Laura mulai menaiki si Tora kemudian melajukan motornya itu menuju ke arah tempat penjualan Nasi goreng yang akan di belinya.
Sampai di sana sudah banyak yang mengantri untuk membeli nasi goreng tersebut, Laura merasa khawatir kalau-kalau nasi gorengnya sudah habis dan dia tidak kebagian.
Gue harus pikirkan gimana caranya gue bisa dapat tu nasi goreng,, Batinnya
Lagi asik berpikir tiba-tiba ada yang mengejutkannya dari arah belakangnya.
"Laura.. kamu di sini juga ?" tanya Panji sambil tersenyum manis ke arah Laura.
"Eh ada Dokter Panji,, Dokter mau beli nasi gorengnya juga," tanya Laura, panji mengangukan kepalanya.
Sebenarnya tadi Panji mau bertamu ke rumah Laura, tapi di jalan dia melihat Laura sedang mengendarai motornya dan akhirnya dia mengikuti Laura Diam-diam. Ketika sampai di sana dia pura-pura saja mau beli nasi goreng di sana agar Laura tidak curiga terhadapnya.
"Kayaknya kita gak akan kebagian deh Dok, padahal gue pengen banget makan nasi goreng itu." ujar Laura.
" Sebentar ya,, coba saya ke sana dulu," ucap Panji lalu pergi menghampiri mamang penjualnya. Entah apa yang mereka omongin tapi kemudian mamang itu terlihat menganggukan kepalanya, panji pun kembali datang menghampiri Laura.
"Kita nunggu di sini saja," ujar Panji sambil duduk di kursi yang ada di sana, Laura Binggung kenapa Panji begitu santai padahal Nasi gorengnya mau habis.
"Loh kenapa duduk sih, nasi gorengnya sudah mau habis loh," ujarnya masih berdiri di sana
"Tenang saja, buat kita sudah di siapin kok," ujar Panji
"Loh kok bisa, padahal kita paling terakhir datangnya, kenapa Kita di layani duluan ?" tanya Laura binggung
"Udah di tunggu saja, jangan bawel," ujar Panji
Laura makin binggung tapi akhirnya dia duduk juga di sana karena sudah penat berdiri. tak lama kemudian mamang penjual Nasi goreng tersebut menghampiri mereka dengan menenteng kantong kresek di tangannya yang pastinya isinya Nasi goreng tersebut.
"Ini mas..sudah selesai pesanannya, semoga Dedek bayinya sehat-sehat ya," ujar Mamang itu
"Iya mang makasih ya," ucap Panji yang membuat Laura melongo. Mamang itu pun kemudian kembali ke gerobak Nasi gorengnya dan menyiapkan pesanan orang yang dari tadi sudah ngantri panjang itu.
"Dok,, kenapa mamang itu ngomong kek gitu, sebenarnya apa sih yang kalian omongin tadi ?"
" Gak ada yang penting kok, yang penting sekarang kita sudah dapat nasi gorengnya," ucap Panji sambil menyerahkan nasi goreng di tangannya ke Laura akan tetapi Laura tidak mengambilnya. Kening Panji berkerut.
"Kenapa gak di ambil ?" tanya Panji heran.
" Aku gak mau nasi goreng itu sebelum Dokter jelasin apa yang Dokter omongin sama mamang itu tadi," ujar Laura masih keras kepala.
Panji menghembuskan nafasnya Kasar, kemudian kembali duduk di kursi itu, dia mengode agar Laura juga duduk.
"Jadi tadi aku bilang sama mamang itu kalau kamu lagi ngidam," ceritanya
" Apaa...!
Panji membekap mulut Laura, semua mata memandang ke arah mereka. Panji tersenyum ke arah mereka. Setelah merasa kalau Laura sudah tidak teriak lagi baru Panji melepaskan dekapannya.
Panji menarik tangan Laura menuju ke mobilnya, Laura masih binggung akan apa yang Panji katakan tadi.
