Apa sih yang dilihat Angga dari gadis centil ini, cantikan juga gue kemana-mana, tapi sayang dunia gue sama dia sudah berbeda, kalau ngak sudah gue gebet juga nih si Angga," ucap Arumi
"Gue kerjain ah...hi..hi.."
Arumi mulai meraba-raba tengkuk Susan sehingga membuat Susan merinding, Susan memegang tengkuknya.
"Hi..hi...rasain lo,, emang enak bulu-bulunya pada bangun," ucap Arumi
" Sayang kok aku merinding ya ?" ucap Susan pada Angga
" Iya Sayang,, aku juga sering merasa merinding sendiri kalau berada di mobil ini, kayaknya setelah kejadian kecelakaan kemaren deh," ujar nya
"Kecelakaan ? kamu kecelakaan..kamu gak apa-apa kan ?" tanya Susan khawatir
"Ish..lebay banget sih tu cewek," ucap Arumi mau muntah
"Aku gak apa-apa kok sayang, bukan Aku yang kecelakaan, tapi aku nolongin seorang gadis yang kecelakaan," ujarnya
"Gadis ? kamu selingkuh ya dari aku ?" tanya Susan cemburu.
"Gak sayang, kemaren aku gak sengaja berada di sana, kamu gak usah cemburu karna gadis itu sudah meninggal, mana mungkin aku selingkuh, kan aku sudah punya kamu yang sangat cantik ," ucap Angga sambil menoel hidung Susan.
Susan tersipu, dia kemudian mengode ke arah Angga agar dia menghentikan mobilnya, Angga menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang terlihat sepi.
Susan merapatkan wajahnya ke wajah Angga dan mengecup lembut bibir Angga, Angga membalasnya, ciuman panas pun kembali terjadi, tangan Angga mulai *******-***** sesuatu yang kenyal di tubuh Susan.
uughh..
Susan melenguh kenikmatan, lenguhan Susan membuat Angga jadi menggila, bibirnya mulai turun ke leher jenjang Susan dan mengecupnya, Dia meninggalkan jejak di sana, ketika Angga hendak mencium bibir susan kembali dia berteriak lalu segera keluar dari dalam mobil itu.
Apa tadi,, kenapa Susan berubah jadi mengerikan begitu,, batinnya
Susan yang binggung kenapa tiba-tiba Angga berteriak langsung keluar dari mobil itu, pakaiannya terlihat acak-acakan.
"Sayang... kamu kenapa, kenapa teriak sih," tanya Susan. Angga yang melihat wajah Susan sudah kembali merasa lega.
Ah..mungkin tadi hanya halusinasiku saja,, batinnya
"Gak apa-apa sayang, tadi kaki aku keram, jadi aku keluar untuk merenggangkan otot-otot yang kaku," ucapnya
"Ayo kita lanjut lagi," ajak Susan, Angga sudah gak mood, dia masih terbayang-bayang dengan kejadian tadi.
"Kita pergi ke Restorant saja ya sayang,, kasihan Steven menunggu terlalu lama di sana," ujar Angga
Susan kesal karena kenikmatannya terputus, tapi dia mengiyakan ajakan Angga.
"Sepertinya kita harus mampir ke butik dulu deh," ujar Angga
"Emang kenapa sayang ?" tanya Susan binggung
"Di leher kamu ada tanda merah bekas tadi, kita beli baju yang bisa menutupi bekas itu," ujarnya
"Gak usah sayang, biar aku tutup pakai foundation aja bekasnya," ucap Susan sembari membuka tasnya dan mengambik foundation lalu mengoleskan di bekas kissmark tadi.
Kenapa Susan kepikiran buat nutupi bekas itu pakai foundation ya, kayak sudah berpengalaman saja,, Batin Angga.
"Emang dasar centil, sepertinya dia bukan gadis baik-baik deh dan gue yakin kalau dia sudah gak perawan lagi, gue harus menjaga Angga dari perempuan binal ini," guman Arumi
Angga menepis dugaannya, dan kembali melajukan mobilnya menuju Restorant. sesampainya di sana, Susan sudah kembali rapi dengan make upnya dan bajunya juga sudah tidak acak-acakan lagi. Mereka kemudian turun dari mobil itu dengan Angga yang membuka pintu mobil buat Susan.
"Kayak putri Raja saja dia,, pakai di bukain pintu segala," kesal Arumi melihat adegan itu.
Mereka pun segera masuk ke Restorant itu dengan Susan bergelayut manja di tangan Angga.
Di dalam Restorant itu terlihat seorang pria bule melambaikan tangan ke arah mereka. Merekapun mengampiri pria itu, Pria itu adalah Steven.
"Hai Bro, apa kabar," ujar Steven sambil memeluk Angga, Setelah memeluk Angga Steven mau memeluk Susan tapi tatapan mata Angga menghentikannya.
" Oh ya,, lo sendirian aja nih," tanya Angga
"Iya kebetulan pacar gue lagi pergi sama bokapnya," ucap Steven melirik ke arah Susan, Susan hanya tersenyum.
Arumi melihat ada kejanggalan diantara Susan dan Steven, dia merasa curiga terhadap mereka. Mereka kemudian memesan makanannya.
Makanan sudah di sajikan, mereka kemudian mulai menikmati makanan tersebut.
"Oh ya sayang,, nanti habis makan siang kamu temenin aku ke mall ya, ada yang mau aku beli," ujar Susan di sela makannya.
"Oke sayang,, apa sih yang ngak buat kamu," ucap Angga so sweet, Steven melirik cemburu ke arah Susan tapi susan malah mengode ke arahnya, Steven pun mulai tersenyum.
Arumi yang melihat itu makin curiga pada mereka. Sikap Steven yang tidak suka kala melihat Angga dan Susan manja-manjaan seperti itu membuat Arumi makin yakin kalau ada sesuatu di antara mereka.
Gue harus cari tau apa yang di sembunyikan oleh mereka, untuk sementara gue akan mengikuti kemanapun gadis centil ini pergi,, Batin Arumi
" Oh ya Angga, katanya perusahaan Lo lagi merekrut karyawan baru ya, kenapa lo gak pekerjakan Susan saja, yach.. lo jadiin saja dia sekertaris lo," ucap Steven, Angga melirik ke arah Susan.
"Sayang,, kamu butuh kerjaan, kenapa kamu gak bilang sih kalau kamu kekurangan uang, kan Aku bisa ngasih ke kamu," ujar Angga
"Aku gak enak sayang sama kamu, kesannya aku ini matre banget kalau aku selalu menerima uang dari kamu, Lagian gak salah kan kalau aku kerja jadi sekertaris kamu, kita kan bisa selalu berdekatan," ujar Susan manja
"Tapi kenapa kamu malah curhatnya ke Steven sih," ucap Angga sedikit cemburu
"Aku gak enak bilang sendiri sama kamu, lagian kan Steven juga sepupu aku, kamu gak udah cemburu sayang,, gak mungkin kan dia macam-macam sama aku," ucap Susan meyakinkan Angga.
Angga berfikir ada benarnya juga perkataan Susan, Steven gak bakalan macam-macam sama susan karena Susan itu sepupunya sendiri.
"Ya sudah sayang, Besok kamu boleh ke kantor,, aku akan mengurus semuanya agar kamu bisa jadi sekertaris aku," ucapnya
" Makasih sayang,, aku makin tambah cinta sama kamu," ujar Susan sambil memeluk Angga dan mencium pipinya.
Wajah Steven semakin kesal melihat pemandangan itu. Arumi masih memperhatikan gerak-gerik mereka. Tiba-tiba suara ponsel Angga berbunyi. Angga melihat kalau ayahnya yang telpon, dia segera mengangkatnya.
" Iya Pa ,, Ada apa ?
"Kamu balik ke kantor sekarang," ucap Rama
"Tapi Pa,, aku lagi ada urusan penting di luar," ucapnya
"Ooo jadi urusanmu lebih penting dari papa ya, Oke.. kalau itu yang kamu mau," ucap Rama memutuskan sambungan telponnya. Wajah Angga berubah Khawatir dengan ucapan papanya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like,,coment dan Vote ya Readers
Kalau kalian suka cerita ini tekan tanda ❤ agar kalian dapat notif Up Datenya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Safinna
lanjut
2023-01-01
1