Part 13

Hari sudah berganti menjadi malam, Rhania beserta teman-temannya sedang berada di dalam ruangan ya di barak mereka.

"Dek siap-siap bentar lagi kita ke ruangan yang bekas MPLS mau ada pemateri. " Ucap Kakel.

"Iya kak. " Ucapnya. Bayangkan ada pemateri malam hari yang ada mereka bukan fokus mendengarkan tapi malam ngantuk. Mereka langsung keluar ruangan di pimpin oleh kakel anggota pramuka. Mereka langsung duduk di teras dan menerima materi yang di jelaskan mereka tidak benar-benar mendengarkan materi yang di sampaikan karna mengantuk jadinya mereka mengobrol ada juga yang bersandar ke temannya.

Setelah pemateri selesai menyampaikan materinya, mereka di suruh untuk ke lapangan karna akan di adakan upacara api unggun. Mereka berbaris sesuai dengan sangga masing-masing upacara di lakukan di khidmat suasananya juga cukup seram karna lampu di padamkan. Tak lama setelah itu api pun menyala dengan cukup besar dan menerangi malam itu. Setelah upacara selesai semua murid di pinta untuk duduk.

"Masih semangat? " Tanya kakel melalui microfon.

"Masih." Jawab semua. Walaupun sebenarnya mereka lelah tapi mereka tetap bilang kalau mereka masih semangat.

"Oke sekarang kita bakalan nampilin, ya maksudnya kalian bakal nampilin kreasi seni dari tiap sangga ada yang udah siap? " Tanyanya.

"Udah."

"Belum."

"Oke untuk penampilan nya kita acak aja ya gak berurut. " Ucapnya. Bagaimana dengan sangga Rhania tadi sebelum mereka di suruh untuk ke ruangan bekas MPLS dan karna sudah di kasih tau mereka tidak jadi menampilkan kreasi per sangga namun perbarak dan saat itu tidak semua ikut tampil hanya orang-orang yang mau saja, bagaimana dengan Rhania dia tidak ikut.

"Oke untuk penampilan pertama dari barak... jeng jeng jeng, berapa ya? " Tanyanya.

"Dari barak 1." Ucapnya.

"Oke barak 1 mana udah siap? " Tanya kakak itu. Dan barak satu langsung berdiri pertanda mereka sudah siap dan langsung maju ke depan mereka menampilkan sebuah tarian yang bagus dan membuat semua orang bertepuk tangan.

"Oke makasih untuk barak 1 dan sekarang giliran barak 5." Ucap kakak itu. Sama seperti tadi barak 5 pun sudah siap mereka menampilkan sebuah nyanyian. Sampai seterusnya ada yang nari, joged, musikalisasi puisi, nyanyi dan banyak lagi.

Setelah acara penampilan kreasi seni semua bersenang-senang berjoget ria, tidak dengan Rhania dia hanya melihat teman-temannya joged bersama Zannah. Kalian taukan Rhania tidak suka joget untungnya Zannah menemaninya dia makin rindu sahabatnya yang selalu menemani nya dan Anisa sama seperti Rhania tidak suka joget.

"Rha duduk di sana yuk! " Ajak Zannah.

"Ayo." Ucap Rhania mereka pun duduk di aspal yang tempatnya cukup tinggi dari lapang. Mereka hanya menonton orang-orang yang bahagia sambil berjoget joget lama kelamaan Rhania mulia bosan dan mengantuk hari sudah semakin gelap.

"Kalau yang gak ikut joget boleh masuk ke barak. " Ucap Kak Raka.Dia sama seperti kakak kelas yang lain ikut pramuka.

"Ayo kita ke barak Zan! " Ajak Rhania. Zannah hanya mengangguk dan mereka pun berjalan menuju barak untung ada Raka yang menyuruh murid untuk masuk ke barak jika tidak Rhania hanya menonton saja itu hal yang membosankan tapi setelah ucapan Raka semua jadi bubar dan masuk ke barak masing-masing mungkin karna hari juga sudah semakin malam.

"Aduh." Ucap Tania sambil merebahkan badannya di karpet. Mereka langsung merebahkan badan di karpet hari yang cukup melelahkan bagi mereka tapi juga menyenangkan suasana nya pun tidak setegang waktu MPLS.

"Dek tidur ya udah malem, besok harus bangun subuh! " Pinta kakel.

Mereka langsung menuruti apa yang di perintah kan kakak kelas mereka.

"Ayo tidur dek, kakak jagain di sini. " Ucap kakel karna melihat adik kelasnya ada yang belum tidur. Lampu ruangan pun di mati kan hanya ada cahaya dari senter yang kakak kelas Rhania bawa. Rhania tidak bisa tidur matanya memang menutup tapi telinganya tetap mendengar orang yang berbicara di luar dan suara orang berjalan ke sana kemari.

"Iih gue mah aneh ya, ada yang sampe bawa-bawa boneka segala. " Ucap seseorang yang entah siapa tapi suaranya terdengar oleh Rhania.

"Takut gak bisa tidur, kamu gak tau ya biasa anak manja. " Ucap salah satu temannya. Rhania merasa perkataan itu adalah sebuah sindiran yang di tuju kepada seseorang tapi seperti nya itu pada salah satu murid yang ada di barak nya bukannya su'udzon tapi orang-orang itu seperti suara kakak kelas yang menjaga barak nya.

Sekarang Rhania mulai mengantuk dan tertidur, waktu terasa begitu cepat hingga sudah terdengar suara orang mengaji dari masjid pertanda sebentar lagi akan memasuki waktu subuh. Rhania berusaha mengumpulkan nyawanya untuk bangun dia membuka matanya ada yang sudah bangun dan ada yang masih tidur Rhania tidak tau ini jam berapa tapi orang-orang yang ada di luar masih asyik mengobrol entah mereka tidak tidur atau memang sudah bangun.

Rhania langsung bangun dan duduk di karpet, dia masih pusing karna baru bangun tidur lalu ia melipat sarung yang ia jadikan sebagai selimut.

"Zan kamu mau mandi? " Tanya Rhania ketika melihat Zannah bangun.

"Iya bentar. " Jawabnya. Dia langsung mengambil perlengkapan untuk mandi begitu pula Rhania dan yang lain setelah itu mereka langsung berjalan menuju kamar mandi ternyata di sana sudah banyak orang Rhania kira yang lain belum bangun.

"Zan gimana nih penuh? " Tanyanya.

"Mending kita sholat dulu aja, abis itu mandi dari pada nanti sholatnya telat." Jawabnya.

"Ya udah, berarti kita ambil dulu mukena nya. " Ucap Rhania.

"Iya, atau nanti kita gosok gigi dulu aja di tempat wudlu. " Ucap Zannah. Rhania hanya menganggukan kepalanya saja dan mereka langsung kembali lagi ke barak untuk mengambil mukena. Setelah itu kembali lagi ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh memang belum waktunya jadi mereka berwudlu sambil menunggu adzan subuh mereka mengaji terlebih dahulu.

"Nis kalau aja kamu ada di sini, pasti aku lebih bahagia. " Batin Rhania berucap.

"Zannah mirip dengan kamu Nis aku tau kamu takkan tergantikan, aku merasa ketika bersama Zannah aku sedang bersama kamu sikap kamu hampir mirip dengan Zannah. " Batinnya lagi.

"Sayangnya sekarang kita sudah beda sekolah, jadi kita tidak bisa kemana-mana bersama lagi tidak bisa melaksanakan sholat dhuha bersama saat istirahat aku rindu saat-saat itu Nis apa di sini aku bisa mendapatkan sahabat seperti kamu Nis? Aku harap ia tenang saja aku tidak akan melupakan mu aku hanya ingin ada seseorang teman yang menemani ku agar aku tidak kesepian saat kamu jauh dari ku. " Batin Rhania. Hampir saja air matanya turun membasahi pipi untungnya bisa ia tahan karna ia tidak mungkin menangis di sana entah kenapa dirinya dengan Anisa sudah seperti saudara yang tidak ingin terpisah walau kadang Anisa itu menyebalkan tapi dia bisa membuat Rhania tertawa.

Rhania tidak butuh teman yang so gaul atau so kayak, teman yang sederhana dan bisa membuatnya tertawa bahagia dan mendekatkan nya pada sang Pencipta itu lebih dari cukup untuknya. Dan itu ia temukan pada sosok Anisa dia juga tidak menyangka akan bersahabat dengan Anisa karna pada awal kelas 1 SMP mereka tidak terlalu dekat walau sudah menjalin persahabatan berempat dan ada juga suatu hal yang membuat Rhania sedikit menjauh dari Anisa tapi semuanya sudah di rencanakan oleh Allah dan seiring berjalannya waktu mereka bisa akrab hingga sampai saat ini menjadi sahabat. Dia jadi tau bahwa kita tidak boleh menilai seseorang dari penampilan nya saja atau dari omongan orang kita harus mengenalnya lebih dekat agar kita tau sifat seseorang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!