Setelah mereka selesai sholat subuh, mereka langsung masuk kembali ke barak dan tidak jadi mandi karna hari sudah semakin pagi dan kamar mandi masih di penuhi siswa siswi.
Ketika masuk ternyata Tania dan Vanya sedang menanak nasi seperti biasa dan yang lain memasak di tempat biasa Rhania dan Zannah memilih untuk membantu orang orang yang sedang memasak dan diikuti oleh Tania dan Vanya karna mereka tinggal menunggu nasi nya matang saja jadi mereka memilih ikut memasak.
"Masak apa nih? " Tanya Tania ketika menghampiri teman-temannya.
"Naget, tahu sama tempe. " Jawab Tasya.
"Eh sangga kita semuanya di sini gak ada yang senam? " Tanya Tiana.
"Iya kamu aja gih yang senam! " Pinta Tasya.
"Rha mending kamu yang senam sama Zannah! " Pinta Tania.
"Iya Rha kamu aja, tapi Zannah jangan dia rajin bantuin aku. " Ucap Tasya.
"Kenapa hati aku sakit ya denger ucapan Tasya. " Batin Rhania berucap.
"Ah aku gak boleh baperan, mungkin emang aku gak bisa di andelin. " Batinnya lagi. Entah kenapa Rhania merasa bahwa Tasya seolah-olah bilang kalau Rhania tidak pernah membantu nya kalau Rhania mampu tapi kenapa Tasya seperti itu padanya.
"Udah Rha ayo sama aku aja senamnya! " Ajak Zannah.
"Ya udah ayo. " Ucap Rhania. Mereka pun berjalan menuju lapangan ketika di perjalanan Rhania menoleh pada Zannah dan batinnya berucap.
"Apa kita bakal sekelas Zan? Dan apa kamu bakal jadi sahabat aku seperti Anisa? Terima kasih karna kamu selalu ada untukku layaknya sahabat dan bukan teman yang baru kenal. " Batinnya tersenyum.
Mereka langsung melaksanakan senam karna memang dari tadi senamnya sudah di mulai, namun mereka terlambat karna terlalu lama di kamar mandi padahal mereka tidak jadi mandi. Semua bersenam dengan riang gembira walau sesekali mereka salah mengikuti karna tidak tahu gerakannya walau ada yang memimpin.
Setelah senam selesai mereka di suruh untuk membawa makanan yang mereka masak ke lapangan, memberikan satu piring untuk di nilai. Mereka langsung duduk berhadap-hadapan di lapangan.
"Makanannya bagi-bagi! " Pinta Vanya.
"Biar adil ambilnya satu-satu dulu! " Pinta Virilia. Lalu mereka mengambil makanan satu persatu dan terakhir sisanya untuk Vanya.
"Yah yang aku telurnya gosong. " Ucap Vanya sambil cemberut.
"Gak papa kan telur punya kamu lebih banyak dari kita. " Ucap Tania lalu mereka tertawa bersama entah kenapa kelakuan Vanya dan Tania selalu membuat mereka tertawa.
"Nasib anak sholehah mah gini. " Ucap Vanya.
"Sholehah dari mananya, kalau anak sholehah gak akan di kasih sisa apalagi sisanya gosong. " Cibir Tania.
"Yee.. anak sholehah kan selalu ngalah kayak aku. " Ucap Vanya pede.
"Iya in aja deh biar cepet. " Ucap Tania.
"Sebelum makan berdoa dulu, berdoa di mulai! " Pinta Vanya. Mereka pun langsung membaca doa sebelum makan lalu memakan makanan yang sudah ada di hadapan mereka walau dengan makanan sederhana tapi mereka tetap bahagia walau baru dua hari mereka sudah akrab seperti sudah lama kenal.
"Berasa kayak anak jalanan gini ya. " Ucap Vanya.
"Makan sambil di puterin lagu anak jalanan. " Ucap Vanya lagi dengan raut muka sedih karna mereka makan di atas aspal dengan alunan lagu yang pedihnya anak jalanan.
"Anggep aja di cafe kan suka ada musik gitu kalau lagi makan. " Ucap Felly.
