Di Perusahaan RA Group, Angga sedang memeriksa beberapa Dokumen yang ada di atas meja kerjanya, tiba-tiba Dari arah pintu masuk seorang gadis seksi menuju ke arahnya.
"Sayang...kamu lagi sibuk gak ?" tanya Susan langsung duduk di pangkuan Angga. Susan adalah kekasihnya Angga, mereka Baru lima bulan menjalin hubungan.
Saat itu Angga di kenalin sama temannya dengan Susan, sejak pertama bertemu dengannya Angga sudah menaruh hati padanya. mereka sering jalan bareng dan terkadang juga Susan sering nyamperin Angga ke kantornya dengan membawakan makanan kesukaan Angga.
Saat Susan ulang tahun yang ke 20, Angga memberanikan diri untuk menembak Susan dan Susan pun sangat senang dan langsung menerimanya.Akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih hingga sekarang.
"Emang kenapa sayang," ucap Angga lalu mengecup bibir Susan
Susan membalasnya, dari kecupan berubah menjadi *******, dan mereka pun hanyut dalam ciuman panas itu.
Arumi merasa gerah melihat adegan panas itu, dia kemudian menjatuhkan sebuah frame foto yang berada di meja kerja Angga sehingga mereka yang lagi terhanyut dengan cinta membara itu kaget dan segera melepaskan ciuman panasnya.
"Sayang,, kok fotonya bisa jatuh sendiri sih ? tanya Susan sambil merapikan kembali pakaiannya yang sedikit acak-acakan akibat ulah Angga.
"Mungkin tertiup angin tadi," ucap Angga lalu menghubungi Doni asistennya dengan panggilan intercom.
"Doni,, tolong panggilkan OB dan suruh ke ruangan saya," suruhnya
"Baik Pak Angga," Doni langsung mengerjakan apa yang di suruh atasannya itu, tak berselang berapa lama sudah datang Doni bersama seorang OB ke ruangan itu, Doni melihat kalau Ada Susan yang sedang duduk santai di sofa.
Doni tidak suka melihat Wanita itu, menurutnya Susan itu tidak ubahnya wanita penghibur, dari segi penampilannya yang seperti itu semua orang juga pasti berfikiran sama seperti dia.
Doni juga heran mengapa Angga bisa mencintai wanita seperti Susan, kalau Dia jadi Angga di kasih gratis pun dia gak akan mau.
Selain menjadi Asintennya Angga, Doni adalah Sahabat Angga dari kecil, dia adalah anaknya James Sekertaris Rama Ayahnya Angga sekaligus pemilik Perusahaan RA Group itu
Angga menyuruh OB itu untuk membersihkan pecahan frame foto yang berserakan di lantai, Dia segera mengerjakan perintah Bos nya itu dan setelah selesai dia segera keluar dari sana.
"Pak Angga ada yang bisa saya kerjakan lagi," tanya Doni sambil melirik tidak suka ke arah Susan, Susan cuek saja seakan-akan dia adalah nyonya Bos di sana.
"Gak ada,, kamu boleh kembali ke ruangan kamu," ucap Angga, Doni lalu keluar dari ruangan itu dan Angga kemudian duduk di sebelahnya Susan.
"Sayang tadi kamu mau bilang Apa sama aku ?" Tanya Angga kepada Susan
"Gini sayang,, aku mau ngajak kamu makan siang, kebetulan Steven ada di sini dan dia ingin kita makan siang bersamanya," ujar Susan
Steven adalah teman Angga yang mengenalkan Susan padanya, sudah lama dia keluar negeri untuk mengurus bisnisnya di sana.
"Benarkah, Steven sudah kembali kesini sayang, Aku sudah kangen sekali sama dia." ujar Angga Antusias.
"Iya sayang, baru kemaren dia datang ke Jakarta, katanya besok dia harus balik lagi ke London," Ujar Susan manja
"Oke,, kamu tunggu sebentar ya, aku harus menandatangani beberapa berkas dulu, setelah itu baru kita pergi ke sana," ucap Angga melangkah menuju meja kerjanya.
Angga mengambil beberapa berkas kemudian menandatanganinya, Dia kemudian menyuruh Doni ke ruangannya.
Tok..tok..
"Masuk" suruh Angga
"Iya Pak Angga, ada yang bisa saya bantu ?" tanya Doni
"Doni.. kamu cansel semua jadwal hari ini, aku ada urusan penting hari ini," ujar Angga
" Tapi pak Angga, hari ini kita ada pertemuan penting dengan para investor," ujar Doni, Doni tau kalau urusan penting yang Angga maksud pasti berhubungan dengan pacarnya itu.
"Kamu urus saja, urusan saya lebih penting dari itu," senyum terbit di bibir Susan mendengar kalau Angga mengesampingkan urusannya hanya demi jalan dengannya.
"Tapi Pak.."
"Ini berkas yang sudah saya tanda tangani, kamu urus ya, saya pergi dulu. Ayo sayang," ucapnya kemudian pergi dari sana.
""Ujung-ujungnya gue juga kan yang ngurusin semuanya," kesal Andi
Andi berfikir akan mengadukan kelakuan Angga yang seenaknya itu pada Pak Rama ayahnya Angga karena memang Pak Rama menyuruhnya untuk melaporkan setiap apa yang dilakukan Angga baik di kantor ataupun di luar kantor karena Rama masih belum yakin dengan kesungguhan Angga meneruskan Perusahaan yang sudah di besarkannya dari nol itu.
Andi mengambil ponselnya dan segera melakukan panggilan kepada Bossnya itu.
"Hallo Om, Angga tidak mau menghadiri rapat bersama investor hari ini," ujar Doni
"Kenapa lagi anak itu, apa sifatnya belum berubah juga," ucap Rama
"Sepertinya ini karena pacarnya itu yang membuatnya mengesampingkan pekerjaanya Om," ujar Doni
"Kamu ikutin mereka, soal pertemuan dengan Investor biar saya yang menghandelnya." ucap Rama sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Ada apa sih Pa ? kok kesal begitu ?" tanya Sinta Istri Rama
" Itu ma.. anakmu yang satu itu susah banget di aturnya," ujar Rama kesal
"Kenapa lagi sih Pa sama Angga ?, apa dia bikin ulah lagi di kantor ?" tanya Sinta
"Hari ini ada pertemuan dengan para Investor, Dia malah pergi sama pacarnya yang gak jelas itu, sekarang malah papa yang harus mengurusnya," ujar Rama
"Angga masih berhubungan sama gadis itu Pa ?, mama gak suka deh melihat gaya pacarnya itu, bajunya itu selalu kurang bahan kayak gak punya uang saja," ucap Sinta
"Iya papa juga gak setuju kalau Nantinya Angga memilih Dia sebagai istrinya, terlihat sekali dia bukan wanita baik-baik,"
"Ya sudah, Papa pergi sana ke kantor. Nanti kita bicarakan lagi dengan Angga soal ini," ujar Sinta pada suaminya
"Mama ngusir Papa," ujar Rama pura-pura ngambek, Sinta yang tau kalau suaminya lagi seperti itu pasti ada maunya. Dia langsung mengecup ke dua pipi suaminya itu.
"Ih mama nakal ya," ucap Rama lalu menyambar bibir istrinya lalu beranjak menuju kamarnya
"Papa !!
Sinta berteriak karena ulah suaminya itu, Rama terkekeh mendengarnya, Dia kemudian bersiap-siap untuk Pergi ke Perusahaannya.
Sementara Angga membukakan pintu mobil buat Kekasih hatinya itu kemudian Dia masuk ke mobilnya dan duduk di balik kemudinya, sedangkan Arumi yang dari tadi mengikuti mereka langsung masuk di jok belakang mobil itu. Angga langsung melajukan mobilnya menuju ke alamat Restoran yang tadi di bilang sama Susan.
Arumi di suguhkan pemandangan yang memuakkan, Susan barsandar di bahu Angga dan dan menaruh tanganya di paha Angga.
"Apa sih yang dilihat Angga dari gadis centil ini, cantikan juga gue kemana-mana, tapi sayang dunia gue sama dia sudah berbeda, kalau ngak sudah gue gebet juga nih si Angga," ucap Arumi
"Gue kerjain ah...hi..hi.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Jangan Lupa Like dan Comentnya ya Readers...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Safinna
lanjutin
2023-01-01
1
princess butterfly
bagus arumi kerjain aj tu si angga😁
2022-03-17
1
miss N
mungkin karena belum banyak yang baca kk, kan baru beberapa episode saja.😊😊😊
2022-03-13
2