" Dokter apa-apaan sih, kok bilang gue lagi ngidam, emangnya gue hamil apa ? pasti mamang itu nyangka macam-macam deh," ujarnya
"Loh tadi kamu bilang kepengen banget makan nasi goreng itu makanya aku bilang sama mamangnya," ucap Panji santai
"Tapi kenapa Dokter bilang kalau Gue Ngidam ?" ujar Laura
"Kan itu kata-kata yang lebih singkat, kalau kepengen banget itu kan berarti ngidam," ucapnya, Laura berpikir sejenak.
Ada benarnya juga sih apa yang di katakan sama Dokter Panji kalau kepengen banget itu kan namanya Ngidam, tapi kan ngidam itu kan kata-kata buat orang hamil, tapi gak apa-apa deh yang penting gue sudah dapat nasi gorengnya,, Batin Laura
"Ya udah kalau begitu gak masalah, yang penting gue sudah dapat nasi gorengnya, Ini buat Dokter," ujar Laura sambil memberikan sebungkus nasi goreng itu kepada Panji
"Gak usah,, buat kamu saja dua-duanya," ucapnya sambil tersenyum manis ke arah Laura.
" Loh kok gitu, kan tadi Dokter juga mau beli nasi goreng itu tapi kenapa sekarang malah gak mau," tanya Laura
"Bukan gak mau, tapi kasian ibu kamu di rumah pasti dia belum makan, kalau aku sih bisa makan yang lain nanti," ucap Panji
"Kok Dokter tau sih kalau ibu belum makan,"
" Iya lah aku tau, soalnya bu Ratna itu sangat menyayangi kamu, gak mungkin dia makan sebelum kamu makan," ujarnya
"Iya juga sih he..he.." ucapnya cengengesan
" Ya sudah kamu pulang sana, oh iya,, hari minggu ini kamu sibuk gak ?"
"Sepertinya sih aku kerja, emang kenapa Dok ?" tanya laura
" Tadinya Aku mau ngajak kamu ke pantai, tapi kalau kamu sibuk gak apa-apa juga,"
" Kalau di ajak ke pantai sih aku jadi gak sibuk," ucap Laura membuat Panji mengerutkan keningnya.
" Loh kok bisa ?
" Iya..Soal kerjaan bisa di lakukan nanti yang penting Refresing nomor satu he..he.." Panji tertawa mendengar ucapan Laura, laura pun ikut tertawa. Akhirnya Laura pun pergi dari sana dengan menaiki si Tora.
🌹🌹🌹
Hubungan Angga dan Vera semakin dekat, saat ini Angga sedang bersiap-siap akan pergi dengan Vera. Dia bercermin sambil bersiul-siul gembira yang membuat Arumi heran dengan tingkahnya itu.
Setelah selesai bersiap-siap, Angga pun segera menuju ke Garasi dan masuk ke dalam mobilnya masih dengan bersiul-siul ria. Arumi segera masuk juga kedalam mobil itu, dia penasaran apa yang membuat Angga seperti itu.
Angga pun melajukan mobilnya menuju ke kosannya Vera. Sampai di sana Angga membunyikan klakson mobilnya, dari dalam kosan itu muncul seorang gadis cantik berjalan menuju ke arah mobil Angga dengan senyum manisnya.
"Ooo jadi karena ini Angga terlihat sangat senang, kayaknya ini cewek juga gak bener deh, di lihat dari potongannya saja sudah begini." gumannya
" Sudah lama nunggunya ?" tanya Vera sambil masuk ke dalam mobil Angga
"Awww.." teriaknya saat Vera duduk di jok depan mobil itu seperti ada yang mencubitnya.
"Ada apa ? kenapa kamu teriak seperti itu ?" tanya Angga.
" Gak Apa-apa kok, ayo kita jalan," ujar Vera bohong.
"Oke.. pakai seat bealt dulu dong," ujar Angga
"Oh iya aku lupa," ujar Vera lalu memakai Seat bealtnya. Vera masih memikirkan kejadian tadi, dia masih merasakan sakit di lengan kirinya.
"Angga sebaiknya kamu ganti saja mobil ini, kayaknya ada yang gak beres deh sama mobil ini."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like...Coment...Votenya ya..
Dan tekan tanda ❤ apabila kamu menyukai cerita ini agar kamu mendapatkan notif Up Datenya...
Makasih🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments