Meninggal

Disebuah Rumah sakit di kota Bandung, seorang gadis terbaring di sebuah brankar dengan alat bantu terpasang di seluruh tubuhnya. Dia adalah Laura Anjelica (19 tahun) yang masih terbaring koma.

Dia sudah berada di sana selama dua bulan setelah kecelakaan tragis yang menimpanya, sejak saat itu dia dinyatakan koma dan sampai saat ini tidak ada perkembangan apapun dengan keadaannya.

Ratna masih setia berada di sisi anaknya itu, sekali-kali Ratna membelai rambut Laura yang panjang, terlihat dia sedang melantunkan ayat suci Alquràn di sana.

Ratna hanya tinggal berdua saja dengan Laura semenjak suaminya meninggal, awalnya mereka tinggal di Ibu kota Jakarta akan tetapi setelah ayah Laura meninggal mereka pulang ke kampung halaman Ibunya Laura yaitu Kota Bandung.

Pada saat Ayah Laura meninggal, Laura masih berumur tujuh tahun, walaupun kejadian itu sudah lama akan tetapi dia masih mengingat wajah Ayahnya yang selalu memanjakan dan menyayanginya itu, dan ketika itu Laura sangat merasa kehilangan sosok pengayom dalam hidupnya.

Ratna panik ketika melihat tubuh Anaknya kejang-kejang, dia segera menekan bel tanda darurat. Beberapa saat kemudian beberapa orang Dokter sudah berada di sana dan segera melakukan pemeriksaan terhadap Laura.

Peluh sudah mengalir di dahi Dokter-Dokter itu, detak jantung Laura berhenti, seorang Dokter bernama Panji segera mengambil Alat kejut jantung dan meletakkan beberapa kali di tubuh Laura akan tetapi detak jantung Laura masih terhenti.

Panji menggelengkan kepalanya kepada Dokter-Dokter lainnya, Ratna yang melihatnya langsung berhambur ke arah jasad anaknya yang terbujur itu.

"Kami minta maaf Bu,, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi tuhan lebih sayang terhadap Laura," ucap Panji menghembuskan nafasnya

" Tidaakkk !!!!, Laura,, bangun nak, jangan tinggalin Ibu, Laura bangun sayang,, lihat ibu,,bangun laura,,,hu..hu.." tangisnya pecah sambil mengoyang-goyangkan tubuh Laura yang sudah kaku dan pucat itu.

"Bu Ratna yang sabar ya, Ikhlaskan Laura agar dia bisa tenang di Alam sana," ucap Panji, Panji adalah Dokter yang merawat Laura selama dia berada di sana, Panji tau betul bagaimana sayangnya Ratna terhadap putrinya itu.

Ratna ambruk dan tak sadarkan diri, Panji segera mengangkat dan membaringkannya di Brankar tak jauh dari jasad Laura yang sudah tertutup dengan kain putih.

Seorang Suster menciumkan minyak kayu putih di indera penciuman Ratna dan Ratna pun tersadar dari pingsanya dan kembali menuju jasad Laura dan memeluk anaknya itu sambil menangis.

"Laura bangun Nak,, kenapa kamu meninggalkan ibu secepat ini, Jangan pergi jangan tinggalkan ibu sendiri," ucapnya dengan tangisnya yang menggema di seluruh ruangan itu.

"Bu Ratna harus Ikhlas jangan begini, Laura pasti sedih melihat ibu seperti ini. Bu Ratna sayang kan sama Laura, kalau ibu sayang sama dia ikhlaskan dia Bu agar arwah Laura bisa kembali dengan tenang menghadap sang Pencipta," ucap seorang suster sambil memeluk tubuh Ratna dan membawanya ke sebuah kursi dan mendudukannya di sana.

Suster itu masih memeluk Ratna yang sudah lemah tak bertenaga, dia terus menenangkan Ratna dengan kata-kata bijaknya. kondisi Ratna sudah agak lebih tenang walaupun masih tersisa isak tangisnya tetapi dia tidak meraung-raung seperti tadi lagi.

Panji menghampiri Ratna karena dia melihatnya sudah agak tenang untuk menanyakan perihal pengurusan jenazah Laura karena setahunya mereka tidak punya sanak saudara Lainnya di kota itu.

"Maaf Bu Ratna,,Bagaimana dengan pengurusan jenazah Laura ? apa mau di bawa pulang atau pihak rumah sakit yang mengurusnya," tanya Panji

Ratna menarik nafas lalu menghembuskannya, dia masih berusaha mengikhlaskan putri semata wajangnya itu.

