Part 10

"Waktu berlalu begitu cepat"

Seiring berjalannya waktu

Sifat manusia bisa berubah

Dengan sendirinya

~Rhania Nur Alisha~

Hari ini adalah hari terakhirku MPLS menurut ku ini adalah hari yang paling membahagiakan aku harap sih begitu. Hari-hari kulewati dengan seperti itu tidak pernah bertanya memang benar aku akui aku ini pasif aku juga tak tau kenapa aku tidak ada keberanian untuk bertanya pada saat MPLS.

Aku berangkat sekolah seperti biasa jam 06.45 dengan angkutan umum. Sesampai di sekolah seperti biasa di gerbang sudah ada kakak kelas yang menjaga menyuruh kami untuk jalan cepat dan jangan kayak model itu sudah terbiasa ku dengan jadi aku berusaha bersikap biasa.

Sekarang di adakan upacara seperti biasa dan mungkin nanti sore adalah upacara penutupan. Setelah upacara kami masuk seperti biasa ke sebuah ruangan dan mendapat berbagai materi dan guru. Tak terasa waktu menjadi siangan saat siang kami di ajak berkeliling oleh OSIS lalu menuliskan tempat-tempat yang ada di SMKN 2 sampai nomor ruangannya berapa entah tulisanku seperti apa karna terburu-buru nulisnya di sana banyak ruangan yang tidak bisa ku sebutkan satu satu ada juga pojok baca yang tersimpan buku-buku dengan tataan yang rapi.

Setelah selesai berkeliling kami pun kembali masik ke kelas. Hari ini tidak seperti hari-hari sebelumnya kami bisa tertawa dan bercanda bersama tidak seperti hari sebelumnya yang penuh dengan ketegangan.

"Hari ini kan terakhir kalian MPLS, kita mau kalian tulis di kertas kesan dan pesan kalian selama MPLS tulis dengan jujur keluarin apa yang mau kalian ungkapkan! " Pinta kakak OSIS itu.

Kami pun langsung menyobek dua lembar kertas dan langsung mengungkapkan isi hati kami, aku bingung harus menulis apa takut nantinya menyinggung kakak kelas atau apa aku tak mau membuat masalah. Aku mulai menggoreskan tinta dengan hati hati.

*Nama: Rhania Nur Alisha

Kesan: Saat MPLS ada tegang ada juga senang.

Pesan: Pesannya semoga kakak-kakak menjadi orang yang sukses dan membanggakan orang tua*.

Hanya itu yang aku tulis sebenarnya masih banyak tapi aku tak mau ada kata atau ucapan yang salah, lagi pula mereka sudah baik dan tidak segalak waktu itu memang sebenarnya mereka itu baik hanya terlalu tegas sampai-sampai terlihat galak dan menakutkan.

"Udah nulisnya? " Tanya Kak Aulia ya dia salah satu OSIS yang berbeda dari yang lain, mengapa seperti itu? Karena dia lebih sering ngelawak dan bikin kita tertawa dan enak untuk di ajak sharing.

"Siap sudah. " Jawab semua serempak.

"Kalau sudah coba kasih ke temennya yang paling depan nanti kasihin ke kita! " Pintanya lalu kami langsung melaksanakan apa yang disuruh.

"Udah semua? " Tanyanya lagi.

"Siap sudah. " Jawab kami lagi. Mereka langsung membaca curahan isi hati kami yang kami tulis pada sebuah kertas mereka tertawa tawa seperti tak menyangka atau entah bagaimana.

"Wih hahay ada yang doain Aulia. "Ucapnya heboh setelah membaca surat yang ia dapat entah dari siapa.Lalu ia membaca surat itu.

" Makasih kakak karna telah membantu kami pada saat MPLS semoga kakak-kakak menjadi orang yang sukses terutama buat Kak Aulia kakak yang paling baik makasih. "Ucapnya sambil tersenyum senang.

" Eh iya Aul mau tanya, siapa yang paling baik di OSIS? "Tanyanya.Kami bingung harus menjawab apa aku akui semuanya baik tapi yang lebih terlihat baik adalah Kak Aulia.

" Jujur apa gak papa santai gak usah tegang. "Ucapnya.

" Kak Aulia. "Ucap kompak. Lagi-lagi Kak Aulia tersenyum senang.

" Uhuy aku yang paling baik. "Ucapnya girang.

" Eh iya Aul mau tanya lagi siapa yang paling galak di OSIS? "Tanyanya.Seketika hening kembali menerpa bagaimana kami mau berani menjawab ke takutan pada saat MPLS masih menyelimuti jiwa raga kami.

" Bilang aja kita gak akan marah kok yakan? "Tanya Kak Aulia pada Osis yang lain.

" Iya tenang aja. "Ucap salah satu temannya.

" Kak Wanda. "

"Kak Tri. "

Dan banyak lagi beda-beda jawaban dari setiap orang.

"Duh kita paling galak. " Ucap Kak Wanda sambil geleng-geleng kepala dan tersenyum.

"Dek kita itu bukannya galak tapi tegas itu juga demi kebaikan kalian apalagi kakak waktu itu lebih dari pada apa yang kakak lakuin sama kalian. " Jelasnya.

Suasana kembali canggung untuknya ada Kak Aulia yang dapat mencairkan suasana.

"Udah kenapa jadi tegang lagi, kan ini cuman sharing. " Ucapnya. Tak terasa adzan ashar berkumandang semua orang menunaikan ibadah sholat ashar kecuali aku yang masih halangan. Sambil menunggu teman-teman aku memakan makanan yang ku bawa dari rumah.

Beberapa menit detik entah jam kemudian semua orang selesai sholat dan kembali masuk ke dalam ruangan.

"Sebentar lagi bakal ada upacara penutupan, sebelum itu kami cuman mau minta maaf jika kami punya salah pada masa MPLS baik dalam ucapan maupun perbuatan dan Terima kasih kalian sudah mengikuti MPLS ini dengan baik. " Ucap Kak Wanda.

"He euh kita bakal rindu gays. " Ucap Kak Aulia. Setelah itu kami pun di suruh berbaris di lapangan karna akan di laksanakan upacara penutupan MPLS dan upacara alhamdulillah berjalan dengan lancar dan khidmat.

🍁🍁🍁

Hari ini aku tengah bersiap untuk ORKEP(Orientasi Kepramukaan), aku membawa berbagai macam perlengkapan mulai dari perlengkapan pribadi sampai persyaratan untuk acara itu. Seperti biasa aku ke sekolah naik angkot tapi bedanya sekarang di antar oleh mamahku karna aku membawa banyak barang. Aku pun berpamitan pada bapakku dan setelah itu kami berangkat menuju sekolah sementara adikku masih tidur. Di dalam mobil aku bertemu Maya teman SMP yang dulu mau ke SMKN 2 tapi tidak jadi entah karna apa dia juga sama membawa perlengkapan ORKEP. Aku hanya tersenyum padanya begitu pun dia.

"Neng sama mau orkep? " Tanya mamahku.

"Iya." Jawabnya.

"Berapa hari? " Tanya mamahku lagi.

"Sampai hari besok. " Jawabnya lagi.

"Bawa barangnya cuman sedikit ya, gak kayak Rhania segala harus di bawa. " Ucap mamahku ya memang perlengkapan yang dia bawa lebih sedikit dari punya ku. Sekarang Maya sekolah di SMK Insan Sejahtera.

Tak terasa kami pun sampai di sekolah, kami langsung masuk ke gerbang di sana sudah banyak siswa siswi juga orang tuanya. Di sana juga banyak peralatan yang berjejer di jalanan.

"Ini di simpen di sini aja ya. " Ucap mamahku.

"Iya, aku ke sana dulu ya mah! " Pamit ku karna aku akan menuju lapangan, entah akan ada apa yang jelas kami di suruh ke lapangan. Ketika sampai sana aku langsung di suruh baris aku berbaris sesuai jurusan bersama teman yang belum aku kenal. Ternyata kami akan melakukan senam pagi dengan dinginnya udara pagi itu sungguh sejuk.

Kami senam dengan gembira, dan setelah itu kami di suruh duduk karna akan ada pengumuman dari kesiswaan setelah pengumuman kami melaksanakan upacara pembukaan ORKEP.

Kami melaksanakan upacara dengan khidmat, setelah upacara selesai kami pun di suruh untuk membawa tas kami dan membawanya ke barak yang sudah di tentukan aku bingung harus ke barak mana tapi sebelum itu kami duduk dulu dan tiba-tiba ada seorang guru yang memanggil namaku dengan memakai mic.

"kepada Rhania Nur Alisha dari SMPN 1 di tunggu sama mamahnya di belakangan. " Ucapnya.

"Mana Rhania? " Tanyanya dan aku langsung mengacungkan tangan lalu berdiri dan berjalan menghampiri mamahku.

"Ada apa mah? " Tanyaku.

"Tas kamu ilang. " Ucapnya di sana aku langsung kaget kok bisa ilang.

"Kok bisa ilang? " Tanyaku heran.

"Iya mamah juga gak tau, kan tadi mamah titipin ke orang kayaknya murid yang sekolah di sini terus pas tadi mamah ke sana lagi tasnya udah gak ada dan katanya udah ada yang mindahin mamah juga gak tau siapa. " Jelasnya. Aku bingung harus bagaimana semau peralatan ORKEP ada di sana.

"Tapi nanti biar mamah cari lagi deh. " Ucapnya lagi. Dan aku langsung kembali lagi ke lapangan tak lama pengumuman pun selesai Denisa mengajakku untuk bersama karna mamahnya sudah kenal dengan mamahku dan mereka menyuruh kami untuk bersama.

"Rha tas kamu udah ketemu mamah simpen di deket tas Denisa, mamah pamit pulang dulu ya! " Pamit mamahku.

"Iya mah, hati-hati di jalan. " Ucapku lalu mencium tangannya.

"Assalamu'alaikum." Ucapnya lagi.

"Wa'alaikumussalam." Jawabku dan mamah langsung pergi dari sekolah menuju rumah.

"Nis tas nya mau di pindahin sekarang apa nanti aja? " Tanyaku.

"Nanti aja sekarang kita ke lapangan lagi katanya mau ada penampilan dari eskul yang ada di sini. " Ucapnya dan aku hanya mengangguk kami pun kembali ke lapangan kami mencari tempat yang enak untuk duduk dan melihat penampilan berbagai eskul yang di tampilkan oleh kakak kelas cukup banyak ada 20 ekstrakurikuler dan pembukaan pertama adalah eskul rohis yang menampilkan hadroh sangat bagus aku jadi ingin ikut eskul itu kakak kelasnya sangat pandai memainkan alatnya dan suaranya juga merdu.

Pada hari itu di isi dengan penampilan dari berbagai eskul aku juga ingin ikut paskibra tapi entah itu hanya hayalan atau hanya keinginan selewat karna aku belum yakin apalagi aku belum pernah mengikuti eskul itu. Aku ingin membantu orang tua ku jika aku mengikuti eskul jika ada lomba-lomba siapa tau aku bisa ikut dan jika ada hadiahnya aku ingin membantu biaya sekolah ku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!