"Tapi lagunya jangan ini juga kali. " Ucap Vanya sambil memutar bola matanya malas. Rhania dan yang lain yang dari tadi makan sambil mendengar pembicaraan antara Vanya dan Tania akhirnya tertawa. Ketika makan ada juga kakak kelas yang memotret mereka sambil berkeliling.
"Kak Devon, kita belum di foto nih. " Ucap Vanya.
"Kalian nya sambil makan nanti gue foto. " Ucap Devon.Mereka pun mengikuti perintah Devon dan setelah itu Devon kembali berkeliling dan memotret yang lain.
"Alhamdulillah udah abis. " Ucap Rhania setelah menghabiskan makanannya lalu meminum air yang ia bawa dalam botol.
"Rha ini abisin yang punya aku tahu nya aja, aku udah kenyang. " Ucap Vanya.
"Enggak ah, aku juga udah kenyang ke yang lain aja! " Pinta Rhania.
"Zannah kamu kan baik, abisin punya aku ya tahunya aja belum di gigit sama aku kok. "Rayu Vanya.
" Enggak aku juga udah kenyang. "Tolak nya.
" Ah kalian mah jahat, hay gays kalian mau makanan aku gak? Bantuin abisin dong udah kenyang nih! "Pinta Vanya memelas.
" Udah kenyang Vanya. "Ucap Tania.
" Ya udah deh, aku bungkus aja. "Ucap Vanya lalu membungkus makanannya yang ada di kertas nasi dan memasukannya kedalam saku celana olahraga.
" Iih Vanya kamu ngapain? "Tanya Tasya.
" Buat oleh-oleh, kalian kan gak mau. "Jawabnya.Rhania dan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Vanya.
Setelah makan mereka kembali ke barak masing-masing, mereka istirahat beberapa menit karna baru selesai makan.
" Dek kalau udah selesai istirahatnya, ganti baju pake baju pramuka siap-siap bawa buku catatan sama alat tulisnya bakal ada pemateri! "Pinta kakel yang tiba-tiba masuk.
" Iya kak. "Jawab mereka. Dan mereka langsung melaksanakan apa yang di perintahkan kakak kelas yaitu mengganti baju dengan pakaian pramuka.
" Duh gerah banget nih gak mandi. "Ucap Virlia.
" Iya nih, nanti pulang perlu luluran. "Tambah Vanya.
" Sekalian aja pake kembang tujuh rupa biar wangi. "Ledek Tania.
" Bagus tuh tambah air di tujuh sumur. "Ucap Vanya.
Tok.. Tok.. Tok..
" Sebentar! "Pinta mereka yang merapikan pakaiannya.
" Dek kalau udah cepet keluarnya! "Pinta kakel.
" Iya kak. "Jawabnya.Mereka pun selesai lalu mengambil alat tulis, buku catatan dan papan nama yang mereka kalung kan di leher.
" Baris ya yang rapih ikutin kakak! "Pinta kakel lalu mereka berjalan mengikuti kakak kelas. Dan tak lama mereka sampai dan masuk ke ruangan yang cukup gerah karna kurangnya udara yang masuk ke ruangan itu tambah mereka belum mandi.
" Ya Allah gerah banget nih. "Ucap Tania sambil mengibas-ngibas tangannya agar tidak panas.
" Iya nih. "Ucap Rhania yang sama kepanasan.
" Kak gerah nih. "Ucap salah satu siswi di sana.
" Gerah ya, kurang ventilasi kayaknya. "Ucap kakel nya.
" Gimana nih? mereka kegerahan. "Ucap kakak kelasnya ke pada temannya.
" Ya gimana. "Ucapnya.Yang tak tahu harus apa.
" Tenang ya dek, bentar lagi bapak ke sini dan nanti kalau bapak ke sini kalian harus bilang selamat datang kakak selamat datang kakak selamat datang kami ucapkan ada salam dari kami yang ingin maju bersama sama, sambil tepuk tangan bisa gak? "Tanyanya.
" Bisa. "Jawab mereka serempak.
" Ayo di coba dulu ya! "Pinta kakak itu.
" Kamu keluar dulu terus masuk! "Pinta kakak itu pada temannya. Lalu temannya keluar.
" Kalau temen kakak masuk kalian langsung bilang kayak tadi ya! "Pintanya.
" Iya kak. "Jawabnya.Lalu temannya masuk dan mereka langsung bernyanyi dan bertepuk tangan.
