Bab 2 : Ambisi Zico

Jack datang dan melihat wajah sang tuan tak seperti biasanya. Jack membukakan pintu dan Zico masuk ke dalamnya. Mobil mewah itu melaju mengikuti suara motor besar yang ditumpangi Lisa. Jack melirik Zico yang sedari tadi terus menghela nafas panjang.

"Tuan, anda tidak apa-apa?" tanya Jack.

Zico menatapnya dengan tajam. "Menurutmu aku orang seperti apa?"

Jack mengernyitkan dahinya, jarang sekali tuannya itu bertanya akan hal itu.

"Anda orang yang sangat baik, elegan, banyak disukai wanita."

Zico menjentikkan jemarinya sembari mengangguk, semua orang berpikir seperti itu namun tidak bagi Lisa. Bagaimana selera Lisa sampai Zico yang kaya raya, tajir melintir dan banyak disegani orang sekitarnya malah menolaknya mentah-mentah. Setelah itu dia hanya diam sembari menatap kota metropolitan dengan pemandangan gedung-gedung pencakar langit. Jack membiarkannya, jika Zico tidak bercerita pada ada suatu hal pasti hal itu benar-benar sangat rahasia.

Sesampainya ditempat meeting.

Meeting kali ini diadakan di restoran bintang 5. Jack membukakan pintu mobil sembari menunduk pada tuannya. Zico keluar dengan sejuta pesonanya. Lisa mengekor dibelakangnya sembari membawa berkas. Anehnya Lisa masih menganggap biasa saja kejadian tadi dan tidak ada canggung-canggungnya dengan Zico. Zico pun semakin kesal dengan Lisa, terlihat dari sorot wajahnya yang sudah tidak menyenangkan.

Di dalam sana terdapat meja yang sudah tersedia banyak makanan, selain meeting bersama mereka sekalian mengadakan makan siang. Lisa duduk di sebelah Zico sebagai pembicara, dia membuka laptop dan sesekali membenarkan kaca matanya. Zico melirik Lisa, wajah cantik itu terasa sangat sok sekali. Rasanya Zico seolah ingin menarik wajahnya dan menghisap bibir wanita itu kuat-kuat.

Jack membuka meetingnya, dia berterima kasih pada klien yang sudah hadir pada meeting hari ini. Lisa kini fokus membuka file yang akan ditampilkan di layar, satu tangannya tak sengaja menyenggol bolpoin lalu seketika jatuh ke lantai dengan suara yang nyaring. Spontan, Lisa dan Zico mengambilnya secara bersamaan, tangan mereka berpegangan, wajah mereka refleks saling menatap. Jack menyadarinya, mungkin inilah yang membuat sang tuan sedari tadi galau.

Lisa menarik tangannya, dia kembali fokus ke laptopnya sedangkan Zico berdehem sembari membenarkan dasinya. Dia melirik Lisa yang kini nampak biasa saja, terbuat dari apa hati dan perasaan wanita itu? Zico sendiri pun sangat heran sekali. Meeting di mulai, Lisa mulai menerangkan projek yang akan digarap perusahaan Zico. Wanita itu tampil dengan memukau dan elegan ala sekertaris hebat. Tak heran dirinya menyabet dua tahun penghargaan karyawan terbaik diperusahaan Zico. Otaknya cerdas dan terampil membuat Lisa sangatlah penting ada di sana. Sekali menjelaskan saja semua orang sudah paham apalagi dia menggunakan bahasa yang santai dan tidak terlalu baku.

Jam demi jam pun berlalu. Meeting pun usai, Zico menutup meeting kali ini. Lisa menata barang-barangnya kembali lalu ikut keluar mengekor Zico. Wajahnya masih terlihat biasa saja membuat Zico tak habis pikir.

"Kamu.."

"Iya?" jawab Lisa saat akan Zico masuk ke dalam mobil.

"Tolong belikan jus mangga sebelum kembali ke kantor! Aku haus."

Lisa mengangguk. "Siap, Tuan Zico."

Zico masuk ke dalam mobilnya, Jack menatap miris Lisa. Lisa pun hanya biasa saja karena dirinya memang tidak disukai Jack. Jack masuk ke dalam mobil dan duduk di depan kemudi. Dia melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu, sementara Lisa kembali ke dalam restoran untuk membelikan jus mangga untuk sang tuan.

