Teman Baru

Dokter gimana sih, Dokter mau mengerjai saya ya, Dokter bilang Laura masih hidup tapi itu buktinya Laura masih terbaring di sana, Dokter memang keterlaluan bercandanya,,," ucap Ratna marah sambil menangis. Dia berbalik hendak pergi akan tetapi suara dengkuran menghentikan langkahnya, Dia menoleh ke arah Laura, dia yakin betul kalau suara itu berasal dari putrinya itu karena Laura punya kebiasaan mendengkur kalau sedang tidur.

Ratna menoleh ke arah Dokter Panji, Panji mengangkat bahunya sambil tersenyum ke arah Ratna. Ratna mulai mendekati brankar di mana Laura terbaring itu dan mulai membelai ranbut panjang Laura, seketika mata Laura mengerjap Dan akhirnya mata Laura membuka sempurna sambil menguap.

" Ibu !!!

Laura langsung memeluk ibunya, rasa rindunya seakan sudah lama tidak ketemu.

"Ibu kemana aja Sih,, Aku sudah lama mencari-cari ibu, tapi akhirnya aku bisa menemukan Ibu," ujar Laura

Ratna yang menangis mengernyitkan keningnya, Dia heran,, bukankah selama ini dia selalu menemani Laura di rumah sakit, tapi mengapa Laura ngomong kalau sudah lama mencari keberadaannya.

"Ibu disini sayang, jangan khawatir lagi. Ibu akan selalu bersamamu ," ucapnya Lembut. Ratna tidak bertanya akan kebingungannya itu, biarlah di lain waktu saja,,pikirnya

Dokter Panji menitikkan Air mata melihat moment mengharukan itu, Laura yang melihat Dokter Panji berada di belakang ibunya langsung melepaskan pelukannya.

" Dokter kok lama sekali sih datangnya ?" tanya Laura kesal.

"Maaf ya Laura,, tadi ibu kamu banyak bertanya dan saya harus menjelaskannya pelan-pelan agar Ibu kamu tidak syock. dan sampai di sini malah saya di marahi oleh ibumu karena dia mengira saya membohonginya. Lalu kamu ngapain tadi berbaring lagi di sana, kami kira kamu sudah kembali jadi jenazah," ujar Panji

"Habis aku nunggunya kelamaan, aku kan jadi ngantuk dan pengen tidur,, gak mungkin kan kalau aku tidurnya di lantai ?" jelasnya sambil cengengesan.

Dokter Panji menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal melihat sifat unik gadis itu.

Dalam keadaan begini saja dia bisa tidur pulas kayak gitu, apa dia tidak merasa takut , ini kan ruang pemandian jenazah,, batin Panji bergidik sendiri

"Dokter...hei Dokter, kenapa malah bengong sih, jadi kapan aku bisa pulangnya ?" tanya Laura

" Eh,, maaf, kamu ngomong apa tadi," tanya Panji balik

"Yeay Dokter ini,, ngelamunin apa sih, gini ya Dok,, ayam tetangga di kampungku kemaren benggong, dua hari kemudian dia mati," canda Laura

"Mati karena benggong ?" tanya Panji

"Mati kelindas motor ha..ha..," jawab Laura sambil Tertawa

Panji terpesona melihat Laura tertawa, kecantikannya bertambah sempurna di mata Panji, jantungnya berdetak kencang.

" Tuh kan benggong Lagi,"

"Oh iya, tadi kamu nanya apa ?" tanya Panji menetralisir detak jantungnya.

"Kapan aku bisa pulang Dok ?" saya sudah gak betah lama-lama di rumah sakit, saya kangen tidur di kasur saya yang empuk,"

" Kita lakukan pemeriksaan dulu sekali lagi, apabila semuanya normal, kamu baru boleh pulang," ujar Panji tak lepas pandangannya ke arah Laura.

"Yah,, Dokter... Aku sudah baik-baik saja Dok, lihat ini,, " ujarnya sambil melompat-lompat .

"Iya saya tau, tapi prosedurnya sudah begitu, pihak rumah sakit tidak akan memberi izin pasien pulang kalau belum memastikan kalau pasien itu benar-benar sudah sembuh," jelas Panji.

"Iya udah deh, ayo kita periksa," ucapnya sambil menggandeng Panji dan meninggalkan ibunya di sana sendirian, Ratna hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya itu.

Jantung panji seakan melompat ketika Laura menggandeng tangannya, apalagi jarak di antara mereka sangat dekat bahkan tubuh Laura nyaris menempel di tubuhnya.

Laura terlihat biasa saja, dia terus menarik tangan Dokter Panji menuju ke ruangan pemeriksaan. Semua mata memandang ke arah mereka, ada yang kaget, dan ada juga yang ketakutan Karena tau kalau Laura sudah dinyatakan meninggal.

"Kalian jangan takut, dia bukan setan kok tapi dia masih hidup," ujar Panji ketika melihat orang-orang pada ketakutan melihat Laura bersamanya.

Berita tentang Laura sudah sampai ke telinga para Dokter yang menanganinya ketika dia di vonis sudah meninggal, mereka segera menuju ruang pemeriksaan.

Braakk..

Pintu itu ruangan itu di buka kasar oleh Dokter-Dokter itu karena mereka terlalu buru-buru masuk ke sana. Panji fan Laura sampai kaget di buatnya.

"Eh,, Ada Dokter-Dokter ganteng di sini, mau ngapain rame-rame," ujat Laura sambil tersenyum.

Mereka yang ada di sana melongo, ternyata berita yang beredar benar adanya kalau Laura masih hidup. Salah satu Dokter senior mendekati Laura dan memeriksa kondisi Laura dengan wajah tegangnya. Seketika senyum terbit di wajahnya.

"Ini satu keajaiban, Laura beneran masih hidup dan kondisinya sudah Normal bahkan tidak ada tanda-tanda kalau dia pernah kecelakaan," ucap Dokter itu takjub.

"Aku bilang juga apa Dok, aku baik-baik saja kan, Dokter sih gak percaya," ucap Laura kepada Panji, panji hanya cengengesan.

" Jadi aku boleh dong pulang hari ini, aku sudah gak tahan dengan bau obat yang menyengat ini," ujar Laura sambil menutup hidungnya.

"Iya,, kamu sudah boleh pulang hari ini," ujar Dokter senior itu kemudian dia pergi dari ruangan itu di ikuti oleh semua Dokter yang tadi berada di sana kecuali Panji.

Panji masih betah di sana, dia tidak ingin moment kebersamaanya dengan Laura berakhir begitu saja. Panji merasa berat berpisah dengan Laura .

"Laura,, kalau kamu sudah kembali ke rumah, saya boleh kan berkunjung ke rumah kamu ?" tanya Panji dengan wajah sedihnya.

"Dokter mau jadi teman aku ya ?" boleh saja asal jangan kapok aja," ujar Laura blak-blakan,

" Kapok kenapa ?" tanya

" Aku itu ngeselin dan sering ngerepotin orang yang jadi teman aku, makanya teman-taman aku pada kabur semua," ujar Laura sambil tertawa.

"Saya gak bakalan kabur kok, malahan saya senang dapat teman kayak kamu," ujar Panji mantap

"Oke kalau begitu,, Mulai sekarang pintu rumah aku selalu terbuka buat Dokter," ucap Laura yng membuat Panji merasa senang.

"Untuk tugas pertama,, Dokter beresin barang-barang aku dong," suruh Laura pada Panji

"Anak nakal," ucap Ratna sambil menjewer telinga Laura

"Aw..aw...Ampun bu, Laura gak akan begitu lagi," ujar laura kesakitan, Ratna melepaskan jewerannya.

"Maaf ya Dokter Panji, Laura memang suka seenaknya, jangan di turuti kemauannya ya Dok, nanti dia makin ngelunjak," ucap Ratna

"Gak apa-apa kok bu Ratna,, saya senang bisa membantu,"

"Tuh kan, Dokter Panji aja gak keberatan,"

"Laura..." ujar Ratna sambil memelototkan matanya ke arah Laura

"Iya..iya ibuku sayang, aku gak akan begitu lagi,, janji," ujar Laura sambil membentuk dua jarinya seperti huruf V.

Ratna tersenyum, kadang dia merasa binggung dengan sifat Laura yang bar-bar itu, turunan dari mana sifatnya itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

🌹Jangan lupa tinggalkan jejak ya..

Terpopuler

Comments

Safinna

Safinna

makin asyik nih

2023-01-01

1

maharastra

maharastra

panji cintrong ma laura ni😍😍😍😍😘🥰💪💪💪

2022-07-04

1

princess butterfly

princess butterfly

dokternya jatuh cinta ma Laura tu.........

