Kehilangan lagi

Angga sedang berada di apartementnya, dia sedang bahagia karena sekarang Vera sudah resmi jadi pacarnya. Setelah sekian lama Angga larut dalam kesediahan akhirnya sekarang dia telah mendapat pengganti Susan yang telah menghianatinya itu.

Selagi asik Angga membayangkan kejadian di bukit tadi bersama Vera, tiba-tiba ponselnya berbunyi, Ada nomor tak di kenal tertera di layar ponsel itu. Angga kemudian mengangkatnya dengan santai.

"Ya Hallo...ini siapa dan ada perlu apa ?" tanya Angga, Raut wajah Angga tiba-tiba berubah dan ponselnya pun terjatuh di lantai.

Tubuh Angga seperti melayang, semua anggota tubuhnya kaku tak bisa bergerak begitu juga lidahnya menjadi kelu tak bisa mengucapkan apa-apa.

Tess...

Air mata menetes di pipinya, dan Angga pun tersadar kemudian dia mengambil ponsel dan kunci mobilnya lalu bergegas pergi kerumah sakit. Angga melajukan mobilnya bagai orang yang kesetanan, dia menyalip beberapa mobil yang menghalangi mobilnya sehingga terdengar sumpah serapah dari pemilik mobil yang di salipnya itu, namun Angga tidak memperdulikannya. Dia tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Setelah sekian lama menyetir akhirnya dia sampai juga di rumah sakit yang di tuju, dia segera turun dari mobilnya dan membuat security disana menegurnya.

"Pak..tolong mobilnya di parkirin dulu di tempat parkir," ujar Security yang bertugas di lobby rumah sakit itu. Angga tidak mengubrisnya dia hanya melemparlan kunci mobilnya ke arah security tersebut. Security itu menangkapnya lalu mengomel sendiri.

"Dasar orang kaya, seenaknya saja nyuruh-nyuruh orang buat markirin mobilnya. Dia pikir gue gak mau apa," ucapnya ketika melihat mobil mewah itu

"Sebelum markirin gue selfie dulu ah," ucapnya lalu bergaya narsis di depan ponselnya. Kemudian security tersebut memarkirkan mobil itu di tempat seharusnya.

Angga melangkah menuju ke arah kamar mayat, sampai di sana langkahnya mulai pelan memasuki ruangan tersebut sampai dia berada di depan sebuah brankar, kakinya lemas dan tangannya bergetar ketika dia akan membuka kain putih yang menutupi jenazah itu.

Angga menutup matanya berharap kalau yang terbaring di sana bukanlah Vera yang baru saja jadi kekasihnya. Perlahan Angga mulai membuka matanya , kakinya lemas dan air mata pun jatuh dan mengalir deras di pipinya, putus harapannya hidup bahagia bersama Vera, kekasihnya itu sudah terbujur kaku di atas brankar.

Sudah beberapa lama Angga menangis di sudut ruangan itu, sebuah tangan memegang bahunya. Angga mendongak dan terlihatlah Jessica sepupunya itu sedang berdiri di hadapannya.

Angga segera berhambur di pelukan Jessica sambil menangis, Jessica hanya bisa mengelus-ngelus punggung Angga untuk menenangkannya.

"Jess..kenapa selalu orang yang gue cintai hidupnya harus berakhir tragis seperti ini, apa salah mereka. semua ini salah gue, gue yang menyebabkan dia seperti ini, kalau saja gue tadi tidak memintanya jadi kekasih gue ini semua gak akan terjadi." ujarnya masih menangis

"Angga Stop menyalahkan dirimu sendiri, ini sudah takdir. Tidak ada yang bisa menghindari takdir Angga, jadi semua ini tidak ada hubungannya dengan lo" marah Jessica

"Tapi Jess..semua ini gak akan terjadi kalau gue tidak memaksakan keinginan gue buat jadi kekasihnya," ujarnya

"Bukan Angga, kejadian ini bukan karena lo, ini sudah ketentuan yang di atas, Lo seharusnya mendoàkan Vera agar dia tenang di alam sana," ucap Jessica

Jenazah Vera mau di bawa oleh para perawat untuk di urus sebagai mana mestinya, tapi sebelum jenazah itu keluar dari ruangan itu suara Angga menghentikannya.

"Biarkan aku melihatnya untuk yang terakhir kalinya Sus." ucap Angga pelan.

Angga kembali membuka kain penutup jenazahnya Vera kemudian mengecup keninya lembut. Arumi yang melihatnya memalingkan wajahnya tak sanggup melihat kesedihan Angga.

Seandainya Lo tau Angga, kalau Vera bukan seperti yang lo kenal sebenarnya, pasti lo gak akan sesedih ini,, Batin Arumi.

Jenazah Vera sudah di bawa oleh perawat-perawat itu, kini tinggallah Angga dan Jessica di sana. Di balik Dinding dekat dengan kamar mayat itu Dery mengepalkan tangannya ketika melihat Angga mencium kening Vera.

"Sialan, rupanya Vera selingkuh dari gue. Gue gak menyesal kalau dia itu mati mengenaskan seperti itu," guman Derry lalu pergi dari sana.

Jenazah Vera sudah di makamkan di pemakaman Umum yang sudah di urus oleh Doni asistennya Angga, Semua orang sudah pada pergi karena proses pemakaman sudah selesai. Angga masih terlihat berada di samping pusara Vera sambil memegang batu nisan Vera, Jessi masih setia di sampingnya.

"Angga ayo kita pergi dari sini, hari sudah mulai gelap," ajak Jessi

"Jess lo kalau mau pergi ya pergi saja, biarkan gue di sini," bentaknya, Jessi kesal di bentak oleh Angga akhirnya dia pergi dari sana. dan tinggallah Angga sendirian di sana.

Arumi : (Thor lo ngelupain gue ya)

Author: ( Eh Iya..ya..tapi kan lo bukan manusia, kan lo Arwah jadi gak masuk hitungan dong)

Arumi : (Awas ya lo thor..gue rasuki baru tau rasa lo hi..hi..)

Author : ( Ampun Arumi...gue akan hitung lo kok, tapi Please jangan rasuki gue)

Arumi :( Nah gitu dong, kalau gitu kan gue gak marah lagi hi...hi...)

Di pemakan itu kini tinggal Angga bersama Arumi (Puas Lo)

(Arumi : puas bingit hi..hi..)

Angga masih menangis, tiba -tiba hujan pun turun membasahi tanah makam Vera yang masib baru itu, Angga berhegas mencari tempat berteduh.

Sampai lah dia di sebuah pohon yang berada tidak jauh dari sana lalu dia berteduh di bawah pohon itu, Arumi pun juga mengikuti apa yang di lakukan Angga. Hari sudah gelap Angga kemudian pergi dari sana. Angga tidak langsung pulang ke Apartementnya tapi dia melajukan mobilnya menuju ke arah tempat yang menjadi saksi bisu hubungannya bersama Vera yaitu bukit Cinta mereka.

Setelah sekian lama menyetir Angga pun sampai juga di sana, Arumi masih setia menemani kemanapun Angga pergi. malam sudah larut, jarum jam menunjukan pukul sebelas malam. Suasana di bukit tersebut sangat sepi dan sunyi sesunyi hati Angga sekarang ini.

Angga berbaring di hamparan kelopak bunga mawar yang masih tersisa di atas bukit itu. Air matanya kembali mengalir di pipinya.

Arumi juga berbaring di sampingnya dan memandang ke langit, bintang-bintang bertaburan indah di langit yang gelap itu berbanding terbalik dengan suasana hati Angga saat ini.

Tak sengaja Arumi memeluk tubuh Angga sehingga Angga merasa merinding di buatnya.

Angga tersentak lalu bangun dan terduduk di sana dengan perasaan tak menentu.

Ketika Angga bangun tadi, Arumi terpental satu meter dari tempatnya dia berbaring tadi

Awww...,, pekik Arumi

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

🌹Like...Coment...Votenya ya..

Dan tekan tanda ❤ apabila kamu menyukai cerita ini agar kamu mendapatkan notif Up Datenya...

