Xavier merasa bersalah ketika melihat Kiara keluar dari ruangannya sambil memegangi pipinya yang telah ditampar Diska. Bekas tamparan itu pasti terasa sangat perih. Jika tidak, mana mungkin bisa sampai merah begitu dan sekretarisnya pun terus memegangi pipinya.
Tadi, Diska menamparnya cukup keras. Apakah meninggalkan lecet di wajahnya?
Seketika, Xavier menjadi bingung harus berbuat apa. Dia belum pernah berada di posisi seperti ini selama dia menjabat jadi CEO. Saking shock dan paniknya, otak Xavier mendadak kosong.
Akhirnya, Xavier memutuskan untuk membuka ponsel, lalu mencari tahu di internet apa yang bisa ia lakukan untuk membantu Kiara meredakan rasa sakitnya. Bagaimanapun juga, ini salahnya jadi Xavier merasa bertanggung jawab.
Beberapa menit berlalu sebelum sebuah senyum tipis terukir di wajahnya yang sangat tegang. Setelah membaca di internet, Xavier langsung keluar ruangan dan berjalan cepat ke arah pantry untuk mengambil es batu. OB yang ada di pantry sampai heran, karena untuk pertama kalinya semenjak mereka bekerja, Xavier menginjakkan kakinya di pantry.
Tanpa berani bertanya lebih apalagi membantah, para OB itu memberikan es batu dan kain bersih kepada Xavier. Setelahnya Xavier kembali ke ruangan. Ia ingin menghampiri Kiara untuk membantu mengompres pipinya secara langsung. Namun, seorang sekretaris senior dengan sigap berdiri dan menawarkan diri untuk membantu.
"Pak, Biar saya saja," kata pria paruh baya itu.
"Nggak usah, biar saya saja. Kamu lanjut kerja!" Xavier tetap menghampiri Kiara.
Dengan terpaksa sekretaris senior itu menurut dan kembali ke mejanya, membiarkan Xavier melakukan apa yang ia mau.
Namun, saat sampai di meja Kiara, Xavier malah mendapat tatapan dingin yang sangat menusuk hati dari Kiara. Akan tetapi, sikap Kiara tetap sopan, ia berdiri dan sedikit membungkuk hormat. Lalu, dengan nada formal yang semakin mengusik hati Xavier, ia bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, Pak?"
Pertanyaan Kiara membangunkan Xavier yang sempat bengong karena kaget akan sikap Kiara yang berubah total. Tidak lama setelahnya, Xavier kembali fokus. Saat ia melihat pipi Kiara dengan cap tangan berwarna merah yang kontras dengan kulitnya yang putih, Xavier semakin merasa bersalah dan Kiara bisa melihat hal itu.
Dalam hati Kiara sangat senang karena ia memang sengaja memamerkan tanda tamparan itu pada Xavier dan ingin Xavier merasa bersalah. Dengan begitu, Kiara dapat memanfaatkan perasaan Xavier untuk membuat laki-laki itu semakin hanyut dalam pesonanya.
Benar saja, bos-nya itu menjadi sedikit gelagapan karena kaget dan merasa bersalah. "I-Ini … itu. Em, aku ada es. Mari aku bantu kompres–"
Xavier belum selesai bicara, tetapi Kiara sudah langsung memotong, "Terima kasih, Pak. Tapi, nggak usah repot-repot. Saya bisa sendiri." Kiara akan mengambil es batu itu dari tangan Xavier, tapi Xavier malah menghindar.
Ia bersikeras ingin mengompres luka Kiara. "Ini salah saya, jadi biarkan saya yang membantumu."
Kiara diam sejenak tetapi akhirnya ia berkata, "Saya sungguh tersanjung, Pak. Terima kasih." Ia duduk dan memperhatikan Xavier, menunggu laki-laki itu membantunya.
Xavier yang mendengar sindiran Kiara seperti tersedak ludah sendiri sampai ia tidak bisa berkata apa-apa. Meski begitu dia tetap mendekati Kiara dan membantunya.
Saat sedang mengompres pipi Kiara, Xavier meminta maaf karena dia yang menyebabkan Diska sampai menamparnya. Sayangnya, Kiara tidak merespon dan hanya diam saja seolah tidak mendengar apa pun. Xavier jadi semakin khawatir karena Kiara tidak membantah saat Xavier mengatakan ini salahnya dan sekarang Kiara juga tidak menjawab permintaan maafnya. Xavier sangat yakin kalau sekarang wanita di hadapannya ini benar-benar marah dan mungkin membencinya.
Xavier kembali mencoba menjelaskan, tapi Kiara kembali memotong sebelum Xavier sempat berucap, "Tidak perlu merasa tidak enak, Pak. Saya hanya karyawan biasa."
Jawaban Kiara seperti mengetuk palu tiga kali di pengadilan dan menyegel nasib Xavier. Pria itu pun hening seketika. Hanya ada rasa pahit yang tertinggal setelah itu.
***
Setelah Diska diusir secara paksa, ia ingin membalas apa yang telah dilakukan Kiara. Ia pun menunggu Kiara pulang kerja untuk membuat perhitungan dengan perempuan itu.
Saat di halte bus yang kebetulan hanya ada Kiara sendiri, Diska langsung menghampirinya.
🦄🦄🦄
Like komennya jangan ketinggalan 🙃🙃
🦄🦄🦄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
anonim
wadoh bakal jambak2an kah....???
2024-10-27
0
Rose Reea
hahaha kapok 🤣
2024-08-29
0
𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf
duh pengertian bgtu ya Xavier
2024-08-19
1