Semua barang sudah di bereskan oleh Ratna, Laura ingin membantu akan tetapi Ratna melarangnya, Dokter Panji pun sudah pergi dari sana karena ada pasien darurat yang butuh pertolongannya.
Setelah semua dirasa sudah siap, mereka pun pergi dari rumah sakit itu. Ratna binggung,, mau naik taksi tapi uangnya tidak cukup akhirnya mereka memutuskan untuk naik angkot saja, lagian rumahnya tidak jauh dari Rumah sakit itu.
Laura dan ibunya sekarang sudah berada di angkot, Laura duduk di sebelah seorang gadis yang nampak kucel.
"Neng tolong geser lagi sedikit," ucap penumpang yang baru saja naik pada Laura.
"Gak bisa mas, ada mbak itu di situ," ujar Laura
" Mbak yang mana ?, di situ gak ada siapa-siapa," ujar penumpang tadi
"ini..." ucapan Laura terputus karena ketika dia menoleh gadis itu sudah tidak ada lagi.
"Alasan saja kamu, kalau gak mau geser bilang saja," ujar penumpang itu kesal terus menuju tempat kosong itu dan duduk di sana.
Tadi ada orang disana,, tapi kok sekarang gak ada, apa mungkin udah turun ya,, batinnya
"Bang kiri bang" ucap Ratna ketika angkot itu sudah sampai di gang tempat rumah mereka, Supir angkot itu langsung menghentikan laju angkotnya.
Ratna dan Laura segera turun dari Angkot itu, Sekilas Laura melihat gadis yang tadi duduk di tempat Laura tadi duduk dan melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah Laura, seketika bulu Laura meremang, dia merinding.
Apa tadi,, kenapa gadis itu sudah ada lagi disana, jangan-jangan demit,, Batin Laura sambil bergidik ngeri .
Laura langsung menyusul ibunya, Dia melangkah menyusuri gang tersebut sambil sesekali tersenyum ramah kepada ibu-ibu disana.
"Eh nak laura,,kamu sudah sembuh ya," ucap bu Iren istri ketua RW di sana.
"Iya bu Alhamdulillah, saya permisi ya bu," ucapnya ramah.
Laura kembali berjalan, Dia melihat seorang anak kecil sedang bermain sendirian di gang itu, tiba-tiba ada sebuah motor menuju kearah anak tersebut, Laura yang melihatnya langsung menuju ke arah anak kecil itu dan segera memeluknya.
Tiiiit.....
Suara klakson motor itu menggema, motor itu berhenti tepat di depan Laura.
"Hey..ngapain lo di tengah jalan, lo mau mati hah," ucap pengendara motor itu marah.
"Seharusnya gue yang marah, apa lo gak punya mata hah, anak kecil mau lo tabrak," marah balik Laura
"Anak kecil ? mana anak kecilnya, gak ada siapa-siapa di sini, dasar gila," ucap pengendara motor itu sambil melajukan kembali motornya.
"Kak makasih ya sudah menolong aku," ucap anak kecil itu.
" Iya,, lain kali jangan main sendirian di jalan ya dek, rumah kamu di mana dek biar kakak antar," ucap Laura
" Itu kak," Laura menoleh kearah yang di tunjuk oleh anak kecil itu, itu adalah rumah yang sudah lama kosong dan tak ada seorang pun yang mau menyewanya karena ada yang bilang kalau rumah itu angker.
"Tapi dek rumah itu..." Laura menghentikan ucapannya karena melihat anak kecil itu sudah menghilang.
"Loh kemana tu bocah ya, pasti dia ngerjain gue deh, lebih baik gue pulang aja", gumannya
Laura segera pergi dari sana menuju rumahnya, terlihat Ratna sudah menunggunya di teras rumah.
"Kemana saja kamu Laura, ibu sudah menunggumu dari tadi, tadi ibu lihat kamu di belakang ibu tapi tiba-tiba saja kamu menghilang," ucapnya khawatir
" Itu bu,, tadi Laura nyelamatin anak kecil yang hampir ketabrak motor di persimpangan itu," ujar Laura
"Anak kecil ? perasaan tadi ibu gak melihat anak kecil di sana," ujar Ratna binggung
"Mungkin waktu ibu lewat belum ada bu,"
"Mungkin juga ya, ya udah ayuk kita masuk biar kamu bisa istirahat," ajak Ratna
" Yach..tidur lagi..tidur lagi, bosen bu, aku mau jalan-jalan ke taman aja ya bu," ujarnya
" Laura,, kamu baru saja sembuh nak, jangan kelayapan dulu. Lebih baik kamu mandi terus istirahat biar kondisimu makin fit," ujar Ratna, Laura memberengut tapi dia melakukan juga apa yang di suruh oleg ibunya itu.
