Lisa mengikuti arahnya Zico pergi, suasana di sana banyak orang yang berlalu lalang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zico sudah mempersiapkan sejak lama dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain. Acara pesta ulang tahun perusahaan akan digelar akhir pekan dengan menampilkan banyak bintang tamu ternama seperti para wanita yang pernah dirumorkan dekat dengan Zico. Maka dari itu Lisa heran kenapa Zico malah tertarik dengannya.
"Aku ingin panggung yang ada di luar di tata dengan baik dan buatlah jalanan supaya tidak macet. Aku tidak ingin acaraku mengganggu hak orang lain," ucap Zico dengan pegawainya.
"Baik, Pak Zico."
Zico kembali melihat-lihat sementara Lisa masih ada di belakangnya, wanita itu hanya berjalan mengikuti sang tuan tanpa membantahnya.
"Lisa, bagaimana menurutmu pekerjaan mereka?" tanya Zico.
"Penataan panggung dan konsepnya luar biasa," jawab Lisa.
"Di desamu tidak pernah ada acara seperti ini 'kan?" tanya Zico kembali.
Lisa hanya terdiam datar, Zico kembali melihat ke arah yang lain. Dia berjalan ke sana disertai Lisa yang ada dibelakangnya. Mereka terus melihat-lihat sampai Zico berhenti mendadak dan membuat Lisa terbentuk punggung Zico. Zico membalikan badan menatap Lisa dengan lekat.
"Sudah ada gaun untuk lusa 'kan?" tanya Zico.
"Sudah, tuan," jawab Lisa.
Zico mengangguk dan kembali berjalan ke arah lain. Dia harus memastikan sendiri tempat yang akan digelar acara pentingnya harus aman dan nyaman.
***
2 hari kemudian.
Tepat di malam minggu, acara dilangsungkan. Banyak masyarakat yang menonton pertunjukan musik yang disediakan di luar gedung, sementara di dalam gedung adalah acara resminya. Banyak tamu istimewa yang datang membawa kado yang mahal dan elegan. Zico sendiri sudah hadir di sana bersama asistennya. Dia sangat tampan dengan jas mahal keluaran dari desainer ternama. Banyak pasang mata yang menatap ketampanannya terutama kaum perempuan.
Seorang pria tua dengan wanita muda datang dan Zico terfokus pada mereka. Siapa lagi jika bukan ayahnya? Ayahnya rela bercerai dengan ibu Zico demi wanita muda. Zico tak menggubris dan lekas menghampiri koleganya yang lain untuk menyapa mereka. Saat bersamaan, Violet tiba-tiba meraih lengannya dan menggandeng tiba-tiba. Zico tentu saja kaget karena wanita menyebalkan itu dengan beraninya melakukan itu di depan semua orang.
"Kak Zico, kau tampan sekali. Lihatlah wajahmu yang bersinar bagai bintang pada malam ini! Sungguh mempesona!"
"Lepaskan tanganku!" hardik Zico sangat tidak suka.
Violet menggelengkan kepalanya, otomatis Zico tak bisa mengelak karena di sini banyak orang banyak. Beberapa orang datang untuk menyelamati Zico atas perusahaannya yang sukses namun lagi-lagi Violet yang menyahut.
"Perkenalkan, saya calon istri dari Zico Abraham Mendrova!" ucap Violet.
"Wah, saya sudah sering mendengar kabar itu dan dengan senang hati bisa bertemu dengan anda yang cantik."
Violet tersipu malu sedangkan Zico hanya diam saja seolah tidak menggubrisnya. Mata Zico malah mengarah pada Lisa yang baru saja datang mengenakan gaun merah serta sedikit terbuka. Baru pertama kalinya Lisa menunjukan sisi cantik dan anggunnya, biasanya di kantor dia terlihat dingin dan jutek. Lisa bingung harus menemui siapa karena teman-temannya tidak datang ke acara ini. Sampai Lisa menyadari pria yang ada di seberangnya sedang menatapnya, Zico terus saja memperhatikan Lisa tanpa berkedip. Rambut panjang Lisa tergerai indah dengan riasan yang sedikit tebal dari biasanya.
"Benar 'kan Kak Zico?" Violet yang sedari tadi berbicara dengannya lalu memperhatikan wajah Zico.
Violet sangat geram saat Zico malah memperhatikan Lisa yang ada di seberangnya. Zico melepas tangan Violet yang bertaut pada lengannya dan menghampiri Lisa. Violet hanya bisa mengepalkan tangan dan pergi menjauh dari sana.