" Selamat datang kakak selamat datang kakak selamat datang kami ucapkan ada salam dari kami yang ingin maju bersama sama. "Ucap mereka sambil bertepuk tangan.
" Nah gitu ya, jadi jangan panggil bapak tapi panggilnya kakak. "Ucapnya.
" Ada yang mau di tanyakan? "Tanyanya.
" Siap tidak. "Jawab mereka.
" Nah kalau menjawab atau mau bertanya gak usah pake kata siap lagi jadi langsung aja! "Pintanya.
" Jadi gini misalnya kalian mau nanya eu.. apa ya kak nanya apa? "Tanyanya pada temannya.
"Misalnya gini kak kenapa sih harus di adain orkep. " Ucap temannya.
"Nah misalnya kalian mau nanya gini, jadi bukan siap izin bertanya tapi interupsi yang lain jawab siap langsung nanya aja apa yang mau kalian tanyain. " Jelasnya.
"Contoh kakak ya. " Ucapnya. "Interupsi! " Ucapnya.
"Siap." Jawab mereka.
"Saya Tausyiah dari kelas X BPD 2 ingin bertanya apa kalian paham dengan penjelasan saja? " Tanyanya.
"Paham." Jawab mereka.
"Nah gitu ya, mengerti? " Tanya Tausyiah.
"Mengerti." Jawab mereka lagi.
"Nah sambil nunggu bapak dateng main apa nih? " Tanya Tausiyah.
"Games kak. " Ucap mereka.
"Games? Boleh games apa? " Tanya Tausiyah.
"Atau mau unjuk bakat aja? " Tanya temannya.
"Iya unjuk bakat aja ya, di tunjuk sama kakak oke. " Ucapnya.
"Oke." Jawab mereka. Dan Tausiyah bersama temannya melihat-lihat siapa yang akan mereka tunjuk untuk menunjukan bakatnya.
"Awas jangan nunduk atau ngumpet di belakang punggung temennya ya! " Pinta Tausiyah.
"Eum.. Nah kamu. " Tunjuk nya pada seorang siswi yang ada di barisan tengah depan.
"Jangan saya kak, saya gak bisa apa-apa. " Tolak nya.
"Bisa ayo kamu! " Pintanya. Dan dia pun pasrah lalu berdiri di depan teman-teman nya.
"Tiga orang ya, jadi dua orang lagi kasian temennya. " Ucap Tausiyah.
"Nah kamu gak usah ngumpet. " Tunjuk temannya pada salah satu siswi yang ketahuan bersembunyi di balik badan temannya.
"Aku kak? " Tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu. " Ucapnya. Lalu dia langsung berdiri dan mensejajarkan badannya dengan siswi yang tadi ditunjuk pertama.
"Satu lagi ya. " Ucap Tausiyah.
"Cowoknya mau? " Tanya Tausiyah.
"Iya nih mau gak? " Tanya temannya.
"Rayhan mau? " Tanya Tausiyah. Dia hanya menggelengkan kepala, di sana memang cuman ada satu laki-laki dan Rayhan sepertinya terlihat pendiam tapi dia banyak di kagumi oleh teman-teman barunya dan kakak kelasnya. Rayhan pernah bercerita ketika MPLS bahwa dia tidak tahu kalau dia akan bersekolah di sekolah yang mayoritas nya perempuan karna dia pindahan dari Bandung ke Jakarta. Dia memang terlihat pendiam dan kalem dari yang lain tapi di balik sifatnya itu dia pernah bilang kalau dia itu keras kepala dan kadang susah di atur.
"Ya udah dua orang aja deh. " Ucap Tausiyah.
"Kalian mau unjuk bakat apa? " Tanya Tausiyah. Mereka hanya geleng kepala dan tersenyum ada perasaan bingung dan malu.
"Nyanyi."
"Joged."
"Ngaji."
"Sholawat."
Begitulah permintaan dari teman-temannya.
"Bapak udah mau ke sini. " Ucap teman Tausiyah memberitahu.
"Yah unjuk bakatnya nanti aja dilanjutnya, sekarang udah mau ada bapak inget pesen kakak apa oke. " Ucap Tausiyah. Dia pun langsung keluar ruangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments