"Se..setaannn...
Teriak Lisa langsung berlari pontang panting menubruk pintu ruangan itu, dia segera bangun dan langsung membuka pintu itu dan kemudian terus berlari meninggalkan ruangan itu.
Ketika sampai di belokan koridor itu Lisa menabrak Susi dan Ina yang baru saja kembali dari tempat penyimpanan peralatan pengurusan jenazah.
Bruuukkk..
merekapun jatuh bersamaan ,,
"Lisa !!!" teriak Susi
"Kamu kenapa sih lari-lari gitu, jadi kotor kan kain kafannya," ucap susi kesal
"Iya nih, lihat ini semuanya jadi berantakan gini," ujar Ina sambil menunjuk ke arah perlengkapan yang dia baqa tadi sudah berserakan di lantai.
"I..itu...", ucap Lisa gagap sambil menunjuk ke arah ruangan tadi
"Itu apa ?" Susi melihat ke arah yang di tunjuk Lisa
"Itu ada setan di sana," Lisa langsung berhambur dan memeluk Susi dengan erat
"Jangan bercanda deh, mana ada setan siang-siang begini,"
Susi malah tak percaya dan berusaha melepaskan pelukan Lisa. Lisa kemudian melepaskan pelukannya dan mulai bersembunyi di belakang Susi dengan masih memegang tangannya erat.
"Kalau mbak Susi gak percaya, lihat sendiri saja sana"
" Itu akal-akalan dia kali mbak, biar mbak gak marahin dia karena udah ninggalin Jenazah itu di sana," ujar Ina mengompori
"Gue gak hohong kok, Gue beneran lihat mayat itu matanya terbuka, tadi gue dengar suara bersin, gue kira itu kalian yang ngerjain gue, tapi setelah gue kembali ke sana, gue lihat matanya melotot ke arah gue, ih serem banget,"
"Kalau begitu kamu antarin kita ke sana, kalau sampai kamu bohong kamu tau sendiri akibatnya," ancam Susi
"Gue gak mau ke sana lagi, lebih baim gue di pecat dari pada gue kembali ke sana," ucap Lisa kemudian berlari meninggalkan mereka.
" Ayo Ina kita kerjakan tugas kita. Soal Lisa biar mbak yang urus, bila perlu kita laporkan dia karena sudah mangkir dari pekerjaannya," ujar Susi sambil berjalan menuju ruangan pengurusan jenazah dan Ina pun mengikutinya.
Baru saja Susi ingin membika pintu ruangan itu, tetapi sudah ada yang membukanya dari dalam ruangan itu, saat pintunya sudah terbuka terlihat Laura berdiri di ambang pintu sambil tersenyum ke arah mereka.
"Se,,setan !!! ,
Susi langsung ambruk di tempatnya dan tak sadarkan diri, sedangkan Ina berlari terbirit-birit tanpa arah.
Laura yang masih mematung bingung melihat mereka,
Kenapa semua orang lari sih saat liat gue, apa gue semenakutkan itu,, batinnya
Sementara Lisa masih terus berlari dan tak sengaja menabrak Dokter Panji yang sedang berjalan menuju ruangannya.
Bruuukk...
Tubuh Lisa menubruk Panji dan menindih tubuhnya yang sudah duluan jatuh di lantai, Lisa segera bangun dan membantu panji untuk bangin juga.
"Maaf Dok,, saya tidak sengaja," ucapnya masih ngos-ngosan
"Kamu kenapa lari-lari ? kayak di kejar setan aja ," tanya Panji memegang pinggangnya yang terasa nyeri akibat terbentur lantai tadi
" I..itu Dok, Jenazahnya Laura bangun", ucapnya gagap
"Jangan bercanda kamu,, mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa bangun lagi", ujar Panji sambil tertawa
"Beneran Dok saya gak bohong,, saya berani sumpah di sambar geledek kalau saya bohong," ucapnya Serius
" Kamu jangan main-main sama saya, kamu kira saya percaya sama omongan kamu, gak mungkin banget apa yang kamu katakan tadi," ujar Panji masih tidak percaya
"Kalau Dokter gak percaya ya sudah, saya gak mau berurusan sama jenazah itu lagi, bisa- bisa saya mati muda sebelum menikah," ucapnya yang masih pucat karena ketakutan.
"Kamu benar gak bohong," Panji mulai sedikit percaya melihat ketakutan Lisa, Dia sepertinya tidak bohong dengan apa yang dia katakan.
"Beneran Dok, sudah berapa kali saya katakan kalau saya tidak bohong, kalau masih gak percaya Dokter buktikan saja sendiri," tantangnya
"Ya sudah,, kalau begitu kamu antarkan saya ke sana," pinta Panji
"Ngak,, saya gak mau Dok, saya takut," ucapnya masih gemeteran
"Kalau kamu memang gak bohong, kamu harus antar saya ke sana. Atau jangan-jangan kamu cima mengada-ngada saja," tuduhnya
Beneran kok Dok saya gak bohong,, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau jenazahnya gadis itu bersin dan melototi saya," ucapnya dengan wajahnya yang masih takut.
" Kalau begitu kamu harus antar saya ke sana", ujar Panji sambil menarik tangan Lisa menuju ke ruangan itu.
Saat mereka lagi berjalan, mereka berpas-pasan dengan Ina yang berlari tak tentu arah dengan wajah ketakutannya.
"Tolong !!!, Ada mayat hidup,,," teriaknya terus berlari tanpa menoleh dan terus melewati Lisa dan Panji.
"Tuh kan Dok, bukan saya saja yang melihatnya tapi Ina juga, saya gak mau ikut Dokter lagi," ujarnya sambil mencoba melepaskan tangan Dokter Panji dari tangannya.
Panji tidak melepaskan Lisa malah dia makin mengeratkan pegangannya agar Lisa tidak bisa melepasnya. Panjo masih tak percaya kalau belum melihat dengan mata kepalanya sendiri, dia terus berjalan menuju keruangan itu dengan masih menarik Lisa mengikutinya.
Lisa terus saja berusaha melepaskan tangannya dari Panji, tapi apa daya tenaganya masih tidak cukup kuat melepaskan cengkeraman tangan Panji dan terpaksa dia mengikuti kemauan Dokter menyebalkan itu.
Mereka akhirnya sampai juga di ruangan itu, perlahan Panji membukakan pintunya, Panji kaget ketika pintu itu terbuka dia melihat seorang gadis dengan baju khisus pasien sedang asik mendandani wajah Susi dengan menggunakan perlengkapan pengurusan jenazah sambil cekikikan. Tubuh Susi terbaring di atas brankar dimana jenazah Laura tadi berada.
Lisa bersembunyi di belakang panji dengan memejamkan matanya, ingin sekali dia kabur dari sana, tapi tangannya masih di pegang sama Panji.
Panji mematung ketika melihat pemandangan yang menurutnya tidak mungkin terjadi itu, perlahan dia mulai mendekati Laura yang masih cekikikan asik dengan kegiatannya.
"Laura !!" panggil Panji, mendengar ada yang memanggilnya Laura menoleh ke arah sumber suara, lalu dia tersenyum ke arah mereka. Dia perlahan mulai melangkahkan kakinya mendekati Panji dan Lisa.
Panji mulai mundur begitu pula dengan Lisa, Laura Binggung kenapa mereka ketakutan saat melihatnya.
" Laura ,, kembalilah ke Alam mu,, kamu jangam mengganggu kami, kamu pergilah dengan tenang," ucapan Panji bergetar
Laura masih saja maju ke arah mereka begitu pula dengan Dokter Panjo dan Lisa yang terus mundur sampai mereka berdua terjatuh ke lantai, sontak Laura tertawa melihat mereka.
"Ha,,ha,,ha,, kalian ini kenapa Sih, kok lihat gue seperti lihat setan aja," ucap Laura yang sudah tidak tahan mengerjai mereka.
Dokter Panji dan Lisa saling berpandangan melihat Laura tertawa terbahak-bahak.
" Kalian Kenapa takut sih sama gue ? Gue binggung deh kenapa dari tadi kalau ada uang ngeliat gue langsung lari terbirit-birit,, gue kan bukan setan,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Jangan lupa Like,, Coment,, dan Vote ya..
Dan tekan tanda ❤ agar cerita ini jadi favorit dan kamu dapat notif Up date nya...🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
VEty SAry
aku suka sekali ceritanya kak😍, laura idup lagi😄
2022-07-22
1
maharastra
yg masuk ketubuh laura,bkn laura kan kk😁😁😁
2022-07-04
1
Ita Mustika
lucu thor
2022-03-29
0