Angga kembali duduk di kursinya, wajahnya gelisah karena Papanya memutuskan sambungan telponnya tiba-tiba tanpa mendengar jawabannya dulu.
"Sayang.. kamu kok gelisah gitu ?" tanya Susan
"Sayang.. aku harus kembali ke kantor sekarang karena ada yang harus aku urus dulu," ucapnya pelan, dia takut kalau Susan Marah.
"Yach kok gitu sih Sayang, terus aku ke Mall nya gimana ?" Susan ngambek, Angga jadi gak tau harus gimana.
" Gimana kalau kamu ke Mall nya di temani sama Steven aja, gunakan ini untuk membeli apa saja yang kamu mau," Bujuk Angga sambil menyerahkan Black cardnya kepada Susan.
"Sayang,, apa ini gak berlebihan ?" ujar Susan sok nolak
"Enggak sayang, aku akan memberi segalanya buat kamu asalkan kamu senang," Susan langsung memeluk Angga dan di belakang Angga tangannya memperlihatkan Black card itu kepada Steven, Steven tersenyum sumbringah.
"Oke Stev..gue titip Susan, Tolong lo temenin dia hari ini ya," ujarnya
"Apa sih yang gak buat lo bro,"
"Makasih ya Stev,, Sayang..aku pergi dulu ya," ucap Angga sambil mengecup kening Susan.
Angga sudah Pergi dari Restoran itu, Susan dan Steven ber tos ria ketika Mobil Angga sudah tidak terlihat lagi.
"Aktingmu bagus banget Honey ," ucap Steven kepada Susan
"Iya , Angga itu bodoh banget ya beb, Percaya aja kalau kita sepupuan," ucap Susan sambil duduk di pangkuan Steven, Steven mencium bibir Susan.
"Honey aku kangen sama kamu," ucap steven kembali mengecup bibir susan
Arumi kaget melihat apa yang di lakukan mereka, mereka tidak malu bermesraan di tempat umum seperti itu.
"Jangan di sini sayang, kita ke Apartement aku saja," Ucap Susan lalu menarik tangan Steven pergi dari sana.
"Ooo jadi kalian ini ternyata sepasang kekasih, dan kalian sudah membodohi Angga..sepertinya aku harus memberi pelajaran buat kalian." guman Arumi
Arumi kemudian mengikuti mereka masuk ke mobil menuju Apartement Susan.
Sampai Di Apartement Arumi kembali di suguhkan adegan dewasa dari mereka
"Eoo..Dasar gila,, gak tau apa kalau ada gue di sini, main nubruk-nubruk aja tuh .
"Woow...mata gue ternoda,, tapi seru juga ya berasa nonton Film gue, hi..hi..," ujar Arumi cekikikan
Arumi makin kepanasan melihat adegan dewasa itu, dia ingin pergi dari sana tapi dia penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya (Maklum dia meninggal sebelum menikah hi..hi..)
Arumi memejamkan matanya, dia merasa ngilu melihatnya, Arumi tak bisa membayangkan merasakan kejadian seperti itu.
"iiiih...ngeri banget gue lihatnya, tapi gue penasaran apa si binal itu kesakitan atau tidak ya," gumannya saat melihat sesuatu yang besar dan panjang di sana.
Arumi tidak mendengar jeritan kesakitan dari mulut susan, malahan susan mendesah kenikmatan.
"Fix nih Susan udah gak perawan lagi,, berarti selama ini dia membohongi Angga dengan pura-pura polos,, ternyata dia itu tak lebih dari perempuan penghibur ," Ucap Arumi marah.
Aaaaaa....
Suara teriakan mengerang terdengar dari mulut mereka, akhirnya mereka sampai pada puncak kenikmatan yang tiada tara...
"Saatnya gue beri pelajaran buat mereka." ucap arumi segera pergi kekamar mandi, Entah apa yang di lakukannya disana hanya dia yang tau.
Steven dan Susan sudah terkapar lemah, mereka kemudian tertidur di tutupi sehelai selimut.
Setelah semuanya selesai Arumi pun keluar dari kamar mandi itu.
"Tinggal tunggu beritanya saja besok ..hi..hi..hi..," ucapnya melirik sekilas kearah dua insan yang sudah tertidur pulas itu lalu pergi dari sana.
