Part 08

 

"Rasa takut hal yang ampuh"

Untuk mulut ini mengeluarkan

kata mengeluh

~Rhania Nur Alisha~

 

Hari ini adalah hari kedua aku melaksanakan MOPD atau MOS.Seperti biasa aku berangkat pagi-pagi sekali karna takut terlambat datang ke sekolah, walaupun aku berangkat lebih pagi dari yang biasanya aku berangkat waktu di SMP tetap saja sudah banyak orang di SMK mungkin mereka datang dari subuh karna jarak rumah menuju ke sekolah jauh.

Di hari kedua ini aku tetap berangkat sendiri dan aku bertemu 2 orang teman dari SMP lain aku bersikap SKSD dari pada aku kebingungan sendiri karna aku ingat kata pepatah tak kenal maka tak sayang dan malu bertanya sesat di jalan.

"Bareng ke sana yuk! " Ajak seorang perempuan yang entah siapa namanya aku hanya mengangguk sambil tersenyum ramah ke arahnya.

"Dari SMP mana? " Tanyaku saat di perjalanan menuju ruangan tempat berkumpul.

"SMPN 8." Jawabnya.

"Kamu jurusan apa? " Tanyaku lagi.

"Akuntansi kamu? " Tanyanya balik untung aku ada teman yang sama jurusan.

"Sama ya udah kita bareng masuk ke ruangannya! " Pintaku dan di hanya menganggukan kepala.

Kami pun masuk ke ruangan di hari kedua masih sama menegangkan. Saat siang hari kami semua di buat tegang sampai ada yang meneteskan air mata.

"Ada yang mau bertanya? " Tanya salah satu k

Kakak OSIS. Kami semua diam bingung mau bertanya apa.

"Ini Kak, AK pasif. " Cibir Kakak OSIS yang satunya.Kami makin tegang lagi dan tidak ada keberanian untuk bertanya.

"Mana AK, katanya jurusan paling bagus. " Sindir nya.

"Dek aktif cepet! " Pinta Kakak OSIS yang ada di dekat kami. Ketika mereka terus menyindir pikiranku tidak bisa mengeluarkan sebuah pertanyaan yang ada malah takut dan ingin cepat cepat berakhir masa MOPD.

Dan seketika ada seorang siswi yang berdiri dan seketika Kakak OSIS yang ada di depan langsung berbicara.

"Ya kamu. " Ucapnya. Dan siswi itu langsung berbicara dengan menggunakan adab yang sudah di ajarkan.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Ucapnya.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. " Jawab kami serempak.

"Siap izin berbicara." Ucapnya.

"Siap diizinkan. " Jawab kami.

"Siap izin perkenalan. " Ucapnya lagi.

"Siap diizinkan. " Jawab kami lagi.

"Siap nama Qurani Fauziah dari SMPN 2." Ucapnya.

"Maaf Kak sebelumnya saya bukan mau bertanya tapi saya di sini hanya ingin menyampaikan, perwakilan dari teman-teman mungkin mereka ini butuh hiburan dan mungkin mereka bosen. " Ucapnya.

"Oh bosen katanya Kak, mau dangdutan kali Kak mau joged joged ngapain di sini mah bosenin. " Sindirnya.

"Bukan gitu Kak saya cuman usul aja biar semua gak tegang gitu aja Kak. " Ucap Qurani lagi.

"Kalian bilang bosenin, kalian ini gak ngehargain kita dateng ke sini subuh masih gelap kita ini cape tapi kalian gak ngehargain sama sekali usaha kita dan malah bilang bosen. " Bentak Kak OSIS itu dan semua hanya menunduk takut bingung harus berbuat apa.

"Maaf kak aku gak bermaksud bilang kalau ini ngebosenin maaf kak aku hanya menyampaik

an pendapat aja. " Ucap Qurani itu sambil mengeluarkan air mata dan menangkup kan kedua telapak tangannya.

"Kalian diem aja temen kalian di giniin hah? Mana solidaritas kalian? " Bentak Kak OSIS.

"Bukan temen Kak. " Sindir Kak OSIS.

"Beda sekolah. " Sindir lagi salah satu OSIS.

"Kalian punya mulut kan, ngomong bisa gak? " Bentak Kak OSIS yang ada di depan entah itu siapa lalu membanting pintu dengan kerasnya. Suasana tegang menyelimuti siang ini aku juga mengeluarkan air mata bingung harus berbuat apa keberanian tak ada sebenarnya aku ingin membantu tapi mereka selalu berbalik bertanya lagi dan mempersempit keadaan.

"Maksud kamu apa? Bosenin kita ini udah cape-cape buat acara ini tapi kalian malah bilang bosenin kalian ini gak ngehargain kita sama sekali jadi mau kalian ini apa? " Tanya Kak OSIS dengan tegas.

"Ma-maaf kak hiks a-aku gak ber-bermaksud buat ngatain bo-bosen dan bukan hiks gak ngehargain a-aku cuman menyampaikan pendapat aja dan solusi biar suasana lebih membaik, sekali lagi aku minta maaf. " Ucap Qurani itu sambil terus memohon maaf.

"Dek sini! " Pinta Kak OSIS.

Qurani hanya terdiam sambil terus menghapus air matanya. Dan Kak OSIS pun langsung menghampirinya dan merangkulnya untuk keluar dari ruangan dan menyelesaikan

masalah secara baik-baik.

"Denger ya untuk semua kita begini untuk kebaikan kalian, maaf kalau suasana nya ngebosenin tapi kita berusaha buat gak bosen dan tolong hargain kita, kita minta kalian aktif untuk kebaikan kalian supaya lebih percaya diri dan berani jadi kita juga minta maaf dan kita juga mohon di mengerti. " Jelas Kak OSIS.

Semuanya hanya terdiam sambil tertunduk memang benar apa yang di katakan Kak OSIS itu tapi kami anggap mereka itu terlalu tegas sehingga membuat kami takut dan tegang dan malah menciutkan keberanian yang kami punya.

"Oke biar gak tegang dan gak bosen kita permainan atau ada yang mau unjuk bakat? " Tanya Kak OSIS berusaha mencairkan suasana.

"Iya ayo jangan pada tegang gimana kalau sekarang berdiri biar gak kesel, pasti kesel kan karna lama duduk. " Ucap Kak OSIS.

Kami semua langsung berdiri dan melakukan gerakan yang di perintahkan Kak OSIS, alhamdulillah setelah kejadian itu kami tidak terlalu tegang.

🔥🔥🔥

Aku pulang ke rumah bersama teman-teman

seperti biasa naik angkot, betapa lelahnya hari ini tapi tidak terlalu lelah seperti hari kemarin ketakutan membuat badanku lemas aku ini memang wanita yang lemah baru di bentak langsung nangis tapi aku juga mendengar cerita dari temanku bahwa mereka kemarin juga menangis dan berbicara pada orang tuanya.

Bukannya kami ini mengadu tapi kami butuh seseorang yang bisa di ajak bercerita dan seseorang yang dapat mendengarkan cerita kami ya itu orang tua. Setelah bercerita perasaan sedikit lega walau masih dalam bayang-bayang negatif bagaimana besok apakah akan sama seperti ini atau tidak.

Aku yakin ini adalah ujian menuju sebuah ke suksesan aku tau Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hambanya tapi kenapa mulut ini terus mengeluarkan kata mengeluh.

Aku selalu berusaha agar terlihat bahagia dan tidak mengeluh walau dalam hati banyak pikiran negatif yang memenuhi otakku.

Aku langsung menyimpan tas di kamarku setelah tiba di rumah dan tadi bersalaman pada mamahku. Lelah pusing itu yang aku rasakan saat ini mungkin terdengar lebay tapi itu kenyataan aku tau mungkin saat ini aku harus kuat mental dan fisik kalau tidak kuat aku bisa saja tidak bertahan dari sekolah itu dan menyerah.

Allah sebaik-baiknya pengharapan ku dia yang selalu mengabulkan doa ku dan aku hanya bisa meminta perlindungan kepadanya.

Aku langsung bergegas ke kamar mandi mungkin itu dapat menyegarkan badanku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!