Pria aneh

Hari ini Laura bersama Ibunya berencana akan bekerja di kebin tehnya pak Seto yang berada di kampung sebelah, Kebin teh itu tidak jauh dari bukit di mana kecelakaan Laura terjadi.

Ratna dan Laura pergi kesana dengan menaiki Si Tora motor bebek kesayangannya Laura.

Motor itu di beri nama laura karena Tora adalah singkatan dari motor Laura.

(Laura :Tau aja lo thor he..he..)

(Authour : Ya tau lah kan aku penulisnya😁😁😁)

(Laura : Lanjut thor, jangan nongol mulu,, penasaran nih)

(Author : Oke Laura...lest go...)

Ratna dan Laura sudah sampai di Kebunnya pak Seto, di sana sudah banyak pekerja yang sudah datang, mereka hari ini akan memetik daun teh di lereng bukit itu begitu puka dengan Ratna dan Laura.

mereka sudah memikul sebuah keranjang di punggungnya, Laura juga akan ikut memetik daun teh itu. setelah itu mereka langsung menuju le lereng bukit di mana mereka akan bekerja.

Laura berjalan mengikuti ibunya itu, Laura sangat takjub melihat pemandangan kebun teh yang hijau membentang itu. mereka mulai memetik daun tehnya, laura juga mengikuti apa yang mereka kerjakan. ini memang pengalaman pertama bagi Laura bekerja seperti itu. sebelum Laura kecelakaan dia tidak pernah bekerja, waktunya hanya di habiskan bersama sahabat-sahabatnya melakukan, entah itu siang hari ataupun malam harinya.

Ratna tidak pernah melarangnya karena Ratna dulunya adalah seorang buruh di pabrik tekstil yang ada di sana, pendapatan Ratna mencukupi kebutuhannya bersama Laura. tapi sejak Laura kecelakaan, Ratna mengundurkan diri dari sana karena dia ingin fokus merawat putrinya itu.

Ketika Laura sedang asik memetik daun teh, netranya tak sengaja melihat ke atas bukit itu. Disana ada seorang pemuda tampan ke bule-bulean tersenyum kearahnya. Laura tidak membalas senyuman pemuda itu karena dia menyangka kalau pemuda itu tersenyum pada orang di belakangnya buka padanya.

Dan Laura pun melanjutkan aktivitasnya, Tiba-tiba Laura merinding, saat dia menoleh pemuda itu sudah ada di belakangnya. Laura Reflek memukul pemuda itu.

"Awww...

Pemuda itu berteriak kesakitan, Laura segera berhenti.

"Maaf..maaf gue Reflek, gue kaget kenapa lo tiba-tiba ada di belakang gue, baru saja gue lihat lo di atas bukit udah di sini aja," ucap Laura

"Abisnya kamu aku senyumin gak di balas," ucap pemuda itu.

"Jadi lo tadi senyum ke gue, gue pikir lo senyum sama mereka," ucap Laura sambil menunjuk ke arah ibu-ibu yang ada di belakangnya.

"Masak aku senyum sama mereka sih, sedangkan ada bidadari hatiku sedang berada di sini," gombalnya

"Lo gombal deh," ucap Laura

"Aku gak gombal Laura.."

"Dari mana lo tau nama gue, sedangkan kita baru saja bertemu, gue aja tidak kenal sama lo," tanya Laura heran

"Aku tau semua tentang kamu, karena aku selalu mengikuti kemanapun kamu pergi," ucap pemuda itu

" Jangan bohong lo,, gue gak pernah tu lihat lo ngikutin gue, emang lo hantu yang bisa ngikutin orang tanpa terlihat," ucap Laura, prmuda itu tetsenyum mendengar ucapan Laura.

"Menurut kamu..?

" Kalau menurut gue Lo itu pembohong besar, dasar modus, udah pergi sana jangan ganggu kerjaan gue," usir Laura kemudian dia melanjutkan memetik daun teh itu.

Ratna menghampiri putrinya karena dia merasa aneh ketika melihat Laura tertawa-tawa sendiri sambil ngomong-ngomong gak jelas.

"Laura ngapain kamu ngomong-ngomong sendiri ?" tanya Ratna

"Siapa yang ngomong sendiri sih bu, ini Laura lagi ngomong sama pemuda sengklek," ucapnya masih fokus memetik daun tehnya.

"Pemuda mana ? gak ada siapa-siapa di sini, dari tadi ibu lihat kamu sendirian aja ," ucap Ratna merasa aneh dengan sikap Putrinya itu.

"Itu..." ucapan Laura terputus karena pemuda itu sudah tidak ada lagi di sana

Kenapa cepat sekali perginya pemuda itu ya ? kayak hantu saja,, Batin Laura

" Mana..jangan ngarang kamu.ayo kita pulang sudah sore nih," ajak ratna, Laura pun

"Udah sore aja nih, gak terasa ya bu. Kayaknya aku bakalan betah ni kerja di sini," ucap Laura sambil mengikuti ibunya yang sudah duluan pergi dari sana.

Mereka pun Akhirnya pulang kerumahnya pastinya dengan naik si Tora yang setia menemani mereka kemanapun.

Laura dan Ibunya sudah sampai di rumah, laura menghempaskan tubuhnya di sofa dan merenggangkan otot-ototnya yang penat. Sedangkan ibunya segera mandi lalu menyiapkan makanan untuk makan malam mereka. Saat Ratna hendak ke dapur, ucapan Laura menghentikan langkahnya.

"Bu..ibu mau ngapain ?" tanya Laura

"Ibu mau masak untuk makan malam kita", jawab Ratna

"Gak usah bu, biar nanti Laura beli makanan di luar saja, lagian Laura pengen makan Nasi gorebg si mamang yang di perempatan itu loh," ujar Laura menelan ludahnya ketika mengingat nasi goreng itu.

Ratna hendak bilang sama Laura kalau uang meteka hampir habis, akan tetapi dia tidak tega karena kayaknya Laura sangat kepengen makan nasi goreng itu dan dia berpikir kalau memang sudah lama sekali semenjak Laura koma dia tidak pernah makan lagi nasi goreng yang sangat lezat itu.

Ratna menghampiri Laura lalu membelai rambutnya.

"Kamu pengen makan nasi goreng itu ya ?" Laura mengangguk.

"Ya sudah mandi sana, biar kita bisa pergi belinya,"

"Gak usah bu..biar Laura aja yang beli nanti kita makan bersama di rumah aja, ibu istirahat saja di rumah, kan ibu capek seharian bekerja,"

"Baiklah, kalau begitu Ibu kekamar dulu," ucap Ratna, Ratna masuk ke kamarnya tetapi kemudian keluar lagi dengan membawakan selembar uang lima puluh ribuan di tangannya dan menyerahkannya kepada Laura.

"Gak usah bu..Laura punya uang kok," ucapnya

"Kamu dapat dari mana uang itu ?" tanya Ratna heran

"Biasa bu,, habis malak he..he..," ucapnya asal

"Aduuh..duh...sakit bu.." ucapnya kesakitan karena Ratna menjewer telinganya.

"Dasar ya kamu..ibu gak pernah ngajarin kamu begitu," ucap Ratna marah

"Laura gak malak kok bu,, Laura cuma bercanda, sakit bu..." ucapnya masih kesakitan, Ratna akhirnya melepaskan jewerannya.

"Sekarang kamu katakan, dari mana kamu dapat uang itu," Ratna masih marah

"Uang ini di kasih sama Vero kemarin waktu dia ke sini bu,"

"Vero..? teman kamu yang melambai itu ?

"Bukan melambai bu tapi kelebihan Gen ceweknya ha..ha.." ujarnya sambil tertawa

"Sama saja, eh ngomong-ngomong kenapa dia ngasih kamu uang ?

" Kemarin aku ngasih tips sama dia gimana membuat kulit halus dan mulus, jadi dia kasih uang deh aama Laura . Katanya sih sebagai ucapan tetima kasih," jelas Laura

"Lain kali kamu jangan begitu sama teman kamu, kita harus ikhlas menolong orang, jangan Pamrih," nasehat Ratna

"Aku ikhlas kok bu, dan dia juga ikhlas ngasihnya he..he.." ucap Laura cengengesan

"udah mandi dulu sana, ntar nasi gorengnya habis lagi,"

Laura kemudian mengambil handuk dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah bau acem.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

🌹Like...coment..Vote ya..