🌹🌹🌹
Laura lagi istirahat di kamarnya, dari ruangan tamu terdengar keributan yang membuat tidurnya terganggu sehingga Laura bangun dan Keluar dari kamarnya.
"Laura...
Trio gesrek itu segera memeluk Laura, mereka tidak menyangka kalau Laura sudah sembuh. Awalnya mereka menyangka kalau Laura tidak akan selamat setelah jatuh dari jurang yang sangat dalam itu, ternyata tuhan masih memberikan kehidupan pada Laura.
"Laura kita kangen sama lo," Ucap vero yang paling tampan dan gemulai diantara mereka.
"Iya,, kita pikir kita gak akan ketemu lagi sama lo," ucap Gisel yang paling centil
"Udah dong nangisnya, malu sama umur," ucap dona yang tomboy dan paling iseng di antara mereka.
Mereka berempat adalah sahabat semenjak pertama masuk sekolah SMA sampai sekarang.
"Udah..udah..benar kata Dona, kalian jangan nangis lagi kan gue masih di sini, gue belum mati kali," ucap Laura membuat Vero dan Gisel tambah kencang nangisnya.
Laura kecelakaan ketika mereka sedang uji nyali di bukit yang terkenal Angker di desa sebelah.
Kegemaran itu sudah mereka lakukan semenjak kelas satu SMA, Dari Hobby yang sama mereka akhirnya menjadi sahabat sejati.
" Gue Penasaran, apa sih yang terjadi sama gue waktu itu, kenapa gue bisa koma," tanya Laura
"Apa lo gak ingat sama kejadian yang menimpa lo di bukit kampung sebelah Dua bulan yang lalu," ujar Gisel
"Emangnya kapan kita ke sana, perasaan gue gak pernah ke sana deh," ucap Laura binggung.
Mereka terdiam, mereka juga binggung harus memulai dari mana untuk menceritakannya keLaura soal kejadian yang menimpa Laura dua bulan yang lalu.
"Kalian kenapa Diam, ayo cerita dong, jangan bikin gue penasaran," ujar Laura memaksa.
Dona pun seketika terbayang kembali akan kejadian yang mengerikan itu.
Saat itu Vero dan Dona sedang berada Di Base Camp mereka yang terletak dekat kantor RW kampungnya itu, Disana ada sebuah rumah kosong yang sudah lama tak berpenghuni, karena rumah itu sering di pakai oleh mereka untuk uji nyali, akhirnya mereka membuatnya sebagai Base Camp untuk menyalurkan hobby mereka yang aneh itu.
"Laura sama Gisel kemana sih, katanya malam ini kita akan beraksi di bukit yang ada di kampung sebelah, kok sudah Sore begini mereka belum dateng sih," ujar Vero dengan gaya gemulainya.
"Tunggu aja,, bentar lagi juga mereka datang," ucap Dona sambil membersihkan sebuah jelangkung yang akan mereka di gunakan nanti.
Benar saja apa yang di katakan oleh Dona, Laura dan Gisel datang dengan membawa Ransel dan peralatan lainnya.
"Kalian kemana aja sih cin,, sampai jamuran kita nunggunya di sindang," ujar Vero
"Sorry,, kita tadi telat karena beli ini dulu," ucap Laura sambil menunjukkan satu kresek penuh makanan ringan di tangannya.
"Waduuuh...kalian tau banget sih cin ,kalau gue demen yang begituan," ucap Vero yang mau mencomot beberapa makanan ringan tersebut, akan tetapi Laura menepiska tangannya.
"Aaaduh nek,, kasar banget sih lo,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like dan Coment dan votenya ya Readers..
Dan tekan tanda ❤ untuk membuat cerita ini menjadi favorit dan agar kamu mendapatkan notif Up datenya.
Makasih🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Safinna
kelanjutan nya
2023-01-01
1
naumiiii🎈✨
Jangan diberikan segalanya lah, berikan aku aja 🤭🤭
2022-06-22
1
princess butterfly
biarpun arumi cm roh tp pengertian jg gak ganggu steve ma susan lg hot2nya😁
2022-03-17
1