Bule kampung

Pemuda itu sampai berpegangan erat di perut Laura, saking asiknya ngobrol sama Laura dia lupa kalau dia bisa kemana saja tanpa harus naik motor itu.

Akhirnya Laura sampai juga di Base Camp dimana biasanya dia berkumpul dengan teman-temannya. Dia segera masuk ke sana dan Pemuda itu mengikutinya dari belakang.

Di dalam ruangan itu sudah ada Dona, Gisel dan Vero yang sudah nenunggunya.

"Hai gaess maaf gue telat, soalnya tadi habis dari kampung sebelah," ujarnya sambil duduk di kursi yang ada di sana

"Aduh nek.. dia yang berjanji dia yang terlambat,, aduuh capek deh eike," ujar Vero dengan gayanya yang gemulai.

"Jangan capek-capek vero sayang entar keriputnya banyak tuh," ujar Laura

"Mana sih nek.. gue gak mau terlihat tuir,,jadi gak cetar lagi deh gue," ucapnya sambil mengambil cermin di tasnya lalu bercermin.

Ha..ha..ha..

Mereka semua yang ada di sana tertawa melihat tingkah Vero, Pemuda itu juga ikut tertawa, gak kebayang kalau dia terlihat sama Vero, bisa habis dia di gerayangi olehnya.

"Vero..Vero mau aja lo di kerjain sama Laura," ucap Gisel yang masih tertawa.

"Oh ya Ra..kenapa lo ngumpulin kita di sini, katanya ada yang penting, ada apa ?" tanya Dona

"Iya cin..tadi gue lagi maskeran eh si Dono malah chat gue suruh cepat ke mari, ada apa sih nek ?" ujar Vero yang membuat mata Dona melotot kearahnya. Vero membentuk dua jarinya seperti huruf V.

"Peace.." ucapnya

"Iya Ra, ada apaan sih sebenarnya, gue jadi penasaran apa yang mau lo omongin," timpal Gisel.

Huufff...

Laura menghembuskan nafasnya kasar lalu mulai bertanya.

" Gaess gue mau nanya siapa nama hantu yang muncul sewaktu kita main Jelangkung di puncak bukit yang ada di desa sebelah ?" tanya Laura serius.

"Yach gue pikir hal penting apa yang mau lo bicarakan sama kita, ternyata soal hantu,, sia -sia gue tinggalin pacar gue tadi," ucap Gisel

"Pacar lo yang mana nek, si Joni, si Sapto apa si Markus ?" tanya Vero

" Ini pacar baru gue he..he.." ucap Gisel cengengesan

"Aduh nek maruk amat jadi pere,, gak puas apa sudah punya tiga cowok sekaligus malah nambah lagi,, Capek deh," ujar Vero

"Loh kok malah bahas pacar sih, ayo cepat jawab pertanyaan gue," ujar Laura kesal

"Don,, lo aja yang jawab," suruh Gisel

"Iya cin,,lo aja yang jawab, gue gak mau jawabnya ntar kerasukan lagi kayak si Laura waktu itu," ujar Vero mulai merinding.

"Nama Hantu itu Parjo," ucap Dona agak takut

"Ha...ha...ha...," Laura tertawa terbahak-bahak mendengar nama itu, tertawanya sama seperti ketika mereka di atas bukit waktu itu.

"Aduh nek,, bener kan yang gue bilang, Laura kerasukan lagi," ucap Vero takut

"Moncong lo itu ya, kalau ngomong gak di jaga," ujar Dona sambil mencomot molot Vero

"Dono sakit tau," ujar Vero meringis

"Gisel, vero lo pegangin tangan Laura," ujar Dona yang juga merasa takut kalau-kalau kejadian waktu itu terulang kembali, mereka hendak melakukan apa yang di suruh Dona.

"Stoop.. gue gak kerasukan kok, gue hanya geli aja mendengar nama itu, tampang bule kok namanya Parjo ha..ha .." ucap Laura masih tertawa

" Beneran nama lo Parjo," tanya Laura melihat ke arah pemuda itu, Parjo menganggukkan kepalanya. Makin keras saja tawa Laura.

"Nah kan..malah ngomong sendiri tu anak," ujar Gisel, Laura sudah berhenti tertawanya dia masih memegang perutnya yang sakit karena tidak berhenti tertawa tadi. Teman-temannya terlihat lega saat melihat Laura sudah berhenti tertawa.