2022-03-17

1

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Meninggal
3 Setan...
4 Keajaiban
5 Teman Baru
6 Kejadian Aneh
7 Meninggalkan pekerjaan
8 Cemburu
9 Mata ternoda
10 Uji nyali
11 Minuman anti galau
12 Pesona Angga
13 Pria aneh
14 Ngidam
15 Sureprise
16 Hantu tampan
17 Bule kampung
18 Kuntilanak tersesat
19 Shock terapi ala Arumi
20 Kehilangan lagi
21 Salah arah
22 Bertemu Laura
23 Cinta setan akhirnya kembali
24 Naik pitam
25 Akibat terlalu PD
26 Pulang ke mansion
27 Gagal diet
28 Arumi Pulang
29 Mengerjai Alona
30 Merantau ke Jakarta
31 Saya Fans nya
32 Penumpang setia
33 Mengejar Jambret
34 Bidadari kucel
35 Laura vs Security
36 Hantu Bule Mesum
37 Buka baju
38 Perang Bantal
39 Sexy dan menggoda
40 Terpesona
41 Bertemu mantan
42 Salah kamar
43 Anggi sakit
44 Histeris
45 Laura di Ruqyah
46 meramal masa depan
47 Dia itu aneh
48 Halusinasi
49 Arumi dan Parjo ngedate
50 Tukang Ngarang
51 Kesambet penunggu Mansion
52 Berkunjung ke kantor Angga
53 Luarr Binasa..
54 Ciuman pertama
55 Lo harus tanggung jawab
56 Klepek-klepek
57 Takut itu sama tuhan
58 Sosok wanita misterius
59 BulKam
60 Mimpi bareng
61 Mendadak Nikah
62 Sah..
63 Angga Hilang
64 Cemburu kok sama Hantu
65 Doni patah hati
66 Kedinginan
67 Salah Faham
68 Pangeran Ngondek
69 So Beutiffull..
70 Angga Hilang
71 Cowok jadi-jadian
72 Masuk ke Dunia Ghaib
73 Tinggalkan Aku Di sini
74 Pupus Sudah Harapannya
75 Kebahagiaan Laura lebih penting
76 Jangan Pernah mengatakan itu
77 Teman-teman yang Lucu
78 Misi di mulai
79 Perasaan apa ini
80 Maksud Kamu Apa ?
81 jangan nakut-nakutin deh
82 Dona Jatuh Cinta
83 Kaget
84 Arumi Ada Dua
85 Aku Bukan Arumi
86 Oma mau jadi Superwoman
87 Devan terluka
88 Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89 Kamu Adalah Anakku
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Kecelakaan
2
Meninggal
3
Setan...
4
Keajaiban
5
Teman Baru
6
Kejadian Aneh
7
Meninggalkan pekerjaan
8
Cemburu
9
Mata ternoda
10
Uji nyali
11
Minuman anti galau
12
Pesona Angga
13
Pria aneh
14
Ngidam
15
Sureprise
16
Hantu tampan
17
Bule kampung
18
Kuntilanak tersesat
19
Shock terapi ala Arumi
20
Kehilangan lagi
21
Salah arah
22
Bertemu Laura
23
Cinta setan akhirnya kembali
24
Naik pitam
25
Akibat terlalu PD
26
Pulang ke mansion
27
Gagal diet
28
Arumi Pulang
29
Mengerjai Alona
30
Merantau ke Jakarta
31
Saya Fans nya
32
Penumpang setia
33
Mengejar Jambret
34
Bidadari kucel
35
Laura vs Security
36
Hantu Bule Mesum
37
Buka baju
38
Perang Bantal
39
Sexy dan menggoda
40
Terpesona
41
Bertemu mantan
42
Salah kamar
43
Anggi sakit
44
Histeris
45
Laura di Ruqyah
46
meramal masa depan
47
Dia itu aneh
48
Halusinasi
49
Arumi dan Parjo ngedate
50
Tukang Ngarang
51
Kesambet penunggu Mansion
52
Berkunjung ke kantor Angga
53
Luarr Binasa..
54
Ciuman pertama
55
Lo harus tanggung jawab
56
Klepek-klepek
57
Takut itu sama tuhan
58
Sosok wanita misterius
59
BulKam
60
Mimpi bareng
61
Mendadak Nikah
62
Sah..
63
Angga Hilang
64
Cemburu kok sama Hantu
65
Doni patah hati
66
Kedinginan
67
Salah Faham
68
Pangeran Ngondek
69
So Beutiffull..
70
Angga Hilang
71
Cowok jadi-jadian
72
Masuk ke Dunia Ghaib
73
Tinggalkan Aku Di sini
74
Pupus Sudah Harapannya
75
Kebahagiaan Laura lebih penting
76
Jangan Pernah mengatakan itu
77
Teman-teman yang Lucu
78
Misi di mulai
79
Perasaan apa ini
80
Maksud Kamu Apa ?
81
jangan nakut-nakutin deh
82
Dona Jatuh Cinta
83
Kaget
84
Arumi Ada Dua
85
Aku Bukan Arumi
86
Oma mau jadi Superwoman
87
Devan terluka
88
Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89
Kamu Adalah Anakku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!