"Kamu cantik sekali," ucap Zico.
Lisa hanya menunjukan ekspresi datarnya saja tanpa tersenyum sama sekali, Lisa menganggap ini bukanlah pujian namun hanyalah mencari simpati padanya saja.
"Tidak ada terima kasih untukku" tanya Zico.
"Untuk apa, tuan?" tanya Lisa kembali.
Zico menyabarkan dirinya sendiri, perempuan di depannya sudah berubah menjadi cantik namun tetap saja menyebalkan. Zico lekas mengulurkan tangan pada Lisa, Lisa melewatinya saja dan berjalan menjauh.
"Lisa, tolong jangan terlalu cuek!"
Lisa tak berhenti dari langkahnya, dia mengambil minuman di sana lalu meminumnya. Zico menghampirinya lagi dan memandang kecantikan Lisa yang sayang jika dilewatkan. Lisa tetap tak menggubris lalu meminum dengan elegan.
"Eh... bukankah dia Tuan Savior?" ucap seseorang yang ada di sebelah mereka.
Lisa dan Zico memandang kedatangan pria berambut putih bersama seseorang yang cantik di sebelahnya. Mata Lisa terbelalak, mereka adalah sang ayah dan adik perempuannya. Lisa membalikan badannya dan berpura-pura tidak melihat sementara Zico menghampirinya orang nomor satu di salah satu kota metropolitan di negara itu.
"Tuan Morgan Savior, terima kasih sudah datang ke pesta perayaan kali ini," ucap Zico.
"Kota ini sangat luar biasa sekali, terakhir kali aku datang ke sini 5 tahun yang lalu dan ternyata sudah terjadi banyak perubahan ketika dipimpin oleh ibumu," jawab beliau.
Lisa berjalan menjauhi mereka, dia tidak ingin ayahnya tahu jika dirinya mengabdi untuk keluarga Zico apalagi sampai identitasnya terbongkar begitu saja. Itu semua tidak boleh terjadi. Dia harus tetap menjadi Lisa Mariana Clark yang miskin dari desa terisolir ketimbang menjadi Lisa Mariana Savior yang menjadi putri terbuang yang diusir oleh ayahnya sendiri.
Di sisi lain.
Violet yang kesal baru saja keluar dari kamar mandi, dia berjalan ke lorong dan ternyata berpapasan dengan pria-pria yang membicarakan Lisa.
"Aku berani banyak untuk membayar Lisa untuk tidur denganku."
"Hahaha... jika bisa kamu sangatlah hebat. Lisa itu adalah wanita dingin yang langsung berhadapan dengan Tuan Zico. Lisa adalah wanita yang sulit didapatkan terutama tubuhnya."
"Aku akan membayar banyak jika dia mau tidur bersamaku."
Mereka tertawa terbahak-bahak ketika membicarakan hal itu sementara Violet yang mendengarnya langsung ikut bergabung dengan obrolan mereka.
"Permisi, kalian sedang membicarakan Lisa?"
"Ya. Oh, bukannya kamu ini adalah calon istri dari Tuan Zico?"
Violet tersenyum senang mendengar mereka mengatakan itu. "Benar. Saya dengar tadi kalian ingin tidur dengan Lisa?"
"Apa kamu bisa mewujudkannya?" tanya pria tua itu.
Violet tersenyum menyeringai. "Tentu saja bisa."
Di sisi lain.
Lisa keluar dan memastikan jika ayah dan adiknya sudah pergi dari sana. Dia bisa menghela nafas panjang. Ada ruangan khusus yang digunakan para tamu VIP untuk menikmati pesta. Lisa keluar dan kembali menikmati makanan karena perutnya keroncongan. Zico juga tidak ada di sana jadi sementara ini dia aman karena tidak ada yang menganggu acara makannya.
"Nona Lisa?"
"Astaga! Kamu mengagetkanku Jack."
"Jangan harap anda bisa mengambil alih pekerjaanku!"
Lisa bingung dengan ucapan Jack, dia tak menggubrisnya dan menikmati suguhan yang ada di sana.
"Kali ini anda aman karena Tuan Zico ada di pihak anda," ucap Jack seraya pergi meninggalkan Lisa.
Dasar pria aneh! Batin Lisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Pia Palinrungi
semoga aja violet tdk menjebak lisa
2023-06-26
0
Rizal dody Zakaria
cembukor y jack
2022-08-08
0
𝕎⃠𝕝𝕚𝕜𝕒🐊💯🌲 вoͨѕͤѕͦ✰͜͡v᭄
wkwkwk jack
2022-04-12
0