Hari ini Laura sudah siap hendak berangkat kerja di kebun Tehnya pak Seto, Dia sudah sangat menyukai pekerjaan itu.
Laura hari ini akan pergi sendiri ke sana karena Ratna sedang tidak enak badan.
"Bu ! Laura berangkat dulu ya, ibu istirahat saja di rumah," ujarnya
"Hati-hati ya nak, nanti pulangnya jangan kelayapan dulu langsung pulang ke rumah ya," pesan Ratna
"Iya Bu,, Assalamuàlaikum,"
"Waàlaikumsalam." sahut Ratna
Laura pun melajukan si Tora motor kesayangannya itu menuju ke kebun teh tempat dia bekerja. Sampai di sana Laura segera mengambil bakulnya dan langsung menuju ke kebun Teh yang ada di lereng bukit itu.
Sedang asik Laura memetik daun teh dia di kejutkan oleh pemuda kemarin lagi, pemuda itu masih dengan baju yang sama seperti kemarin.
"Hai Laura," sapanya
"Eh copot-copot...Lo ! Ngagetin gue aja lo," ucapnya latah. pemuda itu tertawa
"Lo sebenarnya siapa sih udah kayak jelangkung saja datang tak di jemput pulang tak di antar," ujar Laura kesal
"Justru itu, kamu udah manggil aku tapi gak ngantar aku balik," ucap pemuda itu
"Maksud lo apa gue gak ngerti," ujar Laura mengernyitkan keningnya.
"Tiga bulan yang lalu kamu sudah manggil aku sama teman-teman kamu di atas bukit itu, tapi kamu keburu masuk jurang ," ucapnya
Laura yang mendengar ucapan Pemuda itu kaget, dari mana pemuda itu tau kalau tiga bulan yang lalu dia kecelakaan di sana.
"Sejak kapan lo ngintilin gue hah, jangan-jangan lo itu psikopat ya, pergi sana jangan dekat-dekat sama gue," ujar Laura sambil mendorong pemuda itu tapi dia menembus tubuh pemuda itu akhirnya dia sendiri yang jatuh ke tanah.
Laura binggung dengan apa yang dia alami, Pemuda itu tersenyum padanya, Laura bergidik dan menepuk-nepuk pipinya.
"Apa gue mimpi,, gak- gak ini pasti mimpi," ucapnya kemudian dia mencubit tangannya
"Awww...sakit, ternyata ini nyata," ucapnya sambil menjauh dari Pemuda itu.
"Kamu gak mimpi kok, tiga bulan yang lalu kamu sama teman-teman kamu bermain jelangkung di puncak bukit itu dan kalian memanggil aku, tapi saat itu ada Gendoruwo penghuni pohon besar di sana yang merasuki tubuhmu dan akhirnya kamu melompat ke dasar jurang itu," cerita Pemuda itu, Laura masih melongo mendengar cerita pemuda itu.
Laura mengingat-ingat kembali kejadian yang menimpanya tiga bulan yang lalu tapi tak ada satupun yang terlintas di ingatannya.
"Kamu pasti lupa akan kejadian itu karena kepalamu terbentur sangat keras ketika itu, mungkin trauma yang kamu alami membuat kamu melupakannya." tambah pemuda itu, Laura masih tidak dapat berkata-kata ini seperti mimpi baginya, dia tiba-tiba bisa melihat hantu apa lagi hantunya tampan seperti pemuda itu.
"Jadi kejadian aneh belakangan ini adalah nyata, aku bisa melihat orang-orang yang sudah meninggal ?" ucapnya masih tak percaya.
"Iya, kamu ingat kan saat kamu naik Angkot ada seorang gadis kucel berada di angkot itu, dia itu matinya tertabrak oleh angkot itu dan anak kecil di jalanan yang kamu tolong waktu itu adalah anak kecil yang di bunuh oleh perampok bersama seluruh keluarganya di rumah yang sudah kosong yang berada tak jauh dari sana," ujar pemuda itu.
Laura mengingat kembali kejadian itu, benar yang pemuda itu bilang, saat itu mereka tiba-tiba saja menghilang sendiri.
"Jadi sebenarnya mereka adalah arwah penasaran ? pantesan saja pengendara motor waktu itu ngomong kek gitu," guman Laura
"Jadi kamu selama ini mengikutiku ?" tanya Laura melotot pada Pemuda itu.
"Iya...semenjak kamu koma di rumah sakit aku selalu berada di samping kamu dan pada saat kamu sadar aku mengikutimu diam-diam," ujarnya
"Tapi kenapa kamu hanya mengikuti aku saja, kan yang main jelangkung itu bukan hanya aku tapi teman-teman aku juga ," ujarnya
"Aku lebih suka sama kamu, teman-teman kamu aneh-aneh," ucap Pemuda itu
"Ha..ha..Iya sih mereka pada aneh semua," ujar Laura sambil tertawa, pemuda itupun ikut tertawa. Semua yang ada di sana melihat ke arah Laura.
"Heh Laura kenapa kamu ketawa-ketawa sendiri kayak orang gila aja," ujar ibu-ibu yang berada sedikit dekat dengannya.
"Ini bu,, saya lagi ngomong sama teman lewat telpon," ucapnya
"Ooo saya pikir kamu sudah gila beneran karna kecelakaan kemaren," ucap ibu-ibu itu kemudian dia melanjutkan pekerjaannya.
" Dasar ibu-ibu, kepo aja sih urusan orang," ucap Pemuda itu.
"Gimana gak kepo, mereka lihat gue ngomong dan ketawa-ketawa sendiri ya Wajar lah kalau mereka ngira gue gila," ucap Laura.
"Oh ya nama kamu siapa sih ?" tanya Laura pada pemuda itu, pemuda itu langsung malu karena terakhir kali dia bilang namanya Laura yang paling kencang tertawanya.
"Sebaiknya kamu tanya saja sama teman-teman kamu, aku gak mau kasih tau," ujar Pemuda itu.
"Ayolah,, kenapa mesti malu sih, gak mungkin kan aku manggil kamu dengan sebutan hantu tampan," ujarnya
"Itu lebih baik dari pada kamu tau nama aku," ucap pemuda itu masih kekeh dengan pendiriannya.
"Kalau gitu aku akan tanya sama teman-temanku saja," ujarnya lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi mereka. Laura segera menelpon Dona.
Dona sedang main Games di ponselnya, dia melihat ada panggilan dari Laura, Dona segera mengangkatnya.
"Hallo Ra, ada apa nih lo nelpon gue ?" tanya Dona
"Dona hubungi anak-anak kita ketemu di Base Camp setengah jam dari sekarang, ada yang penting yang mau gue omongin sama kalian," ujar Laura kemudian memutus sambungan telponnya.
Dona heran dengan perintah Laura akan tetapi dia segera menghubungi yang lainnya agar segera ke Base Camp.
Setelah Laura menghubungi Dona dia langsung bergegas menuju kesana dengan pemuda itu pastinya. dia terpaksa tidak bekerja hari ini hanya demi menghilangkan rasa penasarannya terhadap nama Hantu tampan itu dan masih ada hal lain yang ingin dia bicarakan dengan teman-temannya itu.
"Aku saja yang bonceng kamu," ucap pemuda itu
"Ha..ha..ha.. kamu itu udah gila ya, bisa lari semua orang kalau lihat motor jalan sendiri , dasar hantu tak sadar diri," ujar Laura sambil tertawa. pemuda itu mengaruk-garuk tengkuknya.
" Udah naik di belakang saja, mau ikut gak sih ?" tanya Laura, akhirnya pemuda itu naik juga di belakang Laura.
Laura langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi layaknya pembalab propesional karena mengingat jarak yang dia tempuh dari sana ke base campnya itu lumayan jauh.
Pemuda itu sampai berpegangan erat di perut Laura, saking asiknya ngobrol sama Laura dia lupa kalau dia bisa kemana saja tanpa harus naik motor itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹 Like..Coment..dan Vote ya
Dan kalau kamu suka tekan tanda ❤ agar kamu dapat notif Up datenya.
Makasih🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
princess butterfly
apakah nanti si hantu parjo jodohnya hantu arumi ya thor????
2022-03-18
0