"Aaaduh nek,, kasar banget sih lo,"
"Ini buat nanti, lo mau nanti disana kelaparan," ucap Laura memelototkan mata ke arah Vero.
"iiiih serem banget sih lo Ra,, melebihi seremnya mbak kunti," ucap Vero terkekeh.
"Laura kan ratunya para demit, jadi jangan heran kalau dia lebih serem dari mereka," ucap Dona datar.
"Udah yuk, semua sudah siap kan, kita berangkat sekarang," ujar Laura.
Mereka pun berangkat menggunakan mobilnya Vero menuju tempat yang akan di pakai mereka untuk uji nyali..
Mereka sudah sampai di kaki bukit yang di tuju, untuk perjalanan selanjutnya mereka harus berjalan kaki dan mendaki bukit yang terjal itu. Beruntung hari itu tidak hujan jadi jalan yang mereka tempuh tidak terlalu curam.
Setelah satu jam perjalanan dengan berjalan kaki sampailah mereka di puncak bukit itu tanpa ada halangan apapun, Saat sampai di sana perasaan Laura mulai gak enak, akan tetapi dia menepiskan perasaannya itu.
"Oke gaess, Dona dan Gisel kalian bangun tenda di sini sedangkan gue sama Vero akan mencari kayu dan ranting untuk buat api unggun" Ucap Laura sambil pergi dari sana bersama Vero.
Pada saat Laura sedang mengambil beberapa kayu bakar dan ranting yang ada di bawah pohon yang besar di banding dengan pohon-pohon lainnya, dia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya dari sana, Laura kemudian menoleh ke arah pohon itu tapi dia tidak melihat ada siapa-siapa di sana.
Hari sudah sore, Dona dan Gisel telah selesai membuat satu Tenda yang agak besar. mereka sengaja membawa tenda sebesar itu agar muat untuk mereka berempat.
Laura dan Vero pun sudah datang dengan membawa setumpuk kayu bakar dan meletakkannya di depan tenda tersebut kemudian mulai membuat api ungun karena cuaca dingin sudah sangat terasa di tubuh mereka. Hari sudah mulai gelap, mereka makan makanan yang di bawa tadi dari rumahnya.
Sekarang sudah tepat jam 12 malam, mereka bersiap-siap melakukan Ritual uji nyali itu, Mereka semua mulai masuk ke dalam tenda.
Dona mengeluarkan boneka Jelangkung, mereka sudah memegang boneka tersebut dari empat sisi dan Ritual pun di mulai.
"Jelangkung..jelangse..disini ada pesta, datang tak di jemput pulang tak di antar," mereka mengulangnya sampai tiga kali. Tiba-tiba boneka itu terasa berat dan mulai bergerak-gerak, mereka sangat kewalahan menahan kekuatan boneka tersebut.
Boneka jelangkung itu hendak menuliskan sesuatu di kertas yang memang telah mereka sediakan di sana.
I am here,,,
Begitulah bunyi tulisannya
" Sepertinya hantu ini Bule deh, pinter bener bahasa Inggrisnya," ujar Laura
"Siapa nama kamu," tanya Dona kemudian, boneka itu kemudian menulis lagi
"P"
" P ? Nama kamu Pieter ?" tanya Laura
"No"
" Terus apa dong cin," tanya Vero
" Parjo...
Ha...ha...ha...
Mereka sontak tertawa melihat tulisan itu.
"Masak sih namanya Parjo, gue pikir tadi bule beneran tapi ternyata Paklek, ha...ha.." tawa Laura sampai guling-guling di tanah.
Seketika Laura terdiam, tatapan matanya kosong. Gisel, Dona Dan Vero seketika menghentikan tawanya saat melihat perubahan sikap dari Laura.
" Laura,, lo gak apa-apa ?" Dona memberanikan diri untuk bertanya akan tetapi Laura tidak menjawab, dia cuma melirik ke arah Dona dan senyum menyerigai.
Dona bergidik, Tapi kemudian mereka di kejutkan dengan Sinta yang berlari kencang menuju ke arah hutan, Mereka segera mengejarnya hingga sampai di tepi jurang yang Curam.
"Laura...Stoop, jangan Laura..." teriak Mereka, Laura menatap sesaat kearah mereka dengan senyumnya yang menyeramkan kemudian dia langsung melompat ke dalam jurang itu.
Laura....! teriak Dona
Dona tersentak dari lamunannya yang membuat mereka yang ada di sana kaget karena teriakan Dona, Dona menangis sambil memeluk Laura.
"Laura gue gak akan ngelakuin hal-hal aneh lagi, karena gue gak mau kehilangan sahabat-sahabat gue lagi," ucapnya di sela-sela tangisnya.
Laura binggung melihat baru kali ini Dona menangis begitu, dia tidak pernah melihat Dona sedih apa lagi menangis seperti sekarang .
"Lo kenapa nangis sih ?" Tanya Laura
"Gue gak sanggup ceritain kejadian itu lagi, itu akan membuat gue makin sedih," ujarnya
"Iya Ra.. kita kagak sanggup," ucap Gisel yang terlihat mengeluarkan air matanya juga.
"Gue juga nek,, gue gak mau main begituan lagi," ujar Vero menangis.
" Ya sudah ,gak usah nangis lagi. Gue gak akan maksa kalian lagi untuk menceritakannya," ucap Laura, mereka Akhirnya berpelukan.
🌹🌹🌹
Doni mondar-mandir di depan Ruangan Angga, Sampai saat ini Angga belum datang kekantornya. Doni khawatir dengan Bos sekaligus sahabatnya itu setelah melihat berita Viral di sosmed tadi pagi.
Awalnya Doni tidak mengetahuinya, tapi saat dia datang kekantor tadi pagi dia mendengar beberapa karyawan sedang membicarakan berita tersebut, dia penasaran kemudian dia melihat sendiri berita itu di sosmed dan dia terkejut saat melihat berita itu.
Beberapa saat kemudian, Angga sudah datang ke kantor. Perasaan Doni Lega, ternyata laki-laki di Vidio itu bukanlah Angga.
"Kenapa lo mondar-mandir di depan Ruangan gue ?" tanya Angga pada Doni, mereka memang tidak berbicara terlalu Formal kalau lagi berdua saja.
" Lo gak tau,, ada berita Viral tentang Pacar lo," ucap Doni
" Berita apa ? Kenapa dengan Susan ?" tanya Angga heran
" Nih lo lihat sendiri," ujar Doni sambil menunjukkan Vidio Viral tersebut.
Wajah Angga berubah antara sedih dan marah setelah melihat vidio berdurasi lima menit tersebut. Dia menggepalkan tangannya dan meninju dinding yang ada di sana sehingga membuat tangannya berdarah.
Doni kemudian membawa Angga masuk ke dalam ruangannya dan segera menelpon Dokter pribadi keluarga Angga. Tak lama kemudian datang seorang gadis Cantik kebule-bulean dengan menggenakan setelan khusus Dokter langsung masuk ke ruangan Angga tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kenapa bisa tangannya seperti ini sih ?" tanya Jessica yang merupakan Dokter pribadi sekaligus sepupu dari Angga sendiri, Dia adalah anak dari sepupu Ibunya Angga yaitu pasangan Rafka dan Dira.
"Dia lagi sedih dan patah hati," ucap Doni
"Maksudnya ?" tanya Jessi binggung
"Sedih karena pacarnya meninggal dan patah hati karena ternyata pacarnya selingkuh dengan temannya sendiri," ujar Doni
"Susan meninggal ?" tanya Jessi kaget, Doni kemudian memperlihatkan vidio viral tadi kepada Jessica.
" Gue sudah mengira kalau itu akan terjadi, dari awal gue sudah curiga kalau mereka bukan sepupu dan gue bersyukur kalau sekarang semuanya sudah terungkap," ujar Jessica
Angga masih shock,, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun, Air matanya mengalir di pipinya. Setelah mengobati tangannya Angga, Jessi memeluk Angga untuk memberi kekuatan kepadanya agar kuat menerima kenyataan itu.
Sebagai sepupunya, dia juga merasa sedih dengan kisah cinta Angga, akan tetapi dia juga merasa senang karena sepupunya itu sekarang terbebas dari wanita penggoda itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹 Jangan lupa Like..Coment Dan Votenya ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Safinna
semakin seru nih
2023-01-01
0
Wardatus Syifak
ang kamu ngelakuin apa Arumi......
100 dah buat kamu
ayo yg lain mana like nya
2022-03-14
2