Laura kemudian menuju kamar mandi, ketika dia membuka pintu kamar mandinya nampak sesosok perempuan berada di dalam kamar mandi itu dengan rambutnya tergerai panjang, Laura langsung menutup pintu kamar mandi itu sambil berlari ke arah ibunya.
"Ibu !!!!, ada orang bu dalam kamar mandi Laura," teriaknya, Ratna kaget mendengar teriakan Laura yang menggema.
"Ada apa sih Laura, kok teriak-teriak kayak di hutan aja," kesal Ratna
"Itu bu,, ada perempuan di kamar mandi," ujarnya sambil bersembunyi di belakang Ratna.
Ratna kemudian melangkah menuju kamar mandi yang di maksud Laura, ketika dia membuka pintunya dia tidak melihat siapa-siapa di sana.
"Mana ! gak ada siapa-siapa kok di sini,"
"Tadi Laura lihat di sana ada perempuan berambut panjang bu, seram sekali," ujarnya masih berada di belakang ibunya.
"Ada,-ada saja kamu Laura, kalau mau bercanda lihat waktu dong, ibu kan lagi masak buat makan kita," ucapnya kesal. Tiba-tiba mereka mencium bau gosong dari arah dapur. Ratna langsung bergegas kesana.
"Tuh kan,, jadi gosong kan ikannya, Laura !!" teriak Ratna, Laura langsung berlari ke kamar mandi karena tidak mau terkena amukan ibunya.
Laura penasaran kenapa perempuan tadi sudah tidak ada di sana, padahal tadi jelas-jelas Laura melihatnya berdiri membelakanginya.
Aneh,, kenapa bisa gak ada lagi ya perempuan tadi, ini pasti ada yang mau ngerjai gue biar gue di marahi sama ibu,,Batinnya
Laura kemudian segera mandi dan memakai pakaiannya. Dia kemudian keluar untuk makan bersama Ibunya. Dia melihat sudah ada nasi dan telor ceplok di meja makan dan ibunya sudah menunggunya di sana.
"Bu kok hanya telur sih,, ikannya mana ?"
"Kamu mau makan ikan ? " Laura menganngukkan kepala
"Sebentar ya ibu ambilin," ucap Ratna kembali kedapur. Laura sangat senang, dia tak sabar menunggu ibunya datang membawa ikan untuknya.
Ratna sedang menuju ke arah Laura sambil membawa piring di tangannya dan kemudian meletakkannya di meja. Laura melongo saat melihat isi piring itu.
"Loh kok kek gini sih bu ikannya ?
"Itu gara -gara kamu, coba saja tadi kamu tidak ngerjai ibu, gak bakalan kek gini ikannya,, udah jangan cerewet makan saja," ucap Ratna
"Laura makan pakek telor aja bu he..he.." ucapnya cengengesan
"Ya sudah , ayo kita makan, setelah makan kamu bisa istirahat," Mereka pun kemudian makan dengan nikmatnya walaupun lauknya hanya telor ceplok saja.
Ratna merasa sedih dengan keadaan mereka saat ini, uang simpanannya sudah habis untuk biaya Rumah sakit, Sekarang dia hanya punya sedikit uang untuk biaya hidup mereka.
"Ibu kenapa sedih," tanya Laura
"Laura, uang kita sudah habis, ibu berencana untuk bekerja sama pak seno di kebun teh miliknya, siapa tau bisa menambah uang untuk biaya hidup kita," ucapnya
"Laura juga mau kok bekerja di sana," ucap Laura semangat
"Jangan Laura,, kamu kan baru sembuh, nanti kamu bisa pingsan kalau bekerja di kebun teh yang luas itu,"
"Bu,, Laura udah kuat kok. Jangankan bekerja di kebun teh, jadi kuli panggul di pasar pun sekarang laura sanggup," ucap Laura yang membuat Ratna tersenyum melihat tingkah anaknya itu.
Dia merasa berayukur masih memiliki Laura setelah suaminya meninggal. Ratna kemudian memeluk putri semata wayangnya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Like,, Coment dan Vote..
Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapat notif up date nya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Safinna
lanjuut
2023-01-01
1
Kokom Mariah
semangat💪💪💪💪💪
2022-04-14
1
princess butterfly
semangat thor...
2022-03-17
1