . atoor
2024-07-29
2