**

Lisa kembali ke kantor menggunakan sepeda motornya. Dia lekas masuk ke dalam gedung sembari menenteng jus mangga pesanan Zico. Saat akan masuk ke dalam gedung tiba-tiba dia terpeleset karena lantai di sana sangat licin. Jus mangga itu tumpah di blazernya dan tidak ada yang membantunya. Saat bersamaan tiba-tiba banyak orang yang menyorakinya, Lisa bangun dengan bingung. Semua pegawai datang meneriaki dan menyebutnya ****** licik. Lisa semakin bingung dengan sikap mereka yang tiba-tiba norak sekali.

"Sekalinya ****** tetap ******, menggoda Tuan Zico sampai segitunya."

"Apa maksud kalian? Saya menggoda Tuan Zico?"

"Ya benar. Dasar! Enyahlah dari kantor ini."

Semua orang melemparinya telur busuk, orang-orang yang melakukan itu tentunya yang tidak menyukai sosok Lisa atau yang dendam dengannya. Lisa hanya diam saja sampai suatu ketika Zico datang dengan wajah datarnya. Lisa curiga jika pria itu dibalik para pegawai yang arogan itu.

"Datanglah ke kantorku!" ucap Zico.

Zico menatap wajah Lisa dengan mengejek namun pria itu tak menunjukan rasa kekesalannya. Zico memang dijuluki serigala berbulu domba, nampaknya dia tenang namun diam-diam menusuk dan menyerang. Zico kembali ke ruangannya bersama Jack naik lift, sementera karyawan lain sudah bubar dan puas balas dendam pada Lisa.

Lisa ke kamar mandi untuk mencuci blazernya. Tak mengapa hal seperti ini sangat lumrah apalagi bukan rahasia perusahaan ini. Lisa lalu mengenakan lipsticknya dan menyisir rambutnya. Setelah semuanya lebih baik dia langsung ke ruangan Zico. Dia masih nampak tenang walau berpapasan dengan karyawan lain yang menatapnya jengah.

Sesampainya di kantor Zico.

Lisa langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Zico berdiri, dia mendekati Lisa dan mengambil kaca mata yang menempel pada mata Lisa. Lisa hanya terdiam sementara Jack masih berdiri di sana tanpa bergerak layaknya seorang robot yang patuh pada tuannya. Zico mengulurkan tangan ke arah Jack tanpa melihat ke arahnya sementara tatapan matanya masih tertuju pada Lisa. Jack memberikan kertas cek pada Zico. Zico mengisi lembar kosong itu dan menyerahkannya pada Lisa. Lisa memandang wajah Zico dengan lekat.

"Aku akan memberimu 1M namun tidurlah denganku," ucap Zico.

Lisa hanya menunjukan senyuman tipisnya. "Simpan uangmu, tuan! Saya tidak tertarik."

Zico menarik wajah Lisa seolah ingin menciumnya namun Lisa mendorongnya kuat, dia lalu mundur satu langkah dan menatap Zico tajam.

"Kamu wanita satu-satunya yang menolakku mentah-mentah. Apa uang ini kurang? Oke, aku akan membelikanmu apartemen mewah, mobil mewah atau apapun yang kamu mau."

"Saya hanya ingin mempertahankan harga diri saya saja, tidak lebih," jawab Lisa.

Zico tertawa terbahak-bahak walau 3 detik kemudian dia terhenti dengan wajah datarnya. Dia mengangguk paham dan menuju ke mejanya. Zico bersedekap sembari duduk di atas meja menatap Lisa.

"Pergilah! Angkat kaki kamu dari sini! Kamu juga harus membayar biaya pinalti karena kontrak yang belum terpenuhi dan satu lagi, kamu tidak akan diterima di perusahaan manapun itu karena setelah ini kamu akan menjadi daftar hitam di perusahaan mereka," ucap Zico.

Zico semakin menekan Lisa bahkan wajahnya sudah mulai senang karena Lisa sudah sangat terpojok. Lisa masih terdiam sembari memainkan jemarinya namun wajahnya masih saja tetap tenang dengan gertakan dari Zico. Zico mendekatinya, dia merapikan blazer Lisa namun Lisa menepisnya.

"Saya..." Lisa mengucapkan dengan menggantung namun Zico yakin jika wanita itu akan luluh padanya.

Terpopuler

Comments

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

jgn lisa bikin zico ketar ketir dl, jadilah qanita berkelas jgn krn CEO dn kaya gampang menerimanya

2023-06-25

0

Shinta Arigustanti Slamet

Shinta Arigustanti Slamet

lanjutkan suka

2023-04-18

0

Rizal dody Zakaria

Rizal dody Zakaria

dasar Zico licik dan licin kayak belut

2022-08-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!