Makasih🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

princess butterfly

princess butterfly

bisa jg ya arumi tetpental thor😁✌

2022-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Meninggal
3 Setan...
4 Keajaiban
5 Teman Baru
6 Kejadian Aneh
7 Meninggalkan pekerjaan
8 Cemburu
9 Mata ternoda
10 Uji nyali
11 Minuman anti galau
12 Pesona Angga
13 Pria aneh
14 Ngidam
15 Sureprise
16 Hantu tampan
17 Bule kampung
18 Kuntilanak tersesat
19 Shock terapi ala Arumi
20 Kehilangan lagi
21 Salah arah
22 Bertemu Laura
23 Cinta setan akhirnya kembali
24 Naik pitam
25 Akibat terlalu PD
26 Pulang ke mansion
27 Gagal diet
28 Arumi Pulang
29 Mengerjai Alona
30 Merantau ke Jakarta
31 Saya Fans nya
32 Penumpang setia
33 Mengejar Jambret
34 Bidadari kucel
35 Laura vs Security
36 Hantu Bule Mesum
37 Buka baju
38 Perang Bantal
39 Sexy dan menggoda
40 Terpesona
41 Bertemu mantan
42 Salah kamar
43 Anggi sakit
44 Histeris
45 Laura di Ruqyah
46 meramal masa depan
47 Dia itu aneh
48 Halusinasi
49 Arumi dan Parjo ngedate
50 Tukang Ngarang
51 Kesambet penunggu Mansion
52 Berkunjung ke kantor Angga
53 Luarr Binasa..
54 Ciuman pertama
55 Lo harus tanggung jawab
56 Klepek-klepek
57 Takut itu sama tuhan
58 Sosok wanita misterius
59 BulKam
60 Mimpi bareng
61 Mendadak Nikah
62 Sah..
63 Angga Hilang
64 Cemburu kok sama Hantu
65 Doni patah hati
66 Kedinginan
67 Salah Faham
68 Pangeran Ngondek
69 So Beutiffull..
70 Angga Hilang
71 Cowok jadi-jadian
72 Masuk ke Dunia Ghaib
73 Tinggalkan Aku Di sini
74 Pupus Sudah Harapannya
75 Kebahagiaan Laura lebih penting
76 Jangan Pernah mengatakan itu
77 Teman-teman yang Lucu
78 Misi di mulai
79 Perasaan apa ini
80 Maksud Kamu Apa ?
81 jangan nakut-nakutin deh
82 Dona Jatuh Cinta
83 Kaget
84 Arumi Ada Dua
85 Aku Bukan Arumi
86 Oma mau jadi Superwoman
87 Devan terluka
88 Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89 Kamu Adalah Anakku
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Kecelakaan
2
Meninggal
3
Setan...
4
Keajaiban
5
Teman Baru
6
Kejadian Aneh
7
Meninggalkan pekerjaan
8
Cemburu
9
Mata ternoda
10
Uji nyali
11
Minuman anti galau
12
Pesona Angga
13
Pria aneh
14
Ngidam
15
Sureprise
16
Hantu tampan
17
Bule kampung
18
Kuntilanak tersesat
19
Shock terapi ala Arumi
20
Kehilangan lagi
21
Salah arah
22
Bertemu Laura
23
Cinta setan akhirnya kembali
24
Naik pitam
25
Akibat terlalu PD
26
Pulang ke mansion
27
Gagal diet
28
Arumi Pulang
29
Mengerjai Alona
30
Merantau ke Jakarta
31
Saya Fans nya
32
Penumpang setia
33
Mengejar Jambret
34
Bidadari kucel
35
Laura vs Security
36
Hantu Bule Mesum
37
Buka baju
38
Perang Bantal
39
Sexy dan menggoda
40
Terpesona
41
Bertemu mantan
42
Salah kamar
43
Anggi sakit
44
Histeris
45
Laura di Ruqyah
46
meramal masa depan
47
Dia itu aneh
48
Halusinasi
49
Arumi dan Parjo ngedate
50
Tukang Ngarang
51
Kesambet penunggu Mansion
52
Berkunjung ke kantor Angga
53
Luarr Binasa..
54
Ciuman pertama
55
Lo harus tanggung jawab
56
Klepek-klepek
57
Takut itu sama tuhan
58
Sosok wanita misterius
59
BulKam
60
Mimpi bareng
61
Mendadak Nikah
62
Sah..
63
Angga Hilang
64
Cemburu kok sama Hantu
65
Doni patah hati
66
Kedinginan
67
Salah Faham
68
Pangeran Ngondek
69
So Beutiffull..
70
Angga Hilang
71
Cowok jadi-jadian
72
Masuk ke Dunia Ghaib
73
Tinggalkan Aku Di sini
74
Pupus Sudah Harapannya
75
Kebahagiaan Laura lebih penting
76
Jangan Pernah mengatakan itu
77
Teman-teman yang Lucu
78
Misi di mulai
79
Perasaan apa ini
80
Maksud Kamu Apa ?
81
jangan nakut-nakutin deh
82
Dona Jatuh Cinta
83
Kaget
84
Arumi Ada Dua
85
Aku Bukan Arumi
86
Oma mau jadi Superwoman
87
Devan terluka
88
Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89
Kamu Adalah Anakku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!