"Saya tidak punya keluarga di sini Dok, saya hanya punya Laura saja. tolong urus jenazah anak saya dengan selayaknya, saya percayakan semua pada Dokter Panji," ucapnya lemah dan masih terisak.

"Baiklah Bu Ratna, kami akan mengurus jenazah anak ibu dengan baik. Suster tolong panggilkan petugas pengurusan jenazah agar membawa pasien dan segera mengurusnya," suruh Panji pada seorang Suster yang masih berada di sana.

"Baik Dok," sahutnya sambil berlalu dari sana, beberapa saat kemudian datanglah tiga orang wanita betpakaian serba hijau menuju ke arah mereka. mereka bernama Susi, Ina dan Lisa.

Susi sebagai Kepala Bagian pengurusan Jenazah segera menyuruh Ina dan Lisa membawa jenazah Laura menuju tempat pemandian Jenazah, mereka pun segera melaksanakan petintah Susi.

Di ruang pemandian Jenazah..

"Lisa !! kamu jaga Jenazah ini dan buka seluruh pakaiannya dan kamu Ina ambil peralatan untuk memandikan jenazah seperti sabun dan yang lainnya," suruh Susi

"Terus mbak Susi ngapain ?" tanya Lisa yang sedikit cerewet di antara mereka.

"Saya mau mrngambil kain Kafan dulu ditempat penyimpanan, dan ingat lakukan tugas kalian dengan baik"

"Jangan lama-lama ya mbak," ujar Lisa yang sedikit takut di tinggal berdua saja dengan jenazah itu.

"Kenapa ?? Lo takut ya ?" goda Ina

"Apa sih yang kamu takutin, toh dia sudah meninggal, dia gak akan bangun lagi kok." ujar Susi sambil berlalu pergi.

Karena dia sudah meninggal makanya gue takut, kalau dia masih hidup ngapain gue takut sama dia,, batin Lisa

" Ina !, gue aja yang ngambil peralatan mandinya, lo yang jagain ni jenazah ya," pintanya

"Enak aja, gue juga takut tau, bye Lisa,, selamat menikmati kebersamaan dengan mayat-mayat," ujar Ina berlari meninggalkan Lisa di sana.

Lisa masih mematung, dia menepiskan rasa takutnya.

"Ah, benar juga apa yang di bilang mbak Susi,, ngapain gue takut sama mereka, kan mereka sudah meninggal gak mungkin kan mereka bangun lagi," gumannya

Lisa mulai membuka kain putih penutup tubuh Laura. Dia memandang wajah laura yang sangat cantik itu walaupun sudah nampak pucat.

"Kasian sekali kamu neng gelis masih muda suda meninggal , malah wajahmu cantik banget lagi," ucapnya sambil membuka seluruh kain putih itu.

Perlahan Lisa mulai membuka satu persatu kancing bajunya Laura, tiba-tiba Lisa mendengar suara seseorang bersin, dia menghentikan kegiatannya.

"Ina,, mbak Susi,, kalian jangan bercanda dong, ayo cepat keluar," ucapnya sambil gemetaran, dia mencari-cari keberadaan mereka akan tetapi dia tidak menemukannya.

Dan suara bersin itu kembali terdengar,,

"Mbak susi,,Ina,, becandanya gak lucu deh, ayo cepat keluar, nanti Dokter Panji marah loh kalau kita gak segera mengurus jenazahnya," ujar Lisa masih mencari-cari mereka. Dia yakin kalau dua rekannya itu yang mengerjainya.

Setelah beberapa waktu mencari mereka, Lisa memutuskan untuk melanjutkan tugasnya, dia kembali menghampiri jenazah Laura kemudian mulai membuka kancing bajunya lagi. Tiba-tiba bulu kuduknya merinding, dia melihat ke arah Laura dan,,

"Se...setannn.....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

🌹Jangan lupa Like, coment dan Vote ya

Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapatkan Notif Up date nya.

Makasih🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

naumiiii🎈✨

naumiiii🎈✨

Kukasi setangkai bunga biar author tambah semangattt🤗🌷🌷🌷🌷

2022-06-22

2

princess butterfly

princess butterfly

lanjut thor...

2022-03-17

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Meninggal
3 Setan...
4 Keajaiban
5 Teman Baru
6 Kejadian Aneh
7 Meninggalkan pekerjaan
8 Cemburu
9 Mata ternoda
10 Uji nyali
11 Minuman anti galau
12 Pesona Angga
13 Pria aneh
14 Ngidam
15 Sureprise
16 Hantu tampan
17 Bule kampung
18 Kuntilanak tersesat
19 Shock terapi ala Arumi
20 Kehilangan lagi
21 Salah arah
22 Bertemu Laura
23 Cinta setan akhirnya kembali
24 Naik pitam
25 Akibat terlalu PD
26 Pulang ke mansion
27 Gagal diet
28 Arumi Pulang
29 Mengerjai Alona
30 Merantau ke Jakarta
31 Saya Fans nya
32 Penumpang setia
33 Mengejar Jambret
34 Bidadari kucel
35 Laura vs Security
36 Hantu Bule Mesum
37 Buka baju
38 Perang Bantal
39 Sexy dan menggoda
40 Terpesona
41 Bertemu mantan
42 Salah kamar
43 Anggi sakit
44 Histeris
45 Laura di Ruqyah
46 meramal masa depan
47 Dia itu aneh
48 Halusinasi
49 Arumi dan Parjo ngedate
50 Tukang Ngarang
51 Kesambet penunggu Mansion
52 Berkunjung ke kantor Angga
53 Luarr Binasa..
54 Ciuman pertama
55 Lo harus tanggung jawab
56 Klepek-klepek
57 Takut itu sama tuhan
58 Sosok wanita misterius
59 BulKam
60 Mimpi bareng
61 Mendadak Nikah
62 Sah..
63 Angga Hilang
64 Cemburu kok sama Hantu
65 Doni patah hati
66 Kedinginan
67 Salah Faham
68 Pangeran Ngondek
69 So Beutiffull..
70 Angga Hilang
71 Cowok jadi-jadian
72 Masuk ke Dunia Ghaib
73 Tinggalkan Aku Di sini
74 Pupus Sudah Harapannya
75 Kebahagiaan Laura lebih penting
76 Jangan Pernah mengatakan itu
77 Teman-teman yang Lucu
78 Misi di mulai
79 Perasaan apa ini
80 Maksud Kamu Apa ?
81 jangan nakut-nakutin deh
82 Dona Jatuh Cinta
83 Kaget
84 Arumi Ada Dua
85 Aku Bukan Arumi
86 Oma mau jadi Superwoman
87 Devan terluka
88 Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89 Kamu Adalah Anakku
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Kecelakaan
2
Meninggal
3
Setan...
4
Keajaiban
5
Teman Baru
6
Kejadian Aneh
7
Meninggalkan pekerjaan
8
Cemburu
9
Mata ternoda
10
Uji nyali
11
Minuman anti galau
12
Pesona Angga
13
Pria aneh
14
Ngidam
15
Sureprise
16
Hantu tampan
17
Bule kampung
18
Kuntilanak tersesat
19
Shock terapi ala Arumi
20
Kehilangan lagi
21
Salah arah
22
Bertemu Laura
23
Cinta setan akhirnya kembali
24
Naik pitam
25
Akibat terlalu PD
26
Pulang ke mansion
27
Gagal diet
28
Arumi Pulang
29
Mengerjai Alona
30
Merantau ke Jakarta
31
Saya Fans nya
32
Penumpang setia
33
Mengejar Jambret
34
Bidadari kucel
35
Laura vs Security
36
Hantu Bule Mesum
37
Buka baju
38
Perang Bantal
39
Sexy dan menggoda
40
Terpesona
41
Bertemu mantan
42
Salah kamar
43
Anggi sakit
44
Histeris
45
Laura di Ruqyah
46
meramal masa depan
47
Dia itu aneh
48
Halusinasi
49
Arumi dan Parjo ngedate
50
Tukang Ngarang
51
Kesambet penunggu Mansion
52
Berkunjung ke kantor Angga
53
Luarr Binasa..
54
Ciuman pertama
55
Lo harus tanggung jawab
56
Klepek-klepek
57
Takut itu sama tuhan
58
Sosok wanita misterius
59
BulKam
60
Mimpi bareng
61
Mendadak Nikah
62
Sah..
63
Angga Hilang
64
Cemburu kok sama Hantu
65
Doni patah hati
66
Kedinginan
67
Salah Faham
68
Pangeran Ngondek
69
So Beutiffull..
70
Angga Hilang
71
Cowok jadi-jadian
72
Masuk ke Dunia Ghaib
73
Tinggalkan Aku Di sini
74
Pupus Sudah Harapannya
75
Kebahagiaan Laura lebih penting
76
Jangan Pernah mengatakan itu
77
Teman-teman yang Lucu
78
Misi di mulai
79
Perasaan apa ini
80
Maksud Kamu Apa ?
81
jangan nakut-nakutin deh
82
Dona Jatuh Cinta
83
Kaget
84
Arumi Ada Dua
85
Aku Bukan Arumi
86
Oma mau jadi Superwoman
87
Devan terluka
88
Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89
Kamu Adalah Anakku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!