Bab 3 : Salah apartemen

"Saya..."

Zico tersenyum ketika wanita itu hendak mengatakan sesuatu namun ternyata tidak sesuai perkiraannya.

"Saya tidak serendah yang anda duga hanya karena demi uang," ucap Lisa.

Senyuman Zico pun seketika memudar. Dia sangat geram sekali namun masih menampilkan ekspresi datar. Dia menatap Lisa dari atas sampai bawah lalu hanya bisa tersenyum mengejek.

"Cih... apa kurang tawaran yang aku berikan? Aku bisa membelikanmu berlian mahal juga. Semua wanita suka dengan berlian."

Lisa tersenyum, dia masih menanggapi Zico dengan santai. Zico malah semakin tertarik padanya dan ingin menjerat sekertarisnya itu. Semakin Lisa menolak semakin juga Zico merasa tertantang.

"Lisa Mariana, tidurlah denganku! Apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi namun jika tidak mau kamu akan menanggung akibatnya," sambung Zico.

Lisa mengeluarkan ponselnya dari saku lalu bertanya berapa uang pinalti yang harus dia bayar. Zico menyebutkan uang nominalnya, Lisa mengangguk paham dan tak lama berselang ponsel Zico yang dibawa Jack berbunyi.

"Tuan, ada dana masuk dari Nona Lisa," ucap Jack.

"Itu untuk membayar uang pinaltinya. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri saja dan anda tidak usah repot-repot untuk memecat saya. Terima kasih atas selama ini. Bekerja di sini membuat saya mengalami banyak pengalaman dan tentunya kejadian saat ini tidak terlupakan," jawab Lisa.

Lisa pamit, dia menunduk dan keluar dari ruangan Zico. Tak main-main, Zico meminta uang pinalti sebesar 100 juta rupiah namun Lisa dengan enteng membayarnya. Rahang Zico mengeras, perempuan itu sungguh mengejeknya. Dia lalu duduk di kursinya sembari mengobrak-abrik meja dan semua yang di atasnya berceceran di lantai. Jack hanya diam saja sembari menunggu komando dari bosnya, dia bisa saja membunuh Lisa saat itu juga karena dengan beraninya mengejek sang tuan namun Zico sedari tadi tak memerintahkannya.

"Aargghh... Sial! Zico Abraham direndahkan oleh sekertaris sok itu?"

"Apa yang perlu saya lakukan, tuan? Saya bisa menyuruh orang untuk mencelakainya," sahut Jack.

"Siapa yang menyuruh untuk melukainya. Biarkan saja! Sudah sana pergi!"

Jack mengangguk, dia lekas keluar dari ruangan Zico. Zico meremas jemarinya sambil mengumpat dalam hatinya sendiri. Baru pertama kali dirinya ditolak oleh perempuan walau ini juga pertama kali dia mengajak perempuan tidur. Sebelumnya jika dia tertarik dengan perempuan maka dia akan mengajaknya untuk makan malam dahulu, saat itulah dia bisa mengambil keputusan untuk melanjutkan atau membuangnya. Namun kali ini berbeda, ada daya tarik tersendiri pada sekertarisnya itu. Zico dengan berani mengajaknya tidur apalagi Zico sama sekali belum pernah tidur dengan perempuan.

Lisa Mariana, aku semakin tertarik padamu. Batin Zico sembari tersenyum kecil.

**

Lisa kembali ke apartemennya, kejadian hari ini sungguh tak terduga walau bukan pertama kalinya dirinya diajak tidur oleh pria. Dia menghela nafas panjang sembari melepaskan semua pakaiannya, di apartemen kecil itu dia mencurahkan seluruh perasaannya.

Lisa masuk ke dalam bak mandi, dia ingin berendam sejenak sembari berpikir bagaimana ke depannya. 100 juta sudah dia berikan pada Zico dan tabungannya kian menipis. Lisa melakukan itu supaya tidak kalah dengan Zico yang sudah merendahkannya sebagai seorang wanita.

1M hanya untuk tidur dengannya? Mau dia memberikan semua hartanya aku tidak akan mau. Batin Lisa.

Lisa membilas tubuhnya yang bersabun setelah itu mengelap tubuhnya menggunakan handuk. Saat hendak keluar dari kamar mandi, dia mendapat telpon dari temannya. Lisa mengangkatnya, temannya itu meminta dirinya nanti malam untuk datang ke apartemennya. Lisa mau saja karena saat ini dirinya juga tengah butuh teman untuk curhat. Setelah menutup telpon, Lisa memakai pakaiannya dan merebahkan diri di ranjang hangatnya.

Membayar denda 100 juta tak masalah baginya namun diblacklist di semua perusahaan menjadi masalah sangat besar untuk saat ini. Bagaimana tidak? Koneksi Zico memang luas apalagi dengan membalikan tangan saja dia mudah untuk melakukan apapapun.

"Aku juga tidak akan pulang rumah sebelum sukses. Mereka akan menertawakanku jika aku pulang dalam keadaan sudah pengangguran. Huh... mana harus bayar sewa apartemen bulan depan. 100 juta ku melayang begitu saja," gumam Lisa.

Saat sedang membayangkan kedepannya, Lisa tertidur cukup pulas. Mungkin hari ini adalah hari terberatnya karena harus berurusan dengan Tuan Zico Abraham Mendrova.

Detik demi detik berlalu, jam demi jam silih berganti. Lisa terbangun dan melihat jendela apartemennya yang sudah menunjukan waktu malam hari. Dia kaget, ternyata dirinya sudah tertidur beberapa jam.

Lisa bangun dan langsung mandi lagi mumpung masih jam setengah tujuh malam. Setelah mandi dia segera ke apartemen temannya itu yang berjarak setengah jam dari apartemennya. Kali ini Lisa memilih untuk naik taksi online saja karena berniat untuk menginap di sana.

Sesampainya di sana, Lisa naik menggunakan lift. Gedung apartemen ini sangat mewah dan memang khusus untuk orang kaya saja. Harga jualnya juga tinggi apalagi jika disewa maka harganya bisa 10 kali harga sewa di apartemen yang kini ditempati Lisa.

Di dalam lift, dia hanya menatap bayangan tubuhnya. Tak berselang lama pintu lift itu terbuka, Lisa lekas keluar dan mencari apartemen milik temannya.

507, itulah nomor yang diingatnya. Lisa mengetuk pintu namun saat terketuk malah terbuka seolah tidak tertutup rapat. Lisa langsung masuk.

"Hani, kenapa pintunya tidak tertutup rapat?" tanya Lisa.

Pria yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dipinggangnya saja. Lisa terbelalak dan menyadari dia salah kamar.

"Lisa? Kamu datang ke sini untuk menerima penawaranku tadi?" tanya Zico.

Lisa memang sudah 2 tahun bekerja dengan Zico namun pria itu tak memperbolehkan siapapun untuk mengetahui tempat tinggalnya kecuali hanya Jack yang mengetahuinya.

Lisa barjalan ke arah pintu namun Zico menarik tubuhnya dan mendorongnya ke tembok.

"Dari siapa kamu tahu aku tinggal di sini?" tanya Zico.

"Maaf, Tuan Zico. Saya salah kamar," jawab Lisa sambil mendorong Zico dengan kuat.

Lisa kembali hendak keluar namun Zico mencegahnya.

"Tawaranku masih berlaku. Kamu pasti khawatir kan karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan di manapun? Semua perusahaan sudah mendaftarhitamkan nama kamu," ucap Zico.

Lisa menepis tangan Zico yang menggenggam tangannya kuat. Lisa masih saja menatapnya datar seolah tidak memperdulikan semua itu.

"Tuan Zico yang terhormat. Cara anda sangat norak sekali. Pertama anda menyerang saya dengan para pegawai anda. Kedua anda menyerang saya dengan ancaman. Ketiga anda hampir menyerang saya di kamar apartemen ini, namun itu tak akan mudah bagi anda. Saya tak selemah itu," jawab Lisa.

Zico tersenyum kecil, dia semakin mendekati Lisa. Lisa terus mundur dan siap menyerang jika Zico benar-benar nekat kepadanya. Tiba-tiba punggung Lisa terhentak ke tembok dan menyadari dia tak bisa melarikan diri lagi karena Zico sudah ada di depannya.

"Lisa, aku tidak akan melepaskanmu semudah itu."

Zico hendak menciumnya namun Lisa tiba-tiba menggigit kuat tangan Zico yang bersandar pada tembok. Zico sangat kesakitan sekali dan saat itulah Lisa punya kesempatan untuk lari dari Zico.

Mungkin kali ini kamu bisa lari, namun lain kali aku akan langsung menerkammu, Lisa Mariana. Batin Zico.

Terpopuler

Comments

Shinta Arigustanti Slamet

Shinta Arigustanti Slamet

semakin seru

2023-04-18

0

Rizal dody Zakaria

Rizal dody Zakaria

cerdik kayak kancil Lisa good gils

2022-08-08

0

Sandy Ditha

Sandy Ditha

aku suka karakter wanita nya kuat gak mudah ditindas, punya harga diri.. 😊😊

2022-06-03

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!