"Eh Laura tadi lo bilang kalau tampang hantu itu kayak bule, dari mana lo tau ?" tanya Dona

"Kalau gue bilang gue bisa lihat Parjo kalian percaya gak ?" ucapnya

"Aduh Cin, lo jangan ngada-ngada deh, mana ada hantu siang-siang gini, kalau malam baru Eike percaya," ujar Vero

"Iya Nih Laura bercanda aja, bener tuh apa yang di bilang sama princes kita, mana ada sih hantu siang-siang gini," ujar Gisel

"Dia bukan hantu sih sebenarnya tapi dia arwah penasaran," ucapnya

"Gue pernah dengar sih kalau orang yang pernah ngalamin mati suri itu bisa lihat arwah, tapi lo kan gak mati suri," ucap Dona

" Gue pernah mati suri kok," ucap Laura yang membuat teman-temannya terkejut, yang mereka tau Laura hanya koma dan sekarang sudah sembuh dari komanya.

"Jangan bercanda lo," ujar Dona

"Gue gak bercanda Dona sayang, Sebenarnya gue di rumah sakit sempat meninggal, pada saat gue mau di mandikan gue terbangun," ujarnya.

"Jadi beneran lo pernah mati suri ?" tanya Gisel, Laura menganggukan kepalanya.

"Jadi apa yang lo katakan soal hantu itu benar ?" tanya Dona.

"Iya,,masak gue bohong sih sama kalian, malahan Parjo sekarang ada di ruangan ini bareng kita," ujar Laura, mereka semua langsung berhambur kearah Laura dan memeluknya erat.

"Lepas..gue gak bisa nafas nih, kalian mau gue mati lagi ? " ujar Laura yang sulit bernafas akibat di peluk sama mereka bertiga. Mereka pun segera melepaskan pelukannya ketika mendengar ucapan Laura.

"Laura bercanda lo gak lucu ah," ucap Gisel yang ketakutan.

" Iya cin..gue merinding nih," ujar Vero

"Siapa yang bercanda sih, tadi Parjo ikut gue ke sini, karena dia gak mau ngasih tau namanya ke gue makanya gue tanya kalian," ujar Laura

"Beneran lo gak bohong,, gue masih belum percaya kalau gak ada buktinya." ujar Dona

"Lo mau bukti, Parjo ! lo bisa apa buat bukti kalau lo memang ada," ujar Laura menengok kearah Parjo, Parjo segera menuju ke sebuah foto lalu bingkai foto itupun terjatuh sendiri.

"Gue masih belum percaya, bisa saja kan frame foto itu jatuh karena di tiup angin," ucap Gisel

"Parjo ! lo bisa sentil telinga mereka gak biar mereka percaya kalau gue gak bohong," tanya Laura pada Parjo

"Bisa " jawab Parjo semangat, dia pun kemudian menyentil telinga Vero kemudian Dona dan yang terakhir baru Gisel.

Mereka merasakan ada yang menyentil telinga mereka sampai semua bulu kuduk mereka berdiri.

"Gue ngerasa ada yang menyentil telinga gue deh," ucap Dona

"Iya gue juga nek,"

"Sekarang gue baru percaya kalau Parjo itu beneran ada," ucap Gisel sambil mengusap-usap tengkuknya.

"Nah Bener kan kalau gue gak bohong,"

" Iya Laura sayang, kita-kita percaya kok sama lo," ucap Dona

" Laura ! si Parjo itu tampan gak sih, dan dia meninggalnya kenapa ?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

🌹Like...Coment...Votenya ya..

Dan tekan tanda ❤ apabila kamu menyukai cerita ini agar kamu mendapatkan notif Up Datenya...

Makasih🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

naumiiii🎈✨

naumiiii🎈✨

Kerifutt🤣🤣

2022-06-29

0

princess butterfly

princess butterfly

parjoooooooo🤭

2022-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Meninggal
3 Setan...
4 Keajaiban
5 Teman Baru
6 Kejadian Aneh
7 Meninggalkan pekerjaan
8 Cemburu
9 Mata ternoda
10 Uji nyali
11 Minuman anti galau
12 Pesona Angga
13 Pria aneh
14 Ngidam
15 Sureprise
16 Hantu tampan
17 Bule kampung
18 Kuntilanak tersesat
19 Shock terapi ala Arumi
20 Kehilangan lagi
21 Salah arah
22 Bertemu Laura
23 Cinta setan akhirnya kembali
24 Naik pitam
25 Akibat terlalu PD
26 Pulang ke mansion
27 Gagal diet
28 Arumi Pulang
29 Mengerjai Alona
30 Merantau ke Jakarta
31 Saya Fans nya
32 Penumpang setia
33 Mengejar Jambret
34 Bidadari kucel
35 Laura vs Security
36 Hantu Bule Mesum
37 Buka baju
38 Perang Bantal
39 Sexy dan menggoda
40 Terpesona
41 Bertemu mantan
42 Salah kamar
43 Anggi sakit
44 Histeris
45 Laura di Ruqyah
46 meramal masa depan
47 Dia itu aneh
48 Halusinasi
49 Arumi dan Parjo ngedate
50 Tukang Ngarang
51 Kesambet penunggu Mansion
52 Berkunjung ke kantor Angga
53 Luarr Binasa..
54 Ciuman pertama
55 Lo harus tanggung jawab
56 Klepek-klepek
57 Takut itu sama tuhan
58 Sosok wanita misterius
59 BulKam
60 Mimpi bareng
61 Mendadak Nikah
62 Sah..
63 Angga Hilang
64 Cemburu kok sama Hantu
65 Doni patah hati
66 Kedinginan
67 Salah Faham
68 Pangeran Ngondek
69 So Beutiffull..
70 Angga Hilang
71 Cowok jadi-jadian
72 Masuk ke Dunia Ghaib
73 Tinggalkan Aku Di sini
74 Pupus Sudah Harapannya
75 Kebahagiaan Laura lebih penting
76 Jangan Pernah mengatakan itu
77 Teman-teman yang Lucu
78 Misi di mulai
79 Perasaan apa ini
80 Maksud Kamu Apa ?
81 jangan nakut-nakutin deh
82 Dona Jatuh Cinta
83 Kaget
84 Arumi Ada Dua
85 Aku Bukan Arumi
86 Oma mau jadi Superwoman
87 Devan terluka
88 Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89 Kamu Adalah Anakku
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Kecelakaan
2
Meninggal
3
Setan...
4
Keajaiban
5
Teman Baru
6
Kejadian Aneh
7
Meninggalkan pekerjaan
8
Cemburu
9
Mata ternoda
10
Uji nyali
11
Minuman anti galau
12
Pesona Angga
13
Pria aneh
14
Ngidam
15
Sureprise
16
Hantu tampan
17
Bule kampung
18
Kuntilanak tersesat
19
Shock terapi ala Arumi
20
Kehilangan lagi
21
Salah arah
22
Bertemu Laura
23
Cinta setan akhirnya kembali
24
Naik pitam
25
Akibat terlalu PD
26
Pulang ke mansion
27
Gagal diet
28
Arumi Pulang
29
Mengerjai Alona
30
Merantau ke Jakarta
31
Saya Fans nya
32
Penumpang setia
33
Mengejar Jambret
34
Bidadari kucel
35
Laura vs Security
36
Hantu Bule Mesum
37
Buka baju
38
Perang Bantal
39
Sexy dan menggoda
40
Terpesona
41
Bertemu mantan
42
Salah kamar
43
Anggi sakit
44
Histeris
45
Laura di Ruqyah
46
meramal masa depan
47
Dia itu aneh
48
Halusinasi
49
Arumi dan Parjo ngedate
50
Tukang Ngarang
51
Kesambet penunggu Mansion
52
Berkunjung ke kantor Angga
53
Luarr Binasa..
54
Ciuman pertama
55
Lo harus tanggung jawab
56
Klepek-klepek
57
Takut itu sama tuhan
58
Sosok wanita misterius
59
BulKam
60
Mimpi bareng
61
Mendadak Nikah
62
Sah..
63
Angga Hilang
64
Cemburu kok sama Hantu
65
Doni patah hati
66
Kedinginan
67
Salah Faham
68
Pangeran Ngondek
69
So Beutiffull..
70
Angga Hilang
71
Cowok jadi-jadian
72
Masuk ke Dunia Ghaib
73
Tinggalkan Aku Di sini
74
Pupus Sudah Harapannya
75
Kebahagiaan Laura lebih penting
76
Jangan Pernah mengatakan itu
77
Teman-teman yang Lucu
78
Misi di mulai
79
Perasaan apa ini
80
Maksud Kamu Apa ?
81
jangan nakut-nakutin deh
82
Dona Jatuh Cinta
83
Kaget
84
Arumi Ada Dua
85
Aku Bukan Arumi
86
Oma mau jadi Superwoman
87
Devan terluka
88
Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89
Kamu Adalah Anakku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!