Makasih🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

naumiiii🎈✨

naumiiii🎈✨

Cemungutt thorrr kukasi setangkai bunga biar semangat nulisnya😘😘😘🌷

2022-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Meninggal
3 Setan...
4 Keajaiban
5 Teman Baru
6 Kejadian Aneh
7 Meninggalkan pekerjaan
8 Cemburu
9 Mata ternoda
10 Uji nyali
11 Minuman anti galau
12 Pesona Angga
13 Pria aneh
14 Ngidam
15 Sureprise
16 Hantu tampan
17 Bule kampung
18 Kuntilanak tersesat
19 Shock terapi ala Arumi
20 Kehilangan lagi
21 Salah arah
22 Bertemu Laura
23 Cinta setan akhirnya kembali
24 Naik pitam
25 Akibat terlalu PD
26 Pulang ke mansion
27 Gagal diet
28 Arumi Pulang
29 Mengerjai Alona
30 Merantau ke Jakarta
31 Saya Fans nya
32 Penumpang setia
33 Mengejar Jambret
34 Bidadari kucel
35 Laura vs Security
36 Hantu Bule Mesum
37 Buka baju
38 Perang Bantal
39 Sexy dan menggoda
40 Terpesona
41 Bertemu mantan
42 Salah kamar
43 Anggi sakit
44 Histeris
45 Laura di Ruqyah
46 meramal masa depan
47 Dia itu aneh
48 Halusinasi
49 Arumi dan Parjo ngedate
50 Tukang Ngarang
51 Kesambet penunggu Mansion
52 Berkunjung ke kantor Angga
53 Luarr Binasa..
54 Ciuman pertama
55 Lo harus tanggung jawab
56 Klepek-klepek
57 Takut itu sama tuhan
58 Sosok wanita misterius
59 BulKam
60 Mimpi bareng
61 Mendadak Nikah
62 Sah..
63 Angga Hilang
64 Cemburu kok sama Hantu
65 Doni patah hati
66 Kedinginan
67 Salah Faham
68 Pangeran Ngondek
69 So Beutiffull..
70 Angga Hilang
71 Cowok jadi-jadian
72 Masuk ke Dunia Ghaib
73 Tinggalkan Aku Di sini
74 Pupus Sudah Harapannya
75 Kebahagiaan Laura lebih penting
76 Jangan Pernah mengatakan itu
77 Teman-teman yang Lucu
78 Misi di mulai
79 Perasaan apa ini
80 Maksud Kamu Apa ?
81 jangan nakut-nakutin deh
82 Dona Jatuh Cinta
83 Kaget
84 Arumi Ada Dua
85 Aku Bukan Arumi
86 Oma mau jadi Superwoman
87 Devan terluka
88 Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89 Kamu Adalah Anakku
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Kecelakaan
2
Meninggal
3
Setan...
4
Keajaiban
5
Teman Baru
6
Kejadian Aneh
7
Meninggalkan pekerjaan
8
Cemburu
9
Mata ternoda
10
Uji nyali
11
Minuman anti galau
12
Pesona Angga
13
Pria aneh
14
Ngidam
15
Sureprise
16
Hantu tampan
17
Bule kampung
18
Kuntilanak tersesat
19
Shock terapi ala Arumi
20
Kehilangan lagi
21
Salah arah
22
Bertemu Laura
23
Cinta setan akhirnya kembali
24
Naik pitam
25
Akibat terlalu PD
26
Pulang ke mansion
27
Gagal diet
28
Arumi Pulang
29
Mengerjai Alona
30
Merantau ke Jakarta
31
Saya Fans nya
32
Penumpang setia
33
Mengejar Jambret
34
Bidadari kucel
35
Laura vs Security
36
Hantu Bule Mesum
37
Buka baju
38
Perang Bantal
39
Sexy dan menggoda
40
Terpesona
41
Bertemu mantan
42
Salah kamar
43
Anggi sakit
44
Histeris
45
Laura di Ruqyah
46
meramal masa depan
47
Dia itu aneh
48
Halusinasi
49
Arumi dan Parjo ngedate
50
Tukang Ngarang
51
Kesambet penunggu Mansion
52
Berkunjung ke kantor Angga
53
Luarr Binasa..
54
Ciuman pertama
55
Lo harus tanggung jawab
56
Klepek-klepek
57
Takut itu sama tuhan
58
Sosok wanita misterius
59
BulKam
60
Mimpi bareng
61
Mendadak Nikah
62
Sah..
63
Angga Hilang
64
Cemburu kok sama Hantu
65
Doni patah hati
66
Kedinginan
67
Salah Faham
68
Pangeran Ngondek
69
So Beutiffull..
70
Angga Hilang
71
Cowok jadi-jadian
72
Masuk ke Dunia Ghaib
73
Tinggalkan Aku Di sini
74
Pupus Sudah Harapannya
75
Kebahagiaan Laura lebih penting
76
Jangan Pernah mengatakan itu
77
Teman-teman yang Lucu
78
Misi di mulai
79
Perasaan apa ini
80
Maksud Kamu Apa ?
81
jangan nakut-nakutin deh
82
Dona Jatuh Cinta
83
Kaget
84
Arumi Ada Dua
85
Aku Bukan Arumi
86
Oma mau jadi Superwoman
87
Devan terluka
88
Dia itu Saudara Kembarnya Arumi
89
Kamu Adalah Anakku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!