"Tuhan telah mengabulkan"
Keinginan yang ku wujudkan
Dalam usaha dan doa ku
Tapi kenapa hati dan mulut
Ini masih mengeluh?
~Rhania Nur Alisha~
Hari ini adalah hari pertamaku melaksanakan MOPD atau MOS di sekolah yang kuinginkan selama ini yaitu SMKN 2.
Aku berangkat dari rumah masih cukup pagi karna matahari belum menampakan dirinya seutuhnya ke dunia.Aku berangkat sendirian dengan membawa bahan-bahan yang di suruh oleh kakak kelas ada makanan juga minuman dan aku juga membawa papan nama yang bertulisan namaku sendiri dan asal sekolahku dengan bertalikan warna biru.
Aku berangkat dengan menaiki sebuah angkutan umum atau angkot.Tak butuh lama untukku menempuh perjalanan menuju sekolah aku langsung turun dari angkot dan memberikan ongkos kepada sopirnya lalu aku bergegas menuju sekolah.Saat aku tiba di sekolah banyak teman-teman baru ku yang sama sekali belum aku kenal di situ aku malu apa aku bisa mendapat teman seperti sahabatku di SMP yang selalu bersamaku dan mengertikan aku,ya aku berharap sih seperti itu.
Di depan gerbang sudah ada kakak-kakak MPK entah OSIS aku juga tak tahu yang jelas aku dan yang lain di suruh bergegas masuk ke ruangan sesuai jurusan masing-masing.
"Cepet dek jalannya jangan kayak model."Ucap seorang perempuan yang bisa jadi MPK atau OSIS.Mendengar nada bicara nya seperti itu aku jadi takut entah kenapa aku tau harusnya aku hanya takut pada Allah tapi entah kenapa mendengar ucapannya aku jadi takut.
Aku langsung bergegas masuk ke ruangan dan mencari tempat duduk,aku langsung duduk di teras yang tidak beralaskan apapun untungnya terasnya bersih dan aku langsung menyimpan kursi goyang untuk ku duduki seperti yang lain.Ternyata di dalam sudah banyak orang dari berbagai sekolah dan di dalam juga sudah ada kakak-kakak OSIS mungkin yang semuanya perempuan.
"Oke kita tepuk semangat ya."Ucap salah satu OSIS.
"Semuanya berdiri kita tempuk semangat dulu!"Pintanya.Kami pun langsung berdiri dan mereka langsung mencontohkan tepuk semangat yang seperti apa kami pun langsung mengikutinya.Tak lama terdengar suara yang keras keluar dari speaker.
"Untuk seluruh siswa-siswi di harapkan untuk segera berkumpul di lapangan karna akan di laksanakannya upacara bendera sekaligus pembukaan MOPD."Ucap seseorang mungkin itu seorang guru yang ada di sekolah ini.
"Keluarnya tertib ya di mulai dari RPL sama BDP!"Pinta kakak itu dan jurusan RPL yaitu Rekayasa Perangkat Lunak dan BDP yaitu Bisnis Daring dan Pemasaran keluar satu persatu.
"Sekarang giliran AKL sama OTKP!"Pinta kakak itu setelah jurusan RPL dan BDP memasuki lapangan.Kami pun segera keluar dengan berdesak-desakan.AKL(Akuntansi dan Keuangan Lembaga),OTKP(Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran).
Ketika aku sedang berjalan bersama teman-teman yang belum aku ketahui namanya siapa dan asal sekolahnya dari mana aku SKSD(So Kenal So Dekat)aja dari pada tidak punya teman dan memang MOPD itu agar kita bisa saling kenal mengenal juga kan.
"Cepet jalannya jangan kayak model!"Pinta seorang kakak OSIS dengan nada sinis.Lagi-lagi aku mendengar kata-kata itu perasaan kami tidak berjalan seperti model setelah itu aku mempercepat jalanku bahkan lari.
Setelah sampai aku langsung berbaris bersama teman-teman kami di sana melaksanakan upacara bendera sekaligus pembukaan MOPD.Setelah selesai kami duduk di lapangan karna di sana kepala sekolah,para guru beserta staf tata usaha akan memperkenalkan diri masing-masing.
Cuaca mulai panas matahari menyinari siang itu karna panas dan banyak sekali guru yang berkenalan aku jadi tidak fokus dan tidak hafal nama masing-masing guru itu.
Setelah itu kami masuk ke ruangan masing-masing karna kami belum di bagi kelas jadi di bagi ruangannya sesuai jurusan dan di sana ada 4 jurusan aku masuk jurusan AKL entah kenapa aku minat ke jurusan itu padahal aku tidak terlalu suka berhitung tapi hati aku ingin mencoba atau masuk ke jurusan yang kadang di hindari karna jurusan itu banyak berhitung tapi aku rasa itu hal yang menyenangkan.Cita-cita ku ingin menjadi seorang guru atau pegawai Bank entah kenapa aku minat ke sana tapi sepertinya menyenangkan itu sih menurutku.
"Di absen dulu."Ucap seorang Kakak OSIS.Dan dia langsung memberikan absen itu pada seorang yang ada di barisan depan karna aku duduk di belakang.
"Siap izin bertanya?"Tanya seorang Kakak OSIS.
"Iya."Jawab semua walau sebenernya tidak semua menjawab hanya terdengar beberapa yang menjawab dan itu seperti nya membuat mereka marah.
"Kalau orang nanya itu di jawab!"Perintah OSIS satunya lagi dengan tegas.Kami pun hanya terdiam tanpa berkata apa-apa.
"Kalau kita nanya itu di jawab misalkan siapa izin bertanya jawabnya siap di izinkan!"Pibta Kakak itu.Aku lihat semua ekspresi kakak-kakak itu menyeramkan seperti judes tapi aku tidak boleh su'udzon dulu mungkin itu hanya perasaanku saja.
"Mengerti?"Teriak Kakak itu dengan tegas.
"Siap mengerti."Jawab kami serempak.
"Sekarang keluarkan persyaratan yang kita umumin waktu itu!'Pinta Kakak OSIS kami bergegas mengeluarkan semua persyaratan yang mereka perintahkan waktu itu.
Mereka langsung menyebutkan satu persatu persyaratan dan kami mengangkat persyaratan itu setelah selesai kami di suruh makan 4T yang di bawa.Aku bingung tadi pagi aku udah makan gimana masa aku makan lagi tapi kalau aku gak makan pasti aku di marahi.
"Kalau makan pake tangan 3 jari dan kalau minum harus kayak gini."Ucap Kakak itu sambil memperagakan cara minum yang baik dan benar.Setelah itu kami langsung makan bersama sementara kakak-kakak itu mengawasi kami ada yang di ambang pintu.
"Makannya cepet!"Pinta Kakak yang ada di ambang pintu.
"Biasanya makan sambil nonton tv kak."Sindir kakak yang satunya lagi.Ya Allah kuatkan hamba ini pilihan hamba masuk ke sekolah ini.Aku tau dari teman kelasku memang sudah adat di sini seperti itu mungkin mereka balas dendam karna telah di perlakukan hal yang entah bagaimana tapi jika mereka ingin balas dendam kenapa harus di lampiaskan kepada adik kelasnya padahal kami tidak tahu apa-apa.
"Udah makannya?"Tanya Kakak OSIS.
"Siap sudah."Jawab kami serempak lagi.
"Keluarkan buku nya sekarang ada pemateri kalau tidak ada yang di mengerti tanyakan,mengerti?"Tanya salah satu Kakak OSIS.
"Siap mengerti."Jawab kami lagi.Mereka langsung keluar dari ruangan dan tak lama pemateri langsung memasuki ruangan.
Disana guru itu memperkenalkan diri terlebih dahulu setelah itu memberikan materi diselingi kata-kata atau sesuatu yang membuat kami tertawa meninggalkan perasaan kami yang tegang oleh perlakuan kakak kelas.Kami juga sesekali mencatat hal-hal penting yang guru itu sampaikan.
Tak terasa waktu untuk memberikan materi telah habis guru itu mengakhiri materinya dan langsung keluar dari ruangan lalu kakak-kakak OSIS masuk ke ruangan suasana pun tegang kembali.
"Siap izin masuk."Ucap Kakak OSIS ketika masuk.
"Siap di izinkan."Jawab kami.Dan seterusnya Kakak OSIS yang lain mengikuti sambil mengucapakan seperti tadi dan kami jawab kembali.
"Ada yang bisa menyimpulkan apa yang sudah di sampaikan?"Tanya seorang Kak OSIS.
Semua terdiam tidak ada yang menjawab mungkin mereka juga takut entah malu entah apa hanya mereka masing-masing yang tahu dan Allah.
"Kalau orang nanya itu di jawab."Bentak kakak itu.Mendengarnya seperti itu semakin menciutkan nyali kami.Tiba-tiba salah satu siswi ada yang mengacungkan tangan entah siapa dan dari mana asal sekolahnya aku pun tak tahu.
"Ya kamu."Ucap Kak OSIS.Dan orang itu langsung berdiri lalu memperkenalkan dirinya.
"Assallamu'alaikum warahmatullah wabaraqatuh."Ucapnya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah wabaraqatuh."Jawab kami bersama.
"Perkenalkan na-
Ucapannya terpotong oleh Kakak OSIS.
"Kalau biacara itu pake adab!"Pinta Kak OSIS tegas.
"Ada yang tau adab berbicara gimana?"Tanya Kak OSIS.Hening semua tidak ada yang menjawab karna itu belum di beritahu oleh mereka.
"Kalau saya nanya kalian jawab,kalian punya mulutkan?"Tanya Kak OSIS dengan tegas dan sepertinya dia marah.Kami makin takut di perlakukan seperti itu di bentak apalagi aku yang tidak pernah di bentak oleh orang tuaku sendiri.
"Gak punya kali kak."Cibir salah satu OSIS.
"Kedip-kedip aja."Sindir salah satu OSIS lagi.
"Dek ngomong jangan diem aja,mana AK masa pasif gini."Ucap seorang OSIS yang ada di ambang pintu walau cukup jauh denganku tapi masih terdengar.
Aku bingung harus bagaimana ketakutan telah mengikis keberanianku.
"Gimana ini gak ada yang mau bantu temennya yang berdiri dari tadi."Ucapnya.
"Kan beda sekolahnya Kak."Sindir salah satu OSIS.
"Duh kasian kamu gak punya temen."Sindir OSIS lagi.Kenapa mereka seperti itu pada kami dan kenapa harus ada kata sindir-menyindir di dunia ini yang membuat orang tersakiti.
💦💦💦
Sekarang aku sudah berada di rumahku,aku pulang karna memang sudah waktunya pulang rasa pusing dan penat melanda nya,mungkin aku belum terbiasa pulang jam 4 sore dan naik angkot begitu lamanya karna jika pulang harus muter dulu jalannya.
"Assallamu'alaikum."Ucapku ketika memasuki rumah.
"Wa'alaikumussalam."Jawab orang di dalam.Aku langsung masuk ternyata di sana ada mamah dan adikku yang sedang menonton televisi aku langsung mengecup punggu tangan mamah.
Setelah itu aku menyimpan tas di kamar dan duduk sebentar di ruang nonton televisi.
"Makan dulu Rha!"Pinta mamah.
"Mau mandi dulu."Jawabku lalu aku bergegas ke kamar mandi,aku langsung membersihkan badanku dan setelah itu aku langsung memakai pakaianku di kamar.Setelah selesai aku langsung duduk lagi di depan TV.
"Pulang sama siapa?"Tanya mamahku.
"Anisa,Aqila sama Denisa."Jawabku.
"Gimana sekolahnya?"Tanya mamahku.Ketika mendengar pertanyaan itu aku langsung ingat kejadian tadi di sekolah perlakuan kakak kelas yang kelewat tegas yang hampir seperti jutek dan galak.
Aku langsung menceritakan semuanya aku dari tadi memang ingin bercerita dan aku juga ingin cepat-cepat selesai masa MOPD.Ketika bercerita tak terasa air mataku keluar entah kenapa mungkin memang aku ini lemah baru di bentak oleh kakak kelas seperti itu saja langsung nangis padahal mereka seperti itu bukan hanya padaku kenapa aku ini lemah ya Allah?
"Kamu kan yang milih ke sana,kan kamu tau kalau di sana emang gitu kita harus kuat aja."Ucap mamahku.Ya benar memang sekolah ke sana adalah keinginan ku tapi kenapa aku mengeluh dan sampai berpikir atau berangan-angan bagaimana besok apakah bakal lebih baik ?atau sama seperti hari ini?Atau lebih buruk dari ini?Yang jelas aku berharap besok dan seterusnya lebih